Bangkitnya Si Bungsu Leonhart

Bangkitnya Si Bungsu Leonhart
Leonhart Mencari Maaf


__ADS_3

Jam pulang sekolah akhirnya tiba. Para taruna Taruni keluar kelas dengan rapi. Jo melangkah ke parkiran mengambil Si Black motor kesayangannya.


"Black gue kangen!!"kata Jo mengelus sayang motornya.


"Idih Jo motor dielusin, nggak banget dah Lo!!"ejek Al.


"Bodo amat, nggak usah resek deh lu! Dah gue balik dulu, caow!"kata Jo menyalakan motornya lalu meninggalkan lingkungan sekolah.


Jo menikmati suasana sore sepulang sekolah, cukup melelahkan ternyata setelah mengikuti kelas renang. Jo terus melajukan motornya namun tiba-tiba Jo merasa ada yang mengikutinya. Jo terus menjalankan motornya seolah ia tidak tau kalau sedang diikuti. Pada akhirnya para penguntit itu menghadang Jo di tengah jalan.


"Ikut kita!!"kata laki-laki bertubuh besar pada Jo.


"Ikut Lo, ke mana??"kata Jo menaikan sebelah alisnya dengan tangan bersidekap di dada.


"Nggak usah banyak bacot, ikut baik-baik atau kita paksa!!"kata laki-laki itu lagi.


"Nggak mau....."kata Jo.


Perkelahian antara Jo dan para penguntit itu pun tidak dapat dielakkan. Para penguntit itu cukup kewalahan menghadapi Jo.


"BUGHHHHH"


"SRAAAAAAK"


Suara pukulan dan patahan tulang terdengar selama perkelahian itu berlangsung. Tiba-tiba saja salah seorang penguntit itu mengambil balok kayu dan berniat memukul Jo secara diam-diam. Namun sebuah tangan kekar berhasil menahan balok kayu tersebut sebelum mendarat di kepala Jo.


"Banci, udah keroyokan curang lagi!!"terdengar suara Husky seorang laki-laki yang sangat Jo kenal.


Xander......


Jo menoleh ke belakang, dan benar saja Xander lah yang menahan balok kayu yang hampir landing di kepala Jo tadi. Keduanya pun tanpa membuang waktu segera membabat habis para penguntit itu.


"Thanks Bang Xander, udah bantuin Jo!!"ujar Jo tulus.

__ADS_1


"No problem, ayo Abang antar pulang!!"kata Xander.


"Tapi kan Jo bawa motor sendiri!!"tolak Jo.


"Abang jagain dari belakang aja!!"kata Xander.


"Hmmmmm ya udah ok!!"kata Jo mengiyakan tawaran Xander.


Jo menjalankan motornya terlebih dahulu kemudian diikuti oleh Xander di belakang. Tidak beberapa lama keduanya sampai di depan mansion Leonhart.


"Thanks ya Bang Xander, mau mampir dulu nggak??"kata Jo menawarkan pada Xander untuk singgah.


"Nggak usah Jo, udah sore. Abang balik dulu see you!!"kata Xander lalu melajukan motornya meninggalkan mansion Leonhart.


Jo pun memasukkan motornya ke garasi. Namun ketika memasuki mansion Jo melihat beberapa buah mobil dan motor terparkir di halaman mansion. Tapi Jo tidak terlalu ambil pusing, di garasi Jo melihat ke tiga motor Abangnya telah terparkir dengan rapi.


Jo lalu meneruskan langkah memasuki mansion.


"Jo pulang, Abang........"teriak Jo membuat ketiga Abangnya mengelus dada agar bersabar.


" Baby......"tegur Daddy Kenneth pada sang putri.


"Maaf Dad......i'm sorry i'm khilaf!!"kata Jo nyengir tanpa memperhatikan ada tamu di ruangan itu.


"Adek kok seragamnya ada bercak darah dan itu dagu kamu seperti lebam!!"kata Earth memperhatikan adiknya lebih seksama.


"Hama di mansion utama menyuruh beberapa orang untuk menculik Jo, Abang. But that's ok sudah Jo kirim ke alam barzah dibantu senior tadi." kata Jo.


"Senior??"beo ketiga Abangnya.


"Iya, kebetulan lewat tapi untung aja dia lewat kalau nggak udah di IGD Jo kali kena pukulan balok kayu."terang Jo pada ke tiga Abangnya dan juga Daddy Kenneth.


Sontak ke empatnya bangun dari duduknya dan memeriksa keadaan Jo dengan seksama.

__ADS_1


"Jo nggak pa-pa, udah pusing ini!!"keluh Jo pada ke empat kaki beda usia itu.


"Syukurlah sayang!!"kata Daddy Kenneth memeluk sang putri dengan erat.


