
"Mom, kapan kita akan pindah ke mansion milik ibunya si Jo. Aku muak di sini mereka memperlakukan kita dengan sangat tidak sopan!!"keluh Tom pada sang Mommy.
"Tom benar Re, sebaiknya percepat rencanamu, Mommy bisa kena serangan jantung jika terlalu lama di sini menghadapi Kenneth dan anak-anaknya apalagi Dazian dan Jonathan!!"ujar sang Mommy.
"Sebaiknya kau juga memulai rencanamu, Tom. Opa yakin kunci mansion Sarah ada pada Jonathan dan lagi sekarang ia adalah pemegang kekuasaan tertinggi di Leonhart Corp. Jadi apa pun caranya kau harus mendapatkan gadis itu!!"titah sang Opa.
"Aku sudah merencanakan sesuatu untuk gadis menjengkelkan itu, Opa. Kau tenang saja!!"ujar Tom menyeringai.
"Ho....ho.. sepertinya musim panen akan segera tiba!!"ujar seseorang tersenyum smirk.
Paginya..........
Hari ini libur jadi Jo dan yang lainnya bermalas-malasan di kamar si sulung termasuk sang Daddy yang sedang asyik bermain catur dengan sang Kakak Fabian.
Karena bosan akhirnya Jo pergi ke kolam renang untuk menikmati udara segar di sekitar sana. Jo duduk di kursi santai sambil memainkan handphonenya. Karena sibuk menatap layar handphonenya Jo tidak menyadari kedatangan Tom yang membawa dua gelas es jeruk di tangannya.
"Hai Jo...!"sapa Tom.
"Hmmmmm"
"Nih, Abang bawain es jeruk. Pas lagi panas-panas gini minum es jeruk pasti seger!!"kata Tom sambil menyodorkan satu gelas berisi es jeruk pada Jo.
"Ayo diminum, jangan dilihatin aja!!"kata Tom sambil menenggak es jeruk miliknya.
Jo kemudian meminum es jeruk pemberian Tom hingga habis lalu pergi meninggalkan kolam renang. Tapi baru berjalan beberapa langkah pandangan Jo mengabur dan Jo kehilangan kesadaran.
"Ternyata tidak terlalu sulit menumbangkan kelinci liar ini!!"gumam Tom menggotong tubuh Jo menuju kamarnya.
Di sisi lain.......
Daddy Kenneth mencari keberadaan sang putri dan tanpa sengaja berpapasan dengan Regita ruang makan.
"Ken, maukah kau mencoba bubur buatanku sedikit saja. Hanya untuk mengetahui enak apa tidak!!"pinta Regita dengan wajah memelas.
"Aku sedang sibuk!!"jawab Daddy Kenneth melangkah menuju ruang kerjanya.
"Baiklah, akan kuantar ke ruanganmu!!"kata Regita.
Dan tak lama Regita membawa semangkok bubur ke ruangan Daddy Kenneth.
__ADS_1
"Ini tolong coba, sedikit saja katakan jika ada yang kurang!!"kata Regita menyuapi Daddy Kenneth.
Daddy Kenneth yang jengah pun mengambil sendok itu dari tangan Regita dan menyuapnya sendiri.
"Bagaimana, Ken. Apa ada yang kurang??"tanya Regita.
"Tidak, sekarang keluar dari ruanganku!!"perintah Daddy Kenneth yang kembali fokus dengan tumpukan kertas di meja kerjanya.
Namun beberapa saat kemudian, Daddy Kenneth memijit pelipisnya ia merasa pusing yang amat sangat di kepalanya. Lalu kepala Daddy Kenneth pun tertelungkup di atas meja kerjanya. Regita yang melihat semua itu melalui celah pintu tersenyum tipis.
"Makanya jangan sok jual mahal, akhirnya kamu aku dapatkan juga, Ken!!"ujar Regita sambil kembali masuk ke ruang kerja Daddy Kenneth.
Sementara itu Earth dan si kembar sedang santai di ruang keluarga. Marie datang membawa nampan berisi tiga gelas minuman serta cemilan. Tanpa ba bi bu ba, Mia dan Angel mengambil gelas berisi minuman itu dan menenggaknya hingga habis.
"Lo berdua emang nggak punya sopan santun, ye!! Seenak jidat Lo ngambil minuman orang!!"ujar Fabian emosi.
