Bangkitnya Si Bungsu Leonhart

Bangkitnya Si Bungsu Leonhart
Pertunangan Yang Ntahlah....


__ADS_3

Usai menenangkan dan mengobati tangan Jo Xander kembali pulang ke mansion Dirgantara. Dengan wajah memerah Xander bergegas masuk ke kamarnya. Tak lama Xander keluar dan melangkah menuju kolam renang. Menyelam......


Itu satu-satunya hal yang bisa menenangkan pikiran dan hatinya saat ini. Sebenarnya Xander menyesal menyuruh Jo menerima pertunangan itu namun apa boleh buat nyawa ribuan orang sedang dipertaruhkan kini. Dan Xander pun belum mendapatkan solusi dari masalah yang saat ini tengah dihadapinya.


Pak Edward yang kebetulan baru pulang dari menjalankan misi, kaget melihat kebiasaan lama Xander kembali terulang.


"Ada apa kali ini??"bathin Pak Edward melangkah ke arah kolam renang.


Cukup lama Pak Edward menunggu Xander untuk kembali muncul ke permukaan. Sekitar satu jam kurang kemudian barulah Xander keluar dari dasar kolam renang.


"Boy, kau kenapa??"tanya Pak Edward pada sang anak.


"Pi, kekasihku akan bertunangan dengan orang lain!!"kata Xander sambil menunduk.


Pak Edward cukup kaget mendengar itu, karena Daddy Kenneth tidak pernah bercerita mengenai hal itu pada Pak Edward.


"Maksudmu, Boy??"tanya Pak Edward tidak paham.


"Perjodohan Jo dengan anak ketua klan BLACK STONE!!"jawab Xander.


"Jadi, apa yang akan kau lakukan. Apa kau akan menyerah??"tanya Pak Edward pada Xander.


"Tidak Dad, aku menyuruh Jo menerima pertunangan itu saat ini. Namun aku akan mencari cara agar pertunangan itu bisa batal!!"kata Xander lagi.


"Nah, itu baru anak Papi. Jangan melow kalau Ken saja merestuimu kenapa kau memikirkan orang lain. Papi saja dulu sulit mendapatkan restu dari Kakek dan Nenekmu tapi see usaha tidak akan mengkhianati hasil, Boy!!"kata Pak Edward menyemangati Xander.


"Thanks Pi, Xander akan berusaha mendapatkan Jo. Jo hanya milikku!!"ujar Xander.


"Bagus, jangan hanya untuk menguliti musuh saja kau keluarkan jiwa psykopatmu, tapi pergunakan juga untuk menjaga jodohmu. Bocah ambekan!!"kata Pak Edward lalu melangkah pergi meninggalkan Xander sendiri.


Xander menatap punggung Pak Edward hingga tidak nampak lagi. Itu lah yang membuat hubungan keduanya begitu erat. Saling menguatkan dan saling menyemangati satu sama lain.


Sedangkan Jo saat ini tengah tertidur karena merasakan kepalanya yang pusing karena emosinya tidak lepas seluruhnya.


Pagi ini meja makan kediaman Daddy Kenneth tidak ceria sama sekali, karena si bungsu yang hanya diam menatap sarapan yang sudah tersedia di hadapannya. Pikiran Jo mumet karena nanti malam acara pertunangannya akan dilangsungkan.


"Baby, kau yakin dengan keputusan ini??"tanya Daddy Kenneth pada Jo.


"Bang Xander menyarankan seperti itu, Dad. Katanya biarkan saja berjalan dulu dan hubungan kami pun akan tetap berjalan seperti biasa!!"jawab Jo dengan tenang.


"Dek kalau nggak mau jangan dipaksain, Abang sanggup meratakan mereka dengan tanah jika berani menyentuhmu!!"ujar Fabian emosi.


"Sementara biar saja seperti ini dulu Bang, seperti kata Bang Xander, nanti kita akan cari cara untuk membatalkan pertunangan ini!!"ujar Jo.


"Jika kau ingin menundanya ini bisa dilakukan, Jo!!"kata Papa Jacob pada Jo.


"Tapi apa kalian berdua mengetahui tentang perjodohan putriku ini, Jacob Dion??"tanya Daddy Kenneth pada keduanya.


