
Sudah seminggu lebih Jo mengikuti kegiatan madabintal di sekolahnya, dan semua itu cukup melelahkan namun Jo menyukainya. Jo mengikuti saran Pak Edward untuk menggunakan sun screen agar wajahnya tidak kembali merah-merah and it works.
Hari ini Jo akan mengikuti kegiatan jurit tangkas yang berisi kegiatan yang berhubungan dengan tali temali. Antara lain merayap tali, naik turun tali dan meniti tali. Diakhir kegiatan Sertu Chairil akan mengadakan perlombaan PBB antar peleton dan tim yang menang akan mendapat hadiah.
Kegiatan hari ini pun dimulai. Bang Iwan, menunjukkan bagaimana setiap calon taruna/I harus melalui setiap tahapan dalam jurit tangkas. Jo memperhatikan dengan seksama. Rasanya cukup sulit tetapi harus dicoba dulu, begitulah prinsip Jo.
Mulai dari merayap tali, meniti tali dapat Jo lalui dengan mudah, namun ketika melalui naik turun tali Jo mengalami sedikit kesulitan dalam membuat pijakan dengan tali pada kakinya. Tapi pada akhirnya Jo berhasil melaluinya. Setelah semua calon taruna/i menyelesaikan jurit tangkas, mereka diberikan waktu istirahat dan makan siang.
Setelah itu perlombaan PBB antar peleton dimulai. Para anggota peleton tiga sedikit pesimis untuk bisa memenangkan lomba itu dikarenakan pada saat latihan peleton mereka yang paling sering melakukan kesalahan dan paling sering dihukum.
"Kalian tenang aja, bawa rileks dulu tarik nafas. Anggap aja kita melakukan perlombaan kali ini sedang melakukan hobi masing-masing sehingga nggak ada rasa tertekan dalam pikiran kita!!"ujar Jo berusaha menenangkan teman-temannya.
"Ayo kita lakukan sarannya bocil!!"kata Danton mereka Zulfia Indra.
Mereka mencoba hal yang Jo ajarkan dan itu berhasil mengurangi tekanan stres di otak mereka sehingga mereka merasa lebih rileks.
"Gimana kalau kita coba latihan sebentar, mumpung ini masih giliran peleton satu!!"ajak Jo pada teman-temannya.
"Setuju...."teriak mereka.
Dipimpin oleh sang Danton Zulfia Indra peleton tiga memulai latihan mereka, dari gerakan di tempat, gerakan berjalan, dan terakhir memberi hormat.
"Sekarang giliran peleton tiga!!"ujar Bang Iwan memanggil senior pendampingnya.
Bang Dermawan memberi kode pada sang Danton untuk mengumpulkan anggotanya.
"Hendri Gustono tampil ke depan sebagai penjuru!!!"teriak Zulfia Indra sebagai Danton.
"Siap, Hendri Gustono tampil ke depan sebagai penjuru"jawab salah seorang taruna yang memiliki tinggi di atas rata-rata.
"Dua langkah di depan komando!!"kata Danton peleton tiga.
"Siap, dua langkah di depan komando"jawab penjuru.
Kemudian Hendri Gustono pun berlari ke arah Danton dan berdiri dua langkah di depan Dantonnya.
"Peleton tiga kumpul!!!"teriak Danton.
"Siap peleton tiga kumpul"teriak semua anggota peleton tiga dan berlari membentuk barisan menyesuaikan dengan Hendri Gustono.
Seluruh aba-aba dalam PBB bisa mereka lakukan dengan baik berkat saran dari Jo tadi. Kedua senior pendamping mereka sudah cenat cenut karena jika peleton mereka kalah maka senior pendampingnya pun akan ikut dihukum dengan disuruh berenang menyebrang banjir kanal yang memiliki lebar 70 meter dengan kedalaman tiga meter. Tidak terlalu lebar namun cukuplah untuk pemula.
Tapi penampilan peleton tiga di luar ekspektasi mereka semua, peleton tiga dapat melakukan aba-aba dengan baik dan nyaris tanpa kesalahan. Peleton lain yang ingin menjadikan mereka bahan olokan hanya mampu terdiam. Usai mengikuti perlombaan semua peleton cenat cenut menunggu hasil perlombaan.
