
Episode sebelumnya...
Livia bahkan sering mangajaknya berkomunikasi. Mencurahkan segala isi hatinya. Seperti saat ini.
###
Happy Reading and Enjoy Guys..
Sejak kejadian Deni yang masuk ke dalam kelas Radit dan memukuli laki-laki itu, satu sekolah jadi heboh karena telahberedar gosip-gosip yang mengatakan jika Deni dan Radit sedang memperebutkan Livia.
Di tambah lagi dengan Livia yang tiba-tiba saja melakukan homeschooling di pertengahan semester, membuat spekulas6kian bermunculan.
Seperti saat ini, melas Deni sanah theboh membicarakan perkelahian Deni dan Radit kemarin.
"Kalian udah denger gak ceritanya, katanya kemarin si Deni ngebajak kakak kelas kita. " Tutur Widia salah satu murid yang senang sekali menyebarkan gosip terbaru di sekolah itu.
"Dengar sih, tapi aku gak tau kakak kelas yang mana. " Jawab Lindi.
"Ituloh yang mantannya si Livia, Radit yang suka berantem sama anak sekolah sebelah. " Tutur Widia.
"Oh, yang orang tuanya ada di luar negeri itu yah, yang cakep? Gayanya bad boy banget? Wahh enak banget Livia di berantemin dua cowok cakep. " Balas Dina.
Tapi, kayaknya denger-denger dari ceritanya kakak kelas yang ngeliat mereka berantem, si Livia udah gak sama si Deni lagi makanya Deni marah karena Radit udah ngerebut Livia. " Ucap Widia memberikan informasi yang di dalatkannya.
"Masak sih? Perasaan beberapa hari yang lalu mereka adem-adem aja. " Ucap Lindi.
"Ih beneran, katanya si Radit cengcengin Deni kemarin karena Radit udah berhasil balikan sama si Livia, dan Livia nya lebih milih Radit dari pada Deni. " Ujar Widia, bersemangat.
"Masak sih? Ya ampun kasian banget si Deni. " Balas Lindi.
"Lagian si Livianya aja yang kegatelan segala macam cowok di pacarin. " Sinis Dina.
"Eh, tapi denger-denger si Livia homeschooling loh. " Tambah Widia.
"Iya, aku juga udah dengar berita itu kemaren dari teman-temannya gengnya. " Balas Dina.
"Aku jadi curiga deh. " Ucap Widia lagi.
"Curiga kenapa Wid?. " Tanya Lindi.
"Kalian gak ngerasa ada yang aneh sama cewek sok populer dan sok kecantikan itu? Dia udah gak kesekolah berminggu-minggu bulan lalu, terus sekalinya datang ke sekolah ada gosip-gosip yang bilang kalau dia mual dan muntah-muntah pas jam pelajaran berlangsung. " Ujar Widia.
"Masak sih?. " Lindi terlihat tidak percaya.
"Aku beneran, mana ada aku kasih informasi palsu ke kalian orang aku dengar ini dari teman-temannya gengnya si Livia sendiri. " Jawab Widia.
"Eh aku juga ada dengar tuh waktu hari terakhir si Livia datang ke sekolah, pas jam istirahat tempat duduk aku sama tempat duduk gengnya Livia sebelahan, pas udah pesen makanan dan si Livianya baru makan beberapa sendok dia langsung berhenti makan terus si Deni langsung nyamperin dia dang ngajak dia pergi dari kantin. " Ujar Dina.
__ADS_1
"Terus, terus?. " Widia penasaran.
"Terus, aku denger percakapan teman gengnya Livia, mereka juga ngerasa yang aneh sama si Livia karena sejak bulan lalu dia jadi susah di ajak jalan gitu, teman-temannya pada curiga kalau si Livia hamil. " Tutur Dina.
"Hah? Ah yang benar kamu jangan asal ngomong entar jatuhnya fitnah loh. " Balas Lindi.
"Ih aku beneran, terus ada murid dari kelas sebelah yang ngeliat Livia masuk ke kamar mandi dan Deni nungguin dia di depan kamar mandi cewek. " Ujar Dina lagi.
"Tuh kan, aku juga curiganya gitu sih soalnya mana ada orang yang tiba-tiba sakit, terus pas pertengahan semester gini langsung mau homeschooling, di tambah lagi si Deni sama si Radit berantemin si Livia. " Tambah Widia.
"Terus, yang hamilin Livia siapa dong? Masak iya si Deni? Gak mungkin banget liat aja penampilannya kayak anak baik-baik banget, udah gitu apapun yang Livia mau pasti di turutin dia udah kayak kacungnya tau nggak? Gak mungkin banget kan kalau dia berani nyentuh-nyentuh Livia. " Ujar Dina.
"Jadi, maksud kamu yang hamilin Livia si Radit?. " Tanya Lindi.
Dina terdiam lalu mengedikkan bahunya.
Tidak lama kemudian Deni masuk ke dalam kelas di ikuti guru Matematika yang akan mengajar di kelas mereka pagi itu.
