
Usai jam pelajaran terakhir Jo menghubungi ke tiga Kakaknya, menanyakan apakah mereka ingin ikut ke markas Red Fox untuk menyiksa tangkapan mereka semalam.
"Hallo, Bang Earth Abang mau gabung memberi pelajaran pada hama semalam??"
"............"
"Ok, Jo tunggu di markas Red Fox ya Bang!!"
Jo memutuskan sambungan telepon itu lalu menghubungi ke dua Abang kembarnya.
"Hallo, Bang Fabian mau ikut nggak ke markas Red Fox untuk main sama tangkapan semalam nggak??"
"........."
"Ok, Jo tunggu di Markas Red Fox jangan lupa kasih tau Bang Dazian yang Bang, bye!!"
Usai menelpon ke tiga Kakaknya, Jo melangkah ke parkiran namun saat ini ada sebuah hal yang sangat menggangu pikirannya, tentang laki-laki yang tadi malam ia lihat matanya dan juga laki-laki yang ia lihat secara sekilas di dalam kamar hotel. Jo berharap orang itu bukanlah seseorang yang ia kenal. Karena keasyikan melamun Jo tidak sadar jika ia hampir saja terjatuh karena kakinya tersandung batu yang cukup besar, untung saja dengan sigap menangkap tubuh Jo.
"Bee, kamu nggak apa-apa??"tanya Xander.
"Jo nggak apa-apa, Bang. Cuma sedikit kelelahan!!"ujar Jo.
"Jadi apa masih mau lanjut ke markas??"tanya Xander pada Jo.
"Iya, Jo ikut Bang!!"jawab Jo.
Keduanya menaiki motor Jo dan melesat meninggalkan parkiran sekolah. Sepuluh menit kemudian mereka sampai di markas Red Fox.
"Bos!!"sapa para anggota Xander.
Xander hanya mengangguk menjawab sapaan dari anggotanya itu. Lalu sambil memeluk pinggang Jo, Xander masuk ke dalam markas Red Fox.
"Duduk dulu!!"kata Xander.
Xander pergi ke dapur ingin menyiapkan makan siang untuknya Jo dan juga para Kakak Jo nanti.
Jo mengekori Xander ke dapur untuk melihat apa yang Xander lakukan.
"Abang ngapain??"kata Jo.
"Cuma mau bikin makan siang buat kita!!"sahut Xander.
"Jo bantu ya, Bang??"kata Jo.
"Nggak usah kamu duduk aja di bangku itu!!"tunjuk Xander pada sebuah meja di samping mini bar.
"Tapi...!!"sebelum ucapan Jo usai Xander lebih dahulu mendorong tubuh Jo ke arah kursi itu.
"Masak buat Abang ntar kalau udah jadi istri Abang aja, ok!!"kata Xander pada Jo.
Wajah Jo langsung memerah mendengar perkataan Xander.
"Abang apaan sih??"kata Jo menabok lengan Xander.
"Calon istri Abang senang banget kdrt sama Abang!!"gurau Xander.
"Habis Abang ngomongnya gitu terus!!"ujar Jo.
"Jadi nggak mau jadi istri Abang??"goda Xander lagi.
"Abanggggg... !!"geram Jo dengan wajah merah padam.
"Kamu kalau kayak gini pengen Abang makan, sumpah!!"kata Xander.
"Enak aja makan-makan, Abang kanibal ya??"tanya Jo bergidik ngeri.
"Astaga lupa kalau calon istri gue polos bin naif!!"bathin Xander.
"Ya udah Abang masak dulu ntar keburu tiga singa lainnya datang!!"kata Xander kembali melanjutkan pekerjaannya yang tadi sempat tertunda.
Jo memperhatikan Xander dari jauh, terlihat tangan Xander yang begitu cekatan menyiapkan dan memotong bahan-bahan yang akan masak nanti.
"Jago juga Bang Xander masaknya, gue aja kalah. Beruntung banget ntar yang jadi istrinya!!"bathin Jo tanpa melepas pandangannya dari Xander.
Setengah jam kemudian masakan Xander pun siap untuk disantap. Xander segera membereskan semua peralatan yang ia pakai untuk memasak tadi dan Jo masih saja fokus memperhatikan Xander.
"Bee....!!"kata Xander menyerahkan segelas lemon tea dingin pada Jo.
"Makasi Bang!!"kata Jo menyeruput minuman yang baru saja ia terima.
Ketika mereka melangkah menuju ruang tamu terdengar langkah kaki beberapa orang dari luar menuju ruangan itu, ternyata itu adalah tiga singa lainnya.
"Siang Bang!!"sapa ke tiganya.
