
Rasanya saat ini telinga Jo ingin meledak karena mendengar raungan dari para wanita yang kini tengah berada di mansionnya.
"Woiiiii bisa diam nggak sih, berisik!!"bentak Jo.
Perlahan suara berisik itu mulai hilang secara perlahan dan berganti dengan isakan kecil.
"Hufff kalian kenapa sih?? Berisik banget, pake acara nangis lagi!!"gerutu Jo.
"Ini pasti ulahmu kan anak sialan!!"bentak Oma Rose menatap tajam pada Jo.
"Wanita tua jaga mulut Lo, jangan berani membentak Adek gue!!"sarkas Dazian yang sedang memainkan jagdkommando, pisau yang memiliki tiga sisi pisau tajam yang berbentuk putaran hingga ujung.
"Apa salah.. hiks kami hingga kau hiks.....tega melakukan ini pada kami Jo hiks....hiks??"tanya Mia terisak.
"Tega Lo bilang?? Tanya ama nyokap dan Abang Lo apa yang mereka rencanain buat gue dan Daddy gue!!"kata Jo emosi.
"Kau anak kurang ajar, berani kau melakukan ini padaku. Akan kubuat kau membayar semua ini!!"bentak Opa Rheinald pada Jo.
"Coba saja jika kau mampu!!"sinis Daddy Kenneth.
"Bangs*t......!"Tom berusaha memukul Jo namun kalah cepat dengan Earth yang lebih dulu melayangkan pukulan di perut Tom.
"Bughhhhh"
"Aghhhhhhhhh"
"Tomm.....!!"jerit Regita melihat sang putra terkapar di lantai karena mendapat pukulan dari Earth.
"Kau anak sialan, sama seperti ibumu!!!"bentak Regita.
"Pengawal bawa mereka ke markas!!"titah Earth.
"Tidak lepassss....jangan berani menyentuhku."Regita meronta-ronta agar para pengawal itu melepas pegangan mereka.
"Tidaaak.....lepasin gue, bangsat!!"bentak Tom tidak terima diperlakukan seperti itu.
"Akan kubuat kau menyusul ibumu yang tidak berguna itu, Jonathan!!"teriak Opa Rheinald.
Sedangkan tiga wanita lainnya hanya bisa pasrah, tidak bisa memberikan memberikan perlawanan karena sudah kehabisan tenaga karena menangis.
"Wa di daw cerita sinetron yang menyayat hati!!"ujar Fabian merangkul bahu sang adik.
"Benar Bang, tidak seorang pun boleh mengusik kita lagi, jika masih ada maka mari kita bersenang-senang bersama-sama. Dan bagi yang berhutang di masa lalu pada kedua orang tua kita maka sekarang kita akan menagih lunas semua hutang mereka!!"sahut Jo melipat tangan di dada.
"Ayo kita ke markas!!"ajak Earth pada sang adik.
"Jom, let's get fun!!"seru Jo dan Dazian bersemangat.
"Astaga, kenapa Daddy ada diantara para psykopat ini??"drama Daddy Kenneth menampilkan raut wajah ketakutan.
"Sudahlah Pak Tua, kau tidak cocok berakting seperti itu!! Tidak sesuai dengan watak iblismu!!"ejek Dazian pada Daddy Kenneth
"Iblis ini mengganggu kesenanganku saja!!"gerutu Daddy Kenneth.
Tiga singa lainnya hanya geleng-geleng kepala melihat ayah dan anak itu.
Ke lima singa itu pun menyusul mainan mereka ke markas FIRE DRACO.
Lima belas menit mereka pun sampai di markas itu. Terlihat ke enam orang lucknut itu tengah terduduk lemas di lantai.
Daddy Kenneth memilih duduk di singgasananya memilih menonton pertunjukkan apa yang para psykopat kecilnya akan lakukan.
__ADS_1
"Kalian biadab, kenapa tega melakukan ini pada kami!!"ujar Mia disela tangisnya.
"Biadab?? Jadi jika rencana busuk ibumu terjadi sama gue dan Daddy gue apa bisa gue sebut biadab juga, hah!!"bentak Jo.
"Tapi kami tidak melakukan apapun pada kalian, bukan??"sela Angel.
"Gue capek ngomong, Lo liat aja sendiri!!"ujar Jo menyalakan mini proyektor lalu terlihatlah bagaimana mereka semua merencanakan untuk menjebak Jo dan Daddy Kenneth.
