Berbagi Cinta: Mistress (Wanita Simpanan)

Berbagi Cinta: Mistress (Wanita Simpanan)
M13 : SUAMIKU


__ADS_3

M13 🥀 : SUAMIKU


lamat-lamat, sepasang kelopak mata yang ditumbuhi oleh bulu mata lentik itu terbuka. Mengerjap beberapa kali, mencoba menyesuaikan cahaya yang masuk ke retina mata. Hal pertama yang matanya lihat adalah maha karya ciptaan Tuhan yang terpahat luar biasa sempurna. Sosok rupawan dalam balutan pejamas hitam motif salur yang agak kusut di beberapa bagian itu tampak terlelap dengan damai. Deru nafasnya tampak beraturan, terlihat dari dada bidangnya yang bergerak naik-turun secara teratur.


Sungguh kenikmatan yang luar biasa tak dapat didustakan, terbangun dengan suguhan pemandangan ciptaan Tuhan yang mampu membuat wanita-wanita di luar sana bertekuk lutut dalam sekali lirik.


Kendati demikian, ia yang memiliki keberuntungan bisa hidup dengan ciptaan Tuhan yang sempurna satu ini. Namun, patut digaris bawahi jika bukan ia satu-satunya wanita yang dapat menikmati kebahagiaan dapat terbangun dalam dekapan seorang Darren Aryasatya Xander. Karena Ev sudah mengetahui jika keberuntungan ini telah terbagi.


“Suamiku,” gumaman itu tanpa sadar lolos begitu saja, kala Ev menyayangkan fakta yang sebenarnya ada.


Darren memang suami Ev. Tetapi, tubuh, hati dan pikirannya milik wanita lain. Entah siapa wanita beruntung itu. Yang pasti, sebagian hati Ev merasa telah kalah telak dari wanita itu. Kendati demikian, Ev tidak memungkiri jika sebagian hatinya mengklaim hak-nya atas suaminya, Darren Aryasatya Xander.


Tidak mau jatuh dalam buaian angan tak berujung terlalu lama, Ev memilih beranjak dari tempat tidur. Wanita cantik itu memilih memasuki kamar mandi. Setelah berada di dalam ruangan mewah bernuansa putih itu, Ev mematut dirinya di cermin. Tubuhnya sudah kembali terasa bugar seperti sedia kala. Wajahnya juga sudah tidak terlalu pucat, masih tampak layak dikatakan enak dipandang.


Sebenarnya, Ev tidak perlu risau dengan kondisi fisiknya, sekalipun ia jatuh sakit. Kecantikannya secara alami akan selalu terpancar keluar. Ev memiliki kulit yang putih, bersih dan terawat. Tanpa make up sekalipun, ia sudah memiliki modal cantik secara alami. Mungkin, sebagian besar orang di luar sana berpikir jika memiliki pasangan yang cantik/tampan dan mapan, pasti akan bahagia. Dengan catatan cinta ada di Antara mereka.


Namun, patut digaris bawahi jika pasangan yang saling mencintai saja dapat berpisah. Apalagi dengan pasangan yang terikat tanpa saling mencintai. Oleh karena itu, Ev sedikit mengintropeksi diri sendiri saat mengetahui rahasia besar sang suami. Darren adalah pria normal, wajar jika ia memiliki ketertarikan pada lawan jenis di usianya saat ini yang terbilang masih sangat produktif.


Akan tetapi, yang salah di sini, Darren tertarik pada wanita lain. Bukan Ev yang notabene adalah istrinya. Karena ketertarikan itu pula, Darren mengkhianati perjanjiannya dengan Ev.


“Mama?”


Ev bersuara kala melihat siluet familiar tengah mondar-mandir di dapur, sedangkan beberapa maid tampak tengah menjadi kaki tangannya.


“Kamu sudah bangun, Ev.”


“I-ya, Ma,” jawab Ev kikuk.


Inilah salah satu alasan kenapa sekarang Ev dan Darren tidur satu kamar, tentu karena Diana Xander yang belakangan kerap berkunjung tanpa diduga. Wanita paruh baya itu kerap kali datang untuk menginap dengan berbagai alasan. Membuat Darren mau tak mau mengungsi sementara ke kamar Ev, yang merupakan kamar utama di rumah mereka.


Darren juga lebih banyak ikut berdialog kala harus berhadapan dengan Diana yang belakangan intens mengawasi hubungannya dengan Ev. Sedikit banyaknya, Darren juga mulai terbiasa dengan rutinitas barunya sebagai seorang suami yang kerap kali dituntut memperhatikan sang istri. Apalagi setelah ia mengetahui Ev kembali mengalami sleepwalking, tetapi wanita itu tidak lagi berkonsultasi dengan psikolog pribadinya.


“Gimana, Ev. Apa kamu sekarang udah lebih baik?”


“Ah, iya, Ma.”

__ADS_1


Ev tersenyum tipis seraya memasuki dapur. Beberapa menu untuk sarapan tampak telah tersaji di atas meja.


“Mama kapan datang?”


“Tadi pagi. Mama kebetulan belanja banyak, jadi pengen sekalian masakin kamu dan Darren. Tidak apa-apa, ‘kan?”


Ev mengangguk. “Tidak apa-apa, Ma. Lagipula Ev juga selalu rindu masakan Mama, apalagi yang terasa spicy.”


Diana tersenyum lebar. “Di mana Darren? Apa belum bangun?”


“Darren semalam tidur larut malam, Ma. Jadi, sekarang agak telat bangun.”


“Iya, Mama tau, Ev.”


