Berbagi Cinta: Mistress (Wanita Simpanan)

Berbagi Cinta: Mistress (Wanita Simpanan)
M25 : AKU TIDAK AKAN MELEPASKAN MU


__ADS_3

M25 🥀 : AKU TIDAK AKAN MELEPASKAN MU



...(Karena readers antusias mau lanjut, jadi aku langsung publish part ini. Selamat membaca, jangan lupa istighfar 😘)...


...🥀🥀...


“Hai sayangnya mamih, what are you doing?”


Hewan bersisik cantik itu seolah-olah hapal siapa yang tengah menyapa, maka dengan segera mendekatkan wajahnya ke dinding kaca. Membuat wanita pemilik suara lembut itu tersenyum senang.


“Miss me, boy?”


Ikan gempal itu menggoyangkan tubuhnya, seolah-olah menjawab pertanyaan wanita cantik dalam summer dress motif flora tersebut.


“Jadi Emilio kangen mamih, hum? Mau mamih kasih makan?”


Ev dengan riang bicara pada ikan kesayangannya—Emilio—yang tampak menggemaskan. Hewan itu bergerak ke kanan dan kiri, tetapi tidak pernah jauh dari dinding aquarium yang terbuat dari kaca tembus pandang. Ev sayang sekali pada Emilio. Si anak kesayangan yang selalu dia sapa ketika pulang ke rumah.


“Ev, kita perlu bicara.”


“Bicara saja, tidak ada yang melarang kamu untuk berbicara,” jawab Ev datar, tanpa berbalik. Sekalipun dia tahu Darren berdiri di belakang punggungnya.


Setelah melalui pembicaraan yang cukup panjang, berujung pada penjelasan soal kejadian kala Darren datang, Ev kemudian pamit pulang. Membiarkan Dean, Dimi dan aistennya breakfast terlebih dahulu di sana. Sedangkan Ev memilih mengikuti interupsi Darren, karena tidak mau dicap menghindari masalah.


“Aku ingin bicara soal perjanjian kita.”


“Ya, silahkan. Aku mendengarkan.”


Darren terdiam cukup lama. Bibirnya tiba-tiba kelu. Sulit sekali untuk menjelaskan semua itu.


“Apa kamu mau menjelaskan perjanjian kita yang sudah kamu langgar? Kamu memiliki wanita lain di luar sana, menikahinya, bahkan berani menghamilinya. Apa kamu tidak memikirkan resiko yang harus kamu tanggung ke depannya, Darren?”


“Ev, aku bisa menjelaskan….”


“Kamu tidak mungkin khilaf, mengingat itu bukan tipikal kamu sekali.” Ev memotong kalimat Darren seraya berbalik badan. “Kamu melakukannya dengan kondisi sadar dan waras.”


Darren tercekat. Di-skakmat oleh ucapan Ev yang sepenuhnya benar.


“Apa kamu tidak pernah memikirkan aku? Ah, untuk apa pula kamu memikirkan wanita yang tidak pernah kamu anggap lima tahun ini.”


“Ev, dengar….”


“Tapi, Darren.” Ev kembali memotong. “Jika kamu tidak memikirkan aku, coba pikirkan keluarga kita, keluargaku dan keluargamu. Apa pernah kamu membayangkan bagaimana perasaan mereka jika tahu putra dan menantu kebanggan mereka bersikap layaknya pria brings*k?”


“Ev, dengar. Semua ini diluar kendaliku. Aku memiliki kebutuhan—“


“Kebutuhan seksual? Begitu? Kamu punya istri, Darren. Dalam perjanjian kita, hubungan seksual bisa dilakukan jika kedua belah pihak memang sama-sama mau dan butuh. Kenapa begitu? Dari awal hal itu diterapkan supaya tidak terjadi skandal di kemudian hari. Semisal kamu memilih ONS untuk memenuhi kebutuhan kamu, fine. Karena aku tahu kamu pria dewasa dan memiliki kebutuhan biologis. Tapi, dengan catatan partner kamu bisa bekerja dengan rapih dan bersih.”


Ev menghela nafas dalam setelah berkata panjang kali lebar. Darren juga dibuat terpana, karena baru kali ini wanita di hadapannya mau capek-capek bicara panjang kali lebar.