"Sejujurnya kami kaget sewaktu Tuan William datang dan mengatakan kalau Jo telah terikat pertunangan dengan anak dari ketua BLACK STONE Bang, karena Nyonya Sarah tidak pernah membahas ini dengan kami. Tapi mungkin ketua terdahulu ayah dari mendiang Nyonya Sarah yang mengaturnya dan ini hanya diketahui oleh Tuan William sebagai Underboss di BLUE BLOOD!!"jelas Papa Jacob.

__ADS_1


"Sudah kita ikuti saja dulu!!"kata Jo dengan raut wajah tenang.


Ke enam laki-laki itu melihat si bungsu dengan berbagai tatapan yang sulit diartikan.


Sedangkan Andre saat ini tengah misuh-misuh di kos-kosan Butet.


"Jadi rencana Abang apa??"tanya Butet yang tadi sangat terkejut mendengar kalau kekasihnya telah dijodohkan sejak kecil.


"Abang tidak mau ngejalanin pertunangan ini, Tet. Abang tidak suka dipaksa kamu tau itu kan??"tanya Andre yang tidur di paha Butet.


"Bang, ikuti saja dulu kita lihat nanti akan berjalan sampai di mana. Toh kita masih satu sekolah bukan?? Lagian belum tentu gadis yang dijodohkan dengan Abang menerima juga pertunangan ini bukan. Ini zaman modern Bang bukan zaman Siti Nurbaya lagi. Gadis-gadis sekarang pantang untuk dikekang apalagi soal perjodohan!!"kata Butet mengelus lembut kepala Andre.


Setidaknya itu bisa membuat Andre sedikit tenang kemudian tertidur di paha Butet.


Malam ini acara pertunangan Jo dengan anak dari ketua BLACK STONE akan dilangsungkan. Ketua lama BLACK STONE mengundang semua petinggi mafia dan organisasi bawah lainnya. Sedangkan Daddy Kenneth tidak mengundang siapa pun karena ini pertunangan ini bukan keinginan putrinya.


"Kau siap, Baby??"tanya Daddy Kenneth pada Jo yang malam itu terlihat sangat cantik menggunakan dress selutut. Xander tersenyum melihat kekasihnya yang terlihat sangat berbeda dari yang biasa ia lihat, namun senyum itu seketika berubah sendu mengingat malam ini gadis yang menjadi pelabuhan cinta pertamanya itu akan bertunangan dengan orang lain. Pak Edward menepuk bahu sang putra memberi kekuatan pada sang putra.


Jo menggandeng lengan sang Daddy dan masuk ke mobil. Sedangkan ke tiga Kakaknya memilih satu mobil dengan Xander.


"Bang, Lo nggak bisa apa cegah pertunangan ini??"tanya Dazian pada Xander.


"Abang ingin, Daz. Tapi kita pikirkan cara yang lebih baik untuk membatalkannya, sekarang biar berjalan sebagai mana harusnya!!"kata Xander memberi pengertian pada Dazian.


Dazian berdecak kesal mendengar semua itu.


Tidak lama mereka sampai di hotel tempat acara pertunangan itu akan berlangsung.


"Ayo Baby!!"ajak sang Daddy.


Jo turun dan kembali menggandeng lengan sang Daddy. Semua mata menatap rombongan itu tanpa kedip, benar-benar sosok paripurna. Apalagi ke tiga Kakak Jo dan juga Xander.


"Cantik sekali calon tunangan Tuan Muda Alister ini!!"terdengar bisik-bisik para tamu yang mayoritas adalah para petinggi mafia.


"Lihat saja ayah dan kakaknya, benar-benar bibit yang sempurna!!"tambah yang lain.


Tak lama rombongan Andre pun sampai, Butet pun turut datang dalam acara pertunangan itu.


Ketika rombongan itu sampai di stage acara akan dilangsungkan, kedua rombongan itu saling menatap lama, apalagi Xander, Andre, Jo dan Butet.


"Xander, Jo??"panggil Andre kaget.


"Bang Andre, Butet?"sahut Jo dengan mata melotot.


"Kamu mengenalnya, Baby??"tanya Daddy Kenneth.


"Mereka teman dan Kakak tingkat Jo, Dad!!"jawab Jo.


Hati Xander dan Butet hancur bukan main melihat kenyataan jika kekasih mereka akan bertunangan dengan sahabat dekat mereka.

__ADS_1


"Pa, apa-apaan ini??"bentak Andre pada sang ayah.


