
Back to Jo.
Usai sarapan mata seluruh Taruna/I ditutup menggunakan scraf berwarna hitam. Karena mereka akan dibawa ke tempat jurit tangkas dilakukan. Mereka disuruh memegang bahu teman yang berada di depan mereka dan dituntun berjalan menuju bus sekolah yang akan mengantar mereka ke tempat pelatihan. Setelah semuanya naik mereka segera berangkat menuju tempat pelatihan. Selama di perjalanan calon Taruna/I disuruh menyanyikan lagu mars sekolah.
Sekitar tiga puluh menit berada di bus sekolah, akhirnya para calon Taruna/I sampai ditempat pelatihan.
Semuanya kembali diarahkan untuk berbaris sesuai peleton masing-masing dengan dibantu oleh senior pendamping mereka sebab mata mereka masih dalam keadaan tertutup.
"Selamat pagi...!!"kata Sertu Chairil pada anak didiknya.
"Pagi...!"jawab mereka serentak.
"Hari ini kalian akan mengikuti bagian terakhir dari kegiatan madabintal kita. Kita akan melakukan jurit tangkas, jurit malam dan terakhir kita akan melakukan LONG MARCH menuju sekolah. Bisa dipahami?"tanya Sertu Chairil pada anak didiknya.
"Siap, bisa!!"jawab mereka.
Kegiatan pun dimulai, masih dengan keadaan mata tertutup calon Taruna/I disuruh berjalan mengikuti tali yang telah dipasang oleh para senior untuk jadi panduan bagi junior mereka.
Jo mulai berjalan dengan menjadikan tali itu sebagai panduannya. Jo merasa heran karena mendengar suara angin dan bau aroma laut, apakah mungkin saat ini mereka berada di dekat laut. Namun Jo tidak ambil pusing ia tetap melanjutkan aktifitasnya. Namun perlahan-lahan tempat ia melangkah seperti menurun dan mulai merasa air memasuki sepatunya. Mulai meninggi sampai ke lutut hingga akhirnya mencapai puncak kepala Jo. Panik???? Tentu saja Jo sedikit panik apalagi ketika kakinya tidak memiliki tempat pijakan lagi. Tapi bukan Jo namanya jika kehilangan kontrol terhadap dirinya, Jo berusaha berenang dengan tetap menjadikan tali sebagai pedomannya. Hingga akhirnya Jo merasakan ada tangan yang menangkap tangannya dan memandunya ke tempat yang lain.
"Mulai dari sini kamu merayap hingga ke pos senior selanjutnya!!"titah senior yang tidak bisa ia lihat wajahnya itu.
"Siap senior!!"ujar Jo.
Jo merayap hingga ke pos senior selanjutnya. Ia mengikuti semua kegiatan tanpa hambatan yang berarti maklum dia sudah memiliki dasar dari pelatihan Papa Jacob dan Papi Dion.
Hingga di pos terakhir barulah pengikat mata Jo dibuka.
"Simpan scraf ini sebagai tanda untuk angkatan kalian!!"titah senior bername tag Siska Rosilia.
"Siap senior!!"ujar Jo tersenyum.
Melihat Jo tersenyum senior itu jadi gemas sendiri dan mencubit pipi gembul milik Jo karena cute over load.
"Auggg sakit kak!!!"ujar Jo dan diikuti kekehan senior tersebut sembari menyuruh Jo ke pos selanjutnya.
Sesampai di pos selanjutnya ternyata sudah hampir memasuki jam makan siang. Menunggu seluruh calon Taruna/I lengkap maka yang lainnya lagi disuruh menyanyikan mars sekolah.
Jam makan siang pun tiba. Jo merasa perasaannya tidak enak. Dan taraaaa
Perasaan Jo benar. Semuanya disuruh makan siang dengan NASI KOMANDO.
Nasi dengan lauk pauk yang komplit but ditambah satu butir telor bebek mentah yang sebelum makan harus mereka campurkan ke dalam makanannya.
__ADS_1
Hampir sebagian calon Taruna/I sudah muntah terlebih dahulu melihat hasil obok-obokan makanan mereka.
"Ini yang namanya nasi komando, kalian harus memakan habis semuanya tanpa tersisa, dan bagi yang memuntahkannya maka akan mendapat jatah dua kali lipat. Paham!!"kata Danyon kepada mereka.
"Siap, paham"sahut mereka.
"Dan bagi yang pertama menghabiskan akan mendapat hadiah dari instruktur!!"tambah Danpoltar mereka.
Jo mulai menyuap makanan tersebut, terasa amis namun Jo segera menelannya. Hingga makanan itu habis tidak tersisa. Seorang senior yang melihat Jo telah menghabiskan makanannya segera mendekat ke arah Jo.
"Kita dapat pemenangnya!!!"ujar senior itu membawa Jo ke depan.
"Selamat Dek!!"ujar senior itu tersenyum tipis.
"Wah mental kamu boleh juga Taruni!!!"puji Pak Edward pada Jo, namun Jo hanya menampilkan wajah datar pada Pak Edward.
Sertu Chairil yang melihat hal itu, menatap Jo dengan tatapan kekaguman dari hari pertama ia melatih Jo adalah salah satu calon Taruni favoritnya.
Selanjutnya kegiatan yang akan Jo ikuti adalah tali temali hingga sore nanti. Pada akhir kegiatan mereka semua direndam di tepi pantai sambil berpegangan satu sama lain. Sungguh sangat menenangkan pikir Jo. Malam ini mereka akan tidur di tepi pantai tanpa tenda dan alat-alat bantu lainnya. Survive in nature.
