Bangkitnya Si Bungsu Leonhart

Bangkitnya Si Bungsu Leonhart
Kedekatan 4 Saudara


__ADS_3

"Jo......bangun. Jo.....bangun. Jonathan Aurelia Leonhart......"teriak Mama Anne membangunkan Jo.


"Astaga suara apaan tuh .....kencang banget kayak ayam jantan berkokok"gerutu Jo menutup kedua telinganya.


"Apa kamu bilang Jo??? Suara Mama kayak suara ayam???"teriak Mama Anne yang bersiap menjewer telinga Jo.


"Aaaaa ampun Mak badak"teriak Jo yang tidak siap menghadapi serangan Mama Anne.


"Apa.....Mak badak kamu bilang Jonathan????"ucap Mama Anne semakin geram pada Jo.


"Maaf Ma, Mama Anne yang cantik kayak Galgadot maafin Jo ya..ya..."kata Jo mengedip-ngedipkan matanya nakal ke arah Mama Anne.


"Huffff mandi...!!!!!"titah Mama Anne mencoba mengatur emosinya.


"Anak ini tiap pagi membuat gula darahku naik"kesal Mama Anne yang berlalu menuju dapur untuk menyiapkan sarapan untuk Jo.


"Kau kenapa Anne??"tanya Papi Dion yang heran melihat Mama Anne komat Kamit tidak jelas.


"Putrimu.!"jawab Mama Anne singkat.


"Ohhhhh"jawab Papi Dion berlalu sambil tersenyum meyakini kalau Jo sudah berulah lagi pagi ini.


Tidak lama Jo pun selesai kencan dengan air dan segera bersiap menuju sekolah.


"Jo sarapan dulu!!!"perintah Papa Jacob.


"Ya Pa"jawab Jo sambil mendudukkan diri di kursi di sebelah Papi Dion.


Mereka pun sarapan dengan tenang. Usai sarapan Jo segera mengeluarkan sepeda kesayangannya dan bersiap berangkat ke sekolah setelah pamit pada Papa Jacob, Papi Dion dan Mama Anne. Di halaman mansion Fabian terlihat sudah menunggu Jo. Melihat Jo menggowes sepedanya Fabian segera menghadang sang adik.


"Stop!!"ucap Fabian pada sang adik.


"Ada apa Bang??"tanya Jo tidak mengerti.


"Ayok, Abang yang gowes"kata Fabian mengambil alih sepeda dari sang adik.


"Naik"perintah Fabian.


"I..iya."jawab Jo gugup dan segera naik ke sepeda dan memegang pundak sang kakak.


Dady Kenneth yang melihat interaksi Fabian dan Jo hanya melongo melihat keduany jadi akur.

__ADS_1


"Sejak kapan mereka akur"gumam Daddy Kenneth tapi tetap saja ia menepiskan pikirannya itu dengan ego yang tinggi menjulang.


Jo dan Fabian menikmati perjalanan mereka ke sekolah. Jo masih sedikit canggung dengan semua ini. Di kehidupan lalu jangan berangkat bersama bisa bertegur sapa dengan Kakak-kakaknya itu adalah hal yang ajaib. Dan sekarang malah kakaknya yang menawarkan diri untuk berangkat bersamanya. Sampai di gerbang sekolah semua mata tertuju pada Jo dan Fabian. Mereka bertanya-tanya apa hubungan Jo dengan ketiga Leonhart muda itu. Jika kemarin Earth yang membonceng Jo, sekarang Fabian yang melakukannya. Kedua kakak Kai sudah menunggu mereka berdua.


Fabian segera memarkirkan sepeda sang adik dan mereka berempat pun melangkah menuju kelas dengan Earth dan Dazian yang merangkul bahu sang adik yang berjalan di antara mereka berdua, sedangkan Fabian berjalan di belakang sang adik. Kebahagiaan. Itu lah yang dirasakan oleh ketiga laki-laki muda Leonhart itu. Ternyata bahagia itu tidak sulit, cukup melakukan hal kecil seperti berdekatan dengan bungsu mereka.


Sesampai di kelas Jo, ketiga Leonhart boys itu segera menyuruh sang adik masuk ke kelasnya.


"Belajar yang rajin ya dek. Nanti jam istirahat kita jemput"kata Earth sambil mencium kening sang adik diikuti kedua kakaknya yang lain. Pemandangan itu membuat heran seisi kelas Jo. Ketiga Kakaknya segera berjalan menuju kelas mereka masing-masing. Mereka tersenyum tipis mengingat kedekatan mereka dengan sang adik tadi. Berbeda dengan Jo yang saat ini tengah kikuk masuk ke kelasnya menghadapi tatapan penasaran dari teman sekelasnya.


Apalagi si biang rusuh Zarga.


