
Daddy Kenneth pulang dari kantor, ketika memasuki mansion ia heran kenapa mansion terlihat begitu sepi. Biasanya akan ada sikembar yang sibuk bermain game dan dua rubah yang selalu duduk manis seperti ibu dan anak idaman.
"Tumben sepi!!"gumam Daddy Kenneth melihat sekitar kemudian melangkah menuju kamarnya.
Saat jam makan malam tiba Daddy Kenneth masih belum melihat ke empat jawaranya di meja makan. Lalu ia berinisiatif untuk menyusul ke kamar anak bungsunya dan ternyata ....walaaaaa. Ke empatnya tertidur di sana. Daddy Kenneth mengangkat sudut bibirnya tersenyum melihat adegan itu. Si bungsu yang tergencet di tengah karena tidur diapit oleh ke tiga Kakaknya.
"Sarah, apakah kau bisa melihat ulah putra-putri kita sekarang??? Apa kau bahagia melihatnya Sarah??"monolog Daddy Kenneth dengan mata yang mulai berembun dan siap menetes membasahi pipinya.
"Earth, Twins bangun....."kata Daddy Kenneth mengguncang pelan tubuh putra-putranya itu.
"Baby girl wake up now!!!"titah Daddy Kenneth namun lagi satu orang pun tidak memberikan reaksi atas perkataan Daddy Kenneth.
"Hufffff baiklah cara ini tidak pernah gagal"ujar Daddy Kenneth menjepit hidung putra-putrinya hingga ke empatnya sulit bernafas dan segera bangun.
"Ck, Pak Tua ini benar-benar mencari masalah denganku!!"gerutu Dazian si mulut cabe.
"Daddy menjengkelkan kita kemusuhan!!"ujar Jo merengut.
"Salah siapa kalian sangat sulit dibangunkan, sekarang ayo cuci wajah kalian kita makan malam!!"kata Daddy Kenneth duduk di ranjang menunggu ke empat anaknya.
"Iya, Dad"sahut mereka bareng.
"Kalian terlalu cepat besar, Nak!!"gumam Daddy Kenneth melihat punggung ke empat anaknya menghilang di balik pintu kamar mandi.
Usai mencuci wajah ke lima orang itu beriringan menuju ruang makan, tampak Aunty Anneth dan Clara duduk dengan wajah yang tidak sedap dipandang mata sama sekali. Daddy Kenneth menautkan kedua alisnya heran dengan luka yang terlihat di sekitar rahang Aunty Anneth. Tapi ia tidak menggubrisnya sama sekali selama bukan anak-anaknya yang terluka. Makan malam saat ini berlangsung dengan tenang tanpa ada ocehan dari kedua rubah itu. Tapi......... ternyata itu hanya sebentar. Usai makan malam keduanya kembali berulah dengan mengadukan perbuatan Jo tadi siang pada Daddy Kenneth.
"Benarkah itu Baby??"tanya Daddy Kenneth pada Jo.
"Iya, Dad"jawab Jo singkat.
"Why??"tanya Daddy Kenneth lagi.
"Rubah kecil itu yang mulai duluan Dad, dia menampar Adek di meja makan saat kami akan makan siang"jelas Fabian.
__ADS_1
Daddy Kenneth mengetatkan rahangnya mendengar penjelasan dari Fabian.
Tanpa pikir panjang, Daddy Kenneth menarik paksa tangan Jo, yang membuat Jo kaget dan kembali mengingat traumanya ketika disiksa Daddy Kenneth di kehidupannya yang dulu.
"Ikut Daddy!!"titah Daddy Kenneth.
Hal membuat ketiga Kakak terkejut dengan tindakan sang Daddy Kenneth yang menarik tangan adik mereka menuju ruang kerjanya.
"Ampun Daddy, ampun"teriakan Jo sontak membuat Earth dan Twins kaget karena wajah Jo yang sudah memucat dan memperlihatkan gurat ketakutan.
"Dad, lepas kau membuat adek takut!!"bentak Earth menghempaskan tangan Daddy Kenneth dari Jo.
Daddy Kenneth yang melihat perubahan tiba-tiba pada wajah bungsunya pun panik.
Karena Jo mendadak berteriak histeris dan tidak mau didekati oleh Daddy Kenneth, semua itu membuat kedua rubah betina tadi tersenyum penuh kemenangan.
"Baby, kau kenapa sayang!!"panik Daddy Kenneth melihat putrinya yang tiba-tiba berubah seperti itu.
"Earth cepat bawa adikmu ke ruang kerja Daddy!!"titah Daddy Kenneth.