"Kebetulan kalian sudah sampai ayo kita makan siang dulu!!"ajak Xander.
__ADS_1
"Hmmmm!!"
"Udah ayo makanannya udah siap!!"kata Xander diikuti Jo.
Mau tidak mau ke tiganya pun mengikuti langkah kedua orang di depannya.
"Duduk!!"titah Xander.
Ke empat singa muda itu pun mengikuti perintah Xander dan mengambil kursi masing-masing. untuk duduk.
"Ini siapa yang masak Bang??"tanya Dazian penasaran.
"Abang yang masak, kenapa??"tanya Xander.
"Serius Abang yang memasak semua ini??"tanya Fabian tidak percaya.
"Tanya saja pada Jo kalau tidak percaya??"sahut Xander.
"Kita makan dulu!!"kata Jo pada ke empat pemuda itu.
Mereka menyantap makanan itu dengan lahap. Rasa masakan Xander cocok di lidah mereka, lezat.
Usai makan siang mereka kembali berkumpul di ruang tamu.
"Masakan Abang benar-benar enak!!"puji Fabian.
"Iya, pasti Adek kalau udah jadi istri Bang Xander bakal makan mulu kerjanya!!"goda Dazian.
"Abang.......!!"geram Jo dengan wajah memerah.
Xander hanya tersenyum mendengar semua itu namun Xander menangkap hal lain dari ekspresi Earth.
"Earth ada apa??"tanya Xander.
"Nggak ada Bang, cuma ingat ada buku yang ketinggalan di sekolah!!"elak Earth.
"Apa yang sedang Earth pikirkan??"bathin Xander sambil terus melihat Earth yang menatap Jo dengan cara yang berbeda.
"Seandainya benar Bang Xander jodohmu Dek, Abang nggak akan khawatir untuk melepasmu tapi jika laki-laki lain Abang nggak yakin orang itu akan memperlakukan kamu seperti Bang Xander memperlakukanmu layaknya ratu.!!"bathin Earth sendu.
Si kembar pun menangkap ekspresi aneh itu dari Kakak sulung mereka. Namun sekarang bukan saatnya mereka untuk membahas itu.
"Bang, kapan kita main??"tanya Dazian memecah ketegangan itu.
"Ayo ikut Abang!!"ujar Xander melangkah menuju ruang penyiksaan.
"Bang, apa itu racun racikan Abang??"tanya Dazian penasaran.
"Iya, itu aneka racun dan serum racikan Abang!!"sahut Xander.
"Ini baru keren, membunuh dengan rasa sakit yang menjalar!!"timpal Fabian menelisik satu persatu botol-botol itu.
Tak lama dua orang pengawal membawa seorang remaja laki-laki dalam keadaan tidak sadarkan diri.
"Akhirnya mainan kita datang, Bang!!"girang Dazian.
"Show time!!"sahut Fabian dengan wajah yang sudah berubah datar.
"Yah, tidur dia Bang!!"kata Dazian mengangkat dagu mainannya.
"Pengawal ambilkan air!!"kata Xander pada anggotanya.
Tidak lama salah seorang anggota Xander datang membawa satu ember air.
"Makasi Bro, eh tolong sediain air panas Bro!!"kata Dazian pada pengawal itu.
Xander dan Fabian bingung untuk apa air panas itu oleh Dazian.
Tanpa mengulur waktu Dazian menyiramkan air itu ke wajah calon mangsa mereka.
Remaja laki-laki itu kaget bukan main karena tubuhnya disiram dengan air dingin.
"Hai Dude, nyenyak banget tidur Lo!!"kata Dazian berdiri sambil bersidekap dada.
"Siapa Lo??"tanya laki-laki itu menatap nyalang Dazian.
"Hmmm kalau itu Lo pasti tau kan siapa??"tunjuk Dazian pada Xander.
"Nah, kalau kita bertiga adalah Abangnya Jo."kata Dazian memperkenalkan diri.
"Lo mau apa??"tanya laki-laki itu masih dengan sikap angkuhnya.
"Nggak banyak cuma mau ngasih Lo sedikit kenang-kenangan dari kita!!"kini Fabian yang menjawab.
"Bughhhh"
__ADS_1
Sebuah pukulan dilayangkan oleh Fabian ke perut Sultan, benar mangsa mereka kali ini adalah Sultan.
"Uhuuuuuk......Lo...hahh ..hhh jangan macam-macam ama gue. Lo nggak kenal siapa gue!!"kata Sultan masih dengan nada sombongnya.
"Plaaaaak"
Sekarang Dazian yang menampar Sultan, sedangkan Xander, Earth dan Jo hanya menonton adegan itu sambil duduk santai.
