
Episode sebelumnya..
"Cuma kamu yang bisa ngertiin Mama. " Batin Livia mengelus lembut perutnya.
###
Happy Reading and Enjoy Guys.
Setelah menghabiskan makanannya, dan keluar dari gedung Mall, Bu Silvia dan Livia berbelok ke arah mini market yang berada di samping Mall tersebut untuk membeli kebutuhan dapur dan kebutuhan kehamilan Livia dan Bayinya.
"Mama mau beli kebutuhan dapur dulu, kamu mau ikut mama? Atau kamu mau nyari susunya sendiri?. " Ujar Mama Livia, setelah mereka berdua sudah berada di dalam Mini Market.
"Aku mau cari sendiri aja. " Balas Livia.
"Ya udah, nanti kita ketemunya disini lagi yah Kak. " Ujar Mama Livia lagi.
"Iya Mama. " Blas Livia lagi.
Mereka berdua pun berpisah, Mama Livia berbelok ke arah kanan lorong khusus untuk sayuran dan daging-dagingan untuk kebutuhan dapur, sementara Livia berbelok ke arah kiri dan masuk ke lorong yang memamerkan berbagai macam susu untuk ibu hamil.
Livia tidak lupa memasang kacamata dan maskernya, takut jika ada orang yang mengenalinya saat sedang memilih susu untuk ibu hamil. Mengingat perutnya yang sudah semakin kentara, untungnya Livia menggunakan pakaian yang agak longgar.
Setelah membaca kandungan dan ingrediemt beberapa kotak susu, Livia memilih salah satu produk susu yang menurutnya akan cocok untuk Livia konsumsi.
"Ini aja deh. " Pikir Livia.
Livia kemudian berjalan ke tempatnya semula, dimana gadis itu dan mamanya berpisah Livia berjalan dengan kepala menunduk sambil memandangi kotak susu di tangannya.
"Semoga kamu suka yah sayang. " Lirih Livia mengelus-elus perutnya.
Brak
"Aw apaan sih, Hati-hati dong kalau jalan tuh pakai mata. " Pekik Livia saat kotak Sus di tangannya terjatuh karena bertabrakan dengan seseorang.
Untungnya tubuh orang itu hanya berbenturan dengan bahunya.
__ADS_1
"Eh maaf, aku gak sengaja. " Balas orang itu, yang ternyata seorang laki-laki dengan postur tubuh tinggi dengan rambut yang sedikit gondrong, mengenakan masker hitam dan pakaian serba hitam.
Livia memandang laki-laki itu seperti pernah mengenalnya.
Laki-laki itu memungut kotak susu Livia dan memberikannya kepada gadis itu.
"Sekali lagi maaf yah, tadi aku buru-buru. " Ujar laki-laki itu sambil membuka maskernya, sekali lagi meminta maaf.
Livia lalu membuka kaca matanya untuk memastikan penglihatannya, melihat laki-laki yang ada di hadapannya saat ini.
"Kamu Andra? . " Tanya Livia kemudian.
Laki-laki itu sontak menatap wajah Livia.
"Eh, Livia?. " Jawab laki-laki itu.
Setelah 1 tahun lebih, laki-laki itu muncul kembali. Livia tertegun sejenak, tidak menyangka akan bertemu Andra dalam situasi seperti ini.
Livia segera meraih kotak susunya dan bergegas meninggalkan laki-laki itu.
Laki-laki itu tertegun sebentar namun segera menahan tangan Livia.
"Livia, aku tau kamu Livia. " Ujar Andra.
Livia segera menepis tangan Andra dan memandang laki-laki itu sinis.
"Bukan." Jawab Livia.
"Enggak kamu Livia, suara kamu, aku masih ingat banget. " Ujar Andra menahan bahu Livia dan melangkah kedepan gadis itu, lalu melepas masker Livia dengan sedikit kasar.
"Ih apaan sih. " Pekik Livia.
Mereka berdua menjadi pusat perhatian orang lain yang berada di dalam mini market itu.
"Kamu beneran Livia. " Ujar Andra tanpa memperdulikan pandangan orang-orang.
__ADS_1
"Iya, Emang, terus kenapa?. " Balas Livia ketus. Ia ingin segera pergi dari sana karena merasa malu bertemu dengan Andra dalam kondisi hamil, Andra adalah orang yang pernah di cintainya.
"Kita bicara diluar. " Ujar Andra kemudian menarik tangan Livia.
"Eh eng-enggak bisa aku belum bayar susu.... "Ujar Livia terpotong.
" Susu?. " Andra mengalihkan pandangannya ke kotak susu ibu hamil yang ada di tangan Livia.
"Siapa yang hamil Liv? . " Tanya Andra kemudian.
Deg
Livia tidak tau harus menjawab apa.
"Livia? Kamu udah ambil susunya nak?. " Tanya Mama Livia yang tiba-tiba saja sudah berada di belakang gadis itu.
"Ah eh, mama, iya ma udah, eh Andra lain kali kita ngobrol lagi yah soalnya aku sama mama ku udah mau pulang. " Ujar Livia kemudian memeluk tangan mamanya yang sedang mendorkng troly belanjaan.
"Eh kamu temannya Livia?. " Tanya Mama Livia.
"Iya Tante . " Jawab Andra.
"Iya ma, dia temannya Livia, ya udah yuk ma, Livia udah capek mau cepat pulang. " Ujar Livia nada suaranya terdengar gelisah.
Mama Livia langsung mengerti kondisi anaknya gadisnya.
"Yaudah ayo kita bayar dulu, kami duluan yah temannya Livia. " Ucap Mama Livia kepada Andra.
Livia dan Mamanya langsung berjalan cepat menuju ke kasir untuk menyelesaikan pembayaran, sementara Andra juga segera berbalik keluar dari Mini market tanpa membeli sesuatu.
Ada perasaan bersalah dan tidak enak kepada Livia dan mamanya karena uang yang di pinjamnya satu tahun yang lalu belum bisa ia kembalikan.
Beruntung, sepertinya Mama Livia tidak mengenalinya.
Bersambung...
__ADS_1