
Di sisi lain......
Kegiatan kemah Bhakti taruna dimulai. Para taruna/Taruni dibagi masing-masing lima orang pertenda. Jo, Butet, Dwi, dan ditambah dua Taruni Sania dan Vania si kembar dari kelas Nautika II. Ke limanya mulai memasang tenda mereka. Bagi Jo itu bukanlah hal sulit, tidak berapa lama tenda mereka terpasang dengan baik dan rapi. Ke empat temannya kagum dengan kelincahan Jo dalam memasang tenda terus terang mereka tidak bisa mengimbangi kecepatan Jo dalam bekerja.
Anggota tenda lain menatap iri pada kelompok Jo yang telah selesai memasang tenda tanpa diwarnai banyak drama.
Pak Edward dan Xander mengawasi Jo dari jauh. Keduanya kagum melihat skill yang Jo miliki.
"Calon mantu idaman, ketua mafia yang digilai banyak orang!!"ujar Pak Edward dan seketika wajah Xander berubah pias.
"Apa maksud Papi dengan digilai banyak orang??"kata Xander terdengar cemburu.
"Boy, kau tidak lihat JJ Chanel, itu milik pujaan hatimu dia memiliki banyak kelebihan yang membuat dia digilai banyak orang. Apalagi tadi aksinya saat menyelamatkan teman-temannya dan tindakannya pada sopir bus itu pasti akan membuat fansnya semakin banyak. Kau bersiap saja menjaga pujaan hatimu dari lirikan laki-laki lain!!"goda Pak Edward pada sang putra.
"Coba saja, akan kupastikan mereka akan membuat Zizi dan Mhiu kenyang!!"sahut Xander dengan tatapan dinginnya yang menusuk. Zizi adalah hiu dan Mhiu adalah serigala putih kesayangan Xander.
"Psykopat gila!!"tutur Pak Edward.
"Jangan lupa kalau kau adalah asal kegilaan itu, Pi!"kata Xander membalas Pak Edward.
"Benar juga, Papi lupa!!"ujar pak Edward meninggalkan putranya yang sedang kesal.
Xander berusaha menahan emosinya karena perkataan Pak Edward tadi lalu memutuskan untuk mengawasi para juniornya.
Tidak terasa jam makan siang telah tiba, para taruna/i duduk berdasarkan kelompok masing-masing. Jo dan ke empat temannya mendapatkan tempat di dekat pohon besar, lumayan mereka tidak terlalu kepanasan seperti yang lain. Lunch box mereka mulai dibagikan satu persatu.
Xander berjalan ke arah Jo kemudian menyerahkan sebuah paper bag padanya lalu segera beralih pergi dari kelompok Jo.
"Apa an Jo??"tanya Vania penasaran.
"Biasa pasti makanan kesukaan doi dari pawangnya!!"sahut Dwi.
"Wah enak ya jadi Jo, pawangnya perhatian. Kapan official nya Jo??"tanya Sania bersemangat.
"Lo semangat banget, San??"tanya Butet.
"Asal kalian tau di Nautika II tu ada fanbasenya Jo sama Bang Xander, adminnya kita berdua!!"ujar Sania heboh.
"Gila, segitunya kalian ngefans ama ni Bocil ama pawangnya??"tanya Dwi terkejut.
"Ya iyalah, pasangan fenomenal ini mah. Hampir sekelas kita ngedukung mereka biar jadian beneran!!"Vania menimpali ucapan Dwi.
"Wah ini parah..parah ini!!"ujar Butet geleng-geleng kepala.
__ADS_1
"Emang apa nama fanbasenya, gue ikut dong!!"kata Dwi balik heboh.
"Xanjo Qu!!"kata Vania.
Jo yang sedang dijadikan bahan perbincangan malah cuek dan sibuk memakan salad buah yang tadi diberikan oleh Xander. Kelompok lain memperhatikan anggota kelompok Jo yang begitu heboh dan antusias sedangkan sang ketua malah makan dengan antengnya.
"Tu kelompok Bocil Napa heboh banget, dah!!"ujar Rasyid kepo.
"Kalau penasaran Lo samperin gih!!!"ujar Nando.
"Ogah, ntar kena gue push up lagi!!"timpal Rasyid.
"Ya udah diem Bae, ntar ada kesempatan kita sidang tu para Taruni, awas aja main rahasia an ama kita!!"ujar Hendrik dan diangguki anggota yang lainnya.
"Setuju....!!"sorak yang lain hingga kelompok Nando pun menjadi sorotan karena kehebohan mereka.
Usai makan siang mereka dikumpulkan untuk mengikuti apel pembukaan dan menerima arahan dari para instruktur.
