Belum Cukup Umur (Sweet Seventeen)

Belum Cukup Umur (Sweet Seventeen)
Bagian 77 : Perkara Obat


__ADS_3

"Oh gitu yah Liv. " Ujar Radit, mengangguk pertanda laki-laki itu mengerti.


###


Tidak lama kemudian mereka berdua sudah sampai di ruangan dokter Roi. Dokter tersebut menyambut kedatangan Livia dan Radit dengan ramah dan antusias.


"Permisi Dokter, sekarang giliran Radit suami saya kan dok?. " Tanya Livia, melongokan kepalanya masuk ke dalam ruangan dokter Roi.


"Eh kalian sudah datang, ayo masuk, masuk sini. " Sambut dokter Roi.


Seperti biasa, Radit di periksa apa saja kemajuan dari kondisinya saat ini terlebih dahulu lalu kemudian di berikan resep obat lagi. Ini sudah kali ketiga dan akan menjadi rutinitas Livia sampai suaminya itu sembuh.


Setengah jam berlalu, check up Radit akhirnya selesai, mereka berdua saat ini sudah bisa kembali pulang.


Sesampainya di lobi rumah sakit, Livia nampak kebingungan, karena dirinya harus mengambil obat sesuai resep yang dokter Roi berikan namun ia tidak tega membuat Radit menunggu seorang diri.


Jika harus kembali ke Aprtement lalu pergi keluar seorang diriivia juga takut jika Radit sewaktu-waktu membutuhkan dirinya.

__ADS_1


Di tengah kembimbangannya itu, pandangan Sinta terfokus pada gadis yang sangat di bencinya. Gadis itu ternyata masih menunggu mereka berdua.


"Liv, kamu mau ambil obatnya dulu? Biar aku tungguin kamu disini aja. " Ujar Radit mengalihkan pandangan Livia.


"Iya Dit, aku mau ngambil obatnya tapi kamu nggak ada yang nemenin, aku nggak tega ninggalin kamu sendirian. " Balas Livia.


"Kamu titipin aku aja ke resepsionis rumah sakit itu, aku bakalan tungguin kamu disana, kamu pergi aja Liv ambil obatnya. " Ujar Radit.


"Aduh, tapi aku nggak bisa Dit, ninggalin kamu sendirian tanpa pengawasan. " Ujar Livia, merasa takut jika suaminya itu nantinya malah membuat susah para resepsionis tersebut.


"Kalau gitu antarin aku ke ruangannya dokter tadi aja, biar kamu bisa ambil obatnya. " Saran Radit. Belum sempat memutuskan pilihan, Sinta tiba-tiba saja sudah berada di hadapan mereka.


"Apaan sih kamu, udah kayak jalangkung aja, datang tak di undang pulang tak di antar. " Bengis Livia, merasa jengkel melihat gadis tidak tau malu itu tidak mau mengalah dan tetap bersikeras mau ikut membantu mengurus Radit.


"Liv, kebetulan masih ada Sinta mending kamu ambilin obatnya biar Sinta nemanin aku disini, kamu nggak perlu khawatir lagi kalau dia yang nemanin aku pasti aman kok. " Celetuk Radit, menengahi perdebatan kedua gadis itu.


"Oh jadi karena itu kalian kayak orang kebingungan, ya udah oergi sana Liv, biar aku yang urusin Radit. " Usir Sinta, merasa di atas angin karena akhirnya bisa berduaan dengan Rasit.

__ADS_1


Livia tidak menghiraukannya.


"Aku bawa kamu ke fuangan dimter Roi aja, aku ngerasa nggak aman ninggalin kamu sama orang ini. " Ujar Livia, bergegas mengambil alih kursi roda Radit, namun laki-laki itu segera menahannya.


"Tunggu Liv, aku yakin kok Sinta bisa jagain aku dengan aman kamu nggak perlu khawatir, aku nggak pengen kamu tambah kerepotan kalau harus bolak-balik ke ruangan dikter Roi lagi buat jemput aku nantinya, aku bakalan sama Sinta nungguin kamu disini. " Tutur Radit, panjang lebar.


"Iya tuh, dengerin! Lagian di bandingkan orang lain mending Radit kamu titipin ke aku, aku pasti bakalan jagain dia dengan baik, jangankan jagain kasih dia kehangatan juga aku bisa kok. " Timpal Sinta, mengelus-elus bahu Radit dengan manja.


"Cih, apa-aoaan kamu megang-megang suami orang kayak gitu. " Livia menepis tangan Sinta dari tubuh Radit.


"Udah-udah jangan berantem, gimana Liv? Taxi kita juga udah nunggukan diluar? Kalau kamu nggak segera pergi kita bisa lebih lama disini. " Ujar Radit, kembali menengahi perdebatan kedua gadis itu.


Livia hanya bisa pasrah, tidak ada pilihan lain selain mengikuti saran dari Radit, tidak mungkin ia harus menyuruh Sinta untuk pergi mengambil obat, gadis itu sama sekali tidak tau tata letak rumah sakit ini.


"Ya udah kalau gitu aku pergi bentar, kamu jangan ke mana-mana yah, disini aja. " Ujar Livia.


"Kamu juga, jangan aneh-aneh tungguin aku disini dan jagain Radit baik-baik. " Lanjutnya, sembari menunjuk wajah Sinta.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2