
"Terserah kamu aja Liv, aku ngikutin mau kamu. " Balas Radit.
###
Keesokan hari. Livia terbangun di pagi hari, menyadari tangan Radit masih melingkar di pinggangnua dengan perlahan Libia melepaskan tangan suaminya itu, agar tidak mengganggu tidurnya.
Livia lalu bergegas masuk ke kamar mandi, karena hari ini mereka tidak memiliki kegiatan. Rencananya Livia akan belajar memasak lagi.
Bahan-bahan masakan sudah terlebih dahulu diminta kepada resepsionis Apartement, sebelum bahan makanannya datang Livia bergegas membersihkan dirinya.
Ting Tong
Suara bel berbunyi, beberapa menit setelah Livia keluar dari dalam kamar mandi.
"Untung saja aku sudah selesai bersih-bersih, kalau tidak pasti suara beli itu tidak akan kedengaran. " Ujar Livia, lirih.
Ting Tong
Suara bel kembali berbunyi, Livia bergegas keluar dari kamar menuju ke pintu utama.
"Excuse me.. "
Livia mendapati seseorang laki-laki berpakaian layaknya kurir paket sedang membawa beberapa kantung plastik yang Livia yakini berisi bahan makanan pesananannya.
"Ah well is this my order?. " Tanya Livia sesaat setelah dirinya membukakan pintu.
"Yes, Miss.. " Jawab laki-laki itu menyerahkan kantung plastik pesanan Livia lalu mereka menyelesaikan proses pembayaran.
__ADS_1
"Thank you. " Ujar Livia kemudian.
"You're Welcome... " Balas kurir itu berlalu pergi.
Livia kembali menutup pintu Apartementnya, namun ia tidak memperhatikan pintu tersebut ternyata belum tertutup rapat sepenuhnya.
Setelah memastikan Radit masih tertidur pulas, Livia mulai menyibukkan dirinya di dapur, ia mengenakan hedset untuk mendengarkan tutorial memasak dari yutub.
Saking asyik bergelut dengan bumbu-bumbu masakannua sendiri, Livia tidak menyadari ada seseorang yang menyelinap masuk ke dalam Apartementnya.
###
1 jam berlalu.
"Akhirnya selesai...... " Ujar Livia, membaui aroma masukannya.
"Aku bangunin Radit dulu, biar dia bisa langsung sarapan, abis itu mandi terus aku bisa leha-leha sampai jam makan siang. "
Livia terlihat sangat antusias ingin mendengarkan komentar Radit untuk masakan yang baru saja di buatnya, dengan bersemangat gadis itu masuk ke dalam kamar.
Namun, baru saja membuka pintu Libia di kejutkan dengan kehadiran si gadis pengganggu yang kini sudah berada diatas ranjangnya dengan pakaian minim sembari memeluk suaminya.
"APA-APAAN INI. " Teriak Livia.
Sinta, gadis pengganggu itu pura-pura baru bangun tidur sembari mengerjap-ngerjapkan matanya, lalu menatap ke arah Livia yang kini terlihat sangat berang.
"Eh ada Livia cantik, jangan teriak-teriak gitu dong, ganggu orang lagi tidur aja. " Balas Sinta, tanpa rasa bersalah atau setidaknya rasa malu sedikitpun.
__ADS_1
"Ngpain kamu tidur di atas ranjang ku, dasar ****** pengganggu hubungan rumah tangga orang!. " Bentak Livia.
Suara Livia yang keras ternyata membuat Radit yang tertidur pulas juga ikut terbangun.
"Ih jahat banget sih mulutnya, masih pagi-pagi juga udah marah-marah aja, lagian akutuh bantuin kamu buat ngasih kehangatan ke Radit. " Oceh Sinta, terang-terangan menunjukkan sifat iblisnya.
"Livia... Sinta apa-apaan kamu? ini ada apa? . "Radit segera menepis tangan Sinta saat menyadari gadis itu sedang memeluknya dari belakang dalam posisi berbaring.
"Radit, tuh Livia ngomelin aku, padahal niat aku baik cuman pengen kamu nggak ngerasa kedinginan loh. " Lenguh Livia manja.
Radit seketika mendorong Sinta dengan cukup keras sehingga gadis itu langsung terbangun dan menegakkan tubuhnya .
"Dia masuk ke dalam kamar kita pas aku lagi sibuk masak di dapur, kurang ajar banget! Nggak ada sopan santunnya, padahal dia udah tau kalau kita udah nikah tapi masih nekat aja. " Omel Livia, kekesalannya tidak bisa di bendung.
Kali ini Sinta sangat keterlaluan.
"Kamu masuk ke kesini nggak sopan tau Sinta! Pergi sana. " Gadis mengusir mantan kekasihnya yang nampak menyedihkan itu.
"Aku nggak mau tau yah pokoknya Sinta nggak boleh lagi masuk ke Apartement ini. " Cecar Livia.
"Pergi.... " Radit kembali mengusir Sinta agar gadis itu segera keluar.
"Radit.... " Pangil Sinta mencoba membuat Radit iba padanya dengan wajah memelas.
"PERGI." Bentak Radit.
Bersambung...
__ADS_1