
Hari ini ikatan Aunty Anneth dilepas oleh Jo, Jo ingin melihat bagaimana reaksi Clara jika bertemu dengan Aunty Anneth nanti.
Jo memberi tau pengawal yang berjaga di depan pintu kamar Aunty Anneth untuk kembali ke posisi masing-masing.
"Uncle, tugas kalian sudah selesai, jika Clara ingin masuk biarkan saja!!"titah Jo.
"Baik Jo, kami permisi."ujar kedua pengawal itu undur diri.
"Kita lihat reuni Mak sama anaknya!!"ujar Jo sambil melangkah ke ruang makan.
"Morning Dad/Abang!!"sapa Jo pada semua anggota keluarganya.
"Morning too Baby/Adek!!"sahut mereka tersenyum.
"Baby, Kai terlihat sangat senang ada apa??"tanya Daddy Kenneth curiga.
"Hmmmmm 1......2.......3........4........5!"hitung Jo.
"Mom............!!"terdengar teriakan Clara dari kamar Aunty Anneth.
"Ada apa dengan rubah itu, pagi-pagi sudah berisik!!"ketus Dazian kesal mendengar suara cempreng milik Clara.
"1......2.......3!!"Jo menghitung lagi.
"Jo apa yang kamu lakuin ke Mommy aku?? Dasar biadab, nggak punya perasaan kamu!!"ujar Clara yang mengambil ancang-ancang ingin menerjang Jo. Tapi kalah cepat dengan pergerakan Jo yang membuat Clara tersungkur dan menabrak kaki meja makan.
"Sssssttt....aggh!! Awas kamu Jo!!"ancam Clara sambil berusaha berdiri dan menahan rasa ngilu di punggungnya akibat cambukan Jo.
"Lo nangkep apa an di kolong meja??"ejek Jo.
"Apa salah Mommy aku, sampai kamu bikin jadi depresi kayak orang gila gitu. Tega kamu Jo."ujar Clara berdrama. Maknya lagi depresi eh anaknya malah ngedrama di bawah. Maknya aja dijadiin bahan drama apalagi orang lain.
"Salah kalian berdua karena mengusik keluarga ini!!"bentak Earth bosan dengan drama Clara.
"Terus nanti siapa yang bakal jaga aku Bang Earth. Atau aku sudah dijadikan sebagai salah satu saudara kalian??"tanya Clara bersemangat.
"Astaga, maknya yang depresi kenapa anaknya yang gila??"pekik Dazian.
__ADS_1
Jo mendekat ke arah Clara, lalu meremat kuat rahangnya.
"Pertama jangan pernah bermimpi bakal menjadi anggota keluarga Voultury Anderson. Kedua Lo bilang gua nggak punya perasaan?? Lo salah. Nyokap Lo dengan tidak berperasaan telah membunuh nyokap gue. Bikin gue dan ke tiga Abang gue jadi anak piatu dan kehilangan kasih sayang Mommy di saat kita sangat membutuhkannya. Bokap Lo udah bikin Daddy gue tersiksa di keluarganya sendiri dan terbuang ke jalanan. Jadi jangan berdrama, jangankan elo keluarga gue sendiri yang darahnya mengalir di tubuh gue, gue hancurin karena udah nyakitin dan nyiksa Daddy gue, apalagi Lo ama nyokap Lo yang bukan siapa-siapa di keluarga ini. Inget itu!!"bentak Jo lalu mendorong dengan kasar wajah Clara hingga kepala bagian belakang Clara membentur dinding.
Clara terdiam, berarti rencana mereka sudah diketahui Jo sejak awal. Dan sekarang apa yang harus ia lakukan sedangkan Aunty Anneth saat ini sudah seperti orang gila yang selalu saja menyebut nama Daddy Kenneth pada tiap orang yang mendekat padanya.
Sedangkan Daddy Kenneth dan ketiga Kakak Jo terdiam, mereka tidak menyangka Jo begitu membenci keluarga Leonhart karena telah menyakiti sang Daddy. Daddy Kenneth berjalan ke arah Jo dan memeluk putri semata wayangnya itu.
"Terima kasih, sayang. Maaf jika dulu Daddy pernah menyakitimu. Daddy tidak menyangka sebegitu besar rasa sayangmu pada Daddy, nak. Terima kasih telah menjadi putri kecil Daddy......terima kasih telah menjadi garda terdepan dalam membela Daddy, terima kasih sayang!!"ucap Daddy Kenneth berurai air mata.
Ke tiga Kakak Jo pun mendekat pada keduanya.
"Abang bangga menjadi saudaramu, Dek!!"ucap Earth mengelus sayang kepala sang adik.