Tuan Alister hanya bisa menghela nafas panjang melihat kemarahan dan pemberontakan di mata Andre.


"Pa , kau tau dia adalah kekasih temanku, dan juga teman kekasihku!!"ujar Andre dengan penuh amarah pada sang ayah.


"Boy, maafkan Papa kami tau kau sangat mencintai Butet, begitu pun kami sangat menyukainya tapi ini telah lama diatur oleh kakek mu dan itu pun tanpa setau kami, nak!!"ujar Tuan Alister mencoba menenangkan Andre.


Jo hanya diam melihat semua itu, sedangkan Xander mencari cara untuk melepaskan segala amarahnya saat ini. Kekasihnya akan bertunangan dengan sahabat dekatnya, begitu pun Butet tidak menyangka akan hal itu.


Namun perdebatan itu terhenti karena suara dari MC yang mengambil alih acara dan mulai membuka acara pertunangan itu.


"Baik, malam ini kita akan menyaksikan acara pertunangan antara ketua BLUE BLOOD Jonathan Aurelia Voultury Anderson dengan putra dari ketua BLACK STONE Andre Novero Alister."ujar sang MC memulai acara pertunangan itu seraya memperkenalkan Jo dan Andre.


Kakek Andre, Tuan Albert Novero Alister menggiring kedua remaja itu ke tengah stage untuk melakukan acara pemasangan cincin pada kedua remaja itu.


" Dan inilah acara yang kita tunggu sedari tadi pemasangan cincin oleh kedua calon pasangan ini!!"kata MC itu memimpin acara penyematan cincin.


Saat mengambil cincin itu dari kotaknya Andre melihat ke arah Xander dan Butet secara bergantian, wajah Xander yang merah padam dan mata Butet yang mulai berkaca-kaca membuat Andre semakin frustasi sedangkan Jo terlihat sangat santai lalu melihat ke arah Xander dengan mengangkat satu bibirnya seolah mengisyaratkan sesuatu, begitu yang ditangkap oleh Xander.


"Lakukan Boy, atau kau ingin wajah cantik kekasihmu hancur!!"ancam sang kakek pada Andre.


Dengan sangat terpaksa Andre mengambil tangan Jo, tangannya bergetar hebat matanya pun berkunang-kunang karena kepalanya sangat pusing saat ini.


Namun saat Andre akan menyematkan cincin itu, sebuah suara menghentikan acara pertunangan itu.


"Tunggu......!!"interupsi seorang remaja perempuan yang datang bersama seorang laki-laki dewasa.


"Acara ini tidak bisa diteruskan, laki-laki ini telah menghamiliku!!"tunjuk remaja perempuan di wajah Andre sambil melemparkan beberapa lembar foto yang memperlihatkan mereka berdua berada di sebuah kamar hotel tanpa sehelai benang pun.


Semua tamu yang hadir berbisik-bisik mengenai hal yang baru saja mereka dengar


"Kasihan banget calon tunangannya, dapat laki-laki brengs*k seperti itu!!"begitu beberapa suara terdengar diantara para tamu malam itu.


Keluarga Alister terkejut bukan main apalagi Butet yang shock hingga pingsan dan untung saja segera ditangkap oleh Xander.


"Plaaaaak!!"


"Cucu kurang ajar, bisa-bisanya kau melakukan itu!!"bentak sang Kakek murka.


Tuan Keanu Novero Alister pun ingin menghajar anak laki-lakinya itu namun dicegah oleh Jo sambil menggelengkan kepalanya.


"Bubar......!!"bentak sang Kakek pada semua tamu yang telah hadir.


Saat para tamu ingin meninggalkan hotel mewah itu, Jo menghentikan mereka.


"Semua berhenti di tempat atau kuledakan kepala kalian!!"ujat Jo menatap para tamu dengan aura hitamnya. Earth dan si kembar pun segera melangkah ke samping sang adik untuk memperkuat posisi Jo saat itu.


Para tamu kembali ke tempat mereka masing-masing.

__ADS_1


"Ada apa ini?? Apa ketua BLUE BLOOD benar-benar akan membunuh kita semua??"ujar para tamu samar-samar terdengar oleh Jo.


Keadaan hening dan semakin mencekam. Karena Jo menatap mereka dengan tatapan ingin membunuh.


__ADS_2