
Akhirnya dengan segala bujuk rayunya seorang Jo bisa pulang ke mansion. Baginya rumah sakit mirip dengan penjara nggak bisa ini nggak bisa itu. Harus ini harus itu. Membosankan.
Sudah seminggu sejak kepulangan Jo dari rumah sakit dan keadaan Jo pun semakin membaik. Saat ini Jo sedang asyik bermain di halaman samping mansion di pinggir kolam renang menunggu para Abangnya dan Daddy Kenneth pulang ke mansion. Karena bosan Jo berniat kembali ke kamarnya dan memutuskan untuk beristirahat saja di sana.
Sekitar tiga puluh menit kemudian Jo terlelap dan tidak mengetahui kedatangan para Kakak dan juga Daddynya.
"Mana Adek ya?"gumam Dazian memperhatikan sekeliling dan tidak menemukan keberadaan sang adik.
"Di kamar paling tidur!"sahut Earth.
Akhirnya mereka memutuskan untuk menyusul sang adik ke kamarnya.
Setelah sampai di depan kamar Jo ke tiganya langsung membuka pintu kamar Jo dan tersenyum melihat sang adik yang tengah tertidur pulas seperti kepompong karena selimut yang membaluti tubuhnya.
Mereka pun bergabung dengan sang adik tanpa mengganti seragam terlebih dahulu karena mereka pun merasa sedikit kelelahan hari ini.
Saat jam makan malam Fabian terbangun lebih dulu dan melihat jam di pergelangan tangannya.
"Bang..... Bang Earth bangun...... Daz......bangun woi.... Dek...... Adek bangun....!"kata Fabian membangunkan ke tiga saudaranya yang masih terlelap.
"Emmmmmm apa an sih Bang Lo berisik!"kesal Dazian lalu menarik selimut lagi.
"Bangun ini udah jam makan malam!"kata Fabian lagi.
Akhirnya ke tiga orang itu pun terbangun dan bersiap untuk turun makan malam.
Mereka berjalan ke ruang makan sambil menjahili satu sama lain. Dan berakhir dengan tertawa bersama.
Namun setiba di ruang makan, seketika tawa mereka terhenti karena di sana sudah ada Daddy Kenneth, Xander dan juga........keluarga Leonhart.
"Malam Dad!"sapa ke empat anaknya sambil mengambil tempat duduk masing-masing dan Jo duduk di samping Xander.
"Eh Bang tumben nggak merusuh ke kamar Adek!"goda Dazian.
Xander hanya terdiam, dan itu membuat ke empat singa itu curiga begitu juga dengan Daddy Kenneth yang tiba-tiba diam tidak bersuara.
"Apa lagi yang diperbuat keluarga setan ini?"bathin ke empat singa muda itu.
"Ayo makan dulu!"ujar Daddy Kenneth pada semua yang sudah ada di meja makan.
Mereka makan tanpa ada suara apalagi percakapan. Suasananya terasa begitu mencekam sekarang. Jo bisa merasakan jika Xander dalam keadaan tertekan sekarang melihat ekspresi wajahnya yang tidak enak dilihat.
"Apa apa ini?"bathin Jo sambil melirik ke arah Earth sambil memberi kode lewat mata.
Earth hanya menjawab dengan anggukan kepala.
Beberapa saat kemudian mereka berkumpul di ruang tamu karena ada hal yang harus disampaikan oleh Opa Steven.
"Jo, ada hal yang harus Opa sampaikan padamu!"ujar Opa Steven pada Jo.
Jo hanya diam mendengarkan sambil duduk di samping Xander dan memainkan jari jari tangan Xander yang panjang.
__ADS_1
"Kamu akan Opa jodohkan dengan anak kolega bisnis Opa, Mark Antonio."kata Opa Steven pada Jo.
Dazian meradang mendengar perkataan Opa Steven yang seenaknya saja mengatakan hal tersebut.
"Tidak bisa, adikku sudah memiliki tunangan. Dan itu adalah dia!"tunjuk Dazian pada Xander..
"Kau jangan ikut campur Dazian!"tegur Ryan pada Dazian.
"Kenapa gue harus nurutin keinginan Lo? Lo siapa?"kata Jo dengan nada dan tata bahasa yang tidak sopan sama sekali karena saat ini emosinya sudah sampai di ubun-ubun.
"Jaga sopan santunmu, Jo. Perjodohan ini akan terlaksana karena ini demi kelancaran hubungan bisnis keluarga kita!"tegas Reagan Kakak Daddy Kenneth.
"Mimpi Lo ketinggian, Adek gue bukan bagian dari Leonhart lagi begitu pun dengan gue dan kedua saudara gue. Jadi jangan coba-coba memerintah kita di sini!"kata Fabian.
"Kalian harus menurut perkataan Opa!"titah Ryan tak garang.
Tanpa basa basi Jo mengeluarkan Desert Eagle dari balik pinggangnya.
"Keluar!"teriak Jo mengacungkan senjata itu pada keluarga sang ayah.