"Setelah ini kami yang akan menjagamu, Princess!!"kata si kembar merebut sang adik dari pelukan Daddy Kenneth.
"Selalu saja merusak suasana!!"gerutu Daddy Kenneth menatap tajam si kembar.
"Tidak ada lagi yang boleh mengusik keluarga ini. Cukup yang sudah sudah, Dad!!"kata Jo.
Clara terdiam total sekarang, apa yang harus ia lakukan jika keluar dari kediaman Daddy Kenneth maka Daddy nya sendiri yang akan menghukumnya apalagi keadaan sang Mommy yang sangat memprihatinkan. Jika hidup di luar ia tidak akan mampu bertahan apalagi ia tidak memiliki uang sama sekali. Satu-satunya jalan ia harus membuat salah satu putra Daddy Kenneth menjadi miliknya. Itu yang terpikirkan oleh Clara sekarang agar bisa tetap hidup.
"Gadis sial*n!!"sarkas Earth.
"Bang Earth, Clara sayang sama Abang sekarang Clara nggak punya siapa-siapa lagi karena ulah Jo. Terimalah Clara Bang Earth!!"ujar Clara sambil menangis tersedu-sedu.
"Boleh gue terima Lo, tapi........!!"Dazian menggantung ucapannya.
"Tapi.....??"beo Clara.
"Jadi pembokat di mansion ini. Gimana mau nggak??"tanya Dazian.
"Boleh tu, bagian bersihin kebun belakang!!"tambah Fabian.
"Nggak Clara nggak mau, Clara maunya Bang Earth!!"bantahnya.
"Nah ini definisi j*l*ng namanya!!"kata Dazian mengejek Clara.
__ADS_1
"Clara nggak kayak gitu Bang Dazian. Hiks.....hiks....Clara anak baik-baik. Yang anak nggak baik itu Jo. Udah bikin Mommy Clara jadi orang gila. Sekarang Clara bakalan sama siapa.....hiks!!"rengek Clara dengan air mata buaya.
"Anak sama Mak, 2*5 ternyata!!"kata Jo geleng-geleng kepala.
"Maksudnya Dek???"tanya Dazian.
"Maknya ngefans banget ama Daddy, ampe gila aja semua orang dipanggil Ken, nah anaknya ngefans sama Bang Earth. Jangan- jangan Lo mau pakai cara kotor kayak Mak Lo ya??"kata Jo to the point dan membuat Clara memegang tidak menyangka Jo mengetahui rencana yang ia susun.
"Nggak mana mungkin Clara kayak gitu....hiks. hiks...Jo. Jangan fitnah Clara jangan ngejelekin Clara di depan keluarga!!"ujar Clara memelas.
"Keluarga.......hello siapa yang Lo panggil keluarga hah!! Dengar ya Nona Clara......orang bilang air cucuran atap jatuhnya ke palimbahan juga. Nah siapa lagi yang bakal nerusin perangai Mak Lo kalau bukan elo??"sindir Jo.
"100 buat Adek. Maknya gitu anaknya gimana coba??"tanya Fabian.
Daddy Kenneth benar-benar tidak menyangka kalau mulut sang putri begitu pedas, walau pun semua yang Jo ucapkan adalah kenyataan.
"Ayo sarapan, jangan layani dia!!"titah Daddy Kenneth merangkul bahu sang putri untuk duduk di pangkuannya.
"Bang Earth...!"rengek Clara kembali mencekal tangan Earth.
Sekarang wajah Earth sudah berubah gelap, Jo sadar betul jika kakaknya sudah seperti itu maka setan di dalam tubuh Earth akan menguasai dirinya.
"Lo nambah kerjaan gue, Bangs*t!!"gerutu Jo mendekat pada Earth lalu memeluknya tubuh sang Kakak agar emosinya reda. Perlahan Earth mulai menguasai emosinya. Kemudian......
"Bughhhhh"
Jo memukul tengkuk Clara.
"Tidur aja Lo, dari pada bikin emosi kita-kita!!"kata Jo kembali ke pangkuan sang Daddy.
"Pintar!!"ujar Daddy Kenneth mengusap kepala sang putri.
Note : jika Kakak Jo marah seperti Earth tadi memang hanya Jo yang bisa meredakannya. Sebab aura yang Jo miliki sama dengan aura milik sang Mommy, menenangkan.
"Huffff kayak drama di tv-tv aja kita, ada aja drama tiap hari!!"gerutu Dazian.
"Ayo sarapan, nanti kalian terlambat ke sekolah!!"ujar Daddy Kenneth pada anak-anak nya.
__ADS_1
Akhirnya mereka bisa sarapan dengan tenang tanpa drama. Setelahnya mereka menjalankan rutinitas masing-masing.