Bangkitnya Si Bungsu Leonhart

Bangkitnya Si Bungsu Leonhart
Keluarga Besar Leonhart


__ADS_3

Mobil Earth memasuki mansion Leonhart, usai memarkirkan mobilnya di garasi Earth dan Jo segera masuk ke mansion untuk segera bersih-bersih.


"Jo pulang......."teriak Jo dari pintu masuk mansion membuat si kembar menutup kedua telinga mereka begitu pun dengan Earth yang berjalan di belakang Jo.


"Adekkkkkk........."teriak si kembar bersamaan.


"He....He....he......sorry!!"kata Jo memberikan dua jarinya dan bersembunyi di punggung Earth.


"Ada apa ini??"tanya Daddy Kenneth yang juga muncul dari pintu masuk mansion.


"Adek teriak-teriak masuk mansion, kupingku sampai mau pecah rasanya Dad!!"adu Dazian.


"Baby, kenapa nakal sekali hmmmm??"kata Daddy Kenneth menciumi wajah sang putri.


"Daddy jangan cium Daddy bau asem.!!"ujar Jo mencoba melepaskan diri dari pelukan Daddy Kenneth.


"Nggak sadar, yang ngomong juga asem kaliiiii!!"goda Fabian melirik Jo.


Jo berhenti seketika.


"Ah iya iya Jo kan juga baru pulang sekolah. Maaf Dad!!"kata Jo kabur ke kamarnya.


"Ha......ha......ha...."tawa si kembar meledak saat melihat sang adik lari terbirit-birit.


"Kalian ini!!"kata Daddy Kenneth.


"Oh iya guys, malam ini kita akan ke mansion utama, beritahu adik kalian!!"titah Daddy Kenneth pada ketiga putranya.


"Dad aku tidak ingin ikut Daddy dan yang lain saja!!"kata Earth yang tidak menyukai keluarga besar Daddy nya itu.


"Earth bagaimana pun kita harus ke sana. Kita harus menghormati Opa dan Oma kalian!!"bujuk Daddy Kenneth yang sudah memprediksi reaksi ketiga putranya.


"Dad, untuk apa ke sana?? Setiap kali ke sana kita hanya jadi hinaan mereka, apalagi adikku. Aku tidak mau kalau adikku harus bersedih nanti mendengar hinaan mereka!!"tolak Fabian mentah-mentah.

__ADS_1


Jo yang tadi singgah ke dapur sebelum pergi ke kamarnya mendengar suara ribut yang berasal dari ruang keluarga. Bergegas berjalan menuju ruang keluarga.


"Ada apa Dad???? Kok ribut sampai kedengaran di dapur!!"kata Jo.


"Opa dan Omamu menyuruh kita datang malam ini ke mansion utama. Dan ketiga kakak mu tidak menyetujuinya."jelas Daddy Kenneth pada Jo.


"Kenapa tidak mau Bang??"tanya Jo yang sudah mengetahui bagaimana perlakuan keluarga besar Daddy nya itu pada mereka berdasarkan ingatannya di kehidupan dulu.


"Dek, di sana kita hanya akan jadi bahan hinaan mereka apalagi kamu Dek. Abang nggak mau kamu nanti sakit hati apalagi sampai sedih mendengar hinaan mereka!!"tutur Dazian.


"Kita pergi saja Bang, karena kita tidak tau apa yang akan dibawa ombak selanjutnya. So kita ikuti dan nikmati saja nanti!!"kata Jo meyakinkan ketiga kakaknya.


Daddy Kenneth merasa putrinya sudah menjadi gadis yang dewasa. Dengan pola pikir yang jauh lebih bijak. Dan akhirnya dengan rasa terpaksa ketiga bujang Leonhart itu terpaksa mengikuti keinginan sang adik. Karena jika mereka tidak ikut maka Jo yang akan menemani Daddy Kenneth ke mansion utama. Big no membiarkan adik mereka menghadapi keluarga brengs*k itu hanya berdua dengan Daddy mereka.


"Baiklah!!!"jawab ketiganya lemah.


"Ayo bersiap!!"kata Jo menarik tangan ketiga kakaknya.


Setengah jam kemudian kelimanya selesai bersiap. Style ke lima Leonhart beda usia itu memperlihatkan aura mafia yang sangat pekat apalagi pakaian yang Jo kenakan. Jas berwarna blue navy yang dipadukan dengan kaos berwarna hitam serta sepatu sport berwarna putih. Mereka berangkat menggunakan satu mobil.


