Bangkitnya Si Bungsu Leonhart

Bangkitnya Si Bungsu Leonhart
Perbukitan


__ADS_3

Sementara itu........


"Bang Earth biar Jo yang nyetir!!"kata Jo mengambil alih stir dari tangan sang kakak.


"Tapi......"perkataan Earth terputus karena menggiring Earth ke kursi samping supir.


"Sudah, Abang lagi emosi Jo aja yang nyetir!!"kata Jo dan mulai menyalakan mobil dan meninggalkan mansion utama.


Jo membawa keluarganya ke sebuah perbukitan kecil yang memperlihatkan keindahan kota di malam hari. Dazian yang menyadari sang adik yang tidak membawa mereka ke arah mansion bingung melihat jalanan yang tidak biasa mereka lewati.


"Adek kita akan ke mana??"tanya Dazian penasaran. Ketiga laki-laki lainnya tersadar dari lamunan mereka mendengar pertanyaan dari Dazian.


Mereka pun melihat ke arah jalanan, benar ini bukan arah menuju mansion. Dan jalanan itu tidak pernah mereka lalui sebelumnya.


"Ke suatu tempat yang indah!!"ujar Jo yang terus melajukan mobil yang mereka kendarai.


Sekitar tiga puluh lima menit kemudian mereka pun sampai di tempat itu. Indah..... satu kata yang saat ini mampir di kepala mereka.


Ke empatnya terpukau melihat keindahan pemandangan kota di saat malam hari. Sejenak pikiran mereka terasa plong dengan adanya pemandangan itu.


"Adek tau tempat ini dari mana??"tanya Earth merangkul bahu sang adik.


"Jo dan Mommy sering ke sini, saat sedih Mommy sering mengajak Jo kemari. Kata Mommy "KAMU TAU KENAPA PARA PEGIAT SULIT MENDAPAT JODOH?? KARENA DI GUNUNG KAMI BANYAK BELAJAR CARA BERBAGI, MENDENGARKAN, MERAWAT DAN MENYAYANGI. TAPI KAMI TIDAK PERNAH BELAJAR CARA MEMILIKI" itu yang Mommy ajarkan pada Jo. Dan itu yang saat ini sedang kita lakukan berbagi suka dan duka, mendengarkan segala keluh kesah, merawat segala luka dan rasa sakit yang ada dan menyayangi apa yang saat ini sudah kita miliki. Keinginan untuk memiliki kadang membuat kita menjadi sosok yang egois dan juga serakah."kata Jo mengakhiri penjelasannya.


Daddy Kenneth memeluk erat sang putri disaat suasana hatinya yang tengah kacau, kata-kata yang terlontar dari mulut Jo kembali menyadarkannya. Beruntung ia cepat diberi kesadaran tentang kesalahan yang telah ia perbuat pada Jo di masa lalu. Jika tidak Jo akan mengalami apa yang telah ia lalui di masa lalu.


Bahu Jo terasa hangat dan basah ia yakin sang Daddy tengah menangis saat ini.


"Menangislah Dad, walaupun Daddy seorang laki-laki dan kepala keluarga namun jangan lupakan kalau Daddy juga seorang manusia yang memiliki perasaan dan hati nurani. Jadi lepaskan segala sesak yang ada di hati Daddy. Kami akan selalu ada di samping Daddy sampai kapan pun. Kita memiliki pengalaman yang sama Dad, hanya saja Daddy lebih beruntung karena lebih cepat menyadari kesalahan Daddy hingga keadaan kita sekarang baik-baik saja."kata Jo.

__ADS_1


Kata-kata Jo begitu menenangkan bagi Daddy Kenneth dan juga ketiga kakaknya. Beruntung...... Satu kata yang pantas untuk mereka saat ini. Beban di hati Daddy Kenneth terasa ringan setelah ia menangis di pelukan sang putri.


"Terima kasih Sarah, kau telah meninggalkan malaikat ini bersama kami!!"bathin Daddy Kenneth.


Ketiga kakaknya memandang penuh haru pada sang adik. Adik kecil mereka telah dewasa dan bijak.


"Dad, ayo duduk di sana!!"ajak Jo pada Daddy Kenneth ketiga kakaknya mengekori langkah Jo dan juga Daddy Kenneth.


Mereka duduk di sebuah batu besar, dari sana pemandangannya terlihat begitu indah.