“Sekarang, solusi untuk kita cuma satu, yaitu berpisah.” Ev berujar mantap seraya menatap lawan bicaranya lekat. ‘Tapi, tidak akan semudah itu,’ lanjut Ev di dalam hati.

__ADS_1


“Never,” jawab Darren tak disangka-sangka. “Aku tidak akan melepaskan mu.”


'Sudah kuduga,' batin Ev seraya memasang wajah geram. “Why? Kamu yang berkhianat di sini. Kamu melanggar perjanjian di saat aku berjuang mati-matian.”


“Kamu menginginkan bayi, bukan? Aku akan penuhi keinginanmu.”


“Apa? kamu sudah gila!” Ev menatap lawan bicaranya sengit. Kenapa ucapan Darren jadi melenceng begini?


“I will make you have a baby (aku akan membuatmu memiliki bayi).”


“I don’t want to have another baby with you (aku tidak mau lagi punya bayi denganmu).”


“Kenapa? Bukannya waktu itu kamu menginginkannya?” tanya Darren seraya berjalan mendekat. “Sekarang aku bersedia mewujudkan keinginanmu.”


“Aku menginginkan bayi karena keluarga kita terus mendesak. Tapi, sekarang kamu sudah memiliki bayi dengan wanita itu. Keluargamu tidak lagi butuh bayi dari rahimku.”


Darren menatap Ev tidak suka. “Dia punya nama, Ev.”


Ev tersenyum sinis. “Ah, iya. Namanya Estrella, right? Beautiful name. Gadis muda yang cantik, polos, lugu dan naif. Ternyata tipe idealmu seperti itu, Darren.”


Darren mengeram lirih, seraya memangkas jarak di antara mereka. Menyudutkan Ev di antara penjara kedua lengan kokohnya dan aquarium di belakangnya. Menatap wajah kelewat cantik yang tampak berani menatapnya balik.


“Kenapa, kamu marah? Apa ucapan ku salah?” Ev menatap Darren tak gentar. “Kamu bahkan berani menghamilinya, padahal kalian baru 5 bulan menikah. Sedangkan wanita yang kamu nikahi selama 5 tahun ini, begitu tak menarik di matamu.”


Darren terpancing. Emosinya secara signifikan mulai melonjak. Ev dengan kalimat-kalimat pedasnya, baru Darren ketahui. Wanita yang biasa tampil anggun, tenang, tak banyak bicara itu seolah-olah sirna begitu saja. Tapi, entah kenapa Darren malah tertantang untuk menaklukan Ev yang sekarang.


“Kamu bukannya tidak menarik, Ev,” ujar Darren seraya menatap Ev lekat. ‘Tapi terlalu menarik,’ lanjutnya di dalam hati.


“Bukan,”


“Lalu?”


“Karena kau istriku.”


“Ya, ya, ya, istri di atas kertas. Sedangkan Ella, istri di atas ranjang.”


Darren mengeram lirih mendengarnya. “Kau istriku, Ev.”


“Ya, karena aku belum mengajukan gugatan perceraian ke pengadilan agama. Jika sudah…. Hmmpttt….”


Kalimat Ev terputus begitu saja saat Darren membungkam bibir Ev dengan bibirnya sendiri. Mencium wanita yang dinikahinya selama 5 tahun itu dengan menggebu-gebu. Emosi dan nafsu bercampur menjadi satu. Membuat Darren semakin mendesak Ev dalam kuasa bibirnya. Ev tak tinggal diam, dia berusaha semaksimal mungkin menghentikan ciuman tersebut. Namun, mungkin karena pada dasarnya kaum Adam diberkahi kekuatan lebih, sehingga Ev sulit kali melepaskan diri.


Apalagi ini Darren Aryasatya Xander, pria pecinta olahraga dan bela diri. Dia beberapa kali memenangkan mendali emas di olimpiade bergengsi pada masa sekolah. Maka tak ayal jika tenaganya sangat power full.


Semakin melawan, Darren malah kian mendesak. Dia bahkan berani mencari celah di antara bibir ranum Ev, agar lidahnya dapat merengsek masuk.


