
Jo melirik ke arah sumber suara, dan kemudian mengurai pelukan Xander lalu berlari ke arah arah sang Daddy.
"Happy birthday, my Little Princess.........!!"ujar Daddy Kenneth seraya meletakan kue ulang tahun Jo di meja yang telah disediakan.
Jo memeluk erat Daddy Kenneth. Kemudian beralih pada sang Kakak Earth yang memberikan buket bunga padanya.
"Thanks, Dad Abang!!"ujar Jo dengan mata berkaca-kaca.
Dari sisi lain terlihat Andre dan Varo juga membawa kue ulang tahun ke arah Butet dan Dwi. Keduanya bingung dengan sikap kedua senior mereka ini, tadi saja seram seperti maung, sekarang..........
Lain lagi dengan Ryan, teman satu kelasnya yang membawakan kue ulang tahun untuknya bersama seorang Taruni yang berasal dari kelas Nautika II. Rasanya aneh bagi Ryan.........
Rona, senior yang tadi menampar ke empat junior sekarang menggiring ke tiga juniornya ke arah Jo. Andre, Varo, dan sekretaris kelas Teknika I meletakkan kue yang tadi mereka pegang di hadapan masing-masing orang yang sedang berulang tahun.
Secara bersama-sama mereka nyanyi ulang tahun untuk ke empat tersangka "pencurian" tadi.
Yang berulang tahun masih saja pelangak pelongok bingung. Belum sadar di prank mereka.
Hingga akhirnya tibalah pada sesi tiup lilin, ke empatnya melakukan apa yang orang sekitar mereka suruh. Masih belum connect mereka.
"Selamat ulang tahun ya untuk Jo, Dwi, Butet dan Ryan. Maaf ya kakak tadi menampar kalian karena akting senior kalian yang lain sangat payah!!"ujar Rona pada ke empat juniornya itu.
Ke empatnya menganga tersadar, ternyata mereka dikerjai di hari ulang tahun mereka. Para senior dan teman-teman mereka secara bergantian memberi ucapan selamat pada ke empatnya. Dan para senior juga memberi hadiah berupa kalung permen pada masing-masing "pencuri" tadi.
Sekarang ke empat junior itu disuruh berdiri berdiri sejajar. Dari ujung dapat mereka lihat jika tiga orang taruna membawa buket bunga dan seorang Taruni yang memegang sebuah kotak kecil di tangannya berjalan ke arah mereka berempat. Sekarang apalagi ini, pikir mereka berempat. Setelah berada di hadapan mereka ketiga taruna itu berlutut menyodorkan buket bunga kemudian mengatakan isi hati mereka.
"Will you be my lover, Jo??"ucap Xander sambil berlutut di hadapan Jo.
"Will you be my girl, Butet??"ucap Andre sambil berlutut di hadapan Butet.
"Will you be my girlfriend, Dwi??"ucap Varo sambil berlutut di hadapan Dwi.
"Will you be prince, Ryan??"ucap Anna sambil menyerahkan sebuah kotak kecil pada Ryan.
Lagi ke empatnya ngeblank dengan hal yang baru saja mereka lihat. Apa mereka baru saja "ditembak".
__ADS_1
Ke empatnya saling melihat, seolah saling bertanya.
"Terima......terima.......terima........!!!!"teriak para taruna Taruni lainnya.
Jo melihat ke arah Daddy Kenneth dan ke tiga kakaknya seolah meminta saran. Daddy Kenneth tersenyum tipis lalu memberikan anggukan, sedangkan Dazian protes dengan keputusan sang Daddy Kenneth yang mengizinkan sang adik untuk berpacaran begitu juga dengan dua saudaranya yang lain.
"Biarkan adik kalian bahagia boys, karena sebentar lagi akan tiba masa di mana kita mungkin tidak akan melihat senyumnya lagi...!!"ujar Daddy Kenneth dengan wajah sendu.
"Apa maksudmu, Dad??"tanya Earth bingung.
"Mendiang kakek kalian telah menjodohkan Jo dengan seorang pemuda dari klan BLACK STONE, entah kapan pemuda itu akan datang sebagai jodoh adik kalian kelak!!"sahut Daddy Kenneth.
"Tidak Dad, adikku tidak boleh menerima perjodohan itu. Aku tidak ingin adikku hidup dengan orang yang tidak ia cintai Dad!!"bantah Dazian.
