
Mobil milik Fabian memasuki mansion. Ketiganya keluar dari mobil bersamaan dengan motor Earth yang juga baru memasuki mansion. Earth heran kenapa si bungsu keluar dari mobil si kembar.
Earth segera memarkirkan motornya di garasi kemudian menemui ketiga saudaranya.
"Adek dari mana, kok bisa barengan sama Abang Twins??"tanya Earth.
"Tadi Jo dari markas BLUE BLOOD Bang, terus minta antar Papa Jacob ke sekolah Abang Twins. Makanya Jo bisa pulang bareng mereka."jelas Jo.
"Ayo kita masuk Abang udah lapar!!"kata Fabian merangkul bahu sang adik.
Ke empatnya melangkah memasuki mansion, di ruang keluarga terlihat Aunty Anneth yang terduduk seperti orang kesakitan dan itu membuat para laki-laki muda Leonhart itu sedikit bingung.
"Dia kenapa??"tanya Dazian kepo.
"Oh dia kalah main bola tadi Bang."sahut Jo cengengesan.
"Main bola??"beo Earth dan Fabian bersamaan.
"Nanti Jo jelasin kita makan siang dulu, kasihan Bang Fabian udah kelaparan"kata Jo.
"Ok! Ayo!!"ajak Dazian pada ketiga saudaranya untuk membersihkan badan.
Mereka menuju kamar masing-masing untuk membersihkan badan kemudian kembali ke ruang makan untuk makan siang.
Ke empat Leonhart muda saat ini tengah duduk di meja makan untuk makan siang.
"Adek mau makan sama apa??"tanya Earth lembut.
"Hmmmm apa aja Bang yang penting pakai sayur!"kata Jo.
Ketika Earth sedang mengambilkan makanan untuk Jo, Clara datang ke meja makan dan menampar Jo.
"PLAAAAAAK"
"Ini buat kamu karena telah menendang Mommy aku dan juga ninggalin aku di sekolah."kata Clara dengan nafas turun naik.
Wajah Jo tertoleh ke samping dan sudut bibirnya mengalami sedikit robekan. Earth begitu kesal dengan tindakan Clara hingga piring yang ada di tangannya dilemparkan ke lantai dan sebelah tangannya terangkat hendak menampar Clara.
"Jangan Bang laki-laki tidak baik main tangan dengan perempuan!!"cegah Jo pada Earth.
__ADS_1
"Tapi dia sudah melukai kamu dek!!"geram Earth.
"Jo yang akan memberi pelajaran pada rubah kecil ini!!"sahut Jo.
Jo menarik paksa tangan Clara kemudian membenturkan tubuh Clara ke dinding.
"Augh...."ringis Clara.
Jo mengambil cambuk di ruang hukuman. Dengan langkah santai Jo melangkah ke arah Clara. Clara bergidik ngeri melihat itu tidak berani membayangkan jika cambuk itu menyentuh tubuhnya.
"Ctasss"
"Aghhhhhhhh, jangan Jo"
"Ctasss"
"Ampun, sakit"teriak Clara.
"Clara........."teriak Aunty Anneth terkejut melihat Clara yang sedang dicambuk oleh Jo.
"Kurang ajar!!"pekik Aunty Anneth berusaha merebut cambuk itu dari tangan Jo, dengan cepat Jo kembali melayangkan sebuah tendangan ke arah perut Aunty Anneth.
"Mom ......"teriak Clara.
Ketiga bujang Leonhart seperti sedang menikmati hukuman yang adiknya berikan pada kedua wanita itu. Hiburan gratis di siang hari.
"Ini hukuman buat orang yang udah lancang nyentuh wajah gue. Berani sekali lagi Lo nyentuh wajah gue, maka gue bakalan potong jari manis Lo ini!!"bentak Jo meninggalkan kedua wanita yang tengah meringis itu.
"Utu utu utu sakit ya, maafin adek gue ye. Dia kalau lagi lapar suka kayak gitu. Jangan mancing dia lagi di saat dia mau makan ntar beneran misah jari manis Lo, ok!!"kata Dazian menoyor kepala Clara.
"Kau biadab Jo!!!"umpat Aunty Anneth.
"Bugh"
Sebuah tinju melayang lagi ke perut Aunty Anneth.
