
Para Leonhart muda itu menunggu Dady mereka di gerbang sekolah. Tidak lama menunggu sebuah mobil mewah berhenti di depan mereka.
"Come on guys, naik!!!"titah Dady Ken dan diangguki ke empat anaknya.
"Baby di sini!!"perintah Dady Kenneth pada Jo agar duduk di bangku samping pengemudi dan mendapat tatapan protes dari ketiga bujangnya.
"Ok, Dad!!"jawab Jo kikuk.
"Adek....."teriak ketiga Abangnya yang tidak terima sang adik dekat dengan Dady Kenneth.
"Naik, atau Dady tinggal kalian bertiga!!"ujar Dady Kenneth lagi.
"Pak Tua ini, sukanya ngancam Mulu"gerutu Dazian.
"Ingin jatah uang saku kalian Dady cut???"tanya Dady Kenneth pada ketiga bujangnya.
Ketiganya mendengus mendengar ancaman Dady Kenneth, ancaman ituu teruss.
"Untung Dady sendiri, kalau nggak hmmmm"bathin Dazian menatap penuh permusuhan pada Dady Kenneth.
Dengan langkah tidak ikhlas ketiga anak Laki-laki itu duduk di bangku belakang supir
"Jadi Baby mendapat peringkat pertama??"tanya Dady Kenneth pada Jo.
"Iya Dad, adek ngalahin Abang, Numero Uno!!!"heboh Dazian.
"Baby dan kamu Bang mau hadiah apa dari Dady??"tanya Dady Ken pada kedua anaknya.
"Jo nggak minta apa-apa Dad"sahut Jo.
"Earth juga nggak ingin apa-apa Dad"jawab Earth.
"Jika anak lain yang berada di posisi kalian pasti akan meminta banyak hadiah dari orang tuanya. Bodohnya Dady kalian dulu nak, terlalu egois maafkan Dady nak, apalagi kamu Baby. Maaf untuk semua rasa sakit yang Daddy torehkan dan maaf untuk semua waktu kita yang terbuang percuma."bathin Dady Kenneth yang memperhatikan anak-anaknya melalui kaca spion.
Sedangkan yang diperhatikan tengah sibuk menjahili satu sama lain, dan yang menjadi sasaran utama tentu saja si bungsu.
Membuat Jo kadang cemberut kadang komat Kamit tidak jelas. Dan mancing tawa ketiga kakaknya.
"Guys, kita makan siang dulu ya!!"ajak Dady Kenneth pada putra putrinya.
"Ok, Dad"jawab mereka.
Dady Kenneth memesan makanan kesukaan anak-anaknya. Wajah mereka begitu berbinar melihat makanan yang telah terhidang di hadapan mereka.
"Ayo, kita makan dulu"kata Dady Kenneth.
__ADS_1
"Jom"sahut mereka.
Jika dilihat mereka terlihat seperti keluarga yang sangat bahagia. Adik kakak yang saling menjahili serta sang ayah yang begitu perhatian pada anak-anaknya.
Usai makan mereka pun duduk sejenak untuk menenangkan perut yang baru saja diisi.
"Kalian ingin ke mana??"tanya Dady Kenneth.
"Dad, kita ganti baju dulu ya!!"ujar Earth yang sudah mulai tidak nyaman dengan seragamnya.
"Ya udah kita ke sekarang ke toko pakaian, ganti baju kalian"ujar Dady Kenneth menggiring anak-anaknya keluar dari restoran.
Bagi Jo hari itu terasa sangat membahagiakan, kasih sayang yang di kehidupan dulu tidak ia dapat sama sekali, di kehidupan sekarang ia dapatkan sepenuhnya, semoga it's not just a nice dream.
Tangan Dady Kenneth sedari tadi tidak terlepas dari bahu si bungsu. Mereka pun memasuki toko pakaian dan memilih pakaian yang menurut mereka cocok dengan mereka.
Ketika akan mengganti pakaian tiba-tiba ada beberapa gadis remaja yang mendekat ke arah Jo.
"Hai adek, kamu Jonathan kan??Yang punya JJ channel kan??"tanya salah satu remaja itu.
"Hmmm iya Kak, maaf ada apa ya??"tanya Jo bingung.
