Berbagi Cinta: Mistress (Wanita Simpanan)

Berbagