
Baru saja ambulance meninggalkan Jo dan teman-temannya, bus yang berisi instruktur dan juga senior anggota korps sampai di tempat kejadian. Xander dan pak Edward yang panik segera mencari keberadaan Jo diantara teman-temannya. Xander yang melihat Jo tengah melihat ke arah bus yang setengah tergantung segera berlari ke arah Jo dan memeluknya dengan erat.
"Jo kamu bikin Abang panik dan khawatir!!"ujar Xander menarik Jo dalam pelukannya.
Jo melongo hebat dalam pelukan Xander mencoba mencerna apa yang sedang terjadi. Jo dapat mendengar bunyi jantung Xander yang berdetak begitu cepat.
"Bunyi jantungnya Bang Xander sama persis kayak gue?? Kenapa ya??"bathin Jo.
Teman-teman Jo dibuat menganga melihat apa yang dilakukan Xander pada Jo. Ada yang tersenyum-senyum simpul dan ada juga yang cemburu tak tertolong.
Pak Xander pun menghampiri keduanya.
"Ekheeeem"
Sontak Xander mengurai pelukannya pada Jo.
"Jo, kamu pindah ke busnya Xander!!"titah Pak Edward pada Jo.
"Tapi Pak, barang-barang Jo kan di bus yang itu!!"tunjuk Jo pada bus yang pertama ia tumpangi.
"Nanti biar Xander yang mengurusnya, no debate Jo. Naik sekarang!!"titah Pak Edward.
"Enak aja, ntar gue dibikin perkedel sama si Kenneth kalau tu bocah terluka!!"bathin Pak Edward tidak ingin mengambil resiko Jo berbuat nekat lagi.
"Ayo....!!"kata Xander menarik tangan Jo ke arah bus yang ia tumpangi.
Para taruna yang tadi ada di bus yang sedang tergantung, dibagi pada bus-bus lainnya. Sedangkan Jo sudah naik ke bus yang tadi ditumpangi oleh Xander.
"Gila......Lo keren Jo. Karena keberanian Lo teman-teman Lo bisa selamat!!"sorak Varo.
"Biasa aja, Bang!!"jawab Jo lalu segera berlalu karena Xander segera menggeret Jo ke arah bangkunya.
"Ck, Tuan posesif!!"ledek Varo pada Xander dan dihadiahi tatapan tajam oleh Xander.
Jo duduk dengan anteng di sebelah Xander. Ia sibuk melihat pemandangan melalui jendela bus. Tak lama Jo pun tertidur, Xander pun menyelimuti Jo dengan jaket miliknya lalu menyandarkan Jo pada bahunya.
"Singa nakal!!"ujar Xander mengusap kepala Jo.
Usai menempuh perjalanan selama hampir dua jam, akhirnya mereka sampai di arena perkemahan. Satu persatu para taruna/Taruni turun dan membawa tas dan perlengkapan mereka masing-masing. Sedangkan Jo masih tertidur pulas di bahu Xander.
"Jo wake up!!"ujar Xander membangunkan Jo pelan-pelan.
__ADS_1
Tidak pergerakan sama sekali dari Jo, dia malah semakin mendusel di dada Xander. Xander geleng kepala melihat tingkah Jo.
"Jo bangun, sayang...... kita sudah sampai!!"kata Xander menepuk pelan pipi Jo.
Merasa ada tepukan di pipinya Jo pun mulai membuka matanya secara perlahan-lahan. Jo mencium aroma mint dari arah sandaran kepalanya, Jo pun mendongak.
Ternyata itu wajah Xander, Jo kaget dan langsung berusaha bangkit dari duduknya. Namun Jo malah limbung karena baru saja bangun tidur. Dengan sigap Xander menangkap tubuh Jo.
"Kenapa, hmm??"tanya Xander dengan suara Husky miliknya dan berhasil membuat jantung Jo berdisko ria tanpa musik.
"Jantung Jo, nggak aman Bang!!"jawabnya Jo jujur.
Xander hanya tersenyum mendengar pernyataan yang keluar dari bibir polos sang pujaan hati. Xander membantu Jo untuk turun lalu mengambil tas dan perlengkapan Jo yang ada di bus satunya. Kemudian menggandeng tangan Jo menuju gerombolan teman-temannya. Jo membiarkan saja Xander menggenggam tangannya dan terus melangkah ke arah teman-temannya yang sudah menunggu dengan perasaan cemas.
"Jo, Lo nggak apa-apa??"kata Butet bersamaan dengan Dwi sambil memeriksa keadaan Bocil kesayangan mereka.
"Nggak gue aman kok!!"jawab Jo.
