
Setelah mengambil microphone yang diberikan oleh crew sound system tadi Daddy Kenneth mulai bicara.
"Perkenalkan saya Kenneth Leonhart, saya adalah ayah dari Jonathan, vokalis band Alphacino. Dan laki-laki yang pertama menemani putri saya bernyanyi tadi adalah putra sulung saya Earth. Lalu yang berdiri di kiri kanan Jo adalah anak kedua saya, Abang kembarnya Jonathan!!"ujar Daddy Kenneth.
"Ohhhh Abangnya ternyata"
"Masih ada kesempatan kita"
"Mari berjuang, aku padamu Jo"
Begitulah beberapa suara yang terdengar oleh Daddy Kenneth yang berasal dari para penonton yang mungkin itu adalah fans sang putri.
"Dan satu lagi, laki-laki kedua yang menemani putri saya bernyanyi tadi adalah kekasihnya, Xander!!"ujar Daddy Kenneth melihat ke arah Xander yang sedang misuh-misuh.
Xander pun melangkah ke stage dan berdiri di samping Fabian.
"Yah.......kena PHP kita!!"
"Potek lagi hatiku"
"Malang nian nasibku..."
"Patah hati berjamaah........"
Sorak salah seorang dari kerumunan penonton hingga membuat yang lainnya terkekeh-kekeh mendengar teriakan pemuda itu.
Jo sendiri merasa aneh dengan tingkah para penonton itu.
"Guys sebelah sayap Daddy memang telah patah sejak kepergian Mommy kalian. Dan maafkan Daddy karena tak bisa seperti ayah teman-temanmu yang lain. Akan tetapi, walau pun hanya dengan sebelah sayap Daddy, Daddy berjanji untuk memberikan segala yang terbaik yang bisa Daddy persembahkan, sebelum Daddy beranjak pergi."ujar Daddy Kenneth menatap ke empat anaknya.
Jo dan ke tiga Kakaknya menangis sesenggukan mendengar ungkapan hati Daddy Kenneth, begitu pun dengan para penonton yang saat ini masih setia mengikuti acara hingga akhir.
Jo memeluk erat Daddy Kenneth.
"We love you, Dad!!"ujar Earth pada Daddy Kenneth.
"I love you more, guys!!"sahut Daddy Kenneth memeluk anak-anaknya tak kalah erat.
Jo dan ke tiga Kakaknya memeluk sang Daddy dengan begitu erat dan penuh kasih sayang. Ya kasih sayang seorang ibu memang sepanjang jalan namun dengan adanya kasih sayang seorang ayah maka seorang anak tidak akan kesepian melalui sepanjang apapun jalan kehidupannya.
Para member Alphacino pun menitikkan air mata, bersyukur mereka masih memiliki orang tua yang lengkap. Namun mereka salut dengan Jo di usia yang masih muda ia tampak selalu ceria dan tumbuh menjadi gadis yang mandiri dan memiliki jiwa sosial dan setia kawan yang tinggi.
"Baiklah, ternyata salah satu peserta lomba band antar sekolah tahun ini adalah anak dari salah seorang sponsor kita. Tapi salut ya dengan Jonathan walau pun dengan keluarga yang memiliki kedudukan tinggi dia tetap rendah hati."ujar MC itu memuji Jo.
__ADS_1
Yang dipuji hanya nyengir kuda.
Usai acara ingus-ingusan tersebut Jo dan Alphacino melayani beberapa fans mereka yang ingin foto bareng. Xander, Andre dan Varo dibuat seperti cacing kepanasan karena tidak terima pujaan hati mereka diapit oleh laki-laki lain.
Sebenarnya hal itu juga berlaku untuk Daddy Kenneth dan juga ke tiga Kakak Jo tapi mau bagaimana lagi, resiko punya kesayangan orang terkenal.
Saat mereka akan pulang, Lucas datang menghampiri Jo dan membisikkan sesuatu.
Netra mata Jo langsung berubah, hilang sudah Jonathan yang imut.
"Sekarang dia di mana?"tanya Jo.
"Saya membawanya ke rumah sakit milik keluarga Anda, Jo."sahut Lucas.
"Baik, makasi Bang udah bantuin gue. Gue mau kasih tau yang lain dulu!!"kata Jo.
"Baik, Abang pergi dulu!!"kata Lucas lalu segera menaiki kuda besinya.
"Bee ada apa??"tanya Xander yang menangkap ada hal yang tidak beres dari reaksi wajah Jo tadi.
"Al kecelakaan Bang, dan itu disengaja!!"jawab Jo singkat.
