
Ada perasaan dan debaran aneh di dalam jantungivia, ini adalah pertama kalinya mereka berpelukan selama menjadi suami istri.
###
"Kamu dari mana aja?kok aku bangun kamu nggak ada di sampingku?. " Tanya Radit dengan suara seraknya.
"Aku abis anterin mama, dia sama papa udah pulang. " Jelas Livia.
"Kenapa nggak ada yang pamitan sama aku?. " Tanya laki-laki itu lagi.
"Abisnya kamu bobok mulu sih, mereka jadi nggak enak mau bangunin kamu. " Balas Livia.
Sebenarnya Pak Max sudah berpamitan kepada Radit, namun sepertinya Radit kembali lupa dengan kejadian kemarin sementara Bu Ariana memang sengaja tidak ingin mengganggu Radit yang sedang beristirahat tadi.
"Jadi, tinggal kita berdua dong disini. " Ujar Radit lagi.
"Iyalah."
"Wah asyik dong. " Pekik Radit antusias.
Livia menanggapinya dengan tersenyum, rasanya aneh merasa nyaman berada di dalam pelukan Radit yang padahal selama ini mereka sama sekali tidak pernah akur.
Apapun yang mereka perbincangkan selalu beujung perdebatan.
"Aku lebih suka kamu lupa ingatan kayak gini, dari pada kamu jadi Radit yang biasanya. " Batin Livia.
Ting Tong
Suara bel bel berbunyi.
Ting Tong
__ADS_1
Ting Tong
Tidak hanya sekali, namun berkali-kali. Hal itu membuat perhatian pasangan suami istri itu teralihkan.
"Siapa itu?. " Ujar Radit.
Livia mengangkat bahunya, karena dirinya juga sama sekali itidak tahu siapa orang yang sedang memencet bel kamar mereka di siang hari seperti ini.
"Mungkin resepsionis soalnya mama tadi bilang, kalau butuh apa-apa bilang aja sama mereka. " Ujar Livia.
"Emangnya kamu butuh apaan Livia?. " Tanya Radit.
Livia menggeleng
"Nggak ada, aku nggak ada butuh apa-apa, aku juga nggak manggil mereka kok. " Balas Livia ikut bingung.
"Orang salah kamar kali, nggak usah dipikirin entar juga pergi sendiri orangnya. " Tutur Radit berharap orang yang berada di depan pintu itu segera pergi.
Bunyi bel kembali terdengar.
Livia tadinya ingin mengabaikannya karena setuju dengan ucapan Radit, mungkin itu hanya orang yang iseng. Namun kali ini ia memikirkan kemungkinan yang lain.
"Jangan-jangan itu mama kamu lagi Dit, aku bukain bentar yah takutnya dia ada lupa sesuatu. " Pekik Livia, melepaskan pelukan Radit lalu beranjak turun dari ranjang.
Lalu, dengan tergesa-gesa keluar dari dalam kamar menuju ke pintu utama.
"Mama, ada yang kelupaan?... "
Ucapan Livia terpotong, saat menyadari seseorang yang saat ini berdiri di hadapannya bukanlah Bu Ariana melainkan seseorang yang sangat tidak di harapkan kehadirannya.
"Hai Livia, cantik. " Sapa seseorang itu.
__ADS_1
Raut wajah Livia langsung berubah marah.
"Mau ngapain kamu kesini?. " Pekik Livia.
Orang itu nampak tidak peduli dengan ucapan Livia dan langsung melongos masuk ke dalam Apartement dengan membawa sebuah koper berukuran besar.
Livia sontak menganga melihat kelakuan orang itu.
"Heh, kamu nggak sopan banget sih, ngapain kamu kesini?. " Cecar Livia.
Orang itu tetap tidak peduli dengan ucapan Livia.
"Dit, Radittttt, aku datang..... " Ujar orang itu, memanggil nama Radit.
"Heh, kamu perempuan gila jangan ngerusak ketenangan orang lain yah, mending kamu cepat pergi dari sini, gangguin orang tau nggak. " Usir Livia.
"Nggak!itu nggak akan terjadi. " Balas orang itu yang ternyata seorang gadis.
Livia ingat jelas wajah gadis itu adalah orang yang sama persis dengan yang ada di dalam video mesum Radit. Gadis itu adalah selingkuhan Radit.
"Untuk apa kamu datang kesini. " Cecar Livia menghalangi langkah gadis itu agar tidak masuk ke dalam kamar.
"Minggir sana. " Gadis itu menggesae tubuh Livia agar tidak menghalangi jalan menuju ke pintu kamar, karena kondisi Livia juga tidak terlalu fit hari ini dengan mudah perempuan itu bisa mendorongnya.
"Sayangku Radit..... " Sapa perempuan itu saat berhasil membuka pintu kamar, Livia terus mengikutinya dari belakang dan mencoba menarik gadis pengganggu itu.
Radit nampak kebingungan, wajahnya menunjukkan ekpresi terkejut. Begitu pula dengan Livia. Ia tidak habis fikir kenapa gadis pengganggu itu sangat nekad datang kesini.
"Livia, kenapa orang ini ada disini?. " Tanya laki-laki itu.
Bersambung...
__ADS_1