
Jam istirahat Xander bergegas menjemput tambatan hatinya begitu pula dengan Andre dan Varo. Bucin akut memang.......
Ke tiga pasangan itu melangkah diiringi semua teman-teman Jo.
Saat di kantin mereka memilih tempat di pojok agar tidak terlalu berisik.
Arnold kali ini yang pergi memesan makanan.
Jo mengeluarkan handphonenya mencoba mencari data laki-laki yang tadi berani menghadangnya. Dan betapa kesalnya Jo melihat informasi yang ia dapat.
"Hmmm baiklah kita akan lihat seperti apa permainan Lo nanti!!"bathin Jo.
Tak lama kekesalan Jo meningkat melihat Rindu berjalan ke arah meja mereka.
"Si brengs*k ini lagi!!"bathin Jo kembali menatap layar handphonenya.
Namun hal di luar nayla eh nalar yang terjadi. Rindu kali ini tidak memepet Xander tapi kali ini Rindu mencoba merayu Andre.
Jo sedikit kaget melihat perubahan yang mendadak itu.
"Apa yang direncanain ama ni ular??"bathin Jo menatap lurus ke arah yang duduk persis di samping Andre.
"Lo minggir sana!!"bentak Andre pada Rindu sambil mendorong bahunya.
"Ayolah Ndre ngapain mau sama bocah bau kencur itu, mending ama gue!!"kata Rindu memeluk lengan Andre.
"Jangan sentuh cowok gue!!"hardik Butet yang langsung kemasukan arwah reog dan menepis kasar tangan Rindu.
"Cowok Lo?? Gue pastiin jatuh ke tangan gue!!"ujar Rindu.
"Duh lu ya keliatan banget murahannya, Ndu. Coba cari cowok yang single. Napa Lo doyan ama orang yang udah pawangnya sih??"ledek Varo.
"Lebih menantang untuk ditaklukkan, apalagi kalau bisa bikin pasangannya sampai mewek!!"jawab rindu enteng.
"Pelak*r selalu terdepan!!"ejek Ryan yang kebetulan lewat dengan Anna.
"Otaknya gesrek berarti, atau nggak dia nggak dapat pelajaran etika dari bokap nyokap nya!!"tambah Ryu memanasi keadaan.
"Atau bokap nyokap nya yang ngajarin!!"kata Sandra ikutan nimbrung.
"Udahlah guys, orang yang nggak ada urat malu kalau dilawan percuma. Anggap aja nggak ada alias angin lalu. Orang kayak gini mah udah keliatan jurus andalannya!!"tambah Jo dengan senyum devil di bibirnya.
"Apa an dah Little Sis??"tanya Nando penasaran.
"Jurus sel*ngk*ng*n!!"ujar Jo memandang remeh ke arah Rindu.
"Bee.......!!"tegur Xander pada Jo.
"Ini benar, Lo Bang. Jo udah banyak berurusan ama orang kayak gini!!"tukas Jo.
__ADS_1
"Tapi benar ucapan cewek Lo Dude, kalau cewek yang agresif emang kebanyakan mur*h*n. Gratilan mulu depan cowok. Kemarin Xander, sekarang Andre coba aja kalau besok gue, gue tendang Lo ke Pluto sana!!"kata Varo mendukung perkataan Jo.
"Hati-hati aja, Bang. Sekarang emang lagi trennya begitu kalau nggak polos-polos bangs*t ya pelak*r!!"peringat Ryan.
Semua warga kantin tertawa mendengar perkataan Ryan tapi memang itulah kenyataannya sekarang.
Malu ditertawakan warga satu kantin, Rindu memilih angkat kaki dari sana.
"Yah, kabur segitu doang nyalinya!!"ejek Dwi.
"Bee, yang tadi itu siapa??"tanya Xander bertanya dengan nada serius pada Jo.
"Jo juga nggak tau siapa, tapi setelah Jo lakukan background cek ternyata dia bagian dari musuh kami!!"ujar Jo.
"Kamu harus hati-hati, Bee. Abang tidak ingin terjadi sesuatu padamu!!"kata Xander.
"Jo paham Bang, makasih udah ngingetin jo."kata Jo tersenyum.
Xander tidak kuat jika harus melihat senyuman manis pemilik gingsul itu. Pengen dia seret ke mansionnya lalu dikunci rapat-rapat. Tunggu saja masanya tiba, Bee.
Makanan yang mereka pesan pun datang. Kemudian mereka melahap makanan masing-masing dengan tenang.
Usai jam pelajaran terakhir, kelas Jo berkumpul untuk menjenguk Al hari ini ke Leonhart hospital.
