
Sepuluh menit kemudian mereka sampai di rumah sakit milik keluarga Dirgantara, karena rumah sakit itu yang memiliki posisi paling dekat dari tempat kejadian.
"Cepat tolong tunanganku!"titah Xander pada para Dokter itu.
"Baik Tuan Muda!"sahut mereka segera melarikan brankar yang ditempati Jo ke ruang tindakan.
Xander dan Earth menunggu dengan gelisah di ruang tunggu, mata keduanya tidak lepas dari ruang tindakan. Tak berapa lama Daddy Kenneth dan Abang kembar Jo sampai di rumah sakit Dirgantara.
"Bagaimana Baby, Earth?"tanya Daddy Kenneth dengan wajah yang sangat cemas.
"Masih sedang ditangani, Dad!"ujar Earth tanpa mengalihkan perhatiannya dari pintu ruang tindakan.
Si kembar merasa terpukul dengan semua itu, lagi adiknya harus terluka karena keduanya dan ini yang paling fatal.
Keduanya berdoa di dalam hati agar si bungsu baik-baik saja, mereka tidak siap jika harus dipisahkan dengan singa bungsu itu.
Setelah dua jam akhirnya pintu ruang tindakan terbuka dan Dokter-dokter yang menangani Jo keluar dari ruangan itu.
Mereka segera berlari menyongsong Dokter yang baru keluar dari ruangannya itu.
"Bagaimana keadaanya?"tanya Xander.
"Tadi kami sempat hampir kehilangan dia, namun dia berhasil melewati masa kritisnya. Namun sekarang masalahnya adalah tingkat kesadarannya menurun jika dalam waktu 1*24 jam tidak ada perubahan dari kondisinya maka dengan terpaksa kami nyatakan dia dalam keadaan koma!"jelas Dokter itu pada semua laki-laki itu.
"Apa lukanya separah itu, Dok?"tanya Earth.
"Hmmm tusukan itu tidak mengenai organ vitalnya hanya saja karena ia tadi sempat kehilangan banyak darah itulah yang membuat kesadarannya menurun!"kata Dokter itu.
"Satu jam lagi kami akan kembali melakukan observasi, dan untuk sementara dia harus kami masukan ke ruang ICU. Saya permisi dulu!"kata Dokter itu.
"Silahkan, Dok!"jawab Daddy Kenneth.
Daddy Kenneth terduduk lemah di bangku ruang tunggu. Wajahnya terlihat tidak bersemangat sama sekali. Ia sangat takut kehilangan putri kecilnya itu. Satu-satunya peninggalan sang istri tercinta. Daddy Kenneth merasa telah gagal menjaga anak-anaknya. Satu pun dari mereka belum bisa dia bahagiakan. Dia sangat kecewa dengan dirinya sendiri.
"Dad, maafkan kami. Kalau bukan karena ingin menyelamatkan kami Adek tidak akan seperti ini!"ujar Dazian terisak dengan kepala tersandar ke dinding.
"Ini bukan salah kalian, jika adik kalian berada di posisi yang sama pasti kalian juga akan melakukan hal seperti ini!"kata Daddy Kenneth membawa Dazian dalam pelukannya.
"Dad, Adek akan baik-baik saja kan?"tanya Fabian.
__ADS_1
"Kita berharap yang terbaik, semoga adik kalian bisa segera sadar."kata Daddy Kenneth menenangkan si kembar.
"Sebenarnya apa yang terjadi, Daz?"tanya Xander.
"Kami berangkat ke sekolah dan tiba-tiba ada yang menyiramkan oli ke jalanan dan hal itu membuat kami kehilangan keseimbangan dan belum sempat kami berdiri ada yang memukul tengkuk kami dengan benda tumpul, setelahnya kami tidak ingat apa-apa lagi. Dan ketika sadar kami melihat Adek sedang berkelahi dengan Alex dan anak buahnya. Kami ingin membantu hanya saja tubuh kami diikat dan dipasangi bom."jelas Dazian.
"Apa Daddy sudah membereskan mereka?"tanya Earth pada Daddy Kenneth.
"Sudah, dan Alex tewas di tempat!"kata Daddy Kenneth.
Xander masih berdiri di kaca ruang tindakan, matanya tidak lepas dari bed hospital yang kini tengah ditempati oleh Jo. Gadisnya tengah berjuang di dalam sana, seandainya bisa ia akan menggantikan dengan senang hati menggantikan Jo di dalam sana.