Seketika mereka melongo dalam rekaman itu terdengar jelas suara mereka dalam merencanakan jebakan untuk Jo dan Daddy Kenneth.
Tidak hanya sampai di sana, mini proyektor itu juga menampilkan bagaimana pasangan tua itu merencanakan pembunuhan terhadap Opa dan Oma kandung Jo. Jordan Voultury Anderson dan Merry Voultury Anderson. Pada rekaman berikutnya terlihat bagaimana mereka sering menyiksa Mommy Sarah ketika tinggal bersama mereka. Dan di rekaman terakhir menampilkan Alex yang mendatangi mereka dan mengaku sebagai Opa William, konselor BLUE BLOOD.
Daddy Kenneth mengepalkan tangan menahan emosinya saat ini. Melihat bagaimana sang mendiang istri disiksa membuat hatinya terasa amat sakit. Begitu pula dengan ke tiga Kakak Jo.
"Jadi apa ini alasan yang cukup untuk gue meminta pertanggung jawaban kalian??"tanya Jo.
"Apa pun alasannya kau tidak pantas berbuat seperti ini pada kami, bagaimana pun kami adalah keluargamu!!"ujar Opa Rheinald membela diri.
"Nggak ada yang namanya keluarga berlaku seperti bin*tang. Kalian lebih menyedihkan dari seekor anj*ng!!"ujar Dazian.
"Itu benar Bro, singa aja nggak gigit anaknya!!"tambah Fabian.
"Dan satu hal yang harus ketahui, gue adalah ketua BLUE BLOOD yang sesungguhnya. Orang yang datang pada kalian bukanlah Opa William namun musuh masa lalu Daddy gue!! So, jangan bermimpi terlalu tinggi, jatuhnya nggak enak. Trust me!!"ujar Jo menatap mereka dengan tatapan mengejek.
"Tak.....tak......tak"
Terdengar suara sepatu yang beradu dengan lantai dari arah lorong markas FIRE DRACO.
"Hai, Jo long time no see!!
"Opa William!!"seru Jo.
"Terima kasih, Tuan Kenneth!!"sahut Opa William mendudukkan diri di samping Opa William.
"Jadi Opa, apa hukuman ini pantas untuk mereka??"tanya Jo dengan senyuman iblis di wajahnya.
"Sure, untuk seseorang yang telah lancang mengaku sebagai ketua dari BLUE BLOOD!!"jawab Opa William.
"Kau bohong Pak Tua, anakku adalah ketua BLUE BLOOD yang sebenarnya!!"teriak Regita.
"Ck, percaya diri sekali Anda!!"sahut Fabian.
"Cukup dramanya, pengawal!!"teriak Earth.
"Tuan Muda.."sahut beberapa pengawal menghadap Earth lalu membungkukkan tubuh.
"Gantung mereka dengan posisi terbalik, masukkan bagian kepala mereka ke dalam kolam piranha peliharaan adikku!!"titah Earth.
"Baik, Tuan Muda!!"jawab mereka serempak.
Ke enam orang itu mencoba meronta-ronta untuk melepaskan diri dari pegangan para pengawal berbadan kekar itu. Namun sia-sia karena mereka kalah tenaga. Satu persatu mereka diikat dengan posisi terbalik dan kepala hingga leher mereka dimasukkan ke dalam kolam piranha peliharaan Dazian.
"Yo.....my friends berpestalah!!"sorak Dazian melihat gerombolan piranha itu mulai berlalu lalang di sekitar kepala ke enam orang itu.
Dengan susah payah mereka berupaya agar kepala mereka tetap berada di atas permukaan air. Berusaha agar gigi tajam milik ikan predator itu tidak menyentuh tubuh mereka.
"Aaaa..... Mommy tolong..!!"teriak Mia dan Angel karena beberapa ekor ikan itu menyangkut di rambut mereka.
Sedangkan pasangan Opa dan Oma mereka terlihat hampir pasrah dikarenakan tenaga sudah tidak ada lagi.
"Wah perjuangan yang amat menguras air mata!!"ejek Dazian pada ke enam orang itu.
__ADS_1
Mereka tidak mampu menjawab perkataan Dazian lagi, bisa bernafas dengan lancar saja itu sudah bagus.
"Jika mereka sudah menyerah dengan hidup mereka maka turunkan mereka ke dalam kolam itu!!"titah Earth pada para pengawalnya.