Sampai di parkiran ketika hendak menaiki motornya Jo ditahan oleh Xander.
"Abang antar!!"kata Xander.
"Kenapa??"tanya Jo tidak paham.
"Perasaan Abang nggak enak, udah ayok naik ntar keburu sore Uncle Ken bisa mengamuk nanti!!'kata Xander mengambil alih motor stang motor Jo.
Jo segera naik, motornya pun meninggalkan parkiran sekolah diiringi oleh teman-temannya yang lain. Dan benar saja di gerbang sekolah Sultan telah berdiri menunggu Jo. Namun sultan sedikit kaget karena yang membawa motor Jo adalah Xander.
Pasangan itu melalui Sultan begitu saja, hingga membuat Sultan naik darah. Teman-teman Jo yang lain pun menatap heran ke arah taruna dari sekolah lain itu. Mau apa dia dengan Jo, pikir mereka.
Tak lama mereka sampai di Leonhart hospital. Jo menuntun langkah teman-temannya menuju ruang rawat Al. Terlihat di sana seorang bodyguard berdiri di depan ruang rawat tersebut.
"Jo......!!"sapa bodyguard itu sambil membungkukkan badannya.
"Hmmmm bagaimana??"tanya Jo.
"Dia sudah semakin membaik, dua atau tiga hari lagi berkemungkinan sudah bisa pulang!!"jawab bodyguard itu.
"Hmmm baiklah, Uncle istirahat saja dulu. Kami ingin menemuinya!!"kata Jo.
Bodyguard itu pun menunduk hormat lalu pergi meninggalkan ruang rawat itu.
"Hallo, Big Bro!!"sapa Jo pada Al yang sedang berbaring.
__ADS_1
"Little Sis, eh kalian juga ke sini!!"ujar Al mencoba untuk duduk.
"Dah, Lo tidur aja. Santai!!"kata Nando mendudukkan diri di sofa ruang rawat Al.
"Gimana keadaan Lo??"tanya Butet pada Al.
"Udah mendingan, udah bisa jalan tapi masih pake bantuan krim."jawab Al.
"Gimana ceritanya Lo bisa nabrak gitu Al??"tanya Sandra heran.
"Gue juga nggak tau, padahal motor udah gue periksa sebelum berangkat. Terus gue tinggal bentaran doang ngambil tas ke kamar, habis pas gue ngerem udah nggak berfungsi. Dah gitu gue nabrak."jelas Al singkat.
"Yang penting sekarang fokus aja ama kesehatan Lo, jangan pikirin yang lain!!"kata Jo.
"Iya, by the way sorry ya guys gue udah ngecewain kalian?"kata Al murung.
"It's ok, kita tetap menang!!"sahut Dwi tersenyum.
"Kok bisa??"tanya Al.
"Ya, bisalah ege orang kita ditolongin ama Abangnya Jo sama Bang Xander."timpal Ryu.
"Makasi Bang Xander maaf jadi ngerepotin!!"kata Al.
"Hmmmm!"
"Astaga kok pacar gue gini amat ya ama orang ngomongnya irit banget!!"bathin Jo.
"Eh Lo tau nggak Al, si Levia digebukin orang ampe tempurung lututnya hancur. Gila aja auto nggak bisa jalan lagi tu anak!!"kata Hendrik.
"Masa iya?"tanya Al tidak percaya.
"Ye kagak percayaan ni bocah, satu sekolahan udah tau kali. Tapi baguslah dari pada bikin huru hara mulu, Gedeg gue!!"jawab Hendrik.
"Emang dia musuhnya banyak, lagian tu mulutnya pedes mulu. Biar jadi pelajaran buat yang lain."sahut Al.
Mereka berbincang-bincang lebih kurang satu jam. Setelahnya Jo pamit ingin segera pulang takut sang Daddy khawatir
"Al, kita balik dulu ya. Udah sore!!"kata Jo pada Al.
"Oh ok makasi ya Little Sis, udah biayain semua biaya pengobatan gue!!"kata Al.
"Never mine, itulah gunanya teman!!"jawab Jo.
"Al gue juga balik ya!!"pamit yang lain pada Al.
"Yoi, hati-hati Lo pada."kata Al melihat satu persatu temannya meninggalkan ruang rawat itu.
Xander bersikeras untuk mengantar Jo hingga ke mansion. Ia tidak ingin terjadi apa-apa dengan lebah kecilnya itu. Jo tidak punya pilihan lain selain mengalah karena berdebat dengan Xander tidak akan pernah menang.
__ADS_1