"Emang dasar sampah, cabut Lo dari sini!!"kata Dazian mendorong kedua gadis itu agar pergi dari ruangan itu sekarang juga.
"Tapi Bang Dazian, kami mau di sini menemani Abang dan yang lainnya."manja Angel di lengan Earth.
Dengan kasar Earth mendorong tubuh Angel hingga terjatuh dan membentur dinding. Lantas ke tiganya pergi meninggalkan kedua gadis yang minim akhlak itu.
"Suamiku, ini tehmu!!"ujar Oma Angel menyerahkan secangkir teh hangat pada sang suami.
"Terima kasih sayang, Regita dan Tom ternyata bergerak dengan cepat. Dengan begini kita akan segera menguasai semua milik Sarah dan Kenneth secara bersamaan!!"ujar sang suami menyesap teh yang tadi diberikan oleh istrinya.
Sementara itu......
Dari dalam kamar Tom terdengar suara er*ng*n dan juga d*sah*n yang semakin menjadi-jadi. Begitu pun dari ruang kerja milik Daddy Kenneth.
Oma Angel sengaja melewati kamar Tom untuk mendengar semua itu untuk memastikan semua berjalan dengan lancar. Selanjutnya ia menuju ruang kerja milik Daddy Kenneth dan juga mendengarkan hal yang sama. Senyum kemenangan tercetak jelas di wajahnya.
"Ternyata kesombonganmu tidak bertahan lama Kenneth Leonhart!!"cibir wanita itu.
"Aku akan segera melaporkan ini pada suamiku!!"ujar wanita tua itu senang.
Wanita tua itu mencari sang suami hingga ke setiap sudut mansion namun tidak menemukannya.
"Ke mana perginya, suamiku??"gumam wanita tua itu sembari terus mencari keberadaan sang suami.
__ADS_1
Hingga akhirnya ia sampai di gazebo samping mansion tempat Jo biasa melakukan kegiatan live untuk channel YouTube miliknya.
Di sana terlihat Earth, Fabian, Dazian dan Jo yang sedang tiduran di paha Daddy Kenneth.
Mereka terlihat sedang bercanda satu sama lain tanpa menghiraukan kehadiran wanita tua yang tengah mencari keberadaan suaminya itu.
"Apa yang kalian lakukan di sini??"tanya wanita itu dengan tatapan garang.
"Apa kau tidak lihat kami sedang santai sekeluarga??"jawab Fabian yang terus menoel-noel pipi Jo.
"Tapi Ken, bukankah kau seharusnya berada di ruang kerjamu??"tanya wanita itu terkejut.
"Aku?? Di ruang kerja??"tanya Daddy Kenneth sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Iya, kau seharusnya berada di ruang kerjamu bersama Regita!!"kata wanita tua itu semakin kesal.
"Sepertinya wanita tua ini perlu kita belikan kaca mata, Dad!!"kata Jo memandang remeh ke arah nenek Angel itu.
"Adek benar, kasihan dia sudah tidak bisa membedakan apakah ini beneran Daddy atau bukan!!"sindir Dazian.
"Jika kalian di sini, lalu siapa yang berada di ruang kerjamu dan kamarnya Tom??"tanya wanita tua itu mulai panik.
"Mana kami tau, dan itu bukan urusan kami Nyonya....!!"kata Jo dengan menekan kata Nyonya.
Wanita tua itu kembali ke dalam mansion dengan tergesa-gesa. Ia ingin memastikan apa yang sebenarnya sedang terjadi. Kenapa target mereka malah bersenang-senang di luar sana bukannya menderita di tempat yang seharusnya.
Dengan kasar wanita tua itu membuka pintu kamar sang cucu, Tom.
Wanita itu melihat pemandangan yang sangat menjijikan......
"Kalian.........!!"teriak wanita itu.
Namun tidak digubris oleh ketiga orang yang sedang di bawah pengaruh afrodisiak itu dan melanjutkan kembali aktifitas mereka yang tertunda.
Wanita tua itu sekarang menuju ruang kerja Daddy Kenneth dan ketika membuka pintunya ia semakin shock melihat pemandangan di depannya.
"Apa yang kalian lakukan??"teriak wanita tua itu histeris dan luruh ke lantai......
Dan lagi kehadirannya tidak dianggap sama sekali oleh kedua orang itu dan kembali larut dalam kegiatan panas mereka.
__ADS_1