
Seorang wanita terikat di sebuah kamar dalam keadaan tidak baik-baik saja, dia terlihat sangat depresi, ia pun selalu meracau dan mend*s*h tidak karuan. Ia sangat merasakan pusing yang amat sangat di kepalanya, keringat terus bercucuran dikarenakan suhu badannya yang terus meningkat.
"Awas!! Gue mau masuk ke kamar Nyokap gue!!"teriak Clara.
"Maaf, Jo melarang siapa pun masuk ke kamar ini!!"jawab sang bodyguard.
"Apa yang kalian lakuin ke Nyokap gue!!"bentak Clara.
"Tidak apa pun!!"sahut bodyguard satunya.
"Gue mau masuk!!!! Lepasin gue!!"teriak Clara.
"Ada apa ini??"terdengar suara seorang laki-laki yang melangkah ke arah kamar itu bersama tiga orang laki-laki muda.
"Dia ingin bersikeras masuk ke kamar ini, Tuan. Jo berpesan agar seorang pun tidak memasuki kamar ini hingga dia pulang nanti!!"ujar bodyguard itu.
"Untuk apa kamar Aunty Anneth dijaga, Dad??"tanya Fabian heran.
"Bukankah tadi kalian dengar kalau itu Jo yang memerintahkan, Daddy juga tidak tau apa-apa!!"sahut Daddy Kenneth acuh.
"Uncle, tolong keluarin Mommy.!!"ujar Clara memelas.
"Dad, sebenarnya ini ada apa??"tanya Earth mulai emosi.
"Ayo sarapan!!"ajak Daddy Kenneth pada ke tiga putranya.
Ke empat laki-laki beda usia itu melangkah menuju ruang makan meninggalkan Clara yang berusaha untuk masuk ke kamar Aunty Anneth.
Karena bosan mendengar rengekan Clara akhirnya para bodyguard menyuntikan obat tidur dosis tinggi pada Clara.
"Jadi.......!!"tanya Earth lagi tidak sabar.
******Flash Back******
""Hallo, A!!"
"................." (Nyonya Anneth mulai beraksi, Jo!!)
"Keep in touch!!"
"..............." ( Saya sudah menukar minumannya dengan
minuman milik Tuan Kenneth, apa
yang harus saya lakukan selanjutnya, Jo??)
"Bawa ke kamarnya lalu ikat!!"
Kemudian Jo menutup saluran teleponnya.
Flash back off
"Lalu........??"tanya Dazian penasaran.
__ADS_1
"Daddy sebenarnya tidak ingin meminum minuman yang dibuat oleh wanita rubah itu, namun adik kalian mengirim pesan agar Daddy meminumnya lalu berpura-pura pusing, setelah A memberikan tanda pada Daddy!!"jelas Daddy Kenneth pada ke tiga putranya.
"Jadi wanita ular itu memasukkan sesuatu ke minuman Daddy??"tanya Earth menggeram.
"Hanya obat tidur, namun Jo menyuruh Dion menyuntikkan afrodisiak padanya, entah apa yang terjadi pada wanita itu sekarang!!"kata Daddy Kenneth. Ke tiga Kakak Jo bergidik ngeri membayangkannya, teringat beberapa saat lalu sang Daddy berada di posisi yang sama dan itu sangat mengerikan.
"Ternyata Adek benar-benar mengawasi kita semua dengan ketat!!"tutu Fabian.
"Ya, seharusnya kita yang menjaganya, ini malah terbalik!!"sahut Dazian.
"Akan kuberi wanita rubah itu pelajaran!!!"kesal Earth.
"Jangan menyentuhnya hingga adikmu pulang, Earth, itu mainannya!!"kata Daddy Kenneth pada si sulung.
"Baiklah, kalau begitu aku akan bermain bersama adikku saja nanti!!! Aku sangat kesal dengan ulah kedua rubah itu."kata Earth.
"Ayo sarapan, jangan lupa nanti kita akan menjemput adik kalian ke sekolahnya!!"kata Daddy Kenneth pada ke tiga putranya.
"Jadi kegiatan kemping Adek sudah selesai, Dad??"tanya Fabian.
"Sudah, dan tadi malam adik kalian mengirim pesan pada Daddy agar kita menjemputnya ke sekolah!!"sahut Daddy Kenneth.
"Akhirnya adikku pulang!!"heboh Dazian.
Lalu mereka memulai sarapan dengan tenang.
Di arena kemping........
"Hari ini kita adalah hari terakhir kita di sini, sebelum meninggalkan arena perkemahan kita akan membersihkan sekitar arena perkemahan lalu bersiap untuk pulang. Paham!!"ujar Danyon dalam apel pagi itu.
Seperti biasa Jo akan sarapan bersama Xander.
"Bee, apa kamu sudah merapikan semua perlengkapan mu??"tanya Xander pada Jo.
"Hmmm sepertinya sudah semua, Bang!!"ujar Jo melihat sekeliling.
"Come on, take a breakfast!!"ajak Xander lalu menggenggam tangan mungil sang kekasih.