"Lo gila ya, Lo bisa koid karena melakukan hal gila kayak tadi!!"bentak Nando yang cemas sedari tadi karena belum melihat Jo.
"I'm okay, Big Bro. Don't be worry!!"kata Jo berusaha menenangkan Nando.
"Jo ini perlengkapan kamu, Abang ke tempat instruktur dulu!!"kata Xander memberikan perlengkapan Jo pada Nando dan juga Al.
Xander mengusap kepala Jo gemas, lalu pergi meninggalkan gerombolan juniornya itu.
"Eh Jo, Lo di bus yang mana tadi?? Kok nggak balik ke bus kita??"tanya Rasyid penasaran.
"Pak Edward mindahin gue ke busnya Bang Xander!!"sahut Jo merapikan perlengkapannya.
"Wah, pawangnya cemas pasti guys karena si singa kecil mulai melakukan aksi gila lagi!!"tutur Hendrik.
"Benar tu, makanya langsung dipindahin ke bus pawangnya!!"sahut Al.
Mereka masih sibuk menggoda Jo dengan berbagai perkataan yang ambigu bagi Jo.
Kita tinggalkan Jo Empire sejenak beralih ke Abang kembar Jo yang heboh melihat aksi sang adik menyelamatkan teman-temannya tadi. Teman-teman Jo di sekolah yang lama sangat excited melihat aksi teman Bocil mereka. Suasana di kantin sekolah si kembar dibuat heboh dengan video Jo yang beredar.
"Ada apa an sih?? Pada rame banget!!"sungut Dazian terdengar oleh Yuvent.
"Bang Daz, Lo nggak liat video Jo yang lagi viral??"tanya Yuvent pada Dazian.
__ADS_1
"Video Jo??"beo si kembar bersamaan.
Keduanya segera mengecek handphone masing-masing dan dibuat melongo dengan keberanian sang adik melakukan aksi penyelamatan pada teman-temannya dan juga CPR pada sopir bus.
"Ini bentaran Adek, Daz??"tanya Fabian tidak percaya.
"Sepertinya begitu Bang!!"jawab Dazian yang masih kaget.
"Cepat kasih tau Daddy, Abang mau kasih tau Bang earth!!"titah Fabian pada adik kembarnya.
Dazian segera menghubungi Daddy Kenneth.
"Hallo, Dad segera periksa sosmedmu sekarang!!"
".........."
"Ck, Pak Tua ini terlalu cerewet, udah liat aja dulu!!"
".........."
"Iya.....iya"
Dazian pun mematikan sambungan telepon dengan Daddy Kenneth, Fabian juga menelpon si sulung memberi tahu hal yang dilakukan oleh adik bungsu mereka.
Di kantor Daddy Kenneth..........
Jack masuk ke ruangan Daddy Kenneth membawa berkas dan laporan yang harus diperiksa dan ditanda tangani. Jack heran melihat sang Bos yang memijit pangkal hidungnya.
"Tuan, Anda baik-baik saja??"tanya Jack pada sang Bos. Daddy Kenneth memberikan handphonenya pada Jack. Jack menerimanya dan melihat hal apa yang membuat Bos nya sampai terlihat pusing begitu. Ada rasa kagum dan bangga pada Nona Mudanya itu, namun kenapa Bosnya malah tidak kelihatan baik-baik saja.
"Tuan...!"panggil Jack lagi seraya memberikan handphone milik Daddy Kenneth.
"Aku tidak tau harus bagaimana Jack, di satu sisi aku bangga memiliki putri seperti itu, tapi si sisi lain aku takut terjadi hal buruk padanya!!"keluh Daddy Kenneth pada Jack.
"Tuan, berikan kepercayaan dan keyakinan pada Nona Muda, saya yakin di setiap kebaikan yang dia lakukan dia pun akan dikelilingi oleh orang-orang yang baik lagi pula Nona Muda adalah seorang ketua mafia keberanian yang ia miliki sudah mendarah daging sejak kecil dan juga ia telah digembleng dengan baik secara fisik dan mental!!"ujar Jack mencoba menenangkan pikiran sang Bos.
"Kau benar Jack, mungkin aku saja yang terlalu parno melihat segala tingkah ajaib putri kecilku!!"ujar Daddy Kenneth merasa sedikit lega setelah mendengar perkataan Jack.
"Saya permisi, Tuan!!"kata Jack pamit.
"Terima kasih, Jack!!"tutur Daddy Kenneth tulus.
__ADS_1
"Sama-sama, Tuan!!"kata Jack dan meninggalkan ruangan sang Bos.
"Sarah, darah seperti apa yang mengalir di dalam tubuh putri kita, hingga tidak memiliki rasa takut sedikit pun!!"ujar Daddy Kenneth membatin.