"Kita tidak bisa mencegahnya boys, jika kita melakukan itu maka akan terjadi pertikaian antar klan!!"tukas Daddy Kenneth.
Ke tiga kakak Jo mengepalkan tangan. Mereka tidak terima dengan perjodohan konyol itu.
"Apa pun caranya Abang akan gagalkan perjodohan konyol itu, Dek!!"bathin ketiganya.
Di sisi lain........
Jo mengangguk pelan setelah mendapat anggukan dari Daddy Kenneth. Xander berdiri dan memberikan buket bunga itu pada Jo. Lalu memasangkan sebuah kalung dengan bandul sebuah jangkar kecil di leher Jo.
Butet dan Dwi juga menerima pernyataan cinta dari Andre dan Varo secara bersamaan hingga membuat kedua anggota korps itu tersenyum sumringah.
Lain halnya dengan Ryan, wajahnya sudah memerah karena mendengar pernyataan cinta dari Anna.
"Malu banget gue njir, napa dia yang nembak gue coba??"bathin Ryan dalam hati.
"Ryan.....jawab Lo mau bikin anak orang mewek!!"teriak salah seorang temannya.
"Malu gue Bro, masak gue yang ditembak cewek!!"sahut Ryan.
"Elah......timbang jawab iya atau enggak aja susah banget sih Lo, kasihan doi noh!! Jangan digantung kalau nggak gue embat ntar!!"ujar Bayu memanas-manasi Ryan.
__ADS_1
"Enak aja Lo, ngembat milik gue!!"tukas Ryan.
"Cie..... milik Lo, emang Lo udah iyain??"ejek Larry.
"Oh iya, lupa gue."sekarang giliran Ryan yang berlutut di hadapan Anna.
"An, Lo mau nggak jadi pacar gue??"tanya Ryan gamblang.
Anna mengangguk malu menjawab pertanyaan Ryan.
"Cie....empat pasangan goal kita guys!!!! Pj.......pj......pj.......!!"teriak Rona.
Ke empat pasangan itu hanya tersenyum simpul. Jo segera berlari ke arah sang Daddy.
"Jadi Daddy dan Abang ikut ngerjain Jo sama mereka??"ketus Jo.
"Ohhhhh itu tanyakan pada kekasihmu, Baby. Daddy dan ke tiga kakakmu berencana merayakan ulang tahunmu sehabis kamu melaksanakan kegiatan ini. Tapi tadi Xander mengirim pesan ke Daddy untuk sedikit mengerjai kamu, jadi ya gitu....!"kata Daddy Kenneth seadanya.
"Selamat ulang tahun Adek Abang!!"kata Dazian memberikan sebuah kotak pada sang adik lalu memeluknya dengan erat.
"Gantian, Adek selamat ulang tahun ya bahagia selalu!!"ujar Fabian merebut sang adik dari dekapan Dazian.
Earth pun tidak mau kalah dari si kembar, Earth memeluk Jo dengan begitu erat, namun air matanya luruh saat teringat perkataan sang Daddy mengenai sang adik tadi.
"Abang kenapa nangis??"tanya Jo menghapus air mata sang kakak.
"Nggak, Abang bahagia Adek Abang udah tambah gede udah punya pacar lagi. Ngalahin Abang terus!!"ujar Earth sedikit berbohong.
"Hmmmmm pacar ya??"sahut Jo.
Teman sekelas Jo memprediksi jika kelemotan Jo akan segera terjadi lagi. Hari itu menjadi hari yang bersejarah bagi ke empat taruna Taruni itu. Di prank di hari ulang tahun dan bonus mendapat pacar. Ok nggak!!!
"Selamat boy, gercep juga kamu!! Tapi hati-hati aja lihat maung kekasihmu. Nggak hati-hati kamu yang bakal diterkam sama mereka!!"kata Pak Edward senang akhirnya kulkas dua pintunya laku juga.
"Tenang aja, Pi. Itu tandanya mereka juga sangat menyayangi Jo. Semoga gadisku akan selalu bahagia, Pi!!"ujar Xander.
__ADS_1
"Berusahalah, Boy!!"ujar Pak Edward pergi meninggalkan Xander sendiri.
"Pasti, Pi!!"sahutnya sambil terus menatap interaksi sang kekasih hati bersama keluarganya.