Bangkitnya Si Bungsu Leonhart

Bangkitnya Si Bungsu Leonhart
Drama di Hari Minggu


__ADS_3

Pukul 04.30 semua calon Taruna/I dibangunkan untuk bersiap sarapan dan memulai kegiatan terakhir mereka yaitu long March menuju sekolah. Mereka akan berjalan kaki dengan menempuh jarak lebih kurang 75 km.


"Selamat pagi....."ucap Sertu Chairil.


"Pagi....."jawab semua orang yang hadir pada apel subuh itu.


"Hari ini kita akan melakukan kegiatan akhir dari madabintal yaitu long March menuju sekolah. Semuanya tanpa terkecuali akan mengikuti long March ini termasuk para instruktur dan pembina. Bisa dipahami!!!"kata Sertu Chairil.


"Siap, bisa ..."jawab semua peserta apel.


"Sekarang makan sarapan kalian dan setelah itu kita akan segera berangkat!!"titah Sertu Chairil.


Semuanya sarapan dengan tertib, dan usai sarapan mereka rehat sejenak untuk mempersiapkan fisik mereka.


Long March pun dimulai, mereka mengikutinya dengan penuh semangat. Ini bisa menjadi healing bagi semua peserta long March. Karena perjalanan yang ditempuh selama long March memberikan pemandangan yang indah. Laut lepas di bagian bawah bukit dan deretan batang rambutan dengan buah yang sudah mulai ranum. Pemandangan yang sangat memanjakan mata. Jo sendiri sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Para senior mengawasi junior mereka karena terkadang ada beberapa junior yang akan kelelahan atau mengalami kram pada kaki mereka.


Xander sendiri sering mencuri pandang ke arah Jo, tapi ya dasar Jonya tidak pekaan.


##########


Pagi ini semuanya telah duduk di meja makan untuk sarapan. Daddy Kenneth dan ketiga putranya menyantap sarapan itu tanpa suara.


Aunty Anneth dan Clara saling melirik mencoba mencari akal untuk menarik perhatian ke empat laki-laki itu. Usai sarapan ke empat laki-laki itu beralih menuju ruang keluarga dan mulai sibuk dengan aktifitas masing-masing.


"Ken, bisakah kamu mengantarku dan Clara ke salon berhubung hari ini adalah hari libur tentu kamu tidak ada kegiatan bukan??"tanya Aunty Anneth lembut dan tatapan penuh pengharapan.


Para bujang Leonhart merasa ingin muntah darah mendengar perkataan Aunty Anneth. Ketika ingin menjawab pertanyaan Aunty Anneth, Daddy Kenneth dikagetkan dengan bunyi notifikasi dari laptopnya.


Daddy Kenneth segera memeriksa pesan yang baru saja masuk ke laptopnya.


Tiba-tiba Daddy Kenneth tersenyum melihat layar laptopnya.


"Dad, what happen??"tanya Dazian si julid.


"Watch this!!"katanya menunjuk pada layar laptopnya.


"Itu beneran adek Dad?? Benar-benar hebat darah seorang Leonhart."puji Fabian melihat video kegiatan sang adik yang dikirimkan oleh pak Edward pada Daddy Kenneth.


"Ayo jemput adik kalian!!!"ajak Daddy Kenneth pada ketiga putranya.


"JOM!!!"teriak sikembar bersemangat.


Earth mengelus dadanya melihat kelakuan kedua adik kembarnya.


"Ken, bagaimana dengan permintaanku tadi??"tanya Aunty Anneth.


"Heh, budeg nggak dengar apa kita mau jemput Jo!! Pergi aja sendiri bawa anak Lo sekalian!!"bentak Dazian.


"Udah pergi Ama sopir aja Lo, emang Lo bini bokap gue yang harus diantar segala Ama bokap gue. Nggak tau diri."umpat Fabian sarkas.


