Belum Cukup Umur (Sweet Seventeen)

Belum Cukup Umur (Sweet Seventeen)
Bagian 86 : Berulah Lagi


__ADS_3

Beruntung dokter kandungan yang kemarin mengoperasi Livia melewati UGD tersebut sehingga Livia bisa segera mendapatkan pertolongan pertama.


###


Beberapa jam kemudian, keadaan Livia sudah jauh lebih baik setelah di tangani oleh dokter kandungan tadi. Livia bahkan sempat tertidur selama 2 jam akibat obat bius yang di suntikkan pada tubuhnya.


Tidak lama kemudian datang seorang perawat, raut wajahnya terlihat panik membuat pikiran Livia seketika mengingat suaminya, Radit.


"Dimana suamiku?. " Gumam Livia.


Perawat yang datang dengan raut wajah pani itu mendengar gumaman Livia dan segera menyahut.


"Nona, tuan Radit saat ini dalam keadaan kritis dan ingin bertemu dengan nona sekarang. " Ujar perawat itu.


Livia yang mendengarnyapun sontak melupakan rasa sakit yang ada di tubuhnya sendiri dan segera turun dari bangsal nya di bantu oleh perawat perempuan bertubuh tinggi yang datang memanggilnya itu.


"Radit, ya Tuhan aku ingin segera melihat keadaannya, tolong bantu aku suster. " Pekik Livia.


Suster itu dengan sigap menggenggan tangan Livia lalu membantunya berjalan menuju ke UGD.

__ADS_1


"Pelan-pelan saja nona, luka anda juga belum sepenuhnya pulih. " Tegur perawat itu saat Livia mencoba berjalan lebih cepat agar dirinya juga bisa sampai lebih cepat.


Livia menggelengkan kepalanya.


"Aku harus melihat keadaan suamiku.... " Gumam Livia, tidak sabar.


Perawat itupun tidak bisa melakukan banyak hal karena Livia sudah berjalan lebih dulu meninggalkannya meskipun langkahnya nampak masih sedikit pincang, akan tetapi Livia begitu gigih membawa tubuhnya.


Sesaat kemudian Livia kini sudah berada di depan ruang UGD, Sinta juga masih berada disana namun gadis itu berdiri cukup jauh dari tempat Livia saat ini.


Seorang dokter yang menangani keadaan Radit juga baru saja keluar dari ruang UGD tersebut.


Livia segera mengangguk.


"Iya saya Livia, bagaimana keadaan suami saya?. " Cecar Livia.


Raut wajah dokter itu terlihat kurang nyaman dan khawatir, membuat Livia semakin tidak sabar dan gelisah.


"Dokter?. "

__ADS_1


"Masuklah ke dalam, tuanRaditbingin berbicara dengan nona, kondisinya sudah semakin kritis akibat benturan di kepalanya, kami sudah berusaha semaksimal mungkin akan tetap pendarahan terus-terussan terjadi. " Jelas dokter itu yang seketika membuat lutut Livia kembali lemas, beruntung perawat tadi langsung memapahnya masuk ke dalam UGD.


Langkah Livia semakin terasa berat saat berjalan masuk ke UGD dan melihat tubuh Radit terbaring lemas di atas bangsal.


"Heh ngapain kamu masuk? kamu nggak boleh masuk sebelum aku duluan. " Pekik suara seseorang yang seketika membuat Livia sedikit terkejut.


"Sinta? kamu mau bikin ulah lagi? ini ruang UGD kenapa kamu teriak-teriak kayak orang kesetanan gitu. " Tegur Livia, Sinta masuk ke dalam ruang UGD dan mencoba menghalangi Livia untuk mendekati tubuh Radit.


"Kamu nggak boleh ketemu Radit atau aku bakalan ngelakuin sesuatu yang bikin kamu menyesal sekali lagi... " Sinta seperti sedang mencoba untuk mengancam Livia lagi.


"Terserah Sinta, aku udah nggak peduli sama ancaman kamu, hidup aku udah hancur, bayiku udah nggak ada dan sekarang kamu masih mencoba menghalangiku untuk ngeliat suami aku sendiri? Kamu udah gila yah? Nggak denger tadi dokter bilang kondisi Radit udah kritis? dia bisa aja meninggal sewaktu-waktu. " Sentak Livia, meskipun perutnya terasa kembali sakit akan tetapi Livia sudah tida peduli sama sekali.


"Kurang ajar berani kamu ngelawan aku?. " Bentak Sinta mengangkat tangan kanannya bersiap untuk menampar Livia, namun usaha itu segera di gagalkan oleh perawat tadi yang dengan sigap menahan tubuh Sinta dan menjauhkannya dari Livia.


"Aku udah nggak peduli kamu mau ngelakuin apa, bisa jadi sekarang adalah yang terakhir kalinya aku bisa ngeliat Radit ada di dunia ini. " Gumam Livia menatap tajam ke arah Sinta yang nampak sangat kesal namun raut wajahnya berubah setelah Livia berkata Radit sudah tidak memiliki banyak peluang untuk hidup.


"Maksud kamu?. " Tanya Sinta, bingung.


"Radit udah bener-bener kritis kali ini dan..... " Ujar Livia tidak sanggup menyelesaikan ucapannya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2