Bangkitnya Si Bungsu Leonhart

Bangkitnya Si Bungsu Leonhart
Drama Levia


__ADS_3

Beberapa kelompok sudah mulai menyerah dalam perlombaan itu. Berbagai alasan mereka utarakan cuaca yang dingin, gigitan nyamuk, dan banyak lagi yang lainnya.


Sekarang yang bertahan ada tiga kelompok yaitu kelompok Jo, Nando dan Ryan. Sudah jam 4 pagi namun ketiga kelompok itu masih bertahan di dalam bivak masing-masing. Hingga pagi harinya ketiga kelompok itu masih saja bertahan di dalam hutan.


Dan setelah dilakukan diskusi akhirnya ketiga kelompok itu diputuskan keluar sebagai pemenang.


Mereka kembali ke tenda masing-masing karena hari ini akan diadakan kegiatan sosial sebagai kegiatan akhir dari acara kemah bakti taruna itu.


Mereka akan melakukan acara penanaman pohon di sekitaran area perkemahan.


Jo telah bersiap untuk mengikuti kegiatan tanam pohon dengan anggota kelompoknya. Xander dan kedua temannya mendatangi tenda Jo, untuk mengajak kekasih mereka sarapan bersama.


"Queen Bee!!"panggil Xander pada Jo.


Jo hanya melongo mendengar panggilan dari Xander, kemudian wajah Jo memerah karena malu digoda oleh si kembar.


"Bang Xander, apaan sih!!"kata Jo menabok lengan Xander.


Xander hanya memberikan senyum tipis pada sang pujaan hati.


"Babe, yok sarapan!!"Varo mengajak Dwi untuk sarapan begitu pun dengan Andre dan Butet.


"Honey......!!"panggil Andre pada Butet yang membuat sukses membuat wajah Butet memerah.


Ketiga pasangan itu segera menuju tempat berkumpul, sarapan sekalian mendengarkan pengarahan dari instruktur.


Para Taruni duduk sambil menunggu pawang mereka mengambil sarapan untuk mereka. Ketika akan kembali ke kumpulan para Taruni, Levia dengan sengaja menabrakkan dirinya ke tubuh Xander hingga handphone miliknya terjatuh.


Jo melihat dari jauh interaksi antara Xander dan Levia.


"Kok gue kesal ya liat Bang Xander dideketin ama Levia!!"bathin Jo.


Xander mengambilkan handphone Levia yang terjatuh.


"Perlu saya ganti??"tanya Xander pada Levia.


"Nggak perlu, Bang Xander!!"ujar Levia manja.


Ketika Xander akan melanjutkan langkahnya ke tempat Jo, tangannya dicekal oleh Levia.


"Jo, lihat noh doi Lo digodain ama ayam sayur!!"kata Vania kepada Jo.


Sebenarnya Jo sudah mulai kesal dari tadi namun Jo tetap memperlihatkan wajah datarnya, lalu bangkit dan segera menyusul Xander.


"Bang Xander, Levia suka sama Bang Xander!!"ujar Levia dengan suara yang cukup nyaring hingga terdengar oleh taruna Taruni lain.


"Anjay......gila tu si Levia. Udah tau Bocil baru aja jadian ama Bang Xander, dia udah niat nikung. Perlu dikasih pelajaran tu walang sangit!!"gerutu Al dan diangguki yang lain.


Kembali pada Xander dan Levia......

__ADS_1


"Lalu, saya harus apa??"tanya Xander.


"Putusin aja Jo, Levia lebih baik dari Jo Bang Xander!!"ujar Levia bergelayut di tangan Xander.


Percayalah amarah Xander saat telah berada di puncak ubun-ubunnya guys. Namun tidak berapa lama Jo datang dengan menampilkan wajah imutnya.


"Bang Xander, Jo lapar banget!!"rengek Jo.


"Utu....utu....kesayangan Abang udah lapar banget, maaf ya ada gangguan hama. Ayo sarapan!!"ujar Xander menggenggam tangan mungil Jo dan meninggalkan Levia begitu saja.


Levia merasa marah dan malu karena ditinggal begitu saja oleh Xander dan Jo, tapi itu tidak membuatnya menyerah untuk mendekati Xander.


Levia kembali mengejar Xander dan mencekal lengan Xander.


"Bang Xander, Levia ikut sarapan bareng Abang ya!!'kata Levia lembut.


Jo sudah tersulut emosi lalu mengeluarkan drama picisannya.


"Abang.....hiks....hiks.... cepetan.....!!"ujar Jo mulai menangis. Oooo tidak ini sangat tidak baik bagi seorang Xander tanpa aba-aba Xander mendorong keras Levia hingga tersungkur dan segera membawa Jo ke dalam pelukannya. Di sela pelukan Xander Jo menatap ke arah Levia lalu mengacungkan jari tengahnya sembari berucap.....