"Bang dia mau ngerusak masa depan Adek kesayangan kita, gimana kalau kita kasih pelajaran juniornya??"kata Dazian tersenyum devil.
"Lo benar, kita harus ngasih pelajaran masa depannya!"sahut Fabian.
Dazian mengambil botol air mineral dari dalam tasnya yang sudah berisi semut api hitam.
"Bang Earth bawa aja Adek ke ruangan depan!!"kata Dazian pada si sulung.
"Adek ayo!!"kata Earth merangkul bahu sang adik.
Jo menurut dan melangkah ke ruangan depan bersama Earth.
Sedangkan Xander tidak ikut karena ia tertarik dengan kegilaan saudara kembar kekasihnya ini.
"Lo mau apa??"teriak Sultan gemetaran.
"Cuma mau ngasih Little Sultan pelajaran!!"sahut Fabian membuka paksa celana dan dalaman Sultan.
"Nggak gue mohon jangan lakuin itu!!"kata Sultan meronta-ronta mencoba melepas ikatan tangan dan kakinya.
Fabian memaksa masuk Little Sultan ke dalam botol air mineral yang telah berisi semut api hitam itu.
"Kalau Lo banyak gerak gue jamin mereka bakal depresi dan ngegigit Little Lo!!"kata Dazian.
Namun karena geli mau tidak mau Sultan bergerak dan akhirnya kawanan semut itu mulai menggigit dengan bringas.
"Aghhhhhhhhh.....sakit lepasin gue!!"teriak Sultan.
Semut-semut itu pun semakin menjadi dan teriakan Sultan benar-benar menggema hingga ke ruangan depan tempat Jo dan Earth sedang santai kini.
"Astaga Bang, jadi lecet. Tanggung jawab Lo!!"kata Dazian mengambil kembali botol itu.
"Ssssakit....anj*ng Lo semua!!"ujar Sultan dengan nafas ngos-ngosan.
"Lah kagak sadar juga ni orang malah ngatain kita!!"kata Dazian kesal ingin memukul Sultan.
"Eits jangan kita obati Littlenya dulu sama balsem ini!!"kata Fabian.
"Oh iya...iya benar Lo Bang, dia kan lecet gara-gara kita juga ya!!"kata Dazian mengangguk lalu merampas balsem dari tangan Fabian.
Xander geleng-geleng kepala melihat tingkah keduanya namun Xander akui siksaan keduanya memang kejam lebih mengarah ke psykopat.
"Nih!!"kata Fabian memberikan sarung tangan pada Dazian.
"Ok kita obatin dulu bekas gigitannya ya, Bro!!"kata Dazian mulai mengoleskan balsem itu pada Little Sultan.
"Nggak....nggak Lo udah gila, hah!!"bentak Sultan mencoba melepaskan diri dengan sisa-sisa tenaga yang ia miliki.
"Jangan bergerak dulu, ini gue obatin!!"kata Dazian terus mengoleskan balsem itu.
"Panas......udah gue mohon panas lebih baik Lo tusuk aja gue sekalian!!"mohon Sultan.
Lalu pengawal yang tadi disuruh menyediakan air panas oleh Dazian datang membawa ember yang berisi air panas yang masih mengepul itu.
Sultan sudah was-was dengan semua itu, apalagi ini, pikirnya.
"Bos, ini air panasnya!!"kata pengawal itu pada Xander.
"Letakkan di situ!!"jawab Xander.
"Dah selesai!!"kata Dazian melepas sarung tangannya.
"Gue mohon lepasin gue....aghhh ini panas sekali!!"katanya meronta-ronta.
"Panas ya gimana kalau ini!!"kata Dazian.
Lalu...
"Byuuuuur"
"Aghhhhhh .....!!"Sultan pun mulai kehilangan kesadaran. Samar-samar Sultan mendengar perkataan Fabian.
"Ini hukuman buat orang yang ingin ngerusak Adek gue, jadi sekarang Adek Lo yang gue rusak biar nggak ngerusak cewek lain lagi!!"kata Fabian
"Keren!!"sorak Dazian berhigh five dengan sang Kakak.
"Ternyata benar kalian berempat psykopat!!"kata Xander tersenyum lebar.
__ADS_1
"Makasih, pujiannya Bang!!"sahut keduanya cengengesan.
Jika mereka sedang bersenang-senang beda hal dengan Daddy Kenneth yang sedang sakit kepala karena William kembali menemuinya untuk menyampaikan pesan dari calon besannya untuk segera mempersiapkan pertunangan Jo dengan putra mereka.