"Tolong lepaskan kami...hiks hiks....!!"ujar Regita memohon.
"Akhirnya Nyonya Regita yang angkuh ini memohon untuk dilepaskan, tapi ini sudah sangat terlambat Nyonya, jika kau bisa cobalah lepaskan dirimu sendiri jika berhasil kau akan kuampuni!!"kata Earth dengan satu sudut bibir terangkat.
Teriakan orang-orang itu menggema di ruang penyiksaan markas FIRE DRACO, terdengar memilukan. Para pengawal bergidik ngeri dengan penyiksaan itu. Digantung dengan posisi terbalik akan sangat tersiksa apalagi mengupayakan agar kepala tetap berada di atas permukaan air agar tidak jadi santapan ikan-ikan ganas itu.
"Bagaimana mereka bisa lepas, jika pun lepas dari ikatan rantai yang membelenggu kaki mereka maka mereka akan tercebur ke kolam piranha itu!!"terdengar bisik-bisik para pengawal di ruangan penyiksaan itu.
"Tolong lepaskan, saya tidak sanggup lagi!!"ucap Opa Rheinald dengan suara yang terdengar semakin pelan.
"Ooooo tidak sanggup lagi ya,....!"
"Byuuuuur"
Fabian memberikan aba-aba pada pengawal untuk melepaskan ikatan pada kaki Opa Rheinald begitu saja hingga tubuhnya menjadi sasaran empuk para predator kecil itu.
"Aghhhhhhhhh"
"Suamiku/Dad/Opa........!!"teriak mereka bersamaan.
"Pemandangan yang mengharukan."ujar Fabian.
"Kalian baj*ngan dasar monster!!"teriak Oma Rose sambil terisak.
"Kau salah Nyonya, kami bukan Monster kami hanya iblis kecil yang terus tumbuh berkat orang-orang seperti kalian yang terus datang dalam kehidupan kami!!"ujar Jo tersenyum smirk.
"Itu benar Dek, semakin banyak orang seperti mereka memasuki kehidupan kita maka kita akan semakin cepat dewasa lalu mengasah taring dan cakar kita!!"sahut Fabian.
"Ha.....ha.....ha.....ha.......!!"ke empat singa itu tertawa bersamaan dan terdengar mengerikan bagi orang yang mendengarnya.
Ke empatnya masih berdiri di sekeliling kolam kaca yang berisikan ratusan ikan piranha yang masih kelaparan itu.
Dazian memberikan aba-aba agar pengawalnya menjatuhkan tubuh Tom, laki-laki yang mencoba merusak sang adik dan byuuuuur........
Tubuh Tom pun langsung disambut oleh ratusan piranha lapar itu.
"Aghhhhhhhhh"
"Tom/Bang......!!"kembali terdengar teriakan histeris dari para wanita yang menangisi tubuh yang tengah dicabik oleh kumpulan piranha lapar itu.
"Ha......ha.....ha......ooo sepertinya kalian sangat menikmati makanan malam kalian teman-temanku!!"ujar Dazian sambil tertawa.
Daddy Kenneth memijit pelipisnya pelan.
"Sarah mereka benar-benar definisi iblis berwujud manusia!! Lihatlah bungsu kita bahkan tidak ada rasa kasihan sedikit pun terlihat di matanya!!"bathin Daddy Kenneth yang melihat binar kesenangan di mata ke empat anaknya saat menyiksa orang-orang itu.
Satu persatu tubuh dari para wanita itu pun berjatuhan ke dalam kolam itu dan tak menunggu lama tubuh mereka pun tercabik-cabik oleh kawanan piranha ganas itu.
"Apa kalian senang??"tanya Daddy Kenneth pada ke empat anaknya.
"Tentu saja, Dad. Rintihan dan teriakan mereka terasa amat menyenangkan untuk didengarkan."sahut Jo.
"Benar, ha...ha...ha..kesombongan wanita itu dilahap oleh peliharaanku Dad, lihatlah wanita itu sudah pucat pasi seperti mayat hidup!!"tunjuk Dazian pada Regita, satu-satunya mainan mereka yang masih tersisa.
Lagi Daddy Kenneth memijit pelipisnya pelan, melihat kesenangan membunuh menjadi bagian dari jiwa putra putrinya.
"Four psychopathic brothers!!"ujar Opa William pada ke empat bersaudara itu.
__ADS_1