Jadi saat ini mereka akan beristirahat sejenak lalu mengikuti kegiatan jurit tangkas yang berisi kegiatan seperti meniti tali, memanjat tali dan kegiatan lainnya.
Para taruna/i terlihat sangat jengkel pada senior mereka dikarenakan kegiatan jurit tangkas ini cukup sulit. Apalagi kalau melakukan kesalahan mereka akan terkena hukuman yaitu push up.
Menjelang sore kegiatan ini pun selesai, para taruna/i disuruh membersihkan diri di mck secara bergantian. Malamnya semua taruna/i dikumpulkan di lapangan mengelilingi api unggun. Jo duduk diantara Nando dan Al sambil memainkan gitar milik Nando. Perlahan keributan para taruna terhenti mendengar suara indah milik Jo. Saking terlarutnya menyanyikan lagu Muara Kasih Bunda milik Erie Susan Jo tidak sadar kalau air matanya berderai begitu saja hal itu pun menjadi perhatian teman-temannya yang lain. Xander sendiri merasakan hal yang sama dengan Jo merindukan sosok sang Mami. Perlahan Xander berjalan ke arah Jo dan duduk di sampingnya. Jo masih belum menyadari kehadiran Xander di sampingnya. Ia masih terus menyanyikan lagu itu hingga akhir. Jo terkejut ketika telapak tangan Xander menyentuh pipinya kemudian menghapus air mata Jo yang tadi membasahi pipi remaja bergingsul itu. Dan melingkarkan tangannya ke bahu Jo. Jo sendiri hanya pasang wajah "emang gue pikirin".
"Ai Mak melting awak!!!"seru Dwi tidak kalah heboh.
Namun beberapa pasang mata menatap benci dan cemburu ke arah Jo.
Kegiatan malam itu berakhir jam sembilan malam. Semua taruna/i disuruh kembali tenda masing-masing untuk beristirahat.
Jo cs masuk ke tenda mereka dan mencoba memejamkan mata masing-masing.
Tapi tepat jam 10.30 malam ketika para taruna/i sedang tertidur pulas. Suara salah seorang senior yang berteriak membangunkan mereka membuat semua taruna/i itu kaget bukan kepalang.
"Keluar semua.......!!"teriak senior yang memakai tali kur berwarna kuning bis biru alias Varo.
"Sampai hitungan ke lima semua harus berkumpul di lapangan!!"teriak Andre Novero yang bertindak sebagai Danyon.
1
2
3
__ADS_1
4
5
Setelah semuanya berkumpul, Danyon memberi tahukan bahwa empat seorang instruktur kehilangan benda berharga milik mereka.
"Jujur saja atau kami akan menggeledah tenda kalian!!"ujar sang Danyon.
Karena tidak kunjung mendapat jawaban akhirnya para anggota korps menggeledah tenda semua tenda junior mereka. Setengah jam kemudian empat orang anggota korps masing-masing membawa tas milik junior mereka dan barang bukti di tangan mereka.
Tas itu diletakkan di tengah lapangan. Jo, Dwi, Butet dan salah seorang taruna bername tag Ryan Hidayat dibuat melongo. Karena yang berada di tengah lapangan adalah tas mereka.
"Yang merasa sebagai pemilik tas ini silakan maju ke depan!!"ujar Xander tegas.
Dengan langkah berat ke empatnya maju ke tengah lapangan.
"Itu tas milik kalian??"tanya Xander.
"Siap, iya senior!!"jawab ke empatnya.
"Kalian tau apa kesalahan kalian??"tanya Xander lagi.
"Siap, tidak senior!!"jawab ke empatnya kompak.
"Dalam tas kalian ditemukan barang-barang milik instruktur yang tadi hilang. Apa jawaban kalian??"tanya Xander.
"Saya tidak tau!!"jawab Jo spontan.
"Kamu tidak mengaku, padahal buktinya sudah ada di depan kamu!!"bentak Andre selaku Danyon.
"Tapi kami memang tidak tau!!"sahut Butet memandang sengit ke arah Andre.
Salah seorang teman mereka mengangkat tangan ingin bicara.
"Maju!!"titah Xander.
"Saya melihat mereka berempat mengendap-endap ke tenda para instruktur senior!!"lapor junior bernama Sonny Wilson itu.
"Brengs*k Lo, jangan fitnah gue!!"teriak Ryan menarik kerah seragam milik Sonny.
"Kamu bisa tenang tidak ,atau kami akan memberi kalian sangsi!!"hardik Xander.
Ke empatnya kembali diam hanyut dengan pemikiran masing-masing. Bagaimana bisa barang-barang tadi ada di dalam tas mereka. Siapa yang menjebak mereka????.
__ADS_1