Semua murid berhamburan ke kursinya masing-masing untuk mengikuti pembelajaran pagi ini.
"Untung aja, si Deni gak denger kita ngmngin dia tadi. " Bisik Widia.
"Iya, untung aja dia baru datang. " Balas Dina.
"Entar, jam istirahat kita lanjutin gosip kita lagi, kalau bisa seluruh sekolah harus gempar sama gosip Livia. " Bisik Widia lagi.
"Hehehe." Widia cengengesan.
Pembelajaran pagi itupun berlangsung dengan sangat tenang.
###
Drtt.. Drtt..
Pesan Whatsapp masuk ke dalam ponsel Livia, sudah sedari tadi ponselnya bergetar, menandakan ada banyak notifikasi yang harus segera di buka.
Hari ini Livia bangun agak kesiangan karena semalaman dirinya tidak bisa tidur karena terus-terusaan merasa mual.
Livia membuka Ponselnya dengan perasaan yang biasa saja, menyangka pesan itu pasti dari Deni yang terus-terussan meminta penjelasan terkait pembatalan pertunangan mereka secara sepihak oleh keluarga Livia.
Namun, baru saja Livia membuka salah satu pesan grup berisikan gadis itu da gengnya, Livia sontak membelalakkan matanya membaca artikel sekolah yang membahas tentang dirinya yang tiba-tiba saja melakukan homeschooling.
"Keluar Negeri atau Menyembunyikan Kehamilan?. " Lirih Rania membaca judul tulisan yang tertempel di mading sekolahnya yang seperti sengaja di poto dan di sebarkan ke grup-grup Whatsapp sekolah Livia. Bahkan tulisan itu di jadikan artikel di web sekolah mereka.
Poto artikel tersebut kemudian di teruskan oleh salah satu anggota geng Livia ke dalam grup Whatsapp geng mereka.
"Oh My God. " Pekik Rania membaca pesan grup yang lain, isinya semua membahas tentang dirinya.
__ADS_1
Gadis populer, Homeschooling ataukah menyembunyikan kehamilannya, judul mading itu tiba-tiba saja menggemparkan media sosial sekolah Rania termasuk grup-gruo chat yang ada di aplikasi whatsapp Livia.
"Kurang ajar! Ini pasti ulah si Ular itu. " Ujar Livia, mengingat satu nama yang tiba-tiba saja melintas dalam pikirannya. Widia, gadis penyebar gosip sekaligus penulis mading di sekolah mereka.
"Tapi dari mana mereka dengan rin formasi kayak ginian?. " Livia berbicara dengan dirinya sendiri.
Irene Keluar dari Grup Ciwi-ciwi Cuantik
Desi Keluar dari Grup Ciwi-ciwi Cuantik
Rena Keluar dari Grup Ciwi-ciwi Cuantik
Livia lebih terperanjat lagi, karena baru saja gadis itu ingin mengetikkan pesan untuk mencari tahu siapa dalang dibalik pembuatan cerita di Mading itu, semua teman-teman gengnya malah keluar dari grup Whatsapp nya.
"Sialan! Brengsek!. " Pekik Livia.
Livia merasa sangat kesal dan merasa dirinya telah di tinggalkan dan di khianati oleh para teman-temannya itu.
Livia segera mancari kontak seseorang yang akan menjadi sasaran kemarahannya, saat ini.
"Pasti dia yang nyebarin! Arrrghh. " Pekik Rania memikirkan nama seseorang yang berpotensi untuk membocorkan kehamilannya.
tidak lama kemudian panggilan itu terhubung.
"Dimana kamu?. " Ketus Rania.
"Aku, masih di sekolah Liv. " Ujar Radit,suaranya terdengar berbisik.
"Aku nggak mau tau, hari ini kamu harus datang ke rumah aku dan jelasin kenapa berita tentang aku hamil kesebar di sekolah! Kurang ajar yah kamu gak bisa di kasih hati!. " Omel Rania.
"Oke, aku bakalan langsung ke rumah kamu nanti buat jelasin semuanya, ini bukan kesalahan aku seutuhnya kok. " Balas Radit.
"Maksud kamu...." Ujar Livia.
"Nanti, aku bakalan jelasin nanti. " Balas Radit lagi.
Panggilan telepon itupun di matikan secara sepihak oleh Radit.
"Arggghh kurang ajar nih Laki, aku belum selesai ngomong udah di matiin aja. "
Pandangan Livia kemudain teralihkan oleh nama salah satu kontak yang bertengger di pesan Whatsappnya.
Deni, 99+ pesan dari laki-laki itu. Livia sama sekali tidak pernah membuka pesan apalagi teleponnya.
"Kalau itu Deni, pasti laki-laki itu bakalan langsung datang. " Lirih Livia.
Bersambung...
__ADS_1
Note : klik like, vote, subscribe dan berikan komentar kalian untuk membantu perkembangan author. Terimakasih.