
Semua telah berkumpul di meja makan kecuali Aunty Anneth dan Clara, yang masih menjalani masa hukumannya dan entah kapan akan berakhir. Sedangkan Clara entah ada di mana sekaran.
Saat semuanya bersiap untuk menyantap makanan masing-masing, Clara yang datang entah dari mana menarik dengan kasar rambut Jo.
"Heh, Lo apa-apaan sih setan!!"bentak Dazian yang dengan sigap segera menahan tubuh sang adik.
"Lepas.......gue mau kasih ini j*l*ng hukuman karena udah nyakitin Mommy gue!!"teriak Clara.
Jo tidak merasakan sakit sama sekali atas tindakan Clara, cengkraman di rambut Jo bisa dilepaskan oleh Jo dengan sangat mudah.
"Apa Lo bilang, gue nyakitin Mommy Lo?? Nggak salah, hah!!"hardik Jo.
"Iya, Lo tau Mommy gue menderita sekarang dia udah kayak orang depresi dan itu semua gara-gara Lo!!"tunjuk Clara di wajah Jo.
Woow, Jo tidak menyukai orang yang membentak di depan wajahnya apalagi menunjuk-nunjuk seperti ini
"Pletaaak"
Jari telunjuk Clara dipatahkan oleh Jo sambil tersenyum.
"Aghhhhhhhhh"
"Gila Lo anj*ng, beraninya Lo patahin jari gue!!"teriak Clara.
"Jangankan jari, leher Lo gue patahin sekarang!!"tantang Jo.
Clara semakin emosi, ia pun mengeluarkan pisau dapur yang dia bawa tadi untuk menyerang Jo.
"Set......set......set"
Tak satu pun serangan Clara mengenai Jo, tapi dengan sekali tepisan tangan Jo pisau itu terlepas dari genggaman Clara.
Dengan sigap Jo menangkap kedua tangan Clara lalu menggiringnya ke ruang hukuman. Fabian membantu sang adik mengikat kedua tangan Clara. Jo mengambil cambuk yang ada di dinding ruang hukuman itu.
"Ctasss"
"Aghhhhhhhhh.......sakit......!!"
"Ini buat rasa sakit gue selama dua puluh tahun"
"Ctassss"
"Ampuuuun......ini sakitt!!"
"Ini buat nyokap gue!!"
"Ctassss"
"Aghhhhhhhhh"
"Ini buat Daddy Lo yang menyebabkan penderitaan buat Daddy dan keluarga gue"
"Ctassss"
"Udaaahhhh......!!"
"Ini buat nyokap Lo yang berniat menjebak Daddy gue"
"Ctassss"
"Ini buat penderitaan gue sama abang-abang gue karena ulah nyokap Lo"
"Ctassss"
"Ini buat setiap tahun yang gue lalui tanpa kasih sayang dari Mommy gue"
"Ctassss"
"Ampuuuun.....hiks.....ampun.....sakiiit!!"ujar Clara memohon belas kasihan Jo.
__ADS_1
"Ampun Lo bilang, apa nyokap Lo ngasih ampun sama Mommy gue ketika ngabisin nyawanya, hah!!"bentak Jo menjambak kasar rambut Clara.
"Ampuuuun Joo......sakit.......!!"mohon Clara.
"Bukannya tadi Lo mau bunuh gue, tadi Lo garang banget ama gue. Ke mana perginya cakar ama taring Lo tadi, hah!!"bentak Jo dengan nafas memburu.
Clara tidak menjawab lagi, seluruh tubuhnya perih amat sangat perih apalagi salah satu jarinya tadi juga telah dipatahkan oleh Jo.
"Antar dia ke kamarnya, dan jangan diobati!!"titah Jo pada bodyguard yang berjaga di ruangan itu.
"Baik, Jo!!"jawabnya sambil menunduk.
Jo kembali ke meja makan sambil mengatur emosinya. Sebenarnya Jo cukup menahan emosi semenjak Clara berani memeluk sang Daddy tadi. Namun ia berusaha acuh namun lagi Clara mencari masalah maka inilah jawabannya.
