Bangkitnya Si Bungsu Leonhart

Bangkitnya Si Bungsu Leonhart
Kedatangan Empat Lelaki Leonhart


__ADS_3

Hari ini Jo dan ke tiga kakaknya libur sekolah karena kejadian kemarin. Daddy Kenneth sengaja mengizinkan mereka berempat libur sebagai ucapan terima kasih. Saat ini mereka berempat sedang bermalas-malasan di kamar si sulung menonton film ejen Ali kesukaan Jo. Tiba-tiba notifikasi pesan di handphone Jo berbunyi. Itu berasal dari Nando.


Nando Big Bro


"Little Sista, besok kita bakal ngikutin *** (kemah bakti taruna). Jadi besok bawa perlengkapan kemping dan barang-barang yang nanti bakal Lo butuhin."


Begitu bunyi pesan yang masuk ke handphone milik Jo.


"Astaga, bagaimana ini Bang???"ujar Jo panik.


"Adek kenapa??"tanya Earth melihat sang adik panik.


"Besok Jo harus ikut kemping, pemberitahuannya kemarin pas Jo nggak ada di sekolah. Jo harus nyiapin perlengkapannya sekarang!!"kata Jo kabur dari kamar Earth.


"Ayok bantuin Adek!!"ujar Fabian menarik tangan sang kembaran dan si sulung.


Kedua saudaranya pun mengekor di belakang Fabian. Setelah sampai di kamar Jo ke tiganya kaget melihat kamar sang adik seperti kapal pecah.


"Adek, apa-apaan ini??'seru Dazian melihat barang-barang sang adik berserakan di lantai.


"Dek, kemah itu nggak bawa barang sebanyak itu juga!!'seru Earth mengemasi barang sang adik yang berserakan.


"Jadi bawa apa aja, Bang??"tanya Jo pada Earth.


"Ya bawa kebutuhan yang penting aja, pakaian seperlunya, cemilan, jaket, dan juga keperluan khusus perempuan. Untuk jaga-jaga!!"ujar Earth.


"Oh.......gitu kok Abang tadi nggak ngomong sama Jo!!"ujar Jo dengan nada protes.


"Lah kan Adek main kabur aja dari kamar Abang tadi!!"kata Earth menjepit gemas hidung mancung milik sang adik.


"Benar juga, Jo kok lupa ya??"gumam Jo sendiri.


Si kembar menepuk jidat bersamaan melihat Jo yang tadi panik over load sekarang malah terlihat acuh akut.


Jo yang dibantu Earth telah selesai menyiapkan segala kebutuhan kemahnya. Tinggal cemilan saja.


"Bang, Jo ke supermarket sebentar ya. Beli beberapa cemilan untuk dibawa!!"kata Jo pada Earth.


"Abang ikut, sekalian kita nongkrong!!"ujar Dazian dan disetujui kedua saudaranya yang lain.


Setelah bersiap ke empat singa muda itu pun melangkah turun menuju garasi. Ketika melintasi ruang keluarga terlihat Aunty Anneth dan Clara yang duduk dengan kondisi wajah yang memprihatinkan. Aunty Anneth menatap nyalang ke arah Jo. Jo bukannya takut malah tersenyum tipis.


"Apa, mau dicolok tu mata??"kata Dazian jengah melihat Aunty Anneth yang sok iyes.

__ADS_1


Clara melayangkan tatapan permusuhan ke arah Jo. Jo menyikapinya dengan santai. Dan terus melangkah bersama ke tiga kakaknya.


"Awas aja Lo Jo, gue bakal balas semua rasa sakit gue ini!!"gumam Clara terus memperhatikan Jo hingga tidak terlihat lagi.


"Mom, sampai kapan kita akan seperti ini. Clara lelah Mom!!"ujar Clara memegangi pipinya yang sakit karena bicara.


"Sampai Daddymu mengizinkan kita untuk keluar dari sini!!"ujar Aunty Anneth.


"Maksud Mommy??"tanya Clara.


"Daddymu bilang kita harus mendapatkan kepercayaan Uncle Ken bagaimana pun caranya!!"ujar Aunty Anneth.


"Dan yang terpenting perusahaan dan klan FIRE DRACO harus segera jatuh ke tangan kita."tambah Aunty Anneth.


"Mom, kenapa ambisi kalian sebesar itu. Apa kalian tidak kasihan melihat keadaanku sekarang?? Sudahlah Mom cari cara lain atau orang lain untuk melanjutkan ambisi gila ini!!"ujar Clara.


"Bagaimana pun Mommy harus mendapatkan Kenneth, Clara. Apa pun caranya!!"tegas Aunty Anneth.


"Perjuangan yang mengharukan!!"gumam seseorang.


Jo bersaudara saat ini tengah bersenda gurau di sebuah supermarket sembari memilih beberapa makanan yang akan dibawa saat kemping nanti.


Usai membeli semua keperluannya, Jo mengajak ke tiga kakaknya untuk pergi ke kantor Daddy Kenneth karena sebentar lagi waktu makan siang. Ke tiga kakaknya mengiyakan keinginan sang adik. Lagian sudah cukup lama mereka tidak makan siang bersama. Karena kesibukan masing-masing. Apalagi selama tiga hari ke depan sang adik akan berada jauh dari mereka untuk mengikuti kegiatan kemah di sekolahnya.