"Apa Cil?? Terus gimana keadaan Al??"tanya Nando cemas.
"Apa?"jerit Sabahat Jo yang lain.
"Bisa kita ngeliat dia sekarang Jo!!"kata Ryu.
"Belum, dia belum sadar tapi jangan cemas dia akan dirawat dengan baik di sana!!"kata Jo.
"Jadi sekarang gimana?"tanya Dwi.
"Kita pulang dulu, ntar kalau ada perkembangan gue kasih tau!!"kata Jo pada teman-temannya.
Mereka pulang dengan tidak bersemangat, memang mereka memenangkan lomba itu namun mendengar salah seorang teman mereka sedang terkapar di rumah sakit seolah tidak ada arti kemenangan itu untuk mereka.
"Baby, ayo pulang!!"ajak sang Daddy pada Jo.
"Daddy sama Abang pulang aja duluan Jo mau ke markas ketemu Bang Lucas!!"kata Jo.
"Abang temani??"kata Fabian.
"Nggak usah Bang, sendiri aja. Ntar kalau ada apa-apa Jo kasih tau Abang!!"kata Jo menaiki motornya.
__ADS_1
Jo segera melajukan motornya dengan kecepatan tinggi, Xander merasa ada yang disembunyikan oleh sang kekasih, ia pun berniat untuk mengikutinya.
"Uncle, saya pergi dulu!!"kata Xander lalu segera menaiki motornya dan diangguki oleh Daddy Kenneth. Daddy Kenneth sendiri paham apa yang akan putrinya lakukan, ia pun mengutus beberapa bodyguard untuk memantau dari jauh ya walau pun ia tau Xander akan mengikuti Jo. Tapi berjaga-jaga tidak ada salahnya bukan????
"Ayo pulang..!"ajak Daddy Kenneth pada ke tiga bujangnya.
"Kalau cuma ngerusak barang gue, gue nggak bakalan ambil pusing, tapi ini Lo udah bikin teman gue celaka. Tunggu aja bagian Lo!!"ujar Jo dengan emosi yang meluap-luap.
Jo pergi ke markas BLUE BLOOD, di sana ia mengganti pakaiannya lalu memakai masker dan mengganti motornya dengan motor lain tak lupa ia membawa sebuah tongkat baseball.
"Let's play, bastard!!"kata Jo mulai memacu motornya.
Sebuah Toyota Camry berwarna silver metalik sedang meluncur bebas di jalan ibu kota. Nampak seorang remaja putri sedang menyanyi kegirangan di dalam mobil tersebut. Namun tiba-tiba saja sebuah motor sport hitam menghadang mobil itu dan membuatnya berhenti mendadak.
"Woi, minggir brengs*k!!!"teriak si gadis yang ada di dalam mobil itu.
Namun sayang sang pengemudi motor tidak berkutik sama sekali. Ia acuh dan menatap tajam ke arah pengemudi mobil.
Kesal sebab perkataannya tidak dituruti akhirnya si pengemudi mobil keluar dari mobilnya sambil berkacak pinggang.
"Heh, Lo budek ya minggir gue bilang. Mau gue matiin Lo??"teriaknya di hadapan pengemudi motor itu.
Sang pengemudi motor akhirnya turun dan mendekat ke arah pemilik mobil tadi lalu merekat kuat rahangnya.
"Sa...kit annnj*ng, lllep..as!!"kata si pemilik mobil meronta-ronta minta dilepaskan.
Lalu si pemilik motor dengan santai melepas cengkeramannya lalu mengeluarkan tongkat baseball dari punggungnya.
Tanpa ba bi bu ba si pemilik motor menghantam kedua kaki si pemilik mobil.
"Aghhhhhhhhh...ampun tolong....to...long!!"jerit gadis itu namun sayang tidak ada satu pun orang yang lewat di jalan itu.
Sedangkan si pemilik motor terus membabi buta memukuli kaki gadis itu hingga si gadis itu terkapar tidak berdaya.
Dengan langkah santai si pemilik motor kembali ke motornya.
"Lo bikin patah satu kaki teman gue, maka gue bikin kedua kaki Lo nggak bisa digunain selamanya!!"ujar pemilik motor itu yang tak lain adalah Jo.
Setelahnya Jo pun meninggalkan gadis yang sudah terkapar itu sendirian.
"Ternyata lebah kecilku menakutkan jika sudah diganggu!!"ujar seorang laki-laki yang dari tadi membuntuti kekasih hatinya.
Sambil tersenyum ia pun meninggalkan tempat itu dan mengawasi sang kekasih dari jauh.
__ADS_1