"Uncle Ken ayolah ini kan hari Minggu, sekalian kita bisa healing!!"rengek Clara manja.


"Dad, ayo!!"ujar Earth yang sudah terlebih dahulu berjalan ke luar mansion dan diikuti kedua adiknya.

__ADS_1


"Ken!!"ucap Aunty Anneth lembut.


"Pergilah dengan sopir!!"ujar Daddy Kenneth berlalu.


"Ahhh sssssh"Aunty Anneth memegang kepalanya kemudian ambruk di lantai.


Clara tentu saja panik melihat Aunty Anneth yang tiba-tiba ambruk ke lantai.


"Mom ......"teriak Clara berlari ke arah Aunty Anneth yang sudah terkapar di lantai.


Clara berlari ke arah pintu mansion bermaksud meminta tolong pada Daddy Kenneth untuk membawa Aunty Anneth ke kamar.


"Uncle tolong Mommy dia pingsan"histeris Clara menarik tangan Daddy Kenneth.


Daddy Kenneth dan ketiga putranya mengerutkan dahi kemudian melihat ke arah Clara.


"Ada apa??"tanya Daddy Kenneth datar.


"Anu. itu Mommy pingsan Uncle tolong bantu dia"ujar Clara panik.


"Jack, lihat apa yang terjadi di dalam dan tolong kau tangani!!"titah Daddy Kenneth pada Jack kemudian segera masuk ke mobil.


Clara melongo hebat dengan perkataan Daddy Kenneth yang terlihat seperti tidak khawatir sama sekali.


Mobil yang dikendarai Daddy Kenneth meluncur meninggalkan mansion menuju sekolah sang putri.


"Ayo Nona!!"kata Jack pada Clara dan Clara segera kembali ke dalam mansion memastikan keadaan Aunty Anneth.


Jack segera mengangkat tubuh Aunty Anneth dan membawanya ke kamar.


"Tidak kau keluar saja, nanti kalau terjadi sesuatu akan kupanggil!!"kata Clara.


Jack pun meninggalkan kamar Aunty Anneth dan kembali ke posnya.


"Mom!!!"kata Clara mengguncang tubuh Aunty Anneth.


Aunty Anneth pun bangun setelah memastikan keadaan aman, dia pun duduk.


"Mommy kenapa??"tanya Clara cemas.


"Mommy hanya pura-pura, tapi ternyata tidak berjalan sesuai rencana br*ngs*k!!!!"teriak Aunty Anneth frustrasi karena kehabisan akal untuk mendekati Daddy Kenneth.


"Ahhhh sebenarnya informasi yang diberikan orang kepercayaan Mommy benar nggak sih. Kenapa sesulit ini menaklukan mereka."tukas Clara kesal.


"Entahlah, orang itu pun sekarang sudah menghilang!!"sahut Aunty Anneth.


Mobil yang membawa Daddy Kenneth dan ketiga putranya sampai di sekolah Jo. Tapi sekolah itu masih terlihat sepi. Ke empatnya keluar dari mobil dan duduk di kursi yang ada di area parkir. Sekitar sepuluh menit kemudian Pak Edward sampai di sekolah membawa beberapa calon taruna/I yang kelelahan dan mengantarnya ke ruang kesehatan sekolah.


Beberapa saat kemudian ia kembali menemui Daddy Kenneth.


"Udah lama Lo??"tanya Pak Edward pada Daddy Kenneth.


"Sekitar 15 menitan!!"jawab Daddy Kenneth.

__ADS_1


"Bentar lagi mereka sampai!!"ujar Pak Edward.


Benar saja tidak lama barisan calon taruna/I itu memasuki area sekolah.


Di gerbang sekolah terlihat dua orang anggota marinir yang menunggu mereka dengan sebuah tong air besar.


"Itu apa??"tanya Dazian pada pak Edward yang penasaran dengan isi tong besar yang diangkat oleh beberapa orang itu.


