Bangkitnya Si Bungsu Leonhart

Bangkitnya Si Bungsu Leonhart
Hukuman Tambahan


__ADS_3

Dazian dan Fabian tertawa ngakak melihat keadaan Aunty Anneth dan juga Clara. Earth sendiri tersenyum tipis melihat pemandangan itu. Keadaan Ibu dan anak itu sungguh sangat memprihatinkan, wajah dan bibir yang sudah pucat dan tenaga yang hampir habis. Keduanya masih berusaha agar tetap mengapung.


"Uncle Dion, kapan mereka akan dibebaskan??"tanya Dazian pada Dion.


"Jo belum memberikan izin untuk melepaskan mereka, Tuan Muda!!"jawab Papi Dion.


"Kok jadi kebalik gini sih, tadi pagi bukannya Lo berdua yang mau ngehukum Adek gue mana semangat banget lagi, tapi ini kok malah Lo berdua yang ngapung-ngapung kayak si Kentung.!!"ejek Dazian.


"Kalian akan merasakan apa yang kami rasakan berkali-kali lipat!!"kata Aunty Anneth dengan tenaga yang tersisa.


"Ya, itu kalau Lo berdua selamat dari Adek gue!!"timpal Fabian.


Terdengar suara motor sport memasuki mansion Leonhart.


"Tap......tap.......tap!!"


Terdengar bunyi langkah di lorong mansion.


"Adek udah selesai urusannya di sekolah??"tanya Earth lembut.


"Udah Bang, eh lupa Paman bodyguard tolong lepas mereka berdua. Nanti cosplay jadi ikan asin lagi. Mana cuacanya panas terik begini"kata Jo pada pengawalnya.


Pengawal itu berniat terjun ke kolam untuk melepaskan kedua ibu dan anak itu dari belenggu borgol di kaki mereka.


"Stop"kata Jo menginterupsi pengawal itu.


"Paman jangan turun nanti ikutan basah masuk angin lagi, lempar saja kuncinya biar mereka melepaskan diri sendiri!!"kata Jo pada pengawal itu.


Semua orang yang di sekitar kolam renang terkejut mendengar perkataan Jo. Apa masih kuat kedua ibu dan anak itu mampu melepaskan diri dari kolam renang. Pikir mereka.


Pengawal itu pun melemparkan kunci pada Aunty Anneth dan Clara, kunci itu dapat ditangkap dengan baik oleh Clara.


"See, kalau kau melompat tadi Uncle, semua itu jadi percuma. Wajah pucat itu jadi senjata buat mereka untuk menarik simpati kalian. Lain kali jangan terkecoh atau Jo akan merendam kalian di rawa belakang mansion!!"tegur Jo pada para bodyguard di sana.


"Ayok Bang kita makan siang, lalu melaksanakan hukuman kita dari Daddy!!"ujar Jo.


"Ibu dan anak sialan, hampir saja aku terkecoh dengan mereka. Awas saja nanti kalau Nona Muda menghukum mereka lagi aku akan ikut membalas mereka"gerutu bodyguard yang tadi hampir melompat ke kolam renang.


"Akhirnya Mom kita bisa lepas dari borgol sialan ini!!"kata Clara.


"Kaki Mommy lecet karena borgol itu. Mana tubuh Mommy lemas. Kita istirahat dan makan siang di kamar saja, Cla!!"ujar Aunty Anneth.


Keduanya berjalan tertatih menuju kamar untuk berganti pakaian.


Ke empat Leonhart muda sedang menikmati makan siang mereka dengan tenang. Tiba-tiba Jo melihat salah seorang maid membawa nampan berisi makanan menuju kamar Aunty Anneth.

__ADS_1


"Bibi maid mau ke mana??"tanya Jo pada maid itu.


"Ini Nona Muda, Nyonya Anneth dan Nona Clara menyuruh saya membawakan makanan ke kamar mereka, Nona Muda!!"jawab maid itu.


"Bawa makanan itu kembali ke dapur dan makanlah.!!"titah Jo.


"Tapi nanti mereka bisa memarahi saya Nona Muda."kata maid itu ketakutan.


"Mereka sering memarahi kalian??"tanya Earth pada maid itu.


"Itu .."maid itu sepertinya ketakutan untuk menjawab pertanyaan Earth.


"Jawab saja, kami tidak akan memarahi kalian!!"bujuk Fabian menengahi ketengan itu.


"Iya Tuan Muda, jika kami melakukan kesalahan atau terlambat ketika mereka memanggil kami mereka akan memarahi kami!!"jujur maid itu.


"Sekarang bawa makanan itu ke dapur dan makanlah. Mereka akan jadi urusanku!!"kata Earth.


"Baik Tuan Muda, terima kasih!!"kata maid itu.


"Nggak tau diri emang tu rubah, udah numpang makan enak sekarang menindas bawahan pula. Tunggu aja tiap hari Jo kasih shock terapi"gerutu Jo.


