Belum Cukup Umur (Sweet Seventeen)

Belum Cukup Umur (Sweet Seventeen)
Bagian 52 : Pesan Whatsapp


__ADS_3

"Hahaha." Sinta kembali tertawa saat melihat cahaya berwarna merah yang berkedip di kaca itu. Tanpa Radit sadari, Sinta telah memasang kamera tersembunyi di dalam kamarnya.


###


Ting..


Pesan Whatsapp masuk ke dalam ponsel Livia. Livia tidak menghiraukannya dan masih asyik mengobrol dengan mamanya.


"Oh iya Liv, mama sampai lupa, Radit mana? Kok dari tadi kita ngobrol mama nggak ada dengar suara dia?. " Ujar Mama Livia dari balik telepon.


"Ah hehehe, Radit udah tidur mah, katanya dia capek abis pulang sekolah langsung beresin kamar. " Balas Livia berbohong.


Livia terpaksa berbohong untuk kebaikan dirinya dan Radit, jika tidak berkata seperti itu, bisa-bisa orang tua Livia akan semakin lama di luar kota.


"Oh gitu, kirain kalian berantem lagi, kamu nggak tidur di kamar Mama kan?. " Tanya Mama Livia lagi penuh selidik.


"Ya enggak lah, ngapain Kivia, tidur di kamar mama, orang kamar Livia sendiri juga ada. " Balas Livia kembali berbohong.


"Ya udah kalau gitu kamu istirahat aja, ini udah jam 10 malam, kasian bayi kamu kalau mamanya begadang terus. " ujar Mama Livia penuh perhatian.


"Iya ma, Mama juga cepetan pulang yah, Livia udah kangen banget, Livia juga capek mesti nyiapin makanan tiap hari, mana bibi belum balik-bali lagi. " Keluh Livia.


"Baru segitu aja udah ngeluh kamu Liv, sekali-kali pesan aja makanan dari luar, nanti mama transferin uang buat kamu yah, ya udah kamu istirahat, bye sayang. "


Klik


Sambungan telepon terputus.

__ADS_1


"Hufffhh." Livia membuang nafasnya dengan kasar.


Beruntung mamanya tidak meminta untuk berbicara dengan Radit, Livia merasa sangat malas beranjak dari tempat tidur orang tuanya dan masuk ke dalam kamarnya sendiri.


Livia menengok ke arah jam dinding, benar saja waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam. Rumah Livia terasa sangat sepi.


Livia baru ingat jika dirinya tadi sudah berjanji untuk membantu Radit mengannti seprai nya. Namun, perasaan malas membuat Livia kembali menguringkan niatnya.


"Ah besok saja, lagian laki-laki itu pasti sudah tidur. " Ujar Livia kemudian memutuskan untuk tidur dan membantu Radit mengganti seprai esok hari saja.


Ting...


Pesan Whatsapp kembali masuk ke ponsel Livia. Livia tidak menghiraukannya, karena rasa kantuk sudah menguasai alam bawah sadarnya.


Livia tertidur.


###


Radit mengendarai mobilnya, kembali ke rumah orang tua Livia dengan terburu-buru, takut jika istrinya itu menyadari bahwa dirinya sedang berada di luar rumah.


Beberapa waktu kemudian, Radit membelokkan mobilnya ke halaman rumah orang tua Livia dengan perlahan, lalu dengan terburu-buru masuk ke dalam rumah.


Suasana rumah tersebut sangat sepi, suatu hal yang wajar karena ini sudah hampir tengah malam dan hanya ada mereka berdua di rumah besar itu.


Radit berjalan dengan mengendap-endap menuju ke kamar orang tua Livia, untuk megecek istrinya itu.


"Ah syukurlah. " Ujar Radit mengelus dadanya.

__ADS_1


Radit merasa lega karena ternyata Livia sudah tertidur sangat pulas sehingga tidak menyadari bahwa dirinya meninggalkan rumah selema beberapa jam.


Ting...


Pesan Whatsapp masuk ke ponsel Radit.


"Kamu sudah sampai sayang? Gimana istrimu? Apa dia marah? Kalau dia marah kamu balik kesini aja lagi?. "


Radit membaca pesan Whatsapp dari Sinta sambil tersenyum miring, merasa senang karena kelakuan bejatnya malam ini tidak di ketahui oleh Livia.


"Istriku sudah tidur, aman. " Radit membalas pesan tersebut, kemudian menghapus kontak Sinta dan memblokirnya.


Radit sudah cukup puas menyalurkan hasratnya yang sudah berminggu-minggu terpendam, kini saatnya ia kembali memperbaiki hubungannya dengan Livia.


###


Di tempat lain.


"Ceklis satu?. " Lirih Sinta. Menatap layar ponselnya dengan ekspresi kebingungan.


Sinta kemudian menghubungi kontak Radit. Namun, sayangnya laki-laki itu sudah memblokir akses komunikasinya.


"Kurang ajar!. " Pekik Sinta.


"Liat aja, kekacauan apa yang bakalan terjadi sama keluarga baru kamu itu, kamu pikir aku bodoh! Keluarga kecil kamu itu bakalan hancur Radit! hahahah. " Ujar Sintia, menatap poto pada kontak whatsapp Livia.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2