"Maaf kalau kita ganggu ya dek, tapi boleh ngga adek ikut kita live sebentar??"tanya remaja yang berambut merah maroon.
"Sebentar ya Kak, aku minta ijin Dady aku dulu"ujar Jo.
"Ok"jawab mereka.
"Dad, Jo minta ijin sebentar ya, mau live sama Kakak-kakak itu!!"tunjuk Jo pada segerombolan remaja putri.
"Ok"jawab Dady Kenneth singkat.
Jo pun segera menemui para fans dadakannya dan mengikuti keinginan dari mereka.
"Earth jelaskan!!!"titah Dady Kenneth.
"Adek itu punya channel sendiri Dad, JJ Chanel dan udah memiliki banyak subscribers dan viewers. Di sekolah aja hampir semua siswa kenal sama adek Dad. Earth rasa mereka adalah bagian dari fansnya Adek."jelas Earth pada Dady Kenneth.
"Wah, gila belum apa-apa adek fansnya udah begitu rame."seru Fabian geleng-gelang melihat kelakuan Jo dan fansnya.
"Jadi, setelah ini Dady bersiap saja, mungkin adek ke mana-mana bakal diikutin sama fansnya"kekeh Dazian.
Dady Kenneth tidak habis pikir, bisa-bisanya si bungsu yang anteng di paviliun tapi terkenal di dunia luar. Harus lebih ekstra hati-hati ini untuk keamanan sang putri menurut Dady Kenneth.
Tapi Dady Ken tidak memungkiri kenyataan bahwa ia bangga dengan torehan prestasi sang putri baik akademik maupun non akademik.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian gerombolan remaja putri tadi berjalan ke arah Dady Ken bersama Jo.
"Om makasi ya udah diijinin buat live sama Jo. Kami permisi dulu Om"ujar salah seorang dari remaja itu.
"Hmmmm"
"Jo makasi ya Dek"ucap mereka sambil mengusap kepala Jo.
"Iya Kak sama-sama."sahut Jo tersenyum.
"Cie...cie adeknya Abang famous sekarang!!"goda Dazian pada sang adik.
"Ihhh Abang apaan sih, ga jelas"omel Jo sambil komat kamit.
"Stop, sekarang kita akan kemana??"tanya Dady Kenneth pada anak-anaknya.
"Ke pantai"sorak anak-anak Dady Kenneth.
"Ok!"jawab Dady Kenneth yang kembali merangkul bahu sang putri posesif.
Jo yang diperlakukan seperti itu tentu saja bahagia. Kasih sayang yang lama ia harapkan kini datang tanpa harus ia kejar.
Dady Kenneth pun melajukan mobilnya ke pantai. Usai menempuh perjalanan selama satu setengah jam akhirnya mereka sampai di pantai tujuan mereka.
"Guys mau menginap di sini??"kata Dady Kenneth menawarkan pada anak-anaknya.
"Ide bagus itu Dad"sahut Earth.
"Ok, Dady cek cottage dulu, kalian pergilah jalan-jalan terlebih dahulu jangan lupa jaga adik kalian dengan baik"titah Dady Kenneth.
"Siap komandan"jawab ketiga anak laki-laki sambil memberi hormat pada Dady Kenneth yang membuat Jo terkekeh geli.
"Adek ayo kita main air!!!"seru Dazian menarik tangan sang adik ke arah pantai dan diiringi kedua saudaranya.
Daddy Kenneth melihat raut kebahagiaan di wajah ke empat anaknya.
"Tersenyumlah selalu, buah hatiku!!!"bathin Dady Kenneth sambil memperhatikan ke empat anaknya.
"Jack, siapkan pakaianku dan anak-anakku antar ke pantai ****** serta persiapkan cottage, aku akan menginap dengan anak-anakku!!!"titah Dady Kenneth pada tangan kanannya.
".............."
Dady Kenneth segera bergabung dengan anak-anaknya, saling siram dan sesekali menggendong si bungsu.
Bagi Jo sendiri ini adalah kali pertama untuknya pergi ke pantai apalagi sekarang ia bisa pergi dengan seluruh keluarganya. Pengalaman pertama yang begitu indah,
__ADS_1