Bangkitnya Si Bungsu Leonhart

Bangkitnya Si Bungsu Leonhart
Hazelnut Prince


__ADS_3

Pagi ini Jo sangat bersemangat, karena bisnis barunya akan segera dimulai. Namun berbeda dengan ke tiga kakaknya yang saat ini masih di kamar dengan perasaan tidak menentu setelah melihat isi file yang dikirim dari laptop Jo kemarin.


"Lagi para pembunuh masuk ke mansion ini, dan saat ini mereka pasti tengah mengintai adikku!!"monolog Earth di kamarnya.


"Segininya mereka sama keluarga gue, berusaha mengambil apa yang bukan hak mereka. Tunggu aja gue bakal kasih pelajaran yang setimpal!!"kata Fabian di dalam kamarnya.


"Sepertinya semua harus melihat sisi lain empat keturunan Tuan Kenneth ini!!"ujar Dazian tersenyum smirk.


Warga mansion Daddy Kenneth telah berkumpul di ruang makan kecuali...........Jo.


"Morning, every body!"kata Jo tersenyum hangat pada sang Daddy dan ke tiga kakaknya.


"Adek semangat banget, kayak lagi menang lotre!!"ujar Fabian.


"Iya dong sangat, sebab cuan lagi nyari jalan menuju dompet Jo!!"ujar Jo terkekeh.


"Ada aja kamu, Dek!!"sahut Earth mengusap gemas kepala sang adik.


"Ken apa boleh sementara waktu aku membantumu di perusahaan??"tanya Regita.


"Tanyakan pada Jo, perusahaan itu miliknya!"sahut Daddy Kenneth yang sibuk membolak-balik koran.


"Maksudmu, bukannya perusahaan itu adalah milikmu??"tanya Regita dengan nada tinggi.


"Benar perusahaanku, tapi sudah kualihkan atas nama Jo begitu pun mansion dan yang lainnya. Kalau tidak salah Sarah juga sudah mewariskan semuanya pada Jo."kata Daddy Kenneth tetap fokus pada koran di tangannya.


"Tidak mungkin William bilang mansion itu milik kami!!"bantah Regita dengan nada semakin tinggi.


"Kalau begitu minta kunci mansion itu pada William, karena orang kepercayaan istriku memiliki surat wasiat dan kunci mansion itu. Namun sayangnya sekarang dia sedang berada di New York!!"tambah Daddy Kenneth.


"Apapun caranya aku akan merebut semua milik Sarah, termasuk Kenneth!!"bathin Regita.


"Uncle Ken, maukah Uncle menjadi ayah kami??"ujar Mia dengan nada memelas dan air mata buaya.


"Gue ogah punya saudara lain. Nggak jelas lagi bebet bobotnya!!"ujar si julit Dazian.


"Jaga mulut Lo!!"bentak Tom.


"Praaang"


Sebuah gelas melayang ke pelipis Tom dan itu pelakunya adalah Jo.


"Lo.......!!"tunjuk Tom geram pada Jo.


"Jangan berani membentak Kakak gue, kalau nggak suka angkat kaki dari mansion gue!!"ujar Jo.


"Kau tidak bisa seenaknya mengusir kami, bagaimana pun kami adalah Opa dan Omamu."ujar laki-laki tua di samping Regita.


"Dan apa gue peduli, enggak!!"kata Jo semakin garang.

__ADS_1


Mia bergerak ingin menampar Jo, namun kalah cepat dengan Dazian.


"Aaaaa don't touch my Little Sister!!"peringat Dazian.


"Apa kau tidak mengajari anak-anakmu sopan santun, Ken??"bentak laki-laki tua itu.


"Sopan santun itu untuk orang yang juga tau sopan santun!!"sanggah Fabian.


"Kau dengar sendiri apa yang putraku bilang kan??"tanya Daddy Kenneth.


"Ok, guys come on take our breakfast. Don't be late!!"ujar Daddy Kenneth.


Mereka memulai sarapan dengan tenang namun tidak untuk keluarga Regita. Urat sabar mereka hampir putus menghadapi Daddy Kenneth apalagi anak-anaknya.


Usai sarapan mereka segera berangkat ke tujuan masing-masing.


"Lihat saja akan kupastikan dia berlutut di kakiku!!"geram Tom.


