
Morning sunshine........
Pagi ini ke empat Leonhart muda ehh salah Anderson itu telah bersiap di meja makan untuk sarapan sebelum memulai aktifitas masing-masing.
Clara dan Aunty Anneth pun sampai di meja makan dan segera menduduki tempat duduknya.
Hari ini Daddy Kenneth menjadi yang terakhir sampai di meja makan. Yah, Daddy Kenneth ketiduran karena setelah sekian lama baru tadi malamlah Daddy Kenneth bisa tidur dengan lelap.
"Tumben Pak Tua ini datang belakangan!!"ejek Dazian pada sang Daddy.
"Diam!!"kata Daddy Kenneth.
"Apa kau kurang sehat, Ken??"kata Aunty Anneth perhatian.
"Tidak, tetapi sepertinya semalam adalah awal tidur nyenyakku setelah sekian tahun!!"ujar Daddy Kenneth tersenyum.
"Daddy kesambet?"tanya Fabian yang baru kali ini bisa melihat Daddy Kenneth tersenyum tanpa beban.
"Tidak!"jawab Daddy Kenneth singkat.
"Lalu??"kali ini Earth yang bertanya.
"Hama di mansion utama telah melarikan diri!!"ujar Daddy Kenneth menyesap kopinya.
Sontak ke empat anaknya tertawa sedangkan Aunty Anneth dan Clara ketar ketir. Apakah yang mereka maksud adalah Alex atau ada yang lain.
"Daddy benar, Jo tidak bisa membayangkan reaksi mereka semalam."kata Jo membuat si kembar semakin terkekeh.
"Oh, iya Clara mulai hari ini kami harus membantu pekerjaan para maid!!"titah Daddy Kenneth pada Clara.
"Nggak, Clara nggak mau Uncle suruh Jo saja!!"bantah Clara.
"Gue nggak bisa nyet, ntar ada kelas berenang!!"ujar Jo.
"Tapi Uncle, pekerjaan mereka kotor dan nanti tangan Clara bisa kasar!!"bantah Clara lagi.
"Tidak ada bantahan atau kalian keluar dari mansion ini!!"ujar Daddy Kenneth tegas.
"Ken, itu terlalu berat untuk Clara. Dia tidak terbiasa mengerjakan semua itu."kata Aunty Anneth mencoba membatalkan perintah Daddy Kenneth.
"Kalau begitu kau pun bisa mengerjakan pekerjaan maid dan jika putrimu kelelahan kau bisa menggantinya bukan??"kata Daddy Kenneth mengangkat kedua bahunya.
"Tapi kenapa kami harus melakukan itu, Uncle. Kenapa Jo tidak???"protes Clara.
"Dia anakku, Tuan di mansion ini. Dan kalian menumpang di mansion ini. Jadi membantu sedikit pekerjaan maid tidak masalah bukan?? Toh pekerjaan kalian seharian hanya rebahan!!"kata Daddy Kenneth lagi.
__ADS_1
"Dad, Jo boleh ikut club' diving di sekolah??"kata Jo meminta izin pada Daddy Kenneth.
"Tentu, tapi tetap waspada dan hati-hati Baby!!"kata Daddy Kenneth mengingatkan.
"Ay ay Captain!!"jawab Jo bersemangat.
"Sekarang ayo sarapan!!"kata Daddy Kenneth.
Mereka pun sarapan dengan bersemangat pagi itu. Setelah kejadian di mansion utama Leonhart, Daddy Kenneth Ntah kenapa merasa sangat lega dengan pembelaan dari ke empat anaknya. Sekarang ia tidak menginginkan apa pun lagi. Ke empat anaknya adalah prioritas utama baginya sekarang. Persetan dengan keluarga besarnya. Toh selama ini mereka juga menganggap Daddy Kenneth sebagai orang asing. Jadi untuk apa dipikirkan lagi. Lebih baik membuang semua yang menyebabkan luka begitu prinsip Daddy Kenneth. Rumahnya untuk pulang telah ada. Yakni Jonathan, putri satu-satunya.
Begitu pun dengan ketiga kakak Jo ntah mengapa mereka hati mereka merasa begitu bahagia.
"Ayo, berangkat!!"ajak Daddy Kenneth pada anak-anak nya.
"Astaga, Jo lupa motor Jo di bengkel Dad!!"kata Jo menepuk keningnya.
"Kenapa bisa Baby??"tanya Daddy Kenneth.
"Ntahlah Dad, kemarin di tengah jalan tiba-tiba mogok untung ada senior yang lewat jadi Jo nebeng sama dia. Dan dia juga yang membawa motor Jo ke bengkel namun Jo tidak tau di bengkel mana."kata Jo bingung.
"Jadi mau berangkat dengan siapa, Baby??"tanya Daddy Kenneth.
"Sama Abang aja, Dek!!"kata Fabian.
