
Episode sebelumnya...
Deni hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan Roni.
###
Happy Reading and Enjoy Guys.
Waktu berlalu begitu cepat, tidak terasa ulangan semester ganjil telah berlalu.
Deni menjalani kehidupan sekolahnya dengan biasa-biasa saja, tidak ada hal yang istimewa.
Hingga suatu hari setelah membantu penjaga perpustakaan untuk melabeli buku-buku baru yang masuk tanpa sengaja Deni melihat sekelebat bayangan seseorang yang sedang berada di belakang perpustakaan sekolah.
Tempat itu sangat jarang di lalui oleh orang lain karena tempatnya yang lumayan tersembunyi dan berada di belakang gedung.
Deni yang penasaran melangkah ke arah jendela yang langsung mengarah ke bagian belakang perpustakaan.
Orang-orang dari luar tidak akan bisa melihat orang yang berada di dalam perpustakaan. karena kaca perpustakaan yang di rancang menggunakan kaca cermin berwarna hitam, sehingga hanya orang yang berada di dalam perpustakaan saja yang bisa melihat pergerakan orang lain di luar sana.
"Untuk apa orang itu berada di sana di jam pulang sekolah seperti ini?. " Lirih Deni.
Setelah sampai di jendela kaca tersebut Deni sontak menutup mulutnya dan bergerak mundur.
__ADS_1
Apa yang di lihatnya barusan benar-benar membuatnya kaget.
Livia dan Andra kakak kelas yang menjadi pacar Livia berada disana, berduaan. Entah apa yang sedang mereka lakukan.
Karena rasa penasaran Deni lebih besar dari pada rasa sungkannya, ia kemudian menempelkan telinganya pada jendela kaca dan mendengarkan percakapan dua orang itu.
"Aku sebenarnya nggak enak banget Livia, mesti minta uang lagi sama kamu, tapi aku benar-benar butuh sekarang, usaha papaku lagi gak baik-baik aja, cicilan HP ku juga belum lunas, nanti kalau aku udah ada uang pasti bakalan aku balikin langsung ke kamu. " Pinta Andra.
"Gapapa kok Andra, tapi inget kamu mesti gantiin duit ini secepatnya yah, aku minggu ini belum ada perawatan Loh An, kamu tega kalau aku di gosipin sama satu sekolah karena kelihatan burik? itu juga sebagian uang mamaku. " Balas Livia.
"Iya sayang, gak lama kok, pasti aku balikin!. " Janji Andra.
"Itu uang simpanan aku selama 5 bulan loh Andra dan ingat sekali lagi ada uang mama aku juga di dalam ATM itu, jangan disalah gunain, langsung lunasin aja HPnya biar kamu gak di tagih-tagih lagi. " Ujar Livia lagi.
"Iya sayang, makasih yah karena kamu udah mau bantuin aku selama ini. " Ujar Andra.
"Iya aku janji!. " Balas Andra.
Tidak lama kemudian kedua orang itupun pergi dari sana.
"Deni, kamau ngapain disitu?. " Tegur penjaga perpustakaan.
Deni sedikit terkejut, karena penjaga perpus itu tiba-tiba saja sudah ada di belakangnya.
__ADS_1
"Eeh Ibu, enggak ada kok cuman mau liat pemandangan di belakang aja Bu. " Balas Deni.
"Ya udah, kamu udah boleh pulang kerjaannya udah bereskan. " Ujar Penjaga Perpus.
"Iya Bu udah, ibu sendiri gak pulang?. " Tanya Deni.
"Saya masukin list bukunya ke komputer dulu, baru pulang. " jawab Penjaga perpustakaan.
"mau saya bantuin Bu?. " Tanya Deni menawarkan bantuannya.
"Ah nggak usah, mending kamu segera pulang, nanti di cariin sama orang tuamu loh. " Balasnya lagi.
"Oh iyayah hehe, ya udah Bu kalau begitu saya pulang duluan yah Bu.. " Pamit Deni segera mengambil tasnya di tempat penyimpanan khusus barang.
"Iya Deni, Terima kasih yah untuk bantuannya. " Ujar Penjaga Perpustakaan.
"Iya sama-sama Bu, mari Bu. " Balas Deni.
Deni kemudian melangkah dengan cepat menuju ke arah gerbang sekolah, berharap masih bisa melihat Livia sebelum laki-laki itu pulang.
Tidak lama kemudian ia sudah sampai di pos Security sambil celingak celinguk, tatapannya kemudian tertuju pada seorang gadis.
Benar saja Livia masih berada di depan gerbang sekolah, sepertinya sedang menunggu seseorang untuk menjemputnya.
__ADS_1
Bersambung...
Note : klik like, vote, subscribe dan berikan komentar kalian untuk membantu perkembangan author. Terima kasih.