Bangkitnya Si Bungsu Leonhart

Bangkitnya Si Bungsu Leonhart
Xander Terluka


__ADS_3

Usai membersihkan area sekitar perkemahan para taruna taruni bersiap untuk kembali ke sekolah. Mereka mengemasi semua perlangkapan masing-masing.


Usai mengemas perlengkapan masing-masing, mereka mengikuti apel sebelum naik ke bus masing. Xander menghampiri Jo, karena kali ini Jo harus satu bus dengannya jangan sampai lebah kecilnya terlibat masalah seperti kemarin lagi bisa dicabut restunya nanti oleh Daddy mertua.


"Bee, sudah??"tanya Xander lembut.


"Hmmm sudah Bang, ayok!!"ajak Jo sembari berjalan mendahului Xander.


Dengan gerakan kilat Xander menyambar tangan Jo sebelum melangkah lebih jauh. Jo kaget hampir saja ia menepis tangan Xander dengan kuat.


"Maaf, habis ngagetin!!"cicit Jo.


"Hmmmmm sini Abang bawa tas kamu!!"kata Xander.


"Jangan berat ntar, Abang bawa tas Abang saja. Nggak apa-apa ini mah!!"cengir Jo.


Jo menang dengan keras kepalanya, namun Xander malah menggenggam tangan mungilnya menuju bus.


"Eh, Bang ini bukan bus Jo, bus Jo di sana!!"tunjuk Jo pada teman-temannya yang sedang menaiki bus itu.


"No Bee, you stay at my side!!"ujar Xander menarik tangan Jo lembut menuju busnya.


"Hmmmmm ye lah.....!"jawab Jo pasrah.


Semua sudah menaiki bus, dan bus satu persatu mulai meninggalkan arena perkemahan. Hampir keseluruhan taruna Taruni tertidur karena kelelahan, namun tidak dengan Jo yang pandangannya menerawang jauh ke depan memikirkan apa yang akan ia lakukan pada mangsanya nanti.


Tapi tiba-tiba bus mendadak berhenti. Semua anggota korps termasuk Jo hampir saja terbentur ke kursi di depan mereka.


Beberapa orang berpakaian serba hitam masuk ke bus itu dan mengacungkan senjata.


"Duduk semua!!"titah salah seorang dari mereka.


"Apa mau kalian??"tanya Andre.


"Kami mencari beberapa orang di bus ini. Bagi yang namanya disebutkan berdiri!!"ujarnya.


"Andre Novero"


"Varo Mahendra"


"Siska Rosilia"


"Yang namanya tersebut, ikut kami!!"titah laki-laki itu.


Satu pun dari ketiga orang yang dipanggil belum berdiri. Para laki-laki berpakaian hitam itu pun naik pitam.


"Cepat berdiri, atau kubunuh teman kalian satu persatu!!"titah laki-laki itu lagi.


Tiba-tiba seseorang yang berpakaian sama dengan orang-orang itu masuk ke dalam bus yang Jo tumpangi dan berbisik pada laki-laki yang berteriak tadi.


"Jonathan Aurelia Leonhart"


Jo diam tidak mengacuhkan namanya dipanggil oleh laki-laki berpakaian hitam itu. Sedangkan menggenggam tangan Jo erat.


"Gue bilang, yang namanya tersebut berdiri sekarang juga!!"kata laki-laki itu dan.......


"Dooooooor"

__ADS_1


Sebuah tembakan melesat dan itu mengenai bahu Xander yang memeluk Jo agar tidak terkena tembakan, Jo yang melihat itu seketika gelap mata. Tanpa ragu Jo mengeluarkan belati dari Hoodie nya.


"Bangs*t Lo!!"geram Jo.


"Bughhhhh"


"jleeeeb"


"plaaaaak"


Suara tendangan, pukulan dan juga sabetan belati Jo menggema di bus itu. Varo pun tidak tinggal diam.


"Ndre, bawa Xander ke rumah sakit gue ama Jo bakal ngurus semuanya!!"titah Varo pada Andre.


Xander tidak bergeming dari tempat duduknya, dia tentu saja tidak akan meninggalkan Jo di bus itu.


"Lo jangan keras kepala, Xander. Udah ikut aja kenapa??"kesal Andre.


Jo yang jengah dengan keras kepalanya Xander akhirnya menarik tangan Xander dan menariknya paksa.


"Gue aja yang bawa, ikat mereka dan laporin ke polisi!!"titah Jo.


Xander tersenyum melihat aura ketegasan seorang Jo. Sebenarnya luka ini bukanlah apa-apa bagi seorang Xander Dirgantara yang note banenya adalah pimpinan dari RED FOX, organisasi pembunuh bayaran profesional.


Namun kapan lagi coba bisa bermanja ria dengan kekasih kecilnya.


Andre dan Varo paham akan arti senyuman Xander ke arah Jo.