Trio singa muda saat ini sedang sibuk dengan laptop masing-masing, bohong kalau dibilang mereka tidak rindu dengan adik kesayangan mereka. Sangat malah, tapi apa daya mereka baru bisa bertemu dengan sang adik hari Minggu nanti usai sang adik mengikuti kegiatan madabintalnya. Daddy Kenneth sendiri juga belum pulang dari kantor, biasanya di jam seperti saat ini ia sudah pulang ke mansion namun entah kenapa hari ini Daddy Kenneth belum juga pulang.
Saat mereka sibuk, tiba-tiba Clara datang dan duduk di samping Earth dan menyodorkan segelas es jeruk pada Earth. Earth menolak es jeruk pemberian Clara. Tapi bukan Clara namanya jika tidak memaksa Earth menerima minuman pemberiannya. Akhirnya Earth menerima minuman pemberian Clara dan meletakkannya di meja. Si kembar menatap nyalang pada Earth yang mau saja menerima minuman pemberian Clara.
"Bang Earth diminum dong, Clara udah susah payah Lo bikinin itu untuk Bang Earth!!"ujar clara manja dan memegang tangan Earth. Perlu diingat Earth tidak menyukai orang yang lancang memegang tubuhnya secara sembarangan. Earth segera menepis tangan Clara dan mengambil minuman buatan Clara tadi kemudian.
"Jangan sok akrab dan sok baik dengan saya, karena adik saya tidak berada di mansion!!"ujar Earth kemudian berlalu menuju kamarnya.
"Ha......ha.....ha!!!'si kembar tertawa terbahak-bahak.
"Aduh....... dimana-mana tu orang mandi kembang ege, bukan mandi es jeruk ngapain Lo mau dimarinasi hah!!"ejek Dazian si mulut cabe.
"Kalau orang udah nggak suka jangan maksa, ada otak tapi nggak dipake, sumbangin aja noh buat Patrick."tambah Fabian.
"Yok Bang, ke kamar kita perut gue udah kram ketawa Mulu, untung nggak ada adek di sini. Bisa-bisa ngompol dia lihat adegan barusan"kata Dazian merangkul bahu sang Kakak kemudian menggiringnya ke kamar.
"Aghhhhh gagal lagi gagal lagi........br*ngs*k!!"umpat Clara.
Jam makan malam....
Aunty Anneth dan Clara sudah duduk manis di meja makan seperti seorang istri yang menunggu suami pulang kerja. Hari itu Aunty Anneth sengaja memasak makanan kesukaan para lelaki Leonhart dengan tujuan menarik perhatian mereka.
Terdengar langkah kaki Daddy Kenneth dari pintu masuk.
__ADS_1
"Ken ayo kita makan malam setelah kamu bersih-bersih!!"ucap Aunty Anneth lembut.
"Tidak terima kasih, saya sudah makan tadi sehabis meeting dengan klien. Saya langsung istirahat saja.!"ujar Daddy Kenneth melangkah menuju kamarnya.
Namun saat akan melangkah trio Leonhart muda datang dan minta izin pada Daddy Kenneth untuk makan malam di luar bertiga.
"Dad, kita ingin makan malam di cafe tempat biasa!!"kata Earth pada Daddy Kenneth.
"Pergilah jangan pulang terlalu malam!!"kata Daddy Kenneth pada putranya.
"Ok, thanks Dad"jawab Dazian berbinar.
Daddy Kenneth pun segera masuk ke kamarnya dan tidak keluar lagi.
Saat ketiga bujang itu akan pergi Aunty Anneth menggila mereka.
"Kalian makan malam di sini saja Aunty sudah memasak makanan kesukaan kalian!!"ucapnya.
Seperti biasa trio bujang itu tidak menjawab dan terus melangkah ke pintu mansion.
"Kalau tidak ajak Clara bersama kalian, kasihan dia sendirian!!!"kata Aunty Anneth.
"Clara ikut ya Bang!!"kata Clara dengan nada manja.
"Pergi aja sendiri!!"kata Dazian kasar.
Lagi Clara memegang tangan Earth dan kali ini kesabaran seorang Earth tidak ada lagi ia menghempaskan tangan Clara dengan keras hingga Clara terbentur pada sudut meja yang menyebabkan dahi clara terluka.
"Clara....."teriak Aunty Anneth.
"Earth kenapa kasar sekali terhadap Clara, dia cuma ingin ikut kalian apa salahnya ia ikut dengan kalian anggap saja memberikan hiburan atau healing untuk Clara"ujar Aunty Anneth.
"Kita bukan topeng monyet buat ngehibur anak Lo, asal Lo tau!!"ketus Dazian.
"Abang jangan kasar dong bicara sama Mommy Clara!!"kata Clara mengeluarkan air mata kadalnya.
"Kalau nggak mau dikasari, makanya pakai otak. Dan minimal sadar dirilah paham!!! Dikasih hati minta jantung Lo berdua mau gue kasih sama Lion Lo nanti?!"tambah Fabian.
"Sudah, ayo pergi nanti keburu malam!!"titah Earth yang tidak acuh dengan apa yang terjadi pada Clara.
"Mom, sakit ini. Sialan."gerutu Clara.
"Mommy heran, kenapa mereka malah terlihat sangat menyayangi anak j*l*ng itu. Padahal dari informasi yang Mommy dapat ia tidak disukai di sini dan malah diasingkan di paviliun belakang!!"ujar Aunty Anneth memijit pelipisnya.
__ADS_1
"Aku nggak mau tau Mom, Mom harus pikirkan cara agar aku yang menjadi princess di mansion ini, bukan anak tidak tau diri itu!!!"bentak Clara pada Aunty Anneth.
Keduanya kemudian kembali ke kamar masing-masing dengan amarah terpendam di dalam dada mereka.