Earth mendudukkan sang adik di ranjang yang ada di ruang kerja Daddy Kenneth dan berusaha menenangkan Jo dengan memeluk dan mengusap pelan punggungnya.
"Sst.....udah ya, nggak apa-apa Abang di sini Dek!!"mencoba menenangkan Jo yang masih takut. Sedangkan yang lainnya duduk mengelilingi Jo dengan pemikiran yang kalut.
Setelah dua puluh menit akhirnya bisa menguasai dirinya kembali, dan Earth pun melonggarkan pelukannya pada sang adik.
"Adek udah nggak apa-apa??"tanya Earth dengan lembut.
"Jo udah nggak apa-apa Bang!!"jawab Jo.
Daddy Kenneth perlahan mendekat ke arah dengan perasaan was-was takut sang putri kembali trauma jika ia dekati.
"Baby....."panggil Daddy Kenneth.
__ADS_1
Jo menatap Daddy Kenneth dengan tatapan penuh arti, namun kemudian ia segera menguasai pikirannya agar panic attack nya tidak kembali terulang.
"Iya Dad"jawab Jo pelan.
Daddy Kenneth duduk di samping Jo dan menarik Jo ke dalam pelukannya. Sedangkan Twins masih mencoba mencerna apa yang baru saja dialami oleh adiknya.
"Kamu kenapa, Baby?? Daddy takut melihatmu seperti tadi!!"ujar Daddy Kenneth yang sudah tidak bisa lagi menahan air matanya karena menahan rasa sesak di dadanya.
"Apa sekarang harus gue kasih tau yang sebenarnya ya??"bathin Jo mencoba mengumpulkan keberanian di dalam hatinya.
"Hmmm Dad Abang Jo ingin mengatakan sesuatu pada kalian!!"kata Jo yang mendapat tatapan penasaran dari semua orang yang ada di dalam ruangan itu. Semuanya menunggu Jo bercerita. Setelah menarik nafas panjang beberapa kali akhirnya Jo siap memulai ceritanya.
"Jo nggak tau kejadian yang menimpa Jo ini disebut dengan istilah apa. Tapi yang pasti Jo kembali dari masa depan di saat Jo berusia 20 tahun dalam keadaan sekarat atau mungkin sudah meninggal di gudang belakang mansion kita!!"ujar Jo memulai ceritanya.
"Apa maksudmu Baby, Daddy tidak paham!!"kata Daddy Kenneth dan diangguki ketiga kakaknya.
"Hmmmm ini yang Jo takutkan Jo tidak bisa menjelaskannya pada kalian!!"kata Jo frustasi.
"Ceritakan saja secara pelan dan perlahan, jangan ada yang kamu tutupi Baby Daddy dan Kakak-kakakmu akan berusaha untuk memahaminya."kata Daddy Kenneth menyemangati Jo.
"Waktu itu di kehidupan Jo yang pertama, Jo mungkin sudah meninggal di gudang belakang mansion Dad"kata Jo mencoba memulai ceritanya kembali.
"Namun ketika Jo terbangun Jo kembali ke tubuh Jo yang berusia tujuh tahun."kata Jo lagi.
"Apa yang membuatmu meninggal di gudang belakang mansion ini Baby??"tanya Daddy Kenneth penasaran.
"Daddy menghukum Jo dengan mencambuk, memukuli dan melarang Jo makan selama satu minggu. Dan pada akhirnya karena tidak kuat Jo meninggal di gudang belakang itu!!"kata Jo lagi.
"Daddy menghukummu??? Mencambukmu??"tanya Daddy Kenneth tidak percaya.
"Iya Dad, dan itu semua Daddy lakukan pada Jo hampir setiap hari karena hasutan dari Clara, yang Daddy bawa ke rumah ini dan Daddy jadikan sebagai putri bungsu Leonhart. Kalian begitu menyayanginya hingga membuat Jo menjadi semakin terasing di mansion ini dan malah mendapatkan siksaan bertubi-tubi pada tubuh Jo."kata Jo dengan air mata yang sudah meluruh di pipinya.
Daddy Kenneth dan ketiga Kakak Jo terdiam mendengar penjelasan Jo. Apa benar merekalah penyebab kematian Jo di kehidupannya yang lalu. Tapi jika Jo berbohong kenapa rasa sesak begitu menggerogoti ruang dada mereka sekarang??
__ADS_1
Dan apa itu yang membuat perubahan pada sikap Jo dulu pada mereka??? Berbagai pertanyaan memenuhi ruang pikiran mereka.