"Itu air kembang, akan disiramkan kepada calon taruna/I sebagai tanda akhir dari pendidikan madabintal mereka"jawab Pak Edward dan diangguki ke empat laki-laki itu.


Sepuluh meter menjelang gerbang sekolah semua Taruna/I disuruh jalan jongkok.


Satu persatu mereka memasuki gerbang sekolah dan disiram dengan air kembang itu. Dan sekarang giliran Jo untuk disiram dengan air kembang itu. Usai acara siraman itu mereka kembali berbaris dengan rapi. Mereka merasa amat sangat lelah setelah berjalan menempuh jarak 70 km lebih.


"Selamat siang..!"ucap Sertu Chairil pada semua Taruna/I.


"Siang.."sahut mereka.


"Hari ini hari terakhir kalian berada di bawah pelatihan kami, semoga pelatihan yang kalian ikuti selama dua Minggu ini membentuk mental dan fisik kalian menjadi lebih baik!!"ujar Sertu Chairil.


"Dan ada beberapa taruna/i yang mendapatkan nilai plus dari kami para instruktur dan akan mendapatkan brevet sebagai penghargaan terhadap prestasinya selama mengikuti kegiatan madabintal"tambah Sertu Chairil.


Kemudian Danyon pun memanggil nama-nama Taruna/I yang akan mendapat brevet atau wing penghargaan.


"Nama-nama yang saya panggil maju ke depan!!"titah Danyon tersebut.


"Hendryan Fernando"


"Ilham Wahyudi"


"Vanzika Andrean"


"Noufaldi Andika"


"Jefri Hamdani"


"Ricky Aditya Erlangga"


dan terakhir


"Jonathan Aurelia Leonhart"


Jo yang dipanggil melongo tidak menyangka ia akan mendapatkan wing penghargaan sebagai Taruni terbaik dalam mengikuti kegiatan madabintal.


Jo pun maju dan berdiri di samping Ricky.


Ke empat laki-laki yang duduk di area parkir memandang kagum pada gadis remaja yang berdiri diantara para laki-laki itu.


Kepala sekolah menyematkan wing penghargaan itu pada para taruna yang telah di panggil oleh Danyon tadi.


"Khusus untuk Jonathan Aurelia Leonhart, satu-satunya Taruni yang mampu berdiri sejajar dengan para taruna wing penghargaannya akan disematkan langsung oleh Sertu Chairil!!"ujar kepala sekolah kepada pada seluruh taruna yang sedang berdiri.


Dan tidak main-main Jo mendapatkan dua wing sekaligus, wing prestasi dan wing keberanian karena telah menolong temannya yang tenggelam sewaktu kegiatan PBB.

__ADS_1


"Hari ini saya sangat bangga, akhirnya setelah melatih belasan angkatan di sekolah ini akhirnya ada Taruni yang mampu menggaet wing prestasi pada kegiatan madabintal ini. Dan juga saya kagum dengan kemampuan beladirinya yang mampu membuat cedera salah satu seniornya.!!"kata Sertu Chairil yang membuat Jo menundukkan kepalanya karena ia sedikit merasa bersalah karena membuat cedera salah satu seniornya.


Tepuk tangan dan sorak sorai teman-teman satu jurusan Jo bergemuruh. Usai pemberian wing prestasi mereka semua dibubarkan dan diizinkan untuk pulang. Teman-teman dan para senior bergantian memberi selamat pada Jo, Xander berjalan mendekati Jo dan memberikan hadiah sebuah scraf berwarna biru denim sebagai ucapan selamat pada Jo. Jo bingung harus menerimanya atau tidak, tapi jika tidak diterima ia takut dikatakan tidak menghargai orang lain. Pada akhirnya Jo menerima hadiah itu dan mengucapkan terima kasih pada Xander. Xander hanya menjawabnya dengan senyuman tipis kemudian pergi meninggalkan kerumunan itu.


__ADS_2