Bangkitnya Si Bungsu Leonhart

Bangkitnya Si Bungsu Leonhart
Hadiah untuk Empat Singa Muda


__ADS_3

Morning sunshine........


Hari ini Jo akan mulai mengikuti kegiatan PBM di sekolahnya setelah menikmati liburan selama dua hari. Semuanya telah hadir di ruang makan kecuali si bungsu yang selalu datang terakhir.


"Tap....tap...tap"


Terdengar arah suara sepatu bersentuhan dengan lantai. Semua mata tertuju pada sumber suara. Para lelaki Leonhart begitu kagum menatap penampilan bungsu Leonhart pagi itu. Baju yang sangat rapi dengan epolet, tanda jurusan serta topi pet abu-abu yang terlampir di bahu sebelah kiri.


Ditambah sepatu pdh yang dipakai oleh Jo membuat Jo semakin terlihat berwibawa.


"Putri Daddy sudah seperti anggota angkatan laut!!"puji Daddy Kenneth pada Jo.


"Kalau gini mah kita auto kalah saing Dad"ujar Fabian dan diangguki oleh si adik kembar.


"Bagus jika seperti itu, untuk menjadi seorang calon penerus LEONHART CORP memang harus memiliki aura kepemimpinan yang tinggi. Dan itu sudah ada pada adik kalian!!"kata Daddy Kenneth pada ketiga putranya.


"Ahhhh Daddy, jangan menghayal terlalu tinggi Dad, ini masih terlalu pagi Jo ingin mendirikan Perusahaan sendiri"kata Jo mencoba menggoda Daddy Kenneth dengan mematahkan semangat sang Daddy.


"Hancur harapanku!!"ujar Daddy Kenneth berdrama sedih.


"Hueeek"ujar si kembar kompak dan dihadiahi kekehan Jo dan Earth.


"Ck, sombong sekali kamu Jo, menjalankan perusahaan Uncle Ken saja belum tentu kamu mampu ini malah mimpi membangun perusahaan sendiri, nggak sadar diri!!"ujar Clara meremehkan Jo.


"Oh come on Nona Clara yang terhormat, adek gue mau sarapan Lo jangan bikin dia jadi bad mood. Ngerti Lo hah??"bentak Dazian.


"Maksud Clara bukan seperti itu Dazian, untuk jadi pemimpin sebuah perusahaan itu tidaklah mudah, apalagi untuk membangunnya. Clara hanya sekedar mengingatkan. Lagian Jo masih muda belum paham arti kepemimpinan."Aunty Anneth ikutan nimbrung.


"Pasti tau lah Adek gue arti kepemimpinan, secara di dalam darahnya pasti udah mengalir darah kepemimpinan dari seorang Kenneth Leonhart dan Sarah Leonhart. Ya nggak Bang Earth!!"kata Dazian meminta pembenaran dari sang Kakak.


"Itu benar, dia calon pemimpin handal seperti Mommy"puji Earth mengelus sayang kepala sang adik.


"Sarah Leonhart itu kan hanya bisa memimpin karena dibimbing oleh Daddy kalian!! Tanpa Daddy kalian dia bukanlah apa-apa."kata Aunty Anneth dengan nada mengejek.


"Sepertinya kau mengenal Mommyku lebih baik dariku Aunty Anneth, seingatku Mommy memang seorang pemimpin yang tangguh hingga orang lain harus memakai cara licik dan kotor untuk mencoba menjatuhkannya. Dan lagi Mommy orang mandiri, dia hidup tanpa harus numpang sana sini apa lagi sampai harus melenyapkan orang lain demi ambisi hidupnya."kata Jo telak membungkam Aunty Anneth.


"Dia tidak mungkin ingat dengan peristiwa penembakan itu karena waktu itu dia masih balita"bathin Aunty Anneth.


Daddy Kenneth hanya mengamati perdebatan antara anak-anaknya dengan Aunty Anneth.


"Betul.....betul......betul, Mommy is the real wonder woman. Sayang anak sayang suami and good leader"ujar Dazian membanggakan Mommy Sarah.


"Kalau benar ia ibu yang baik, kenapa Jo dulu diasingkan di paviliun??"ledek Clara.


Pertanyaan Clara sukses menusuk relung hati terdalam ke empat lelaki Leonhart itu. Mengingatkan mereka akan kesalahan fatal yang telah mereka perbuat pada si bungsu. Namun jawaban si bungsu membuat mereka tertegun.


"Itu karena gue belum bisa nerima kepergian Mommy gue yang ditembak secara brutal dan gue merasa bersalah karena Mommy meninggal karena ngelindungin gue!! Paham Lo hah!!"bentak Jo dengan emosi yang sudah ada di puncak ubun-ubun.


"Kamu masih melindungi abang-abangmu ini Dek??"bathin Kakak-kakak Jo.

__ADS_1


"Kamu masih menutupi kesalahan kami, Baby????"bathin Daddy Kenneth menatap Jo sendu.


"Berarti kamu pembawa sial dong, karena kamu Mommy kamu meninggal??"ujar Clara semakin memojokkan Jo.


Jo menutup perlahan kedua matanya mencoba untuk mengendalikan emosinya.


Tiba-tiba.......


"Praaaaaaang"


Sebuah gelas melayang ke dahi Clara dan menyebabkan luka yang cukup dalam dan lebar.


