
Morning sunshine........
Daddy Kenneth mengerjapkan matanya melihat sekeliling.
"Astaga ternyata kami tertidur di sini."ujar Daddy Kenneth membangunkan ke empat anaknya karena ketiga bujang Leonhart harus sekolah tapi Jo masih libur hari ini.
"Boys bangun!!"kata Daddy Kenneth mengguncang pelan bahu ketiga putra secara bergantian. Namun kali ini malah Jo yang terbangun dan membuka mata secara perlahan.
"Daddy kenapa berisik??"omel Jo.
"Baby, ini sudah pagi ketiga Kakakmu harus sekolah, bangunkan mereka Daddy mau siap-siap dulu!!"titah Daddy Kenneth.
"Bang,......bangun. Bang ......bangun!!!"jengkel Jo yang tidak digubris oleh ketiga kakaknya.
"Hmmmm jangan salahkan Jo Abang sayang!!"seringai Jo mengambil air dari gelas Daddy Kenneth.
Lalu Jo memercikkan air itu pada wajah ketiga kakaknya.
"Apaan sih...."gerutu Dazian.
Earth dan Fabian pun ikut terbangun karena ulah sang adik. Ketiganya menatap nyalang pada sang adik yang sedang cengengesan. Dengan sigap mereka berusaha menangkap Jo. Jo lari tunggang langgang meninggalkan ruang kerja Daddy Kenneth gila aja kalau sampai tertangkap oleh tiga singa itu. Pikir Jo .
Namun Jo salah perhitungan, sesampai di ruang keluarga Jo tertangkap oleh Earth.
"Hmmmm mau lari kemana singa kecil??"seringai Earth pada Jo.
"Ampun Bang, kita geng kan??"bujuk Jo dengan wajah yang diimut-imutkan. Nggak dibuat seperti itu juga sudah imut Jonathan.
"Jangan kasih lepas Bang!!"teriak Fabian dari belakang Dazian.
Earth menggendong tubuh sang adik ala bridal style dan melangkah ke arah kolam renang.
"Oh tidak, ini bencana!!"gumam Jo.
"Ayok Bang cepetan ntar Adek kabur!!"kata Dazian tidak sabar menceburkan sang adik ke kolam renang.
"Aaaaaa ampun Bang, Daddy.......tolongin Jo..... Dad......"teriak Jo meronta di gendongan Earth. Jo jangan lupa ketiga kakakmu itu jelmaan Titan tenaganya besar.
"Percuma kamu berteriak dek, Daddy sedang di kamarnya. Jadi dia nggak bakalan mendengar teriakan kamu. Nah sekarang terima hukuman dari kenakalan kamu!!"ujar Fabian.
"Nggak mau,....dingin nggaaaak"teriak Jo terus meronta. Ketiga Kakak Jo malah tertawa terbahak-bahak melihat ketakutan sang adik.
"Rasakan anak nakal!!!"kata Dazian.
Dan........
"Byuuuuur"
Ke empatnya terjun ke kolam renang bersamaan. Para pengawal terkejut dengan suara heboh yang berasal dari kolam renang.
Begitu pun dengan Aunty Anneth dan Clara. Semuanya berjalan menuju kolam renang. Daddy Kenneth yang baru saja selesai bersiap ke kantor heran dengan mansion yang tiba-tiba saja hening.
__ADS_1
"Ke mana anak-anak itu??"gumamnya melihat meja makan yang masih kosong dan ruang kerjanya juga sudah kosong.
Tetapi ia mendengar suara ribut yang berasal dari arah kolam renang.
"Siapa yang berenang pagi-pagi begini"kata Daddy Kenneth menyusuri jalan menuju kolam renang.
Dan betapa terkejutnya Daddy Kenneth melihat ke empat anaknya malah bermain di kolam renang bukannya bersiap ke sekolah.
"Apa-apaan kalian??"tegur Daddy Kenneth.
Ke empatnya tersentak kaget mendengar suara Daddy Kenneth dan menoleh bersamaan.
"Bang, gawat singa tua itu bakalan mengamuk!!"adu Dazian pada Earth.
"Iya Bang Jo takut lihat tuh wajahnya udah siap memangsa kita"tambah Jo yang juga bersembunyi di belakang Earth.
"Udah, tenang!!"bisik Earth pada ketiga adiknya.
"Pagi Dad!!"sapa Earth santai.
"Apa yang kalian lakukan pagi-pagi begini di kolam renang??"geram Daddy Kenneth.
Para pengawal dan maid merasakan hawa menyesakkan keluar dari Daddy Kenneth.
Aunty Anneth dan Clara tersenyum tipis melihat kemarahan di wajah Daddy Kenneth.
"Hmmm kami berenang pagi Dad biar segar!!"sahut Dazian asal.