"Sebiadab gue, gue belum pernah ngehilangalin nyawa orang!!"bisik Jo di telinga Aunty Anneth dan membuat Aunty Anneth gemetaran.
"Apa maksud dari bocah ini, apa dia melihat saat aku menghabisi nyawa ibunya??"bathin Aunty Anneth.
__ADS_1
"PLAAAAAAK"
"Nggak usah ngebathin Lo!!"lagi sebuah tamparan melayang ke wajah Aunty Anneth.
"Hadeh, tu congor diam bae napa??? Kan jadi dapat tambahan makan siang Lo!!"ejek Dazian terkekeh.
Earth rasanya ingin bergabung dengan sang adik untuk menghukum kedua rubah itu. Terlihat sekali kalau adiknya sangat menikmati pertunjukkan itu. Seperti melepaskan segala sesak yang ia simpan selama ini di dalam dadanya. Bayang-bayang kematian sang Mommy kembali berputar seperti kaset di kepala Earth. Begitu pula yang dirasakan oleh si kembar. Tangan mereka terasa gatal ingin mencabik tubuh wanita bernama Anneth itu.
"Aku akan membalas perbuatanmu ini Jo!!"teriak Aunty Anneth.
"Huffffff, Lo beneran nguji kesabaran gue rupanya. Asal Lo tau kesabaran gue itu cuma setebal tisu yang dibagi dua. Jadi temperatur emosi gue cepat naik!!"ujar Jo mencengkram kuat dagu Aunty Anneth hingga mengeluarkan darah.
"Dan Lo jangan sampai mengadu ke Daddy, kalau dia sampai tau, hukuman Lo bakal gue tambah. Plus dengan ketiga Abang gue. Gue nggak pernah main-main ama ucapan gue Aunty Anneth yang terhormat!!"ujar Jo menunjuk kepala Aunty Anneth.
Kemudian Jo kembali ke meja makan, ia ingin melanjutkan makan siangnya yang tertunda.
"Adek, cuci dulu tangannya ntar kumannya ngikut dek!!"kata Fabian pada sang adik.
"Oh, iya maaf Bang Jo lupa. Ntar cacingan lagi!!"tambah Jo kemudian beranjak mencuci tangannya.
Earth benar-benar tidak habis pikir dengan mulut kedua adik kembarnya. Kalau bicara suka sekali nyelekit di hati orang. Pedas tajam.
Jo kembali bergabung dengan ketiga saudaranya dan menikmati santap siang mereka dengan tenang.
Sementara itu Aunty Anneth dan Clara saling membantu menuju kamar. Karena Jo tidak mengizinkan seorang pun maid atau pengawal untuk membantu mereka. Karena apa yang ia lakukan sekarang belum sekejam apa yang ia terima ketika disiksa Daddy Kenneth di kehidupan dulu. Bahkan ia sampai tidak diizinkan makan sampai berhari-hari. Belum lagi berbagai umpatan dan cacian yang harus ia terima setiap hari. Hari-harinya serasa di neraka akibat ulah Clara. Masih untung Jo sekarang tidak suka mencari masalah atau memfitnahnya, Jo hanya sekedar membalikkan setiap permainan yang Aunty Anneth dan Clara berikan padanya.
"Adek kenapa melamun??"tanya Earth pada Jo yang merasakan adiknya menyembunyikan sesuatu.
"Nggak ada kok Bang."jawab Jo.
Earth tau adiknya sedang berbohong. Ada hal yang ia sembunyikan. Tapi ia akan menunggu ketika Jo siap untuk bercerita.
"Apa gue harus cerita kalau gue kembali ke masa lalu sama Daddy dan Abang-abang gue ya??"bathin Jo menatap kosong ke depan.
Lamunan Jo buyar ketika Earth memberikan makanan yang telah ia ambilkan untuk sang adik.
"Ayo makan!!"titah Earth pada ketiga adiknya.
Sesekali Earth mencuri pandang ke arah adiknya yang terlihat masih sedikit melamun ntah memikirkan apa.
__ADS_1
Hal itu juga tidak terlepas dari penglihatan si kembar. Sejak Jo memberikan hukuman pada Clara dan Aunty Anneth tadi Jo terlihat suka melamun. Ada apa sebenarnya dengan adik bungsu mereka??