"Jo jangan gegabah!"titah Oma Shirley.
"Gue bilang keluar bangsat!"ulang Jo dengan nada semakin tinggi.
"Ken, kenapa kau diam saja? Kau ingin kami mati di tangan putrimu?"tanya Rocky Kakak ke tiga Daddy Kenneth.
"Mati pun kalian saya tidak perduli. Itu malah lebih bagus!"ujar Daddy Kenneth acuh dan sibuk dengan laptopnya.
"Ken, kau ingin jadi anak durhaka Nak?"ujar Oma Shirley dengan nada menghina.
"Ken, apa kau ingin Papa memberikan hukuman seperti dulu padamu!"ancam Opa Steven pada Daddy Kenneth.
"Silahkan saja jika kau ingin kepalamu lepas dari tempatnya!"kata Daddy Kenneth menyeringai ke arah Opa Steven.
Reagan berniat menyerang Daddy Kenneth karena kesal Daddy Kenneth tidak bisa dikendalikan lagi seperti dulu.
Jo tanpa tahu melepaskan tembakan ke arah paha Uncle Reagen .
"Door"
"Aghhhhhhhhh"
"Reagan/ Pa!"
"Anak sialan, berani kau melakukan ini padaku!"teriak Uncle Reagan pada Jo.
"Hmmm lebih dari ini bisa kulakukan padamu seperti yang telah kulakukan pada Alex. Menghabisinya dengan senjata ini!"kata Jo dengan senyuman iblis di bibirnya.
Mereka terdiam mendengar Jo telah menghabisi Alex dengan begitu mudahnya.
"Tidak mungkin anak kecil sepertimu melakukan itu!"kata Uncle Reagan sambil meringis memegang pahanya.
__ADS_1
Fabian meminjam laptop Daddy Kenneth dan memperlihatkan bagaimana Jo telah menghabisi Alex dengan tangannya sendiri.
"See, apa kalian ingin gue ngelakuin itu pada kalian? Kalau iya maka dengan senang hati bakal gue lakuin!"kata Jo tersenyum dengan mengangkat salah satu sudut bibirnya.
Mereka bergidik ngeri melihat semua itu, dan berniat meninggalkan mansion Daddy Kenneth secepatnya.
"Berani-beraninya ngancam Daddy gue!"ujar Jo menggeram kesal.
"Dan satu lagi kalian harus ingat ini tunangan gue ketua RED FOX, jadi kalau udah bosan hidup nggak apa-apa kalau kalian pengen cari cara buat maksa gue agar mau menerima perjodohan ala kalian!"tukas Jo memainkan senjatanya.
Mereka pun bergegas meninggalkan mansion Daddy Kenneth karena tidak ingin Jo melakukan hal yang lebih gila dari itu.
"Gila keluargamu Dad!"seru Dazian geleng-geleng kepala.
"Keluarga kalian juga!"bantah Daddy Kenneth.
"Kenapa Daddy tidak langsung menolak perjodohan itu. Kan Daddy tau Adek udah memiliki Bang Xander!"kata Earth mendudukkan diri di samping Jo.
"Iya, bikin kesal aja!"sahut Jo mencebikan bibirnya kesal.
"Daddy tadi ingin membantah namun kata Xander lebih adik kalian sendiri yang menolaknya dan lagi bagus bukan kita bisa nonton drama gratis!"kekeh Daddy Kenneth.
"Kenapa juga gue harus punya bapak rada-rada!"gumam Dazian.
"Pletak!"
"Augghh sakit Dad!"rengek Dazian memegang keningnya yang disentil oleh Daddy Kenneth.
"Makanya jaga mulutmu!"kata Daddy Kenneth pada Dazian.
"Bagaimana pun Daddy ini ayahmu!"tambahnya lagi.
"Yang bilang Daddy bukan ayahku siapa, coba?"kata Dazian pantang kalah.
"Akh....sudah Abang sama Daddy berisik!"kata Jo mengambil laptop Daddy Kenneth.
"Kau mau apa, Bee?"tanya Xander berpindah ke samping Jo.
"Memberi pelajaran pada kecoak yang mengganggu kita!"kata Jo mulai mengotak atik laptop Daddy Kenneth.
Xander hanya memperhatikan apa yang kekasih kecilnya itu lakukan. Begitu pun dengan empat singa lainnya.
Setengah jam kemudian Jo sudah menyelesaikan semuanya.
"Apa yang kau lakukan Baby?"tanya Daddy Kenneth penasaran.
"Hanya menghancurkan sedikit saham perusahaan milik Tuan Steven dan Mark Antonio!"sahut Jo tersenyum.
"Astaga ini pasti akan jadi trending topik besok pagi!"heboh Fabian.
"Biar mereka tau Bang kalau mereka bermain dengan keluarga yang salah!"kata Jo.
__ADS_1
"Itu benar, sudah saatnya mereka tau siapa seorang Kenneth."ujar Earth tersenyum pada sang adik.
Setelahnya mereka berbincang ringan seolah tidak ada kejadian tadi yang cukup menegangkan.