“Darren… hhmmpptt…. Le…pass….”


Rongga dada Ev terasa sesak, seperti terhimpit, karena pasokan oksigen di paru-paru mulai menipis. Menyadari Ev kehabisan nafas, Darren mengurai tautan. Melepaskan bibir ranum yang sering kali terpoles lipstick mahal tersebut.


“Kau….” Kalimat Ev terbata-bata karena deru nafas yang belum teratur.


“Aku hanya memberimu waktu untuk bernafas, Ev,” sela Darren, seraya menyentuh bibir ranum Ev. Membelainya pelan, solah-olah benda kemerahan itu candu untuk dibelai jemarinya. Baru saja Ev angkat bicara, hendak mengumpat, tanpa tendeng aling-aling, Darren sudah siap membungkam.

__ADS_1


“Breng….”


Cup!


“…sek…”


Cup!


“Darren, kau….. hmpptt….”


“Aku menginginkanmu makam ini, Ev,” ujar Darren disela-sela ciuman sepihaknya.


Untuk sejenak tubuh Ev menegang mendengarnya. Ev takut? Tentu. Tetapi, saat ini bukan waktunya untuk menunjukkan rasa takut. Ev tak sudi jika harus bertekuk lutut pada pria seperti Darren. Rasanya Ev seperti menjilat ludah sendiri. Ev berusaha mengelak, memberontak, meronta, pun melayangkan pukulan hingga menggigit bibir Darren. Namun, pria itu tak ubahnya robot tanpa rasa sakit, tetapi memili nafsu yang menggebu. Kini ciuman pria itu bahkan sudah merambat ke dagu, leher hingga perpotongan bahu.


Demi Tuhan, Ev baru kali ini merasa begitu rendah. Harga dirinya direndahkan oleh pria yang selama ini tidak pernah memperlihatkan ketertarikan sedikitpun. Seseorang, adakah yang mau menolong, Ev?


Penjaga? Maid? Mereka tidak akan membantu. Apalagi Darren di rumah ini berlaku sebagai kepala keluarga yang sangat dimuliakan. Tidak akan ada yang berani menghentikan pria ini. Kecuali….


DUK!


DUK!


DUK!


Awalnya Darren tak menggubris suara-suara tersebut. Namun, karena terus menerus terdengar, dia memilih untuk berhenti sejenak. Ketika kewarasan kembali mengambil alih, Darren sempat lengah, membuat Ev memiliki kesempatan untuk membebaskan diri.


PLAK!


Darren terpaku. Pipi kirinya baru saja ditampar oleh tangan mungil yang memiliki jemari lentik dengan kuku berhias nial art cantik tersebut.


“Kamu adalah pria paling brings*k yang pernah aku temukan, Darren.”


Setelah berkata demikian dengan penuh emosi, Ev mendorong Darren dengan sekuat tenaga. Darren yang masih mematung, tentu tidak sempat membuat gerakan refleks untuk menahan Ev. Wanita itu sudah terlanjur pergi dengan langkah yang dibuat secepat mungkin. Meninggalkan Darren yang masih berdiam diri di sana. Beberapa detik kemudian, pria itu menoleh pada sumber suara yang berhasil membuatnya lengah.


“Ternyata kamu punya cara tersendiri untuk menolong ibumu, meskipun berada di dalam kotak kaca seperti ini,” ujarnya seraya tersenyum miris. Matanya menatap lekat Emilio—ikan kesayangan Ev—yang menjadi penolong bagi si pemilik.


Ikan bertubuh gempal itu entah berantah bagaimana caranya, tapi tiba-tiba dia membuat suara gaduh dari benturan tubuhnya sendiri dengan dinding kaca aquarium. Patut Darren akui jika anak kesayangan Ev ini memang memiliki ikatan yang kuat dengan pemilik nya.


...🥀🥀...


...TBC...


...Gimana? Next lagi?...


...Jangan lupa syaratnya, like, vote, komentar yang heboh, share dan follow Author 🥰...


...IG Karisma022...


...FB Karisma Yknp...


...WP nengkarisma...


...Tanggerang 18/01/22...

__ADS_1


__ADS_2