"Keluar sekarang!!"titah Daddy Kenneth.
"Cepat keluar atau Daddy seret kalian!!"lagi Daddy Kenneth menyuruh ke empat anaknya untuk segera keluar dari kolam renang.
"Tu kan marah!!"jawab Jo lagi.
Daddy Kenneth menetralkan nafasnya.
"Daddy nggak marah sekarang keluar sebelum kalian masuk angin!!"kata Daddy Kenneth menahan kekesalannya.
Akhirnya ke empat singa muda itu keluar dari kolam renang dan segera ke kamar masing-masing untuk membersihkan diri.
"Astaga Sarah di satu sisi aku kesal, tapi di sisi lain aku senang melihat mereka tertawa bahagia seperti tadi!!"kata Daddy Kenneth tersenyum sendiri dan itu terlihat oleh Aunty Anneth dan Clara.
"Awas, tunggu saja hukuman kalian nanti!!"monolog Daddy Kenneth di dalam hati.
"Mom kenapa Uncle Ken malah tersenyum sendiri seperti orang gila??"tanya Clara pada Aunty Anneth.
"Ntahlah, Mommy kira dia akan memarahi ke empat anak nakal itu!!"gerutu Aunty Anneth.
Daddy Kenneth sudah duduk di meja makan menunggu ke empat singa muda yang tadi membuat gaduh di kolam renang.
"Pagi Dad!!!"sapa Earth pada Daddy Kenneth.
__ADS_1
"Hmmmmm"
"Pagi Pak Tua!!"ujar Dazian dan mendapat delikan tajam dari Daddy Kenneth.
"Pagi Daddy!!"kata Jo mencium pipi Daddy Kenneth.
"Hmmmmm"
"Bang, sepertinya singa tua itu masih on ngamuk mode!!"bisik Dazian pada Earth. Earth hanya tersenyum tipis mendengar perkataan sang adik.
"Bang, bagaimana ini Daddy mengamuk??"sekarang Jo yang berbisik.
"Kenapa takut hmmmm. Kalian tidak ingat jika kita berempat dan Daddy hanya seorang diri" kata Earth pada adik-adiknya.
Dasar Kakak minim akhlak.
"Hari ini, sepulang sekolah kalian berempat harus membersihkan ruang kerja Daddy!!"titah Daddy Kenneth.
"Ha........"ke empat singa muda itu shock berat mendengar hukuman yang mereka terima.
"Tapi Dad....."protes Dazian.
"No debate Dazian!! Dan Baby apa aktivitasmu hari ini??"tanya Daddy Kenneth.
"Cuma mau mengambil perlengkapan dan seragam sekolah Dad!!"jawab Jo.
"Kenapa hukumannya hanya itu Uncle??"tanya Clara.
"Apalagi Jo kemarin dia sudah membuat Mommy dan Clara terluka!!"adu Clara pada Daddy Kenneth.
"Kalau kau merasa mampu untuk menghukum Jo maka lakukanlah!!"seringai Daddy Kenneth.
Kedua wanita rubah itu merasa senang karena mereka diizinkan untuk menghukum Jo.
"Dad, apa-apaan ini. Kau mengizinkan mereka menghukum adikku??"bentak Dazian.
"Baiklah jangan lupa hukuman kalian, sekarang ayo makan!!"titah Daddy Kenneth.
Dazian kesal bukan main apalagi dia dan kedua kakaknya harus ke sekolah. Tidak ada yang akan menjaga adiknya di mansion.
Sedangkan yang dikhawatirkan malah tenang-tenang saja adem ayem. Fabian pun bingung dengan keputusan sang Daddy yang membiarkan orang lain menghukum adiknya.
Tapi apa yang harus ia lakukan, jika membantah keadaannya akan semakin runyam apalagi Daddy Kenneth masih kesal dengan ulah mereka pagi ini.
Usai sarapan Daddy Kenneth meninggalkan ruang makan dan berangkat ke kantor.
Tapi sebelum berangkat Daddy Kenneth membisikkan sesuatu pada Jo, yang membuat wajah Jo berubah sendu. Aunty Anneth yang melihat itu seperti mendapat angin segar semakin bersemangat untuk menyiksa Jo nanti.
Ke tiga Kakak Jo merasa tidak nyaman jika harus meninggalkan sang adik bersama dua wanita rubah itu di mansion.
"Adek yakin nggak apa-apa??"tanya Fabian.
__ADS_1
"Nggak apa-apa Bang Jo nanti juga harus ke sekolah untuk mengambil seragam dan perlengkapan sekolah. Udah Abang berangkat saja. Percaya sama Jo. Ok"kata Jo meyakinkan ketiga Kakaknya.
Akhirnya dengan berat hati ketiganya berangkat ke sekolah.