"Jo Lo kok berangkat Ama ketiga Leonhart itu??"tanya Zarga penasaran.


"Hmmmm mereka Kakak-kakak gue Zar"jawab Jo.


"Oooo Shiiiiit serius Lo??"tanya Zarga tidak percaya begitu juga dengan ke empat teman Jo yang lain.


"Iya beneran, mereka bertiga adalah kakak gue"jelas Jo.


"Terus kok selama ini mereka cuek aja Ama Lo???"tanya Yuvent.


"Ya, ntahlah juga cuma sekarang mereka udah minta maaf Ama gue, ya udah gitu aja"jawab Jo simple.


Tak lama bel masuk pun berbunyi dan diiringi dengan masuknya guru mata pelajaran.


Mereka mengikuti pelajaran dengan tertib, hingga sampai bel jam istirahat pun berbunyi. Para murid pun berlarian ke luar kelas. Jo yang hendak melangkah ke kantin tiba-tiba dicekal oleh ketiga kakaknya.


"Bareng!!!"titah Earth pada sang adik.


Jo hanya mengikuti apa yang kakaknya instruksikan. Kelima kawan Jo pun dengan setia mengekori ke empat Leonhart muda itu menuju kantin.


"Ayo gue yang pesan hari ini"ujar Damian.


"Lo mau apa Jo??"tanya Damian.


"Nasi goreng seafood aja sama lemon tea dingin"jawab Jo.


"Yang lain??"tanya Damian.


"Samain aja, minumnya gue es jeruk"jawab Fabian.

__ADS_1


"Ok, tunggu sebentar"kata Damian berlalu menuju stand makanan untuk memesan makanan mereka.


"Dek"panggil Earth.


"Napa Bang,?"tanya Jo.


"Pindah ke mansion utama ya"ajak Earth pada sang adik.


"Hmmmm untuk sekarang kayaknya ga usah dulu Bang."jawab Jo.


"Kok gitu"tanya Dazian.


"Belum ingin aja Bang, Jo masih betah di paviliun."jawab Jo.


"Yah, kalau di mansion kan kita bisa main bareng dek"ujar Dazian sedikit kecewa.


"Kalau sekedar mau main kan Abang bisa ke paviliun"jawab Jo memberi solusi, bukannya apa Jo masih tidak ingin dekat-dekat dengan Dady Kenneth, setiap melihat wajah Daddy Kenneth Jo teringat bagaimana Dady Kenneth dengan kejam memberikan berbagai hukuman pada Jo yang disebabkan aduan dan fitnahan Carla. Sedangkan ketiga kakak Jo dulu hanya diam tidak memberikan pembelaan sedikitpun pada sang adik. Ketika Carla mulai tinggal diansion Leonhart, semenjak saat itu pula Dady Kenneth menjadi ringan tangan pada Jo. Hal itu seolah menjadi traumatik untuk mental Jo.


"Ya udah kalau sekarang kamu belum mau ga pa-pa dek. Ntar Abang yang akan main ke paviliun kamu"kata Earth yang mengusap lembut kepala sang adik.


"Hu um"jawab Jo mengangguk.


Tidak lama makanan pun datang. Mereka makan sambil sesekali bercanda. Ketiga Leonhart boys itu pun kadang-kadang bergantian menyuapi sang adik menyebabkan Jo menjadi sangat kekenyangan.


"Bang sudah Jo udah kenyang, ntar malah ngantuk di kelas"tolak Jo pada suapan dari Fabian.


"Satu lagi aaaa nanggung"bujuk Fabian yang akhirnya diterima Jo dengan terpaksa.


Perut Jo serasa akan meletus karena makan terlalu banyak. Teman-teman Jo terkekeh melihat wajah frustasi Jo karena tingkah ketiga Kakaknya.


Jo melangkah ke kelas dengan malas-malasan dan mata sedikit mengantuk. Ia mengikuti pelajaran hingga akhir dengan tidak bersemangat. Bel pulang pun berbunyi. Jo melangkah ke parkiran bersama kelima temannya.


"Jo Lo bareng kakak Lo??"tanya Gentala.


"Ntahlah"jawabnya singkat karena mengantuk.


Beberapa saat kemudian ketiga kakaknya pun sampai di parkiran.


"Ayo pulang"ujar Dazian menarik tangan sang adik.


"Jo ngantuk Bang, ayo cepat"kata Jo dengan mata yang sudah memerah.

__ADS_1


"Jangan naik sepeda nanti kau jatuh Jo"cegah Earth.


"Bang Earth benar, kita pulang dengan mobil saja!!"kata Dazian dan segera menggeret sang adik menuju mobil jemputan mereka. Jo tidur dengan paha Dazian yang dijadikan bantal. Mereka pun segera pulang. Agar Jo bisa tidur dengan baik.


__ADS_2