
"Liat aja, kekacauan apa yang bakalan terjadi sama keluarga baru kamu itu, kamu pikir aku bodoh! Keluarga kecil kamu itu bakalan hancur Radit! hahahah. " Ujar Sintia, menatap poto pada kontak whatsapp Livia.
###
Pagi hari.
Radit sudah bergumul dengan bahan-bahan masakan yang ada di dapur sejak dini hari tadi.
Radit menyiapkan sup untuk sarapan pagi Livia, mengingat istrinya itu sangat jarang menikmati makanan bergizi akhir-akhir ini, jadi Radit berinisiatif untuk membuatkan sup ayam yang sudah di pelajari nya dari internet.
Berharap, Livia akan lebih dekat dengannya dan hubungan mereka akan menjadi semakin lebih baik.
"Radit... " Panggil Livia, mengalihkan perhatian Radit dari panci sup yang sedang mendidih di atas kompor.
Wajah Livia terlihat sembap, seperti habis menangis.
"Livia, pagi sayang, aku masakin sup ayam buat kamu. " Ujar Radit sambil tersenyum manis ke arah Livia.
"Bulshittt!. " Umpat Livia marah. Tubuhnya terlihat bergetar seperti menahan sesuatu.
"Kamu kenapa sayang?. " Tanya Radit khawatir, kemudian menghampiri istrinya itu.
"Jangan mendekat, disitu aja! . " Pekik Livia.
Radit yang tidak mengerti dengan apa yang terjadi pada gadis itu hanya bisa pasrah mengikuti ucapan Livia.
"Ada apa Liv? Kamu sakit? Mau aku bawa ke dokter?. " Tanya Radit lagi.
"Bukan aku yang sakit, tapi kamu! Kamu udah gila yah!. " Bentak Livia melemparkan ponselnya ke Radit.
__ADS_1
Radit dengan sigap menangkap ponsel tersebut.
Livia terduduk lemas, menutupi wajahnya.
"Liv, ini maksud... "
Livia memotong ucapan Radit.
"Maksudnya? Kamu mau tanya maksudnya apa? Liat video mesum kamu itu! Justru aku yang harusnya tanya sama kamu, apa maksud kamu pergi ke tempat perempuan lain tadi malam dan ngelakuin hal gila kayak gitu?. " Cecar Livia.
Radit sontak menganga, tidak percaya dengan apa yang di dengarnya barusan, ia kemudian menatap layar ponsel Livia.
Di dalam layar ponsel tersebut memperlihatkan dengan jelas Radit yang sedang melakukan hubungan layaknya suami istri dengan Sinta, Radit shock dan sontak berlari ke arah Livia.
"Sinta? Sialan gadis itu menjebak ku. " Batin Radit.
"Liv, ini nggak seperti yang kamu bayangin, aku.... "
"Nggak seperti yang aku bayangin gimana Radit? Udah jelas-jelas itu muka kamu, nggak mesti di bayangin juga itu udah jelas-jelas kamu!. " Pekik Livia histeris.
Radit menjambak rambutnya sendiri, merasa prustasi. Tidak tau harus berkata apa kepada Livia.
"Livia, maafin aku, aku khilaf Liv. " Ujar Radit nada suaranya parau penuh penyesalan.
"Jadi itu benar? Aku pikir kamu bakalan ngelak dan bilang kalau video itu boongan! Jadi video itu beneran?. " Tanya Livia semakin histeris dengan kenyataan yang baru saja di dengarnya.
Radit terdiam, kepalanya tertunduk lesu.
"Jawab aku Radit! Sialan. " Umpat Livia.
__ADS_1
"Maafin aku Liv. " Ujar Radit pelan beranjak pergi. Bukannya menenangkan istrinya laki-laki itu justru pergi keluar rumah meninggalkan Livia seorang diri.
Livia histeris dan menangis sejadi-jadinya.
"Kurang ajar." Pekik Radit, tidak menyangka hal ini akan terjadi.
Radit benar-benar tidak menduga jika Sinta akan berani senekat ini menghancurkan rumah tangganya.
Radit kemudian mengaktifkan ponselnya yang sengaja ia nonaktifkan lalu menghubungi gadis yang semalam di tidurinya itu.
Tidak lama kemudian sambungan telepon terhubung.
Terdengar suara manja Sinta dari balik telepon.
"Halo sayang, kenapa kamu nelpon aku sepagi ini, kamu udah kangen lagi sama aku?. " Sapa gadis itu seolah-olah sedang tidak terjadi apa-apa.
"Kurang ajar, kamu yang ngirimin istri aku video itu? Hah?. " Bentak Radit.
"Ups, maaf sayang aku nggak sengaja klik send, abisnya kamu sih pulangnya cepat banget. " Ujar Sinta dengan nada santai.
Radit semakin emosi mendengar pengakuan gadis itu.
"Dasar goblok, kamu sengaja mau rusak rumah tangga ku? . " Pekik Radit, emosi.
"Maaf Radit, aku benar-benar nggak sengaja klik sendnya aku mau kirim ke kamu tapi nggak tau kenapa malah ke kirim ke Livia, maafin aku ya Dit, hiksss. " Terdengar suara Sinta menangis meminta maaf.
"Ah sialan kamu udah ngejebak aku! udah pokoknya kita nggak usah ketemu lagi, dasar cewek gila. " Umpat Radit mematikan ponselnya dan kembali memblokir seluruh akses komunikasinya dengan gadis itu.
"Argghhhhh, sialan!. " Umpat Radit kembali menjambak rambutnya sendiri karena merasa prustasi.
__ADS_1
Pupus sudah harapan Radit untuk membangun rumah tangganya bersama Livia menjadi lebih baik.
Bersambung....