"F*ck you, b**ch!!"


Levia yang terbakar cemburu segera mengejar Xander dan berusaha menarik Jo agar terlepas dari pelukan Xander, namun Levia kalah tenaga dengan Xander dan lagi Levia kembali harus merasakan mencium tanah untuk kedua kalinya.


"Woi, sadar masih kecil dah berniat jadi pelak*r Lo, gedenya mau jadi apa??"teriak Ryan dan sukses membuat wajah Levia merah padam menahan malu.


Levia akhirnya pergi meninggalkan area sarapan karena sudah tidak tahan mendengar ejekan dari teman-temannya.


Jo tersenyum penuh kemenangan menatap punggung Levia yang perlahan mulai menghilang.


"Queen Bee, ayo sarapan!!"ujar Xander lembut.


Jo pun mengangguk cepat karena memang perutnya sudah sangat lapar.


Mereka bergabung dengan yang lainnya dan segera menghabiskan sarapan. Usai sarapan mereka segera bersiap untuk melakukan aksi tanam pohon. Xander dan anggota korps lainnya mengawasi para junior mereka dalam melakukan kegiatan itu. Sesekali Xander memberikan minum pada Jo begitu pula dengan Andre dan Varo.


Tengah sibuk menggali lubang untuk menanam bibit pohon, tiba-tiba handphone Jo berdering.


"Hallo, A!!"


"................."


"Keep in touch!!"


"..............."


"Bawa ke kamarnya lalu ikat!!"


Kemudian Jo menutup saluran teleponnya.

__ADS_1


"Mau main-main ama gue..heh!"ujar Jo sambil mengelus aura dinginnya yang dirasakan oleh Xander.


"Bee, ada apa??"tanya Xander.


"Nggak apa-apa kok, Bang!!"jawab Jo merubah ekspresi wajahnya. Xander yakin Jo menyembunyikan sesuatu, tapi Xander tidak ingin terlalu ikut campur bisa jadi itu adalah masalah klan BLUE BLOOD.


Di mansion Daddy Kenneth........


"Ken, aku membuatkamu teh. Ayo diminum!!"kata Aunty Anneth yang membawa dua cangkir berisi teh hangat.


Sebuah pesan masuk ke handphone Daddy Kenneth, lalu ia pun membaca sambil mengerutkan dahinya. Sedangkan sebelah tangannya mengambil cangkir teh dan menyeruputnya tanpa sengaja pandangan Daddy Kenneth beradu dengan seseorang yang berdiri di samping pintu dengan tatapan yang mengisyaratkan sesuatu.


"Minumlah Ken, setelah ini kau akan jadi milikku seutuhnya!!!"bathin Aunty sembari meminum tehnya agar Daddy Kenneth tidak menaruh curiga.


"Kenapa kepalaku tiba-tiba pusing??"ujar Daddy Kenneth memijit pelipisnya pelan.


"Cepat sekali reaksi obat ini, tapi semakin cepat semakin bagus. Aku akan segera menguasai semua milik Ken dan juga Sarah!!!"bathin Aunty Anneth tersenyum iblis.


Tiba-tiba semua menjadi blur........


Kembali pada Jo........


Usai menanam pohon, Jo segera membersihkan diri lalu memeriksa apakah ada pesan masuk ke handphonenya atau tidak.


Baru saja memegang handphone, suara nada deringnya langsung terdengar.


"................"


"Terima kasih"


Jo pun menutup panggilan lalu mengambil laptop dan memeriksa email yang baru masuk mengenai keadaan perusahaan Daddy Kenneth.


"Hmmmm..... tunggu aku pulang tikus aku melempar kalian keluar dari perusahaan Daddyku!!"gumam Jo memeriksa file yang dikirim Lucas satu persatu.


"Kerja Bang Lucas ok juga, cepat dan rapi!!"puji Jo pada mata-mata BLUE BLOOD itu.


Namun tiba-tiba Jo dikagetkan oleh sebuah tangan kekar yang memeluknya dari belakang.


"Astaga, Bang Xander............!!"geram Jo.


"Maaf, Bee habis kamu dipanggil dari tadi tidak menyahut, sedang apa hmmmm?"tanya Xander meletakan dagunya pada bahu Jo.


"Nggak ada, cuma sedang memeriksa beberapa laporan mengenai perusahaan!!"sahut Jo yang meneruskan aktifitasnya.


"Nih..!!"kata Xander menyerahkan lemon tea hangat pada Jo.


"Makasi, Bang Xander!!"ujar Jo tersenyum manis lalu meminum lemon hangat yang tadi diberikan oleh Xander.


Xander memutuskan tidur di belakang Jo, karena merasa cukup lelah melakukan aktifitasnya sedari tadi sambil memeluk perut Jo. Jo sendiri melanjutkan pekerjaannya yang tadi sempat tertunda.

__ADS_1


__ADS_2