"Tukang modus!!"cibir Varo.


Jo menelpon pengawal bayangan yang selalu mengikutinya, menyuruh membawa motor ke lokasinya saat ini bersama Xander.


Tidak berapa lama, pengawal itu pun datang membawa motor yang Jo minta.


"Jo......!!"panggil nya hormat.


"Terima kasih!!"sahut Jo.


Pengawal itu pun pergi meninggalkan Jo dan juga Xander.


"Kita ketemu di sekolah saja!!"teriak Xander pada Varo dan diangguki oleh Varo.


"Naik Bang!!"ujar Jo.


"Bee, kamu.....!!!"ucap Xander terhenti.


"Cepat!!"kata Jo tidak sabaran.


"Iya, Bee!!"sahut Xander dengan wajah cemberut.


"Wajah Bang Xander jadi lucu gitu!!"bathin Jo.


Setelah Xander naik ke di boncengan, Jo segera memacu motor dengan kecepatan tinggi. Cukup membuat Xander terkejut melihat skill balap yang Jo miliki.


Jo menyangka Xander ketakutan hingga mengambil tangan Xander dan melingkarkan tangan Xander pada perutnya. Xander??? Sudah jangan ditanya lagi hatinya sedang happy over load plus berflowers sekarang.


Sepuluh menit, Jo dan Xander pun sampai di rumah sakit.

__ADS_1


Jo membawa Xander ke dalam rumah sakit dan berteriak pada salah seorang suster.


"Suster.....tolongin pacar saya!!"teriak Jo.


Lagi hati Xander menghangat mendengar ucapan pacar dari mulut mungil Jo.


Para suster pun berhamburan menolong Xander, karena aura yang dikeluarkan Jo tidaklah main-main. Dan lagi tampang seorang Xander yang paripurna membuat mereka semakin bersemangat untuk segera menanganinya.


Xander menarik Jo ke dalam ruangan agar menemaninya.


Jo hanya menurut, sedangkan sebagian suster itu mendelik tidak suka ke arah Jo namun ada joga yang gemas melihat Jo dan merasa familiar dengan wajah remaja pemilik gingsul itu.


"Ini hanya terserempet peluru, tidak parah."ujar Dokter yang mengobati Xander.


Namun Jo tidak mendengarkan perkataan sang Dokter, perhatian Jo teralihkan pada para suster yang berusaha menggoda Xander.


"Dasar ganjen, gue congkel juga tu mata!!"bathin Jo kesal.


Xander menyadari hal itu jangan sampai lebah kecilnya menyengat para suster itu nantinya.


Xander menarik Jo lalu memeluk posesif pinggang Jo, membuat Jo mengerucutkan bibir kesal.


"Cantiknya pacar Abang!!"goda Xander pada Jo.


"Oh jadi ini pacar Anda!!"seru Dokter Muda itu.


"Iya, dia kekasih saya!!"sahut Xander.


"Saya kira dia adik Anda, tapi kenapa wajahnya begitu familiar ya??"tanya Dokter itu.


Lalu salah seorang suster berlari dan memekik heboh di depan Jo.


"Ini Jonathan pemilik JJ Chanel kan??"pekiknya heboh.


Jo hanya tersenyum tipis, lalu mengangguk.


"Kita boleh ya foto dan live bareng, bentar aja!!"ujar suster itu menarik Jo tanpa izin Xander.


Kalau Jo saat ini tengah diseret oleh para fansnya, berbeda dengan Xander yang kesal selain karena Jo yang dibawa paksa juga karena beberapa suster yang sengaja menggodanya.


"Kok kamu malah mau pacaran dengan anak bau kencur seperti itu?? Lebih baik dengan aku aja!!"ujar salah seorang suster dengan suara yang lembrut.


Xander diam tidak mengacuhkan sama sekali ocehan para suster ganjen itu, tapi amarah Xander memuncak kala salah seorang dari mereka dengan sengaja memegang tangan Xander.


"Lepas.....!!"bentak Xander.


Bukannya takut suster itu malah semakin berani menggoda Xander. Xander yang memiliki kesabaran seperti kulit ati salak, mengambil salah satu pisau bedah yang ada di meja nakas di sampingnya. Hai itu pun mengejutkan Dokter buang sedang memasang perban pada bahu Xander.


"Lepas, atau pisau ini akan merobek perutmu!!"ujar Xander mengeluarkan aura psykopatnya.


Suster itu terperanjat kaget, tidak menduga Xander yang tadi ia lihat begitu manja dan hangat saat bersama Jo menjadi monster yang menakutkan sekarang.


Sang Dokter paham dengan apa yang terjadi dan memaklumi tindakan Xander.


"Minta maaf!!"ujar Dokter muda itu pada suster ganjen tadi.


"Maafkan saya.....!!"setelahnya ia pun ngacir dari ruangan itu.

__ADS_1


__ADS_2