"Ok, Bang!!"jawab Jo.
"Enak aja, Lo gue ngikut ama Bang Fabian ngantar Adek gue ke sekolahnya. Sama sopir aja Lo. Ngelunjak Lo Kutil kuda!"jilid Dazian.
"Baik, kalian hati-hati jaga adik kalian. Daddy berangkat dulu.!"kata Daddy Kenneth mengecup puncak kepala Jo. Ketiga bujangnya??? Oooo tidak mereka gengsi.
Clara merengut kesal karena sangat sulit untuk menaklukkan hati ketiga kakak Jo ini.
"Awas aja Lo, tiba waktunya nanti gue bakal singkirin Lo buat selama-lamanya."gumam Clara.
Fabian dan Dazian mengantar Jo ke sekolah. Si kembar mengantar Jo hingga memasuki halaman sekolah hingga Jo kembali menjadi pusat perhatian penghuni sekolah.
Apalagi kali ini motor sports yang mengantar Jo adalah keluaran terbaru. Para penghuni sekolah semakin histeris ketika si kembar membual helm full face milik mereka.
Dazian turun dari motornya lalu membantu Jo membuka helm full yang terpasang di kepala Jo.
Kemudian Dazian merapikan rambut sang adik.
"Adik Abang manis banget!!"kata Dazian sambil merapikan rambut Jo lalu mendapat pelototan dari Jo.
"Adek belajar yang rajin kalau ada apa-apa cepat telpon Abang. Mengerti!!"titah Fabian dan diangguki Jo.
__ADS_1
Twins bergantian mengecup kening sang adik dan membuat suasana sekolah Jo semakin riuh.
"Abang pergi dulu!!"kata Dazian.
"Abang hati-hati ya!!"teriak Jo keduanya mengangkat jempol mengiyakan perkataan sang adik.
"Aduh Jo beruntung ya dikelilingi kakak yang paripurna."ujar Taruni yang berada di halaman sekolah.
"Iya, insecure guehhhhhh!!!"jawab yang lainnya.
Jo tidak menghiraukan perkataan yang keluar dari mulut para taruna Taruni. Jo melangkah santai menuju kelasnya.
Usai mengikuti jam pelajaran seperti biasa Jo pergi ke kantin beserta gengnya. Ntah kenapa gerak gerik Jo selalu saja mereka ikuti.
Lalu mereka duduk di meja yang tatanannya tidak dirubah sama sekali sejak awal mereka memasuki area kantin ini. Ketika sedang sibuk memainkan handphonenya Jo dikejutkan dengan kehadiran Xander di sampingnya.
"Astaga, Bang Xander ngagetin mulu. Mau bikin Jo jantungan ya!!"ketus Jo dengan mata melotot namun itu terlihat lucu di penglihatan masyarakat kantin.
"Astaga ni jantung mulai lagi, kalau gini beneran mati muda gue!!"gerutu Jo dalam hati.
Jo lalu berdiri dan berbisik pada Xander.
"Bang Xander, jangan dekat-dekat sama Jo, jantung Jo nggak aman ini. Abang beneran mau Jo meninggal kena serangan jantung ya!!"bisik Jo. Xander menahan tawanya agar tidak meledak. Segitu polosnya singa kecil di hadapannya ini pikir Xander.
"Maaf Abang nggak sengaja, ini kunci motor kamu. Motornya ada di parkiran"kata Xander memberikan kunci motor milik Jo.
"Eh makasi Bang Xander, berapa biaya perbaikannya??"tanya Jo pada Xander.
"Nggak usah bengkelnya milik Abang!!"kata Xander.
"Tapi......."
"Udah nggak apa-apa, nih buat kamu!!"kata Xander memberikan sebuah paper bag pada Jo kemudian pergi begitu saja karena sudah tidak tahan untuk tidak tertawa.
"Apa an Jo??"tanya Al usil.
Jo pun membuka paper bag pemberian Xander dan ternyata isinya makanan dan minuman kesukaan Jo yakni salad buah dan Thai tea.
"Buset, enak banget Jo. Bagi Napa??"goda Hendrik.
"Enak aja, kalau mau beli sana!!"kata Jo meminum Thai tea pemberian Xander.
"Lucu ye kalau orang polos dicintai, kagak peka an banget makan ati dah tu yang jadi pawangnya.!!"kata Dwi.
"Betul lah itu, semakin keraslah perjuangan si Abang Xander itu sekarang!!'kata Butet dengan logat Medannya.
__ADS_1
Jo tidak memahami pembicaraan teman-temannya itu. Ia sibuk dengan salad buah yang saat ini sangat menggoda lidahnya. Xander memperhatikan Jo dari jauh. Aneh memang menyukai bocil seperti Jo apalagi anak itu belum memahami apa artinya jatuh cinta. Sabar Bang Xander orang sabar jadi pacarnya Jonathan.