"Dan untuk pemenang lomba PBB antar peleton dimenangkan oleh peleton tiga."ujar Sertu Chairil dengan bangga melihat ke arah Jo. Sebab dari tadi Sertu Chairil memperhatikan cara Jo untuk menghilangkan stres dan membentuk kembali mental teman-temannya yang beberapa hari belakangan hancur karena diolok oleh peleton lain karena sering melakukan kesalahan.
Jo yang ditatap oleh Sertu Chairil hanya menampilkan wajah datar ala mafia seperti yang telah mengalir dalam darahnya dan tidak memperlihatkan ekspresi takut sama sekali.
"Anak yang menarik!!"bathin Sertu Chairil.
"Yeaiiiiii......"sorak peleton tiga saling berpelukan dan meriakan yel-yel mereka.
"Peleton tiga, salah satu.....!!"teriak sang Danton.
"Salah semua....."jawab mereka kompak.
"Sakit satu........"
"Sakit semua......"sahut seluruh anggota peleton tiga termasuk kedua senior pendamping mereka. Sekarang peleton lain semakin iri dengan mereka melihat kekompakan peleton itu.
__ADS_1
"Dan untuk peleton yang kalah yaitu peleton satu dan dua kalian bersiap untuk hukuman kalian!!"tegas Sertu Chairil.
"Dan untuk peleton tiga kalian diistirahatkan hingga peleton satu dan dua menyelesaikan hukuman mereka.!!"kata Sertu Chairil.
"Bubar jalan!!"perintah Danton peleton tiga pada anggotanya.
Mereka mencari tempat untuk bisa melihat hukuman untuk peleton satu dan dua.
"Cil nama Lo siapa??"tanya salah seorang dari mereka.
"Gue Jo!!"sahut Jo singkat.
"Kenalin gue Nando, dari Padang
gue Al, juga dari Padang
gue Hendri, juga dari Padang
gue Zul, juga dari Padang
gue Dwi, dari Jambi
gue Rasyid, dari Riau
gue Sandra, dari Bengkulu
gue Agustina tapi Lo bisa panggil gue Butet gue dari Nias,
"Kok bisa di umur 14 tahun Lo udah masuk SMA??"tanya Nando penasaran.
"Gue ikut kelas akselerasi."jawab Jo singkat.
"Ya tergantung keadaan sih!!"jawab Jo.
"Lo ngekos atau tinggal sama orang tua Jo??"tanya Nando lagi.
"Sama orang tua, kalian??"tanya Jo lagi.
"Ngekos sih, malas kalau di asrama!!"sahut Sandra.
Di sini ada yang jurusan teknik nggak??" tanya Hendri.
"Kayaknya Nautika semua deh, mudah-mudahan aja kita sekelas ya gak!!"kata si Butet dan diangguki yang lain.
"Eh liat, hukuman mereka udah di mulai, nggak terlalu jauh juga mereka berenangnya, tapi bakalan susah itu sebab sepatu PDL kalau kena air jadi tambah berat."kata Nando.
"Iya, kan itu konsekuensinya kalau kalah!"jawab Dwi.
Jo melihat ke arah peleton lain yang sedang berenang untuk menyebrangi banjir kanal itu. Seketika pupil mata Jo mengecil.
"Tu ada yang bakal tenggelam kayaknya!!"heboh Jo melihat ada yang melambaikan tangannya dan hampir hilang dari penglihatan.
Jo segera berlari ke arah senior pendamping peleton itu dan memberi tahu kedua senior Taruni itu kalau ada yang tenggelam namun tidak digubris oleh mereka berdua, mereka tetap asyik mengobrol, dan senior Taruni lainnya masih duduk selonjoran tidak mengindahkan laporan Jo, sedangkan senior Taruna sedang diberi arahan oleh Sertu Chairil.
"Br*ngs*k Lo"teriak Jo yang didengar oleh Sertu Chairil dan melihat ke arah Jo namun Jo telah lebih dahulu melompat ke dalam air.
