Bangkitnya Si Bungsu Leonhart

Bangkitnya Si Bungsu Leonhart
Jantung Jo nggak Aman


__ADS_3

Jo memasuki kelasnya dengan santai. Matanya menangkap gelagat aneh dari teman-temannya yang seperti sedang ingin menertawainya.


"Kalian pada kenapa sih??"tanya Jo curiga menatap teman-temannya satu persatu.


"Cie......ehem.....ehem....."Butet menggoda Jo.


"Apaan sih Lo pada, Lo juga Tet eham ehem apaan sih??'geram Jo.


"Cie yang datang ama senior most wanted anggota korps inti lagi!!"ujar Dwi.


"Sumpah nggak ngerti gue omongan Lo pada!!"kesal Jo mendudukkan diri kasar di bangkunya.


"Udahlah guys, ntar kalau dia ngambek lagi berabe kita!"kata Nando menengahi perbincangan un faedah itu.


"Eh caper, Lo ngapain dekat-dekat ama Bang Xander hah.??"kata Levia dengan nada tinggi.


"Lo ngomong ama gue??"tanya Jo menunjuk dirinya.


"Ya sama Lo bego!!"ketus Levia.


"Bilangin gue bego nah Lo oon masang epolet kebalik gitu!!"kata Jo menunjuk pada bahu Levia.


"Uhhhhhh gaya doang lebih Cok!! Isi kepalanya zonk!!"ledek Butet semangat.


Levia langsung dibuat tidak berkutik dengan perkataan pedas yang keluar dari mulut Butet.


"Lagian gak kebalik ya, kok gue ngerasa kalau Bang Xander yang caper ama Jo??"tanya Al bingung.


"Eh benar itu Bang Xander yang sering deketin Jo, yang dideketin malah anteng-anteng wae!!"tambah Hendrik.


"Benar seratus buat Lo Ndrik, gue juga pernah liat Bang Xander waktu kita lagi madabintal ngasih minuman buat Jo. Romantiseeee......."pekik Arnold.


Jo semakin jengah dengan percakapan ambigu teman sekelasnya. Bukannya paham malah membuat Jo semakin pusing mana motor kesayangannya ntah dikirim ke bengkel mana lagi sama si Bang Xander.


Bel masuk pun berbunyi, usai mengikuti kegiatan apel pagi semua Taruna-taruni kembali ke kelas masing-masing untuk mengikuti proses belajar mengajar. Hingga bel istirahat menyelamatkan mereka dari pelajaran yang menguras isi kepala itu.


Seperti biasa, Jo dan Butet akan berjalan paling sebagai kepala rombongan. Kemudian mereka semua menduduki meja yang dari kemarin sudah mereka satukan. Geng Levia pun duduk di bangku yang kemarin mereka tempati karena dapat dipastikan kalau kelompok Jo tidak akan menerima mereka.


Ryu dan Arnold memesan makanan, sambil menunggu makanan datang mereka mengobrol ringan dan sesekali bercanda. Namun Jo dikagetkan dengan gebrakan meja yang dilakukan oleh salah seorang senior Taruni di hadapannya.


"Lo jangan ngelunjak!!"ucap senior Taruni itu keras.

__ADS_1


"To the point!!"ucap Jo berdiri dari bangkunya.


"Jangan deketin Danpoltar!!"kata senior Taruni itu memperingati Jo.


Jo melihat kiri kanan seperti orang bingung.


"Mendekati Danpoltar?? Lo buta apa gimana gue duduk ama teman-teman gue nggak dekat-dekat dia!!"jawab Jo polos.


Seisi kantin tertawa heboh mendengar jawaban polos dari seorang Jo.


"Astaga gini amat punya teman polos overload!!"kata teman-teman Jo menepuk jidat mereka.


"Terus ngapain Lo tadi nebeng di mobil dia??"tanya senior bername tag Lenny itu.


"Oh itu gue kiraian apaan, jadi tadi tu motor gue mogok lah dia lewat terus nawarin tebengan ke sekolah ya gue terima karena gue takut telat!!"Jo berusaha menjelaskan.


Sedangkan di meja anggota korps mereka sudah memegang perut mereka karena tidak kuat menahan tawanya dari tadi.


"Dude, Princess Lo kelewat polos!!"ujar Varo menepuk bahu Xander, sedangkan Xander sendiri mengangkat sudut bibirnya mendengar jawaban polos yang meluncur dari mulut sang pujaan hati.


