Bangkitnya Si Bungsu Leonhart

Bangkitnya Si Bungsu Leonhart
Jo Sadar


__ADS_3

"Bee, bangunlah jangan tidur terus!"ujar Xander yang duduk di pinggir bed hospital Jo dan menggenggam tangan Jo seperti yang biasa ia lakukan.


Sudah tiga hari lamanya keadaan Jo belum juga menunjukkan perkembangan yang berarti. Ke lima laki-laki itu dengan setia menemani Jo di rumah sakit. Kadang-kadang teman sekelas Jo pun datang untuk menjenguk dan memberi semangat pada Jo agar segera sadar.


"Little Sis, Lo tidurnya lama banget. Kita kesepian nggak ada yang bisa digangguin!"sendu Al yang begitu terpukul saat mendengar Jo koma.


"Hmmm Lo nggak bosan tidur terus apa?"tambah Ryu menatap sendu Jo.


Ke lima laki-laki yang melihat bagaimana reaksi teman-teman Jo merasa bangga dengan rasa kesetiakawanan teman-teman Jo. Terlihat mereka sangat menginginkan kesehatan Jo agar segera sadar dan pulih.


"Om, apa masih lama Jo sadarnya?"tanya Dwi pada Daddy Kenneth.


"Hmmmm kita hanya bisa menunggu Jo sadar!"jawab Daddy Kenneth terlihat pasrah.


Wajah teman-teman Jo terlihat sedih mendengar penuturan Daddy Kenneth. Jo Bocil kesayangan mereka dengan segala kerandoman yang ia miliki.


"Dad kita pamit dulu, moga Jo cepat sadar ya Dad!"ujar Andre pada Daddy Kenneth.


"Terima kasih, Ndre dan yang lain sudah menjenguk Jo!"kata Daddy Kenneth.


"Iya Dad/Om/Uncle!"jawab mereka serempak.


"Dude, kita balik!"kata Varo pada Xander.


"Thanks guys!"ujar Xander.


"Lo yang semangat, jangan lemah gini. Jo pasti sadar dia nggak mungkin nyerah!"kata Andre menepuk bahu Xander.


"Iya, thanks!"sahut Xander memaksakan tersenyum.


Teman-teman Jo pun meninggalkan ruang rawat itu dengan satu pengharapan agar Bocil mereka segera sadar dan kembali bergabung bersama mereka.


Tak lama Earth, dan si kembar pulang dari sekolah.


"Bagaimana Dad? Apa sudah ada perkembangan keadaan Adek?"tanya Dazian.


"Belum, Son. Masih sama!"jawab Daddy Kenneth.


"Huuuuuuf!"Dazian menghembuskan nafas kasar lalu menghempaskan tubuhnya dengan kasar di sofa.


"Sudahlah, Adek pasti akan kuat."kata Fabian menyemangati sang adik kembar.


"Gue nggak siap kehilangan Adek Bang!"ujar Dazian dengan mata berkaca-kaca teringat sang adik yang ditikam secara brutal oleh Alex waktu itu.


"Dia hanya beristirahat sejenak, biarkan saja dulu!"tambah Fabian lagi.


Mereka berempat menatap bed hospital Jo dengan harapan singa kecil itu akan segera sadar.


"Jo........!!"panggil seorang wanita cantik yang mengelus kepala Jo.


"Hmmmmm ya Mom!"jawab Jo mendongak melihat wajah cantik milik sang Mommy.


"Sudah saatnya kamu kembali sayang mereka menunggumu. Kasihan mereka."kata Mommy Sarah tersenyum pada Jo.

__ADS_1


"Lalu kapan Jo bisa bersama Mommy lagi?"tanya Jo.


"Bila waktunya tiba kita akan bersama, sayang. Ini sudah waktunya Jo kembali bersama mereka. Sekarang kembali ya."bujuk Mommy Sarah pada Jo.


"Hu um!" angguk Jo.


"Anak pintar, jagain Daddy ya sayang. Jangan nakal, katakan pada mereka kalau Mommy sangat menyayangi mereka semua!"kata Mommy Sarah memeluk Jo erat dan mencium puncak kepala dan seluruh wajah Jo.


"Jo sebenarnya masih ingin berada di sini Mom!"sahut Jo.


"Tidak sayang, ini sudah saatnya Jo kembali, waktu kita sudah habis sayang. Jadilah anak baik!"pesan Mommy Sarah pada Jo.


"Baik Mom, Jo janji!"sahut lalu memeluk Mommy Sarah untuk terakhir kalinya.


Sementara itu.........


Daddy Kenneth masih setia duduk di pinggir bed hospital Jo, perasaannya terasa kacau balau karena keadaan sang putri yang belum menunjukkan perkembangan apapun.