"Baby, kamu dapatkan dari mana semua bukti itu??"tanya Daddy Kenneth pada Jo.


"Sewaktu Jo ke markas, Jo masuk ke ruang pribadi Mommy Jo membuka laptop Mommy dan di sana tersimpan semua bukti-bukti itu!!"ujar Jo melihat ke depan.


"Sepertinya Mommy berniat memberi tau Daddy namun terlambat karena Mommy telah lebih dulu diserang."tambah Jo mengingat tanggal yang ada di file itu ada di bulan yang sama dengan penyerangan terhadap Mommy Sarah dilakukan.


"Lalu maksudmu tikus si Alex itu??"tanya Fabian penasaran.


"Iya Bang, Aunty Anneth adalah istri Uncle Alex dan Clara adalah anak mereka.!!"jelas Jo yang membuat ke empatnya kembali meradang.


"Tenang Bang, penderitaan Jo selama belasan tahun di kehidupan dulu akan Jo berikan kembali pada mereka berdua. Tapi tentu dengan sedikit bonus. Nanti kita akan berbuat seolah-olah tidak mengetahui kalau mereka adalah istri dan anak dari Uncle Alex. Jadi permainan akan semakin seru."kata Jo tersenyum evil.


"Dan kita juga harus lebih waspada karena Uncle Alex pasti akan melakukan hal lain untuk mencelakai kita!!"peringat Fabian pada yang lainnya.


"Apa benar kalau ibu Alex masih hidup Baby??"tanya Daddy Kenneth pada Jo.


"Benar Dad, Jo sudah menyuruh orang untuk mengawasinya kita akan jadikan ia senjata untuk menghancurkan Uncle Alex nanti."kata Jo pada Daddy Kenneth.


"Kamu sangat mirip dengan Mommy, sayang. Selalu bertindak selangkah di depan."puji Daddy Kenneth pada Jo.

__ADS_1


"Bagaimana kalau Adek yang memimpin FIRE DRACO??"tanya Dazian pada sang Daddy.


"No....no.....BLUE BLOOD dan menjadi asisten Daddy saja sudah membuat kepala Jo berasap. Enak saja!!"gerutu Jo komat kamit.


Ke empat lelaki itu terkekeh melihat Jo yang komat kamit tidak jelas.


"Adik kalian benar, apa kalian ingin lepas tangan dari semua yang telah susah payah Daddy bangun.??"tanya Daddy Kenneth pada ketiga putranya.


"Tidak Dad, aku hanya bercanda. Jika berada di dalam FIRE DRACO aku akan sangat bersedia, tapi jika harus berhadapan dengan segala berkas di perusahaanmu maka aku akan memilih gantung diri saja!!"kata Dazian terkekeh.


"Twins sebaiknya salah satu dari kalian membantu adik kalian mengurus BLUE BLOOD!!"usul Daddy Kenneth.


"Jo setuju Dad, kan imbang dua dua"kata Jo bersemangat.


"Aku saja Dad."kata Earth.


"No, kau adalah ketua FIRE DRACO Earth, jabatan itu harus kau isi. Dan jadikan saudaramu sebagai orang yang kau percaya dalam mengurusnya."titah Daddy Kenneth pada Earth.


"Ck, menyebalkan!!"decak Earth kesal.


"Maka aku yang akan membantu Adek mengurus BLUE BLOOD!!"girang Dazian.


"Aku saja!!"bantah Fabian.


"Ok, cukup Fabian saja dan kau Dazian bersama Earth mengurus FIRE DRACO. Tidak ada bantahan!!"kata Daddy Kenneth mutlak.


Kicep sudah jika Daddy Kenneth mengeluarkan suara bariton miliknya.


Jo terkekeh melihat kedua kakaknya yang tertekan dengan keputusan Daddy Kenneth sedangkan Fabian saat ini beruforia dengan keputusan dari sang Daddy. Itu berarti dia akan lebih dekat dengan sang adik.

__ADS_1


"Ayo pulang, sudah malam besok kalian harus sekolah!!"kata Daddy Kenneth pada ke empat anaknya.


Lega dan tenang, perasaan ke empat laki-laki beda usia itu. Mereka pulang ke mansion sambil sesekali menjahili Jo. Yang berujung Jo merajuk dan mendiamkan mereka.


__ADS_2