"Baby, everything is fine??"tanya Daddy Kenneth.
"Now everything is fine, Dad!!"sahut Jo.
"Maksudnya??"tanya Dazian lola.
"Tadi nggak baik-baik aja Bang, pas tu rubah kecil meluk Daddy, tapi sekarang semua udah baik-baik aja!!"jawab Jo.
"Astaga, untung saja bukan Daddy yang jadi sasaranmu, Baby!!"bathin Daddy Kenneth ngeri.
"Oooooo.....!!"sahut Dazian paham.
"Dad, ada tikus di perusahaan. Jo sudah dapatkan semua bukti korupsinya, jadi akan dilaporkan ke polisi atau......!!"Jo melihat ke arah Earth. Earth seolah paham maksud sang adik pun menjawab.
"Kita jadikan mainan!!"sahut Earth dengan senyuman iblis.
"Kenapa anakku jadi psykopat semua??"bathin Daddy Kenneth.
"Nggak usah membathin Dad, ini semua kan berasal dari gen mu dan Mommy!!"kata Earth seakan paham apa yang dipikirkan Daddy Kenneth sekarang.
"Ck, kau sok tau!!"tukas Daddy Kenneth.
"Ayo makan!!"titah sang Daddy.
Jo sudah terbangun pagi ini, tumben-tumbenan hari ini Jo tidak tidur kebo seperti biasa, ada apa gerangan???
"Kamu sudah bangun, Baby??"tanya Daddy Kenneth pada Jo.
"Iya, Dad semalam Jo nggak bisa tidur Jo rindu Mommy!!"ujarnya sendu menatap foto sang Mommy yang sedang tersenyum.
"Huuufffff sini peluk Daddy!!"kata Daddy Kenneth mencoba memberi ketenangan pada sang putri.
"Jangan bersedih nanti Mommy juga ikut sedih, Mommy mu akan selalu mengawasi kita sayang. Dia tidak pernah jauh dari kita!!"kata Daddy Kenneth mengusap sayang punggung sang putri.
"Iya, Dad!!"sahut Jo menghapus air matanya.
"Sekarang mandi, jangan lupa nanti ke kantor membasmi para tikus itu. Daddy serahkan pada kalian berempat!!"kata Daddy Kenneth mencium puncak kepala Jo penuh sayang.
"Mainan baru!!"senyum Jo tipis.
"Tuhan.....selamatkan aku dari para psykopat ini!!"drama Daddy Kenneth sambil keluar dari kamar Jo.
"Daddy..........!!"teriak Jo.
Jo kadang tidak habis pikir dengan Daddy nya ini. Tapi ya sudahlah, lebih baik mandi dari pada melayani tingkah sang Daddy, pikir Jo.
Tidak lama semuanya sudah berkumpul di meja makan, kecuali Clara dan Aunty Anneth.
"Bang, pulang sekolah nanti kita ke perusahaan Daddy ya!!"ujar Jo.
"Apa pembersihan akan dilakukan hari ini juga??"pekik Dazian bersemangat.
"Iya Bang, kalau dibiarkan lama-lama nanti karyawan lain akan meniru apa yang mereka kerjakan sekarang!!"jelas Jo.
"Hayukkkkk gas keun!!!!"sahut Fabian.
__ADS_1
"Daddy akan menunggu kalian nanti, jangan terlambat!!"ujar Daddy Kenneth pada ke empat anaknya.
"Ok Dad/ Pak Tua....!"jawab mereka.
Sarapan sudah selesai dan sekarang mereka langsung berangkat ke tujuan masing-masing.
Jo berangkat ke sekolah menggunakan motor kesayangannya. Lima belas menit menerabas jalanan akhirnya Jo sampai di sekolah lalu memarkirkan kendaraannya.
Jo terus melangkah menuju kelasnya, di tengah jalan tangan Jo dicekal seseorang. Jo menoleh dan cukup kaget yang mencekal tangannya adalah Levia cs.
