Bangkitnya Si Bungsu Leonhart

Bangkitnya Si Bungsu Leonhart
Mam tu Luka.....


__ADS_3

Morning sunshine........love your life


Daddy Kenneth pagi-pagi sekali sudah bangun, karena hari ini Jo benar-benar harus berangkat lebih awal ke sekolah dan sialnya lagi Daddy Kenneth lupa memberitahukannya pada Jo.


"Baby wake up now,!!"ujar Daddy Kenneth.


Namun inilah masalah yang akan selalu datang setiap pagi saat membangunkan kesayangannya. Butuh kesabaran multitriplek.


Daddy Kenneth tidak kehabisan akal, ia kemudian menjepit hidung Jo hingga Jo kesulitan untuk bernafas.


"Hah....hah....hah....ish Daddy jahat banget. Bangunin Jo nggak elit banget!!"gerutu Jo.


"I'm sorry dear, tapi Daddy lupa bilang semalam kalau hari kamu masuk sekolah lebih awal. So, wake up now and prepare your self Daddy Will take care of you!!"titah Daddy Kenneth sambil melangkah meninggalkan kamar Jo karena ia pun harus segera bersiap karena akan mengantar Jo.


"Aaaa Daddy kok nggak bilang sih, untung semalam gue udah nyiapin semua kebutuhan sekolah!!"gerutu Jo menuju kamar mandi.


Daddy Kenneth menyuruh maid agar buru-buru mempersiapkan sarapan untuk Jo. Tidak lama Jo pun telah menunggu Daddy Kenneth di meja makan.


"Ayo Baby segera sarapan nanti kamu terlambat.!!"kata Daddy Kenneth duduk di kursinya.


Keduanya sarapan dengan tenang karena ketiga Kakak Jo belum bangun begitu juga dengan Aunty Anneth dan juga Clara.


"Dad, I have done."ujar Jo sambil memeriksa kembali semua perlengkapan yang harus ia bawa ke sekolah.


"Baby, remember you must be carefull, Daddy tidak ingin terjadi apa pun padamu, paham Baby Girl!!"titah sang Daddy pada Jo.


"Yes, i'm understood Dad"jawab Jo.


"Come, I'll take care of you now!!"kata Daddy Kenneth menggiring sang putri keluar mansion.


"Dion, katakan pada ketiga putraku, kami berangkat awal karena Jo masuk lebih pagi hari ini dan ingat seperti biasa!!"ujar Daddy Kenneth pada Papi Dion.


"Baik, Tuan!!"sahut Dion.


"By Pi Jo berangkat dulu, tolong bilang pada Papa!!"kata Jo pamit pada Dion.

__ADS_1


"Ok, be carefull girl!!"jawab Papi Dion.


Daddy Kenneth memacu mobilnya dengan kecepatan sedang, karena mereka berangkat lebih pagi maka jalanan masih lengang. Belum banyak pengguna jalan yang berkeliaran. Setelah berkendara lebih kurang 15 menit mobil mewah yang mereka kendarai itupun memasuki gerbang sekolah Jo. Terlihat sudah cukup banyak calon Taruna/I yang berseliweran di area sekolah. Tampak segerombolan calon taruna dan dua Taruni berjalan ke arah Jo dan Daddy Kenneth yang baru saja turun dari mobil.


"Hai, pagi Bocil!!"sapa Nando pada Jo.


"Oi, pagi juga."sahut Jo.


"How are they, Baby??"tanya Daddy Kenneth mengeluarkan aura dinginnya membuat gerombolan calon taruna tadi tidak berkutik sama sekali.


"My friends Dad, don't be worry Dad!!"jawab Jo.


"Ok, Daddy ke kantor dulu have fun, be carefull Daddy Will Miss you Baby Girl"kata Daddy Kenneth memeluk erat sang putri dan mencium puncak kepala dan kedua pipi tembem milik Jo.


"By Dad, see you soon!! I will Miss all of you too..."ujar Jo membalas pelukan Daddy Kenneth.


"Ok, i'm go see you!!"kata Daddy Kenneth mengacak-acak rambut Jo dan masuk ke dalam mobil.


"Ais, Daddy berantakan!!!"gerutu Jo yang membuat Daddy Kenneth terkekeh dan teman-temannya menjadi gemas melihat Jo.