"Sabar Adek, kita akan bermain dengan mereka."ujar Fabian mengacak kepala sang adik.


"Sebentar Bang Jo mau menyuruh semua maid istirahat di kamar mereka. Biar kedua wanita itu tau rasanya jadi kelaparan."kata Jo.


Ketiga kakaknya terkekeh dengan ulah sang adik. Jo betul-betul dendam kesumat dengan kedua wanita itu.


"Kumpulkan semua maid!!!"perintah Jo pada kepala maid.


Kepala maid segera melakukan hal yang diperintahkan oleh Nona Mudanya. Dan kini semuanya telah berkumpul seperti yang diinginkan oleh Jo.


"Saya nggak mau basa basi. Di mansion ini kalian bekerja di bawah naungan Tuan Kenneth Leonhart, jadi kalian tidak boleh dimarahi apalagi dibentak oleh orang lain selain Daddy. Dan sekarang kalian istirahat di kamar kalian masing-masing. Dan keluar nanti di saat jam kerja kalian saja. Jangan ada yang mengantar makanan ke kamar Aunty Anneth dan Clara. Paham!!"kata Jo pada semua maid.


"Paham Nona Muda!!"jawab mereka serentak.


"Dan satu lagi makanan yang ada kalian makan saja. Habiskan"lanjut Jo.


"Baik Nona Muda, terima kasih!!"


"Asyiiiiiik, makan enak besar kita!!"heboh salah seorang maid dan diangguki oleh yang lainnya.


"Iya, senang banget aku akhirnya tu duo racun diberi pelajaran oleh Nona Muda, ngeselin banget jadi tamu!!"sahut maid yang lain.


"Iya, Tuan rumah aja belum pernah membentak kita selama ini. Puas banget aku. Yuk cepetan kabur ke kamar. Ntar mereka berdua teriak-teriak lagi manggilin kita"kata maid yang paling muda mengajak istirahat teman-temannya.

__ADS_1


Jo segera menyusul ketiga Kakaknya ke ruang kerja Daddy Kenneth.


"Udah selesai briefingnya Dek??"goda Dazian pada si bungsu.


"Udah Bang, enak aja mereka marahin para maid, rasain nggak makan seharian!!"ujar Jo terlihat puas.


"Ayo kita jalani hukuman kita, sebelum sang kaisar pulang ke kediamannya!!"ajak Fabian pada saudara-saudaranya.


"Jommmm"teriak Jo dan Dazian kompak.


Earth dan Fabian hanya bisa tersenyum melihat tingkah kedua adik mereka.


Mereka berempat mulai membersihkan ruang kerja Daddy Kenneth serta merapikan kertas-kertas serta laporan-laporan yang berserakan di meja. Menyusun kembali buku-buku pada rak masing-masing. Cukup melelahkan ternyata membersihkan ruang kerja Daddy Kenneth. Dan usai mengerjakan hukuman dari Daddy Kenneth ke empatnya malah kembali tertidur secara serampangan di ruang kerja Daddy Kenneth.


Sementara itu.....


"Kenapa pelayan sialan itu belum juga mengantarkan makanan kemari??"kesal Aunty Anneth yang sudah tidak sanggup lagi menahan rasa lapar di perutnya


"Ini sudah terlalu lama Mom, sebaiknya kita turun saja aku sudah benar-benar sudah sangat lapar saat ini!!"kata Clara berdiri dari duduknya dan melangkah keluar kamar.


"Kamu benar, ayo kita turun!!"kata Aunty Anneth pada Clara.


Keduanya bergegas menuju ruang makan. Tiba di ruang makan keduanya heran karena tidak menjumpai seorang pun maid. Begitu pun ketika melihat ke dapur, kosong nggak ada maid sama sekali.


"Ke mana mereka semua??"gumam Aunty Anneth.


"Mom, ayo lihat apa ada makanan di dapur aku nggak tahan lagi Mom!!"ujar Clara.


Aunty Anneth dan Clara mencoba mencari makanan di dapur namun tidak ada. Bahkan di lemari pendingin yang mereka temukan hanya sayur dan bahan makanan mentah lainnya.


"Sialan, apa mereka tidak memasak makanan??"umpat Aunty Anneth.


"Mom masak aja ya....."pinta Clara pada Aunty Anneth.


"Apa kamu bilang, Mommy yang masak. Mommy nggak bisa Clara. Mending pesan aja sama!!"kata Aunty Anneth.


"Mom ada uang?? Uangku sudah habis!!"kata Clara.


"Mommy juga nggak ada uang!!"seru Aunty Anneth.


"Ini pasti ulah Jo, lagian ke mana anak sialan itu tidak terlihat sama sekali!!"kesal Aunty Anneth.


"Aduh Mommmmmm aku nggak kuat!!"rengek Clara.


Keduanya bingung mau makan apa, kalau pun ada bahan makanan yang bisa dimasak tapi Aunty Anneth dan Clara tidak bisa memasak sama sekali. Malangnya....

__ADS_1


__ADS_2