Keduanya kemudian bergabung dengan taruna dan Taruni lainnya untuk sarapan bersama.
Saat Jo mengambil kotak sarapannya, Levia mendudukkan diri di samping Xander.
"Levia duduk di sini, ya Bang!!"ujarnya manja.
"Heh, awas gue duduk disitu!!"sahut Varo ketus lalu mengusir Levia. Tak kehabisan akal Levia mengambil tempat diantara Jo dan Xander.
"Woi mata Lo picek, nggak liat gue duduk di sini. Main hantam kromo ae Lo. Nggak diajarin sopan santun ama nyokap Lo!!"hardik Jo keras hingga didengar oleh Ryan anak Teknika I.
"Diajarin dia Jo, tapi jadi pelak*or!!"sahut Ryan melayangkan tatapan menghina ke arah Levia.
"Woi, pada hati-hati ya.....pelak*r sekarang nggak punya urat malu dan selalu berusaha jadi yang terdepan. Jagain pasangan masing-masing!!"teriak Sania keras hingga membuat Levia malu dan pergi dari kumpulan taruna taruni itu dengan wajah merah padam.
Xander salut dengan teman-teman Jo yang selalu melindungi bocah bergingsul itu.
__ADS_1
Lalu dengan sayang Xander mengusap puncak kepala Jo dan mulai memakan sarapan mereka sambil sesekali menyuapi Jo.
Kini mereka bersiap untuk membersihkan area di sekitar tempat perkemahan mereka, agar bisa segera tidur nyenyak di rumah masing-masing. Jo dan kelompoknya sangat bersemangat melakukan aksi bersih-bersih itu. Anggota korps mengawasi para juniornya sambil ikut melakukan aksi bersih-bersih itu.
Lagi Levia melakukan aksi gilanya pada Xander, dengan menjegal kakinya sendiri, Levia terjatuh berniat agar Xander bisa menangkap tubuhnya. Tapi sayang gerak geriknya dipantau oleh Jo sejak tadi.
Tanpa aba-aba Jo melompat ke arah Xander. Xander yang tanggap karena sedari tadi mengawasi Jo pun menangkap tubuh Jo, tanpa sadar Xander menjauh berjalan beberapa langkah dari Levia hingga membuat Levia kembali tersungkur ke tanah.
"Dughhhh"
"Aduuuuuh"
Levia mengaduh menahan sakit pada bagian lutut dan perutnya karena menimpa beberapa batu sebesar kepalan tangan.
"Bee, kamu mulai nakal hmmm!!"kata Xander dengan nada Husky miliknya.
"He...he...he!!"cengir Jo.
Melihat Levia yang menangkap angin, Butet pun mulai membuat drama.
"Orang yang dimakan tu nasi, bukan angin!!"teriaknya.
"Kasian.......yang jatuh siapa yang ditangkap siapa!!"tambah Sania.
"Gila sih, sampe ngejatuhin harga diri demi cowok gue mah ogah. Apalagi tu cowok udah jadi milik orang, nggak banget deh gue jadi pelak*r. Jadi cewek berkelas dikit napa?? Ganjen banget!!"balas Anna kekasih Ryan yang menjadi illfeel dengan tingkah Levia.
"Ayang......!!"teriak Ryan pada sang kekasih.
"Apa an, yank??"jawab Anna menoleh ke arah Ryan.
"Kamu jangan dekat-dekat ama dia, ntar ditikung!!"ujar Ryan menarik tangan Anna agar menjauh dari Levia.
"Ayo honey!!"Andre pun menarik Butet dari sana begitu pun dengan Dwi dan Varo.
"Gila Lo Lev, segitunya Lo mau ngerebut Bang Xander dari Jo. Banyak cowok lain, sadar oi. Tinggi in dikit harga diri Lo napa?? Gila aja gue satu kelas ama Lo!!"omel Rasyid yang ingin sekali memaki-maki Levia karena mengganggu Bocilnya.
Sedangkan Xander membawa lebah kecilnya ke tenda dan membuatkan lemon hangat untuk Jo.
"Nanti pulang, dijemput Uncle Ken, Bee??"tanya Xander.
"Iya, Bang semalam Jo udah kirim pesan ama Daddy!!"balas Jo.
"Hmmmm Bang!"panggil Jo pada Xander.
"Ada apa, hmmm?"tanya Xander mendudukkan diri di samping Jo.
"Kok Jo nggak suka liat Abang dideketin ama Levia!!"tutur Jo dengan polosnya.
Ingin rasanya Xander berteriak senang kalau tidak takut Jo merajuk. Ternyata lebah kecilnya cemburu.
"Itu karena Jo sayang sama Abang!!"jawab Xander seadanya.
"Hmmmm gitu yah. Makasi lemon hangatnya, Bang!!"ujar Jo.
__ADS_1
"Ternyata begini rasanya mencintai lebah kecil yang polos ini, yang pintar dari segi apa pun namun sangat polos dalam hal percintaan. Abang akan selalu menjagamu, Queen Bee!!"bathin Xander sambil merangkul pundak Jo yang sibuk dengan lemon hangatnya.