"Ya kau harus berusaha, Tom. Lakukan apa pun untuk mendapatkan gadis kecil itu. Walau pun dengan cara kotor!!"titah laki-laki yang mereka sebut sebagai Opa itu.


"Tentu, Opa!!"sahut Tom.


"Ahhh permainan yang semakin menantang, aku yakin ke empat singa muda itu akan sangat bersenang-senang!!"kata seseorang dari balik dinding.


Jo melajukan motornya ke sekolah dengan kecepatan sedang. Jo kadang merasa bingung kenapa saat ini banyak sekali tikus yang bermunculan dan merongrong keluarganya.


"Morning Bee!!"sapa Xander pada Jo.


"Morning too, Pangeran Hazelnut!!"jawab Jo.


Xander tersenyum dengan nama panggilan yang baru saja Jo ucapkan.


"Apa Bee??"tanya Xander menggoda Jo.


"Pagi Abang!!"jawab Jo balik menggoda Xander.


Xander segera menekuk wajahnya, bukan itu yang ingin dia dengar.


"Utu....utu.... Hazelnut Prince!!"kata Jo mengulang panggilannya tadi.


Senyum Xander kembali terbit setelah mendengar panggilan itu keluar dari mulut kekasihnya.


Keduanya bergandengan tangan menuju kelas Jo. Mereka tidak menghiraukan sama sekali bermacam ocehan yang keluar dari mulut para taruni.


"Nah, best couple kita datang!!"ujar Al.


"Berisik!!"ketus Levia.


"Nah, dia jeolus guys!!"ledek Rasyid.

__ADS_1


"Ya, jeolus lah. Siapa juga yang nggak ngiri liat my perfect Bocil!!"seru Al.


Levia semakin meradang, ia berniat ingin menyiram Al, namun Al malah berlari ke luar keluar kelas, alhasil Levia malah menyiram guru kewirausahaan.


"Siapa yang melakukan ini!!"tanya guru tersebut dengan mata melotot.


Semua yang ada di kelas Nautika I serentak menunjuk Levia.


"Ikut saya!!"kata guru tersebut sambil meninggalkan kelas Jo.


"Bee, Abang ke kelas dulu ya!!"ujar Xander dan tidak lupa mencium puncak kelapa eh kepala si Bocil pujaan hatinya.


"Hareudang gini mah tiap hari!!"ujar Ryu.


Xander hanya tersenyum mendengar keluhan Ryu, dan itu sudah menjadi hal biasa baginya sekarang.


Bel masuk pun berbunyi, semua taruna taruni mengikuti kegiatan apel pagi lalu masuk ke kelas masing.


Jam belajar telah bertukar dengan jam istirahat, semua taruna taruni berhamburan keluar kelas. Namun Jo and the gengs hari ini akan latihan di ruang kesenian saja. Mumpung nanti jam kosong setelah istirahat.


Untuk babak penyisihan mereka berencana menyanyikan lagu Reason milik Hoobastank.


Mereka pun mulai berlatih dan Butet saat ini sengaja melakukan live untuk latihan kali ini.


Xander, Andre dan Varo kebingungan tidak menemukan Jo Empire di kantin.


"Ke mana mereka?? Kelasnya juga kosong!!"gumam Andre.


Tiba-tiba saja kantin heboh karena menonton live yang dilakukan oleh Butet.


"Gila Jo sama Al suaranya ngerock abizz!!"seru salah satu penghuni kantin.


Sontak ke tiga laki-laki itu mengeluarkan handphone masing-masing dan melihat semua itu.


Ternyata benar Jo dan Al memang pasangan serasi untuk duet.


"Wah, ini mah udah bisa bersaing ama band-band yang lain!!" seru salah seorang senior tingkat 3.


"Dude, sepertinya kau harus berhati-hati mulai sekarang!!"ujar Varo.


"Maksudmu??"tanya Xander.


"Calon istrimu hati-hati diambil orang!!"jelas Andre.


"Maksud kalian, Al??"sahut Xander.


"Bukan Al, tapi para fansnya Jo apalagi kalau nanti mereka tampil di lomba band antar sekolah, mereka good looking semua lagi pasti bakal banyak yang mengincar mereka di luar sana termasuk ayang gue!!"jelas Varo nelangsa.


Xander menyetujui pendapat kedua temannya karena sang Papi juga pernah berpesan demikian padanya. Namun Xander yakin Queen Bee nya bisa menjaga batasan.

__ADS_1


__ADS_2