Kelimanya turun dari mobil dengan aura dingin masing-masing, membuat para bodyguard di mansion utama bergidik ngeri melihat kelimanya.


"Tuan Kenneth dan anak-anaknya sangat menakutkan!!"ujar salah seorang bodyguard di sana.


"Iya kau benar, sedari kita menyambut semua anggota keluarga Leonhart keluarga Tuan Kenneth lah yang memiliki aura paling dingin dan menakutkan!!"timpal yang lain.


Kelimanya memasuki ruang keluarga milik orang tua Daddy Kenneth itu.


"Malam!!"sapa Daddy Kenneth pada semua anggota keluarganya.


Semua menatap tidak percaya pada apa yang mereka lihat. Lima orang yang baru saja memasuki ruang keluarga itu menampilkan aura dingin dan mematikan mereka. Namun salah seorang dari mereka sudah mempersiapkan senjata untuk menjatuhkan Daddy Kenneth dan juga anak-anaknya.


"Akhirnya kau sampai Ken."kata Opa Steven Papa Daddy Kenneth.

__ADS_1


"Hmmmmmm"


"Baiklah kita makan malam dulu!!!"ujar Oma Sherly pada anak-anak, menantu dan juga cucu-cucunya.


Di kehidupannya yang dulu, Jo tidak pernah diizinkan untuk ikut dalam setiap acara keluarga besar Leonhart. Namun berbeda dengan Clara yang selalu dibawa dan menjadi pusat perhatian karena keluarga besar Leonhart menganggapnya sebagai putri dan cucu perempuan satu-satunya. Mereka selalu memanjakan dan menuruti semua keinginan Clara.


"Balas dendam untuk keluarga keparat ini dimulai!!"bathin Jo.


Kenapa??? Karena salah satu faktor yang menyebabkan Daddy Kenneth dan ketiga putranya dulu membenci Jo adalah provokasi dari keluarga besarnya ini apalagi orang yang bernama Alex.


Semuanya berjalan menuju ruang makan, Jo dan ketiga kakaknya hanya mengekor di belakang para tetua dan sepupunya yang lain.


Earth menarik kursi untuk sang adik dan menyuruhnya untuk duduk di sana. Jo duduk dengan diapit oleh Earth dan juga Fabian.


"Apa kau mengangkat anak baru, Ken??"tanya Uncle Alex pada Daddy Kenneth.


"Tidak!!"jawab Daddy Kenneth dingin.


"Lalu siapa gadis yang duduk diantara kedua putramu itu??"tanya Uncle Reagan kakak tertua Daddy Kenneth.


"Putriku dan Sarah, Jonathan!!"jawabnya lagi.


Semuanya bingung mendengar jawaban Daddy Kenneth, karena setau mereka putri Daddy Kenneth dan Mommy Sarah bernama Aurel.


"Kita makan malam dulu!!"titah Opa Steven pada semua anggota keluarganya.


Semuanya makan dengan tertib dan tenang yang terdengar hanya suara dentingan sendok dan garpu. Sesekali terlihat Earth atau Fabian yang menyuapi sang adik dengan makanan dari piring mereka. Mereka memperhatikan pipi Jo ketika mengunyah makanan itu. Persis seperti tupai dan itu sangat menggemaskan hingga mereka menggigit bibir bawah mereka menahan kegemasan pada Jo.


Earth kemudian menyuapi Jo dengan puding coklat. Begitu pun dengan Fabian yang tidak mau ketinggalan dengan aksi suap-suapan itu. Sedangkan Daddy Kenneth dan Dazian mendelik tidak suka karena Jo dimonopoli oleh Earth dan Dazian. Semua itu tidak luput dari penglihatan keluarga besar Leonhart. Mereka merasa jika melewatkan banyak hal mengenai Daddy Kenneth dan juga anak-anaknya.


"Abang, Jo tidak sanggup lagi. Jo kenyang Bang!!"kata Jo menyerah dengan suapan dari kedua kakaknya itu.


"Sedikit lagi.....ayo Adek Abang pinter kan??"bujuk Earth pada Jo dan dengan sangat terpaksa Jo kembali membuka mulutnya.

__ADS_1


Keluarga besar Leonhart yang melihat sikap lembut Earth pada Jo heran, seorang Earth yang terkenal paling dingin dan cuek dalam keluarga besar Leonhart bisa bersikap manis seperti itu. Sangat luar biasa.


__ADS_2