"Sarah, aku harus bagaimana? Aku tidak akan sanggup kehilangan putri kita sekarang. Tolong kembalikan dia pada kami, Sarah!"bathin Daddy Kenneth menggenggam jari mungil Jo.


Semua ucapan yang terlontar kala pagi sebelum Jo terluka hati itu terngiang-ngiang di telinga Daddy Kenneth.


"Bangunlah Baby, sayang Daddy. Bangunlah Nak!"gumam Daddy Kenneth lirih.


Jari telunjuk Jo merespon, jari telunjuknya bergerak dan membuat Daddy Kenneth terkejut.


"Dad.......!"panggil Jo lirih pada Daddy Kenneth.


"Sayang akhirnya kau bangun, Nak. Sebentar Daddy akan memanggil Dokter!"ujar Daddy Kenneth dengan mata berkaca-kaca.


Dazian yang sedang melamun terkejut dan langsung berdiri memanggil Dokter.


"Dad, ada apa?"tanya Fabian yang takut terjadi sesuatu pada adiknya.


"Adik kalian sudah sadar!"kata Daddy Kenneth tersenyum.


Fabian dan dan Earth seketika mendekat ke bed hospital Jo dan melihat kembali senyum sang adik yang sudah lama mereka rindukan.


"Adek......!"panggil keduanya dengan mata berkaca-kaca.


Jo hanya tersenyum menyauti panggilan kedua kakaknya.


Sesaat kemudian Dazian datang bersama Dokter yang akan memeriksa keadaan Jo.


"Saya akan memeriksa kondisinya sekarang!"kata sang Dokter.


Dokter itu pun mengecek keadaan Jo.


"Bagaimana putri saya Dok?"tanya Daddy Kenneth.


"Perkembangannya cukup baik, sekarang ia hanya perlu istirahat untuk masa pemulihan saja!"sahut Dokter itu.


"Terima kasih, Dok!"kata Daddy Kenneth.

__ADS_1


"Sama-sama, saya permisi dulu!"ujarnya meninggalkan ruang rawat Jo.


"Adek kenapa lama sekali tidurnya?"rengek Dazian.


"Jangan banyak bertanya dulu, Daz!"peringat Daddy Kenneth.


"Kau ingin sesuatu Baby?"tanya Daddy Kenneth.


"Haus Dad!"jawab Jo.


Tiba-tiba


"Braaaaaaaak"


"Astaga, Xander!"ujar Daddy Kenneth terkejut dengan ulah Xander yang masuk secara tiba-tiba.


"Maaf Uncle!"ujarnya lalu berlari ke bed hospital Jo.


"Bee, akhirnya kau bangun sayang!"ujar Xander memegang tangan Jo.


Jo hanya tersenyum pada Xander.


Daddy Kenneth membantu Jo untuk minum.


"Apa kau sudah merasa baikan, sayang?"tanya Daddy Kenneth.


"Sudah Dad, memangnya berapa lama Jo tidak sadar?"tanya Jo penasaran.


"Sudah lebih dari sepuluh hari sayang, dan itu sangat membuat kami cemas!"kata Daddy Kenneth mengelus puncak kepala Jo.


"Maafin Jo ya Dad sudah membuat kalian khawatir!"ujar Jo.


"Kami yang minta maaf karena tidak mampu menjagamu dengan baik!"ujar Dazian pada sang adik.


"Itu bukan salah Abang, jika Jo di posisi itu pasti Abang akan melakukan hal yang sama, bukan?"tanya Jo pada Dazian.


"Kenapa tidurnya lama sekali, Dek?"tanya Fabian.


"Jo bertemu Mommy!"sahut Jo.


Mereka semua saling lihat mendengar penuturan Jo barusan.


"Bertemu Mommy?"ulang Daddy Kenneth tidak percaya.


"Iya Dad bertemu Mommy, tapi Mommy tidak mengizinkan Jo tinggal di sana!"kata Jo lagi.


"Benar perkataan Mommymu sayang, tempatmu sekarang adalah diantara kami."ujar Daddy Kenneth.


"Mommy bilang Mommy sayang kalian semua!"kata Jo tersenyum.


Para singa itu menitikkan air mata mendengar perkataan Jo, seketika bayangan wanita yang mereka sayangi menari di pikiran masing-masing.


"Sudah sekarang kamu istirahat, agar cepat pulih!!"titah Daddy Kenneth.

__ADS_1


"Iya Dad!"angguk Jo.


"Terima kasih Sarah, kau telah mengembalikan putri kita kepada kami!"bathin Daddy Kenneth tersenyum tipis. Ke U


__ADS_2