“Mama tau apa?” ulang Ev pelan. Namun, belum juga dijawab, sebuah lengan kokoh tampak melingkari pinggang Ev, disusul dengan kecupan ringan di pucuk kepala.


“Good morning,” dilanjut dengan suara deep bass familiar yang mengalun begitu dekat di telinga Ev. Membuat wanita cantik itu mematung untuk sejenak.


Sadar ada Diana yang tengah mengamati, Ev buru-buru menormalkan ekspresi. “Good morning too, suamiku,” ujar Ev seraya membenamkan wajahnya di dada bidang sang suami untuk sejenak. Menghirup aroma body wash yang menyeruak, menandakan jika pria itu memang baru saja mandi.


“Wangi banget. Kayaknya kamu pakai sabun aku, deh?” ujar, Ev mengada-ada. ‘Sandiwara dimulai,’ lanjutnya di dalam hati.


“Pantesan wanginya familiar.”


“Seperti kamu,” sahut Darren, membuat Ev mengulas senyum. Bisa gombal juga ternyata, batin Ev di dalam hati. Seketika terbesit sebuah pertanyaan di kepala. Apakah Darren juga biasa berperilaku seperti ini pada wanita simpanannya?


“Aduh, kalian ini pagi-pagi sudah mesra sekali.”


“Mama sejak kapan di sini?”


“Sejak kalian masih tidur,” jawab Diana, seraya menatap sang putra jenaka. “Kalian tampaknya sudah kembali dekat. Mama harap kalian terus seperti ini, sebentar lagi kebahagiaan kalian pasti akan lengkap dengan hadirnya buah cinta di antara kalian.”


Ev tersenyum tipis, tetapi tidak merespon ucapan mertuanya itu. Sama halnya dengan Darren. Bagaimana akan ada buah cinta di antara mereka, sedangkan mereka sendiri tak saling mencintai.


🥀🥀

__ADS_1



“Darren, aku ingin bicara.”


Pria rupawan yang baru saja muncul ke permukaan itu menautkan keningnya. Salah satu rutinitas Darren saat weekend jika berada di rumah adalah berolahraga di dalam air, lewat renang beberapa putaran di private swimming pool mewah yang ada di rumahnya.


“Bicaralah.”


“Apa kamu tidak merasa jika sikap kamu belakangan ini mulai out of control.”


“Maksudmu?”


“Kamu terlalu sering bersikap seenaknya, itu membuatku tidak nyaman.”—lebih tepatnya membuat hatiku tak tenang, lanjut Ev di dalam hati. “Lebih baik kita tetap berada dalam porsi yang sewajarnya.”


Darren tidak merespon. Pria yang tampak berpegangan erat pada pembatas kolam itu menatap sang istri lekat. “Aku hanya menjalankan tugasku sebagai suamimu, Ev. Jangan pernah lupakan jika aku memiliki tugas dan wewenang sebagai suamimu.”


Ev mematung mendengarnya. Butuh waktu untuk ia mencerna semua ucapan Darren. Darren memang memiliki tugas dan wewenang sebagai suami Ev, tetapi kemana saja pria itu selama ini? Ev malah ingin menertawai Darren saat ini. Pria itu pandai sekali bersandiwara. Lupa jika ia sendiri yang telah lalai menjalankan tugasnya sebagai seorang suami?


Jikalau Ev, jangan pernah tanya lagi kesetiannya pada pernikahan mereka. Sekelas Dean saja mampu Ev tolak mentah-mentah. Ev juga tidak berniat menjalin cinta dengan pria manapun, mengingat hatinya telah stuck pada pria yang telah mempersuntingnya.


Masih dalam posisi mencoba memahami ucapan Darren, tiba-tiba saja Ev dibuat terperanjat akan tindakan pria rupawan yang tampan menawan dengan tubuh bagian atas naked yang dihiasi bulir-bulir air. Tangan kekar yang sedari tadi berpegangan pada pembatas kolam itu, tiba-tiba terangkat menyentuh rahang Ev. Membawanya cepat, sehingga Ev tidak mampu mentolelir apa yang terjadi di sepersekian detik berikutnya.


Darren mencium Ev, lekat. Lamat Lengkap dengan *******-******* yang mampu membuat kinerja sistem di dalam tubuh Ev lumpuh total. Wanita cantik itu terlalu terkejut kala bibir ranumnya dilumat habis oleh pria yang selama 5 tahun ini amat menjaga sentuhan yang terjadi di antara mereka. Sekarang, Darren mencium Ev seperti orang tengah memuaskan dahaga di tenggorokannya yang terasa kering kerontang.


Darren melakukannya pada Ev. Wanita yang ia nikahi 5 tahun lalu, tetapi tak pernah ia rasakan bibirnya. Sekarang, Darren merasakan sendiri rasa bibir ranum itu. Bibir yang tidak sempat ia rasakan selama ini.


Ev yang tadinya terkejut bukan main, lama kelamaan mulai mengikuti laju permainan bibir kissable Darren yang memuja miliknya. Entah mimpi apa Ev semalam, sampai-sampai pagi ini ia dapat gift merasakan bibir kissable milik CEO tampan nan mapan macam Darren Aryasatya Xander. Namun, setelah ciuman intens hingga berujung pada french kiss itu, hati yang sempat menghangat, dibuat remuk redam dengan satu kalimat.


“Ada Mama, kita tidak boleh menimbulkan kecurigaan.”


...🥀🥀...


...TBC...


...Gimana perasaan kalian setelah baca part ini? masih mau next?...

__ADS_1


...Note : Tandai Typo, pasti bertebaran 🙏...


...Jangan lupa like 👍 vote 💯 komentarrrr yang banyak 💌 share 📲 dan follow Author ❤️...


__ADS_2