"Ikut gue!!"ujar Levia.
"Apa an sih, lepas nggak!!"bentak Jo.
"Ikut gue, atau gue habisin Lo!!"bentak Levia dengan nada semakin tinggi.
"Dengar gue nggak ada waktu buat ngelayanin Lo dan hal nggak penting Lo, lepas atau Lo bakal nyesal!!"ujar Jo mengeluarkan tatapan mematikannya.
"Seret dia!!"titah Levia pada anggota gengnya.
Belum sempat menyeret mereka terlebih dahulu dibuat mencium tanah oleh Jo.
"Gue udah bilang gue nggak ada waktu buat layanin Lo dan masalah nggak penting Lo!!"ujar Jo.
Ketika Jo hendak berbalik, Jo dibuat kaget lagi dengan kehadiran Xander.
"Bee......!!"panggil Xander.
"Bang Xander Jo membully Levia, lihat siku dan telapak tangan Levia luka karena didorong oleh Jo!!"adu Levia dengan nada manjah.....
"Betul Bang Xander, Jo udah ngebully Levia kita berniat bantuin malah ikutan didorong sama Jo!!"adu Meta.
"Apa itu benar, Bee??"tanya Xander pada kekasih hatinya.
"Hmmmmm kalau tau begini mending Jo patahin tangannya sekalian dituduh cuma dorong doang. Nggak kelas Jo banget ini mah. Kalau matahin tangan atau leher nah itu baru karya seni Bullyan seorang Jo. Kalau ini doang mah kelas anak TK. Norak Lo drama Lo udah ketinggalan zaman. Nenek gerondong!!"ujar Jo.
"Bang Xander lihat kan!!"rengek Levia lagi.
*Baiklah, Bee patahkan tangan mereka sesuaikan kelas bullymu dengan yang seharusnya."titah Xander pada Jo.
"Benarkah Bang, azeeeeek pesta euy!!"sorak Jo meraih tangan Levia untuk mematahkannya.
"Bang Xander kok Jo malah disuruh mematahkan tangan Levia, sih??"rengek Levia dengan mata berkaca-kaca.
"Ya biar kekasih saya tidak menanggung malu, masa iya dia ahli bela diri tapi membully kalian cuma segini. Lebih baik ditambah bukan??? Toh hukuman nya akan tetap sama, kalau perlu lukai wajah mereka dengan belatimu, Bee!!"tambah Xander lagi.
"Tttidak, jangan kami tidak ingin tangan kami patah. Kami hanya disuruh Levia tadi untuk menyeret Jo ke gudang belakang sekolah, Bang Xander."jawab salah seorang dari geng Levia yang sudah ketakutan mendengar perkataan Xander.
Levia menatap nyalang pada teman gengnya itu. Bisa-bisanya dia membocorkan rencana Levia.
"Oooo seperti itu jadi jika Jo saya hukum karena mendorong kalian maka kalian saya hukum karena berniat membully Jo, bagaimana??"tanya Xander.
"Nggak, jangan Bang Xander kalau mau menghukum Levia saja. Ini semua idenya."jawab teman Levia yang lainnya.
"Nggak jangan Bang Xander jangan hukum kami. Jo kami minta maaf!!"ujar teman Levia.
"Gue maafin, ini pertama dan terakhir kali!! Paham Lo pada!!"kata Jo dengan nada sedikit tinggi mereka menggangguk paham.
Mereka pun kabur meninggalkan Jo, Xander dan Levia di sana.
"Lah Lo ngapain masih di sini??"ketus Jo.
"Bang Xander, siku dan telapak tangan Levia terluka tolong obati!!"manja Levia.
"Ok, hei kamu!!"panggil Jo pada petugas piket di gerbang depan.
Laki-laki itu pun berlari ke tempat Xander.
"Ya, ada apa senior??"tanya taruna itu.
__ADS_1
"Bawa dia ke UKS lalu obati!!"titah Xander lalu menarik tangan Jo meninggalkan Levia yang kesal karena idenya tak berjalan mulus.