Earth melajukan mobilnya menuju kantor sang Daddy dengan kecepatan sedang. Di mobil mereka saling melepas candaan dan menjahili si bungsu. Tak sadar mereka telah sampai di kantor Daddy Kenneth.


Semua mata karyawan tertuju pada ke empat singa muda itu. Jelmaan dewa dewi, begitu isi pikiran mereka. Keturunan Leonhart eh Daddy Kenneth memang tidak ada cacatnya.


"Mba, Daddy ada di ruangannya nggak??"tanya Jo.


"Eh Jo, Tuan Kenneth ada di ruangannya hanya saja dia sedang menerima tamu!!"ujar sang asisten.


"Ok, makasi Mba!!"ujar Jo lanjut berjalan bersama ketiga kakaknya.


"Sama-sama, Jo!!"ujar sang asisten kembali melanjutkan pekerjaannya.


Ke empatnya sampai di depan ruangan Daddy Kenneth, Jo mengetuk pintu ruangan Daddy Kenneth.


"Tok.......tok........tok"


"Masuk!!"


Ke empatnya masuk ke ruangan Daddy Kenneth, terlihat ada empat orang laki-laki duduk di ruangan Daddy Kenneth.

__ADS_1


"Siang, Pak Tua!!"ujar Dazian pada sang Daddy.


"Siapa yang kau panggil Pak Tua, bocah??!!"jengkel Daddy Kenneth.


"Tentu saja kau Dad, siapa lagi??"kata Dazian tanpa rasa bersalah.


"Oh ada keluarga besar Leonhart di sini rupanya!!"ujar Fabian menyindir ke empat laki-laki yang menjadi tamu Daddy Kenneth.


Daddy Kenneth pun hanya diam mendengar sang anak mengoceh, karena dia sendiri pun jengah dengan keluarganya itu.


"Dad, ayo makan siang!! Aku tidak ingin kau sakit di masa tuamu nanti!!"kata Earth melihat ke arah Opa Steven.


"Baiklah, kita makan siang sekarang. Maaf Tuan-tuan sepertinya obrolan kita cukup sampai di sini!!"kata Daddy Kenneth berdiri dari kursi kebesarannya.


Namun Opa Steven mencekal tangan Daddy Kenneth.


"Ken, Papa mohon bantulah perusahaan Papa dan Kakak mu Reagan."mohon Opa Steven.


"Daddy tidak berhak memutuskan itu, karena perusahaan ini sekarang telah berada di bawah kuasa Jonathan."Fabian menyahuti permintaan Opa Steven.


Jo hanya diam tidak memberi jawaban. Bahkan menatap ke arah mereka pun Jo seakan tidak berniat.


"Sudahlah Dad, ayo makan siang. Karena besok Adek akan pergi kemping. Jadi kita harus membantu menyiapkan perlengkapannya!!"ujar Dazian.


"Tapi tadi..........."ucapan Jo terhenti karena Fabian menutup mulut sang adik dengan tangannya dan menarik sang adik keluar agar sang Daddy segera mengikuti mereka.


Earth dan Dazian paham dengan kode dari Fabian mereka pun berjalan keluar ruangan Daddy Kenneth.


"Kalian sudah dengar bukan. Aku hanya menjalankan perusahaan ini. Semua keputusan ada di tangan Jonathan. Sekarang aku pergi dulu menyusul anak-anakku."kata Daddy Kenneth meninggalkan ke empat laki-laki itu.


Daddy Kenneth segera melangkah keluar dari ruangannya dan bergabung dengan ke empat anaknya.


"Untung kalian datang, akhirnya Daddy bebas dari rongrongan mereka!!"kata Daddy Kenneth.


"Daddy saja yang lemah, bilang saja seperti yang dibilang Bang Fabian tadi habis perkara!!"ketus Dazian berjalan mendahului mereka.


"Iya...ya kenapa Daddy nggak kepikiran ya??"gumam Daddy Kenneth.


Ke tiga putranya menatap malas melihat reaksi Daddy Kenneth yang membuat mereka ingin muntah darah itu sedangkan Jo tertawa melihat aksi kakak dan Daddy nya itu.


"Sekarang bagaimana, Pa?? Aku tidak ingin perusahaan yang kubangun hancur begitu saja."ujar Uncle Reagan frustasi.


"Kalian harus mendapatkan maaf dari Jo!!"ujar Uncle Rocky.

__ADS_1


"Rasanya itu akan sangat sulit, mengingat semua perlakuan kita selama ini padanya dan juga Ken!!"ujar Uncle Rafael.


Serentak mereka menarik nafas panjang memikirkan cara mendapatkan maaf dari Jo. Karena tidak ada tempat lain lagi untuk meminta bantuan. Mereka mendatangi Daddy Kenneth karena yakin Daddy Kenneth akan mau membantu mereka namun kenyataan yang ada malah menghancurkan harapan mereka. Karena Jo lah pemilik perusahaan itu sekarang. Kasihan........


__ADS_2