"Aghhhhh"


Pekik Clara memegang keningnya dengan darah yang sudah bercucuran ke lantai.


"Clara......"teriak Aunty Anneth panik melihat dahi Clara yang terluka dan mengeluarkan banyak darah.


"Itu baru pemanasan, lain kali saya akan berikan hukuman lebih untuk mulutmu yang tidak mendapat pendidikan etika itu!!"ujar Earth dengan aura pekat yang membuat sesak ruangan itu.


"Makan!!"titah Daddy Kenneth pada semuanya.


"Jo sarapan di sekolah aja Dad nggak selera lagi!!"ujar Jo sendu.


"Makan Baby!!"kata Daddy Kenneth lalu membisikkan sesuatu pada Jo yang membuat senyum Jo kembali terbit.


"Hmmm, ok"sahut Jo dan melanjutkan sarapannya.


"Panggil saja, itu ada telpon kamu tidak buta kan??"kata Daddy Kenneth acuh.


Aunty Anneth kesal bukan main, tidak ada satupun rasa simpati dari orang-orang yang ada di ruangan itu melihat keadaan putrinya.


"Keluarga sialan, lihat saja aku akan menghancurkan kalian hingga tidak tersisa dari muka bumi ini!!"bathin Aunty Anneth kesal lalu mengambil kotak P3K untuk mengobati Clara.


"Nah, gue udah kasih peringatan tadi Lo nya nyolot sih nah tu nggak cuman jenong pala Lo, bocor malah ha....ha....haha"ejek Dazian melirik pada Clara.


"Nggak papa juga kali jidatnya bocor,kan tinggal berdiri di lampu merah noh, nyari duit!!"tambah Fabian.


Tawa Dazian, Fabian dan Jo semakin menjadi mendengar perkataan Fabian.


"Benar tu Bang, biar dapat cuan. Pasti pada banyak yang kasihan apalagi kalau pakai baju yang robek-robek gitu.!!"timpal Jo.


"Kurang ajar kau Jo, berani menghina putriku. Dasar j*l*ng, sama seperti ibumu!!"teriak Aunty Anneth tidak terima anaknya dihina dan dipermalukan.


"Plaaaaaak"


"Plaaaaaak"


Aunty Anneth mendapat tamparan bolak balik dari Jo.

__ADS_1


"Kalau gue yang Lo hina mungkin gue bakalan diam, tapi kalau menyangkut Mommy gue......"


"Bughhh"


Satu pukulan lagi diterima oleh perut Aunty Anneth.


"Gue bakal habisin Lo!!"ujar Jo menyeringai.


"Good job, Little Sista!!"teriak si kembar kegirangan.


"Cukup!! Ayo lihat hadiah kalian di depan!!"kata Daddy Kenneth pada ke empat anaknya.


"Hadiah????"beo Fabian dan Dazian.


"Iya, ayo ke depan!!"kata Daddy Kenneth.


Mereka meninggalkan begitu saja kedua rubah yang menahan rasa sakit akibat ulah si sulung dan si bungsu tadi.


"Wadow, kita nggak mimpi ini kan Bang??"sorak Dazian menggosok-gosok kedua matanya.


"Kayaknya enggak, Daz."jawab Fabian yang melongo melihat hadiah dari sang Daddy.


Empat unit Bugatti Veyron terparkir di halaman mansion Leonhart.


"Dalam rangka apa Dad??"tanya Earth.


"Anggap saja ini hadiah untuk pengikat kekompakan kalian sebagai saudara"ujar Daddy Kenneth asal.


"Jika Daddy berikan hanya pada adik kalian, pasti dia akan menolak boys, selama ini Daddy belum pernah memberikan apapun untuknya. Semoga dengan seperti ini adik kalian mau menerima hadiah dari Daddy!!"bathin Daddy Kenneth.


Earth tersenyum melihat ketiga adiknya berlari ke arah mobil masing-masing terlihat mereka sangat menyukainya.


"Thanks Dad."ujar Jo berlari ke arah Daddy Kenneth dan memeluk erat sang Daddy diikuti si kembar dan Earth.


"Semoga kalian menyukainya!!"ujar Daddy Kenneth balas memeluk ke empat anaknya.


"Sudah, sekarang berangkat nanti kalian terlambat!!"kata Daddy Kenneth pada putra putrinya.


"All right, gooo!!"teriak Dazian dan Jo.


"Yooo guys saatnya pamer!!"ucap Fabian memasuki mobilnya.


"Kami berangkat Dad!!"kata Earth mewakili adik-adiknya.


"Hati-hati!!"kata Daddy Kenneth.


Satu persatu mobil sports mewah itu meninggalkan mansion Leonhart.


"Sarah akhirnya putriku mau menerima hadiah dariku, walau pun harus dengan sedikit drama!!"bathin Daddy Kenneth lalu melangkah ke mobilnya dan berangkat ke kantor.

__ADS_1


"Kurang ajar, dia tidak acuh dengan keadaan putriku yang sedang terluka tapi malah memberikan mobil mewah pada ke empat anaknya. Sialan apa yang salah dengan rencanaku dan suamiku??"ujar Aunty Anneth berdiri di balik jendela melihat interaksi antara para Leonhart itu.


"Yang salah, adalah perangkap itu menjerat tuannya!!! Pembunuh!!"kata seseorang tersenyum tipis melihat kekesalan di wajah Aunty Anneth.


__ADS_2