"Joooo"teriak teman-teman peletonnya dan segera berlari ke tempat Jo melompat tadi.
"Ada apa??"tanya Sertu Chairil pada teman-teman Jo.
__ADS_1
"Tadi ada yang sudah hampir tenggelam, Pak. Kami masih melihat tangannya menggapai. Namun kedua senior ini malah mengabaikan ucapan Jo sehingga Jo langsung melompat ke air!!!"jelas Nando dan diiyakan oleh yang lain.
Dua orang senior Taruna juga ikut melompat ke air mencari anak yang tenggelam itu. Jo sendiri belum terlihat naik ke permukaan dan membuat teman-teman dan senior pendampingnya cemas.
"Kenapa ada yang lepas dari pengawasan kalian??"tanya Sertu Chairil pada kedua senior Taruni itu.
"Tapi tidak ada yang tenggelam Pak."sahut senior Taruni yang bername tag Ningsih.
"Kalau nanti sampai ada kalian akan dapat sangsi dari sekolah!!"ujar Sertu Chairil. Kedua senior Taruna yang tadi melompat ke air juga ikut menyelam mencari kedua junior mereka.
Lima menit kemudian terlihat Jo telah muncul lagi ke permukaan dengan membawa seseorang dalam rangkulannya. Kedua senior Taruna itu segera menggapai Jo membantu membawa junior yang sudah pingsan itu.
"Kalian lihat!!"kata Sertu Chairil.
Semua Senior Taruni merasakan detak jantung mereka semakin cepat. Sebab karena keteledoran mereka hampir mencelakakan junior mereka.
Pak Edward yang baru sampai di tempat pelatihan kaget melihat para anak didiknya yang berdiri di pinggir banjir kanal.
"Ada apa ini??"tanya Pak Edward pada salah seorang taruna.
"Tadi ada yang tenggelam Pak karena tidak diawasi oleh kedua Senior itu, dan Jo langsung terjun ke air karena laporannya tidak digubris oleh mereka berdua!!"terang Nando pada pak Edward.
"Shiiiiit"umpat Edward.
Pak Edward segera berlari ke arah kerumunan calon taruna itu. Jo dan kedua senior Taruna itu segera keluar dari air dan menyerahkan junior yang pingsan tadi pada tim medis.
"Kamu tidak apa-apa??"tanya Sertu Chairil pada Jo.
"Saya tidak apa-apa, Pak!!"ujar Jo masih dengan wajah datarnya.
"Kamu pulang saja Jo, nanti jika ada apa-apa dengan kegiatan madabintalnya akan Bapak beritahukan pada Dadymu!!"ujar Pak Edward dan diangguki Jo.
Pak Edward pun menelpon Daddy Kenneth menyuruh agar segera menjemput Jo ke tempat pelatihan.
"Hallo, Ken Lo jemput Jo sekarang!!"titah Edward pada Daddy Kenneth.
"........."
"Udah jemput aja, bawel Lo!!"kesal Pak Edward kemudian matikan sambungan teleponnya. Pak Edward kemudian memberikan selimut pada Jo agar tidak masuk angin.
Setengah jam kemudian Daddy Kenneth sampai di tempat pelatihan Jo.
"Baby kamu kenapa??"tanya Daddy Kenneth panik melihat sang putri dalam keadaan basah kuyup.
Sertu Chairil berjalan ke arah Daddy Kenneth.
"Terima kasih Pak, putri Bapak sudah menyelamatkan nyawa temannya!!"ujar Sertu Chairil terlihat bangga pada Jo.
Lalu Pak Edward datang dan menjelaskan semuanya pada Daddy Kenneth.
Daddy Kenneth sangat bangga pada keberanian sang putri, namun terselip rasa takut jika terjadi hal buruk pada putrinya.
"Udah, Lo bawa aja dia pulang!!"titah Pak Edward pada Daddy Kenneth.
"Ok Bang"sahut Daddy Kenneth.
"Guys gue balik duluan ya!!"pamit Jo pada teman-temannya satu peleton.
"Ok, hati-hati Jo"sahut mereka.
__ADS_1
Jo dan Daddy Kenneth pun segera meluncur ke mansion.