Daddy Kenneth berjalan ke arah Xander lalu merangkul bahunya.
"Uncle, saya tidak bisa jika harus kehilangan Jo. Saya tidak bisa Uncle!"kata Xander berurai air mata.
"Dia anak yang tangguh Xander, yakinlah dia akan segera berkumpul lagi dengan kita!"ujar Daddy Kenneth mencoba menenangkan Xander. Pertahanannya hancur Xander pun memeluk Daddy Kenneth.
"Segeralah bangun Baby, kami tidak bisa tanpamu!"bathin Daddy Kenneth menepuk-nepuk punggung Xander.
Pak Edward pun sampai di sana saat Xander berada di pelukan Daddy Kenneth.
"Jika dia tidak sadar dalam 1*24 jam maka ia dinyatakan koma Bang!"kata Daddy Kenneth terlihat sangat kacau.
"Lo yang kuat, anak-anak Lo butuh Lo sekarang Ken!"kata Pak Edward menguatkan Daddy Kenneth.
"Boys, kalian makan dulu sana!"kata Pak Edward pada tiga singa muda itu.
"Kami tidak lapar, Uncle!"sahut Fabian.
"Jangan menyiksa diri kalian, jangan sampai Jo marah pada kalian jika kalian terlihat kacau nanti saat dia bangun!"kata Pak Edward pada ke tiganya. Dengan sangat terpaksa mereka bertiga dan juga Xander melangkah menuju kantin untuk mengisi perut mereka.
"Bang, gue orang tua yang buruk ya. Gue pasti udah bikin Sarah kecewa ama gue!"kata Daddy Kenneth sendu.
"Hmmm sejak kapan Lo melow gini nggak cocok ama umur!"ejek Pak Edward.
"Sialan Lo Bang!"kata Daddy Kenneth.
"Lo ayah yang hebat, Lo udah bikin ke empat anak Lo memiliki rasa saling menyayangi dan saling melindungi satu sama lain. Gue bangga ama Lo. Ini memang udah takdirnya Jo, bukan kesalahan Lo. Ini yang harus Lo apresiasi dari bungsu Lo keberanian dan kekuatannya dalam menghadapi masalah ini sendirian. Lo udah berhasil mendidik Jo jadi perempuan tangguh."kata Pak Edward.
__ADS_1
Daddy Kenneth merasa sedikit tenang mendengar perkataan pak Edward barusan.
Di sisi lain........
"Ini di mana ya?"gumam Jo memperhatikan sekitarnya.
"Aurel.....!"terdengar suara seorang wanita memanggil Jo.
Jo mencari dari mana arah datangnya suara itu.
"Aurel....sayang!"lagi suara itu terdengar semakin jelas dan dekat.
Jo terus melangkah mencari arah suara itu. Dan terlihat sosok seorang wanita yang sangat Jo rindukan selama ini.
"Mom....!"seru Jo girang berlari ke pelukan sang Mommy.
"Jo rindu Mom, sangat rindu dengan Mommy!"kata Jo memeluk erat tubuh sang Mommy.
"Jo kenapa diganti namanya sayang?"tanya Mommy Sarah.
"Jo lebih keren Mom!"sahut Jo.
"Apa Jo selama ini sudah menjadi anak yang baik untuk Daddy?"tanya Mommy Sarah.
"Sudah Mom, kami sudah berbaikan sekarang semuanya sayang pada Jo Mom."kata Jo bercerita.
"Bagus, jangan kecewakan Mommy ok!"kata Mommy Sarah mengusap lembut kepala Jo.
"Mom, Jo ingin di sini bersama Mommy, boleh?"tanya Jo.
"Belum waktunya sayang, kasihan Daddy Abang dan juga tunanganmu. Lihatlah keadaan mereka sekarang!"kata Mommy Sarah menunjuk pada sebuah kolam.
Jo melihat ke arah kolam itu terlihat wajah semua orang yang ia sayangi sangatlah kacau.
"Baiklah Jo akan kembali, tapi apa boleh tinggal sedikit lebih lama Mom, Jo masih kangen sama Mommy!"celoteh Jo.
"Tentu sayang!"kata Mommy Sarah.
Keduanya terlibat pembicaraan panjang. Dengan Jo yang sibuk menceritakan segala hal yang selama ini ia alami. Dan sang Mommy menjadi seorang pendengar yang baik.
__ADS_1