"Kan Lo bisa nolak!!"geram senior Taruni itu.


Sedangkan teman-teman Jo hanya geleng-geleng kepala, dalam hal akademik dan non akademik Jo memang nggak ada lawan, tapi kalau urusan percintaan kayaknya harus dikasih les privat deh.


Xander memijit pelipisnya pelan. Sepertinya ia harus berusaha ekstra keras untuk mendapatkan perhatian pemilik gigi gingsul ini.


Senior Taruni akhirnya menyerah, sekarang dia sadar sudah melawan orang yang salah. Akhirnya ia memutuskan untuk meninggalkan kantin dengan tergesa-gesa.


Ketika mengikuti jam pelajaran terakhir, Jo memeriksa perlengkapan untuk praktek menjangka peta. Seperti sepasang segitiga siku-siku, mawar pedoman, jangka dan peta pastinya. Jam 2 tepat Jo segera melangkah menuju ruang praktek sendirian karena teman-temannya telah lebih dahulu ke ruangan itu. Di tangga kedua Jo berpapasan dengan Xander.


"Jo...."panggil Xander.


"Eh iya Bang Xander, ada apa??"tanya Jo yang terlihat terburu-buru itu.


"Nanti pulang mau Abang antar, karena motormu belum selesai diperbaiki??"tanya Xander.


"Hmmmm gimana ya, ntar jantung gue kumat lagi gimana. Bahaya kan??"bathin Jo.


Melihat Jo melamun Xander menjentikan jarinya di depan wajah Jo.


"Eh iya, apa tadi Bang??"Jo kembali bertanya.

__ADS_1


"Apa mau pulang bareng sama Abang, motor kamu belum selesai diperbaiki??"ulang Xander gemas.


"Enggak mau!!"kata Jo menggeleng ribut.


"Kenapa hmmmm, kamu takut dengan senior tadi??"tanya Xander yakin kalau Jo takut dengan Lenny.


"Bukan begitu ceritanya Bang, kalau dekat-dekat sama Abang Jo kena serangan jantung!! Detak jantung Jo jadi cepat. Ntar kalau Jo sakit gimana apalagi kalau sampai meninggal kan nggak lucu. Enggak ah nggak mau dekat-dekat Abang lagi!!"kata Jo kabur.


Xander melongo mendengar perkataan polos yang baru saja meluncur dari mulut mungil Jo.


"Jadi kamu juga memiliki rasa yang sama denganku Jo, namun kamu tidak mengetahuinya. Kamu semakin membuat Abang gemas dan tertarik padamu!!"gumam Xander sambil berjalan kembali ke kelasnya.


Usai mengikuti praktek menjangka peta, Jo segera ke parkiran menunggu Earth menjemputnya. Ya tadi ia terlambat ke ruang praktek karena menelpon sang kakak dan meminta untuk menjemputnya.


Xander menghampiri Jo, kembali berniat untuk mengantar Jo pulang.


"Ayo Abang antar!!"ajak Xander pada Jo.


Lagi Jo menggeleng ribut.


"Nggak mau, Jo nggak mau ya jantung Jo kenapa-kenapa karena dekat dengan Abang, Jo masih sayang nyawa."kata Jo melihat ke arah gerbang karena mobil Earth sudah memasuki area sekolah.


Karena sekolah baru saja bubar, maka sekolah masih dipadati oleh para penghuninya. Semua tatapan kagum terarah pada Earth. Memang bibit bebet bobot keturunan Leonhart tidak main-main. Sebagian ada yang menyangka jika Earth adalah kekasih Jo, sebagian lagi berpendapat kalau itu adalah kakak Jo.


"Jo pulang dulu Bang Xander, see you tomorrow!!"kata Jo melambaikan tangan pada Xander dan dibalas acungan jempol oleh Xander.


"Abang....."teriak Jo berlari ke arah Earth.


Entah kenapa sejak kejadian Jo yang sudah bercerita jujur mengenai kejadian yang ia alami pada keluarganya, Jo menjadi semakin manja pada keluarganya.


Earth dengan sigap menangkap tubuh sang adik.


"Adek kenapa berlari hmmmmm???"tanya Earth.


"He...he...he..."cengir Jo.


"Ihhh pengen dong kayak Jo, punya kakak penyayang gitu!!"ujar beberapa orang Taruni.


"Itu cowoknya Jo, aduh meleyot daku!!"ujar beberapa Taruni yang mengira Earth adalah pacar Jo.


Dunia...dunia........

__ADS_1


__ADS_2