Bangkitnya Si Bungsu Leonhart

Bangkitnya Si Bungsu Leonhart
Hadiah dari Aditya cs


__ADS_3

Jo segera pulang ke mansion dia tidak ingin sang Daddy cemas karena pulang terlalu lama.


"I'm home.......!!"ujar Jo begitu memasuki mansion.


"Adek.....!"panggil Earth yang baru saja sampai di ruang tamu.


Jo merasa sangat lelah hari ini, ia pun duduk di ruang tamu sambil menyandarkan tubuhnya pada sandaran sofa dan merentangkan kedua tangannya di sandaran sofa.


"Adek capek banget hmmmm??"kata Earth mendudukkan di samping Jo.


"Iya, Bang!!"sahut Jo menyandarkan kepalanya di pundak sang kakak.


Earth memijit pelipis sang adik agar merasa lebih rileks.


"Bagaimana bersenang-senangnya tadi??"tanya Earth pada si bungsu.


"Lumayan, tapi tidak seru dia nggak ngelawan sama sekali!!"sahut Jo dengan mata semakin tertutup.


Earth melihat sang adik yang sudah tertidur dan segera memindahkannya ke kamar.


"Adek kenapa Bang??"tanya Fabian.


"Ketiduran, capek banget kayaknya!!"sahut Earth.


Fabian pun mengekori sang Kakak ke kamar Jo.


"Kenapa ikut?"tanya Earth kesal.


"Jangan pura-pura nggak tau, aku tau niat Abang mau memonopoli Adek sendirian!!"seru Fabian.


"Ck, pengganggu!!"ketus Earth dan disambut cengiran khas Fabian.


Sedangkan Dazian yang baru turun kebingungan tidak melihat satu pun Kakaknya ada di bawah.


"Ke mana mereka, apa Adek sudah pulang??"gumam Dazian.


Dazian segera putar haluan, ingin pergi ke kamar si bungsu. Namun baru berjalan beberapa langkah tangannya dicekal oleh Mia.


"Bang Dazian temenin Mia nonton yuk!!"kata Mia dengan suara yang lembrut banget.


Dazian menyentak kasar tangan Mia hingga Mia oleng ke belakang.


"Jangan pernah sentuh gue dengan tangan kotor Lo, paham. Dan jangan panggil gue Abang jijik gue dengar suara Lo, tau nggak!!"bentak Dazian lalu meninggalkan Mia sendirian.


"Emang enak!!"ledek Clara.


"Awas Lo!!"ketus Mia lalu meninggalkan Clara di ruangan itu.


Dengan langkah kesal Dazian menuju kamar Jo, dan ia semakin kesal melihat sang adik tidur diapit oleh kedua singa lainnya. Dazian mengambil tempat diantara Fabian dan Jo. Kemudian dia pun tertidur sambil mengusap kepala sang adik.


Saat jam makan malam ke empat singa itu masih saja tidur, Daddy Kenneth yang baru saja menginjakkan kaki di ruang makan melihat ke arah meja makan, namun tidak mendapati satu pun anaknya ada diantara manusia lucknut itu.


"Apa bungsuku belum pulang ya??"gumam Daddy Kenneth.


Ia pun berbalik arah menuju lift, hendak pergi ke kamar Jo tiba-tiba saja sebuah tangan mencekal tangannya. Wajah Daddy Kenneth berubah pias, ingat dia tidak suka disentuh oleh sembarangan orang, apalagi wanita. Dengan kasar Daddy Kenneth mendorong Regita hingga membentur tembok.


"Kenapa kau kasar padaku, Ken?? Aku hanya ingin mengajakmu makan malam bersama!!"sendu Regita dengan wajah dibuat memelas.


"Jaga batasanmu, jangan menguji kesabaranku, Nyonya Regita!!"kata Daddy Kenneth dengan menekan setiap kata yang keluar dari mulutnya.


Daddy Kenneth melangkah dengan cepat menuju kamar putrinya.

__ADS_1


Sedangkan Regita menghentak-hentakkan kakinya menuju meja makan.


"Cobalah lebih keras, Re!!"kata sang ibu.


"Apa pun caranya akan kudapatkan pria sombong itu!!"sarkas Regita sambil menghempaskan tubuhnya di kursi.


Daddy Kenneth sampai di kamar si bungsu, emosi yang tadi membuncah sirna seketika melihat ke empatnya anaknya yang masih tertidur pulas.


Namun Daddy Kenneth dikejutkan dengan suara dering handphone Jo.


"Siapa yang menelpon putriku malam-malam begini!!"kata Daddy Kenneth.


"Hmmm Aditya??"gumam Daddy Kenneth sembari mengingat siapa si penelepon itu.


"Oh iya orang ini yang semalam datang kemari!!"ujar Daddy Kenneth lalu mengangkat telepon itu.


"Hallo"


"..........."


"Dia sedang tidur!!"


"............"


"Baiklah akan saya sampaikan, terima kasih Aditya!!"


"............"


Daddy Kenneth pun meletakkan kembali ponsel milik Jo.


"Guys, wake up now!!"ujar Daddy Kenneth.


"Mmmmmhh apa an sih.......!!"racau Dazian.


"Ahhh ini pasti sukses!!"ujar Daddy Kenneth menjepit hidung anak-anaknya.


"Ahhh.... ahhh Daddy...........!!"teriak ke empat anaknya bersamaan.


"Salah sendiri tidur ngebo, ayo bangun kita makan malam!!"ujar Daddy Kenneth pada anak-anaknya.


Ke empat singa itu berjalan dengan malas-malasan memuji kamar mandi.


Tak lama ke empatnya kelihatan lebih segar, dan bergabung bersama Daddy Kenneth yang menunggu mereka sambil rebahan di ranjang.


"Ayo Pak Tua!!"kata Dazian menarik tangan Daddy Kenneth.


"Dasar anak durhaka!!"ketus Daddy Kenneth.


"Alah, nggak usah drama cepetan!!"kata Dazian mendorong bahu sang Daddy keluar dari kamar Jo.


Itulah cara seorang Dazian menunjukkan kasih sayang pada sang Daddy.


Tak lama mereka sampai di ruang makan. Terlihat 6 manusia lucknut dan 1 rubah kecil sudah duduk di ruang makan.


Daddy Kenneth mendudukkan diri di kursi kepala keluarga. Anak-anaknya pun mengikuti dengan duduk di kursi masing-masing.


Regita dengan sigap mengambil piring milik Daddy Kenneth dan menata makanan di atasnya.


Para singa heran tumben Daddy mereka diam saja, sedangkan Regita tersenyum penuh kemenangan.


"Bang.....!!"panggil Papi Dion sambil menyerahkan beberapa paper bag yang penuh dengan makanan dan minuman pada Daddy Kenneth. Oooo satu lagi.... Daddy Kenneth menyuruh Papa Jacob dan Papi Dion memanggilnya Abang karena ke empat anaknya memanggil Jacob dan Dion dengan sebutan Papa dan Papi. Dan lagi Daddy Kenneth sudah menganggap keduanya seperti adik karena telah melayani dan melindungi dua wanita yang ia sayangi Jo dan sang Mommy.

__ADS_1


"Aaa akhirnya sampai, Dion panggil Jacob kita makan malam sama-sama merayakan kemenangan si bungsu hari ini!!"kata Daddy Kenneth pada Dion.


"Baik, Bang!!"kata Papi Dion kemudian mencari Jacob.


"Bang, disuruh Bang Ken makan malam sama-sama!!"kata Papi Dion.


"Ok, yok!!"sahut Papa Jacob.


Tak lama keduanya muncul di meja makan.


"Malam Bang!!"sapa Papa Jacob.


"Malam, ayo duduk kita makan sama-sama ngerayain kemenangan si bungsu tadi siang!!"ujar Daddy Kenneth.


"Marie......!!"panggil Daddy Kenneth.


"Ya Tuan!!"jawab sang kepala pelayan.


"Tolong sajikan makanan ini di piring kami!!"titah Daddy Kenneth.


"Baik, Tuan!!"sahut Marie.


"Daddy pesan makanan??"tanya Fabian.


"Nggak!!"jawab Daddy Kenneth singkat.


"Papa yang pesan??"tanya Fabian lagi.


"Tidak!!"sahut Papa Jacob singkat.


"Terus Papi??"tanya Fabian makin penasaran.


"Tidak!!"sahut Papi Dion.


"Lalu......siapaaaaaaa!!"geram Fabian dan ekspresinya itu ditertawakan oleh yang lain.


"Ini hadiah dari Aditya dan kawan-kawannya untuk adik kalian. Katanya selamat tapi mereka nggak bisa ikut ngerayain karena cafe sekarang lagi rame jadi mereka kirim makanan dan minuman ini ke mansion!!"jelas Daddy Kenneth.


"Wah bagus mari kita makan!!"seru Dazian bersemangat.


"Ken, kenapa kedua bodyguardmu makan bersama kita? Ini bukan tempat mereka!!"ujar Regita.


"Lancang mulut Lo ngatain Papa Jacob ama Papi Dion, hah!!"bentak Dazian.


"Tapi kan mereka cuma bodyguard Bang Dazian. Tempat mereka bukan di sini."kata Angel membela sang ibu.


"Lo lebih nggak pantas, beban bumi!!"ujar Jo.


"Cukup, mari makan!!"kata Daddy Kenneth.


"Ken, apa yang itu untuk kami??"tanya Regita menunjuk beberapa paper bag yang masih berisi makanan dan minuman.


"Astaga hampir lupa, Marie bagikan ini pada yang lain. Jangan sampai ada yang tidak kebagian!!"titah Daddy Kenneth.


"Baik Tuan terima kasih. Nona Muda selamat atas kemenangan Anda!!"ujar Marie.


"Makasi Bibi Marie!"sahut Jo.


"Bwahahhah ha ha ngarep??"tanya Dazian dengan pandangan mengejek.


Yang lain tersenyum tipis mendengar perkataan yang terlontar dari mulut si julid dazian.

__ADS_1


"Sudah ayo makan!!"kata Daddy Kenneth.


Mereka makan malam dengan tenang, di meja makan seperti sedang terjadi perang antar dua keluarga karena tatapan kebencian dari keluarga Regita.


__ADS_2