"Selamat pagi....!!'ujar Danyon.


"Pagi......!!"sahut mereka.


"Sebelum memulai kegiatan kita kali ini, kalian sarapan dulu dengan makanan yang telah diberikan pada kalian!!"ujar Danyon itu.


Mereka semua memakan apa yang telah diberikan kepada mereka. Pihak sekolah melakukan itu untuk memastikan bahwa seluruh calon Taruna/I telah mengisi perut mereka sebelum memulai kegiatan. Agar nanti tidak ada calon taruna/i yang pingsan atau pusing karena belum sarapan.


Sementara itu di mansion Leonhart.......


"Kok tumben sepi ya!!!"kata Dazian yang masuk ke kamar Jo ingin membangunkan si bungsu.


"Mungkin sudah turun" gumamnya sambil meninggalkan kamar Jo dan berjalan menuju lift.


Namun ketika sampai di meja makan Dazian heran sebab yang ada di meja makan hanya kedua saudaranya beserta dua ekor rubah.

__ADS_1


"Bang adik sama Daddy kok belum ke meja makan??"tanya Dazian pada Earth.


"Adek sudah berangkat duluan diantar Daddy, dan selama tiga hari ini adek nggak akan pulang!!"jawab Earth.


"Apa nggak pulang??? Yang benar saja Bang, apa-apaan itu kegiatannya??"kesal Dazian.


"Yeah, mau bagaimana lagi namanya sekolah semi militer mereka punya cara tersendiri untuk melatih anak didik mereka agar jadi tangguh!!"jawab Fabian lesu.


"Dahlah Bang fabian kita sarapan di kantin saja!!"ajak Dazian pada Kakak kembarnya.


"Ayo, Abang juga nggak selera sarapan!!"sahut Earth.


"Eh kalian sarapan dulu, nanti kalian sakit paling tidak minum dulu susu yang udah Aunty buat!!"teriak Aunty Anneth mencegah kepergian tiga bersaudara itu.


Namun satupun diantara mereka tidak memberikan jawaban sama sekali malah tetap melanjutkan mereka menuju garasi untuk mengambil motor dan segera ke sekolah.


"Clara ini kesempatan kita untuk bisa merebut perhatian ke empat laki-laki itu, selagi anak sialan itu tidak ada di mansion ini!!"kata Aunty Anneth pada Clara.


"Kau benar Mom, walau pun dengan cara kotor aku akan mendapatkan Bang Earth!!"ujar Clara dengan senyum tipis di bibirnya. Kemudian Clara berlari ke garasi berharap bisa berangkat ke sekolah bareng dengan si kembar.


"Bang Fabian, Clara nebeng ya!!"ucapnya bergelayut manja di lengan Fabian. Bukan seorang Fabian namanya jika tidak bisa membuat seorang Clara kesal.


"Najis tau Lo!!"ucapnya menghempaskan pegangan Clara pada tangannya hingga Clara terjerembab dan dan mendapatkan luka pada kedua lututnya.


"Bang Fabian kok kasar banget sih, Bang Earth tolong bantu Clara untuk berdiri, kedua lutut Clara sakit Bang!!"pinta Clara dengan mata berkaca-kaca dan suara yang sangat lembut.


Bukannya membantu Earth malah tidak melihat sama sekali ke arah Clara, dan segera menaiki motornya meninggalkan Clara begitu saja. Si kembar tertawa terpingkal-pingkal melihat aksi Kakak sulung mereka.


"Mainan Lo murahan coy, apa semurah harga diri Lo juga??"ejek Dazian dengan mulut sepedas bon cabe miliknya.


"Mam tu luka kecentilan banget lo tokek...."tambah Fabian kemudian keduanya segera menaiki motor mereka dan pergi meninggalkan mansion menuju sekolah.


"Aaaghhh..........."teriak Clara frustasi.


"Gue nggak akan menyerah kalian lihat saja, gue bakal bikin kalian bertekuk lutut sama gue....."teriak Clara.

__ADS_1


"Cobalah segala cara yang kau punya, anak pembunuh!!!"ucap seseorang yang sedang memperhatikan Clara.......


__ADS_2