"Ekheeeem"


"Eh ada tamu."kata Jo baru sadar kalau ada orang lain di ruang tamu mansion mereka.


"Oh, Leonhart yang agung."kata Jo tersenyum sinis.


"Jo ke kamar dulu Dad, capek!"kata Jo meninggalkan ruang tamu namun dicegah oleh Opa Steven.


"Jo, tunggu kami mau bicara!!"kata Opa Steven mencekal tangan Jo dan mendapat tatapan tajam dari Jo.


"Saya tidak pernah memiliki hubungan dan urusan dengan keluarga Anda, jadi jika ingin bicara dengan Daddy atau ke tiga Abang saya saja!!"kata Jo kembali melanjutkan langkahnya.


"Tunggu Jo!!"kali ini Oma Shierly yang mencekal tangan Jo.


"Sekarang apa lagi Nyonya Leonhart yang terhormat??"geram Jo.


"Bisakah kamu memanggil saya dengan sebutan Oma??"tanya Oma Shierly dengan tatapan memohon.


"Huffffffff Anda tentu tidak lupa bukan perkataan Anda delapan tahun yang lalu. Anda tidak sudi memiliki cucu bodoh dan berpenampilan lusuh seperti saya. Anda sampai memaki saya karena saya memanggil Anda dengan sebutan Oma. Jadi saya anggap sejak saat itu kita tidak memiliki hubungan apa pun lagi!!.So stop mendekati saya. Saya tidak peduli jika Daddy dan ke tiga Abang saya sudah memaafkan kalian. Namun saya tidak akan pernah memaafkan kalian atas semua perlakuan kalian pada Daddy saya dan juga atas campur tangan kalian yang membuat Daddy dan ke tiga Abang saya membenci saya. Tapi satu hal yang harus kalian ingat terutama Anda Tuan Leonhart Daddy saya lebih beruntung dari pada Anda karena Tuhan cepat menyadarkannya dari pengaruh kalian. Jika tidak ia akan mengalami hal sama dengan Anda, kehilangan putri satu-satunya karena hasutan orang lain. Saya bahagia dengan Daddy dan ke tiga Abang saya tanpa campur tangan kalian. Jadi sekali lagi saya tegaskan saya bukan bagian dari Leonhart, saya seorang Voultury Anderson!!"ujar Jo.


"Dan satu lagi, stop menekan Daddy saya dia bukan robot atau budak Anda. Sekali saja terjadi saya pastikan Anda atau keluarga Anda habis di tangan saya!! Dan Daddy jika Daddy ingin memaafkan keluarga Daddy silakan itu hak Daddy, tapi Jo tidak akan pernah memaafkan mereka karena Jo juga pernah merasakan apa yang pernah Daddy rasakan karena perbuatan mereka."peringat Jo dengan nafas memburu karena menahan emosinya lalu meninggalkan ruang tamu.


"See, jadi kalian tidak perlu repot-repot datang ke sini lagi. Karena kami lebih tidak menginginkan kalian. Apalagi mendengar perlakuan kalian pada Daddy kami. Memalukan!!"ujar Earth meninggalkan ruangan itu.


"Sadar dirilah!!"ujar Dazian lalu menyusul Earth.


"Daddy ku bukan barang yang bisa kalian ambil ketika butuh dan buang ketika bosan. Adikku benar enyah kalian dari kehidupan kami!!"bentak Fabian kemudian mengejar ke tiga saudaranya.


"Ken, maafkan kami!!"ujar Oma Shierly memohon.

__ADS_1


"Aku sudah memaafkan kalian, akan tetapi aku tidak ingin untuk kembali bergabung dengan kalian. Jika saja aku masih memusuhi putriku maka sampai kapan pun aku dan ketiga putraku akan jadi bulan-bulanan kalian demi si Alex keparat itu. Putriku benar, aku beruntung cepat disadarkan hingga hari ini hanya kebahagiaan yang selalu kami rasakan sejak aku dan ke tiga putraku berdamai dengan Jonathan. Ini sudah lebih dari cukup bagiku!! Aku tidak ingin melakukan kesalahan fatal dengan kembali pada kalian."kata Daddy Kenneth lalu meninggalkan keluarga besar Leonhart begitu saja.


"Pa, apa mereka benar-benar telah menutup pintu maaf untuk kita?? Sejahat itu kah kita dulu??"kata Rocky menahan rasa sesak di dadanya. Mereka terdiam sibuk dengan pikiran masing-masing. Sesak...sangat sesak apalagi mendengar penolakan keras dari Jo tadi. Tidak ada tatapan ramah dari Jo sedikitpun untuk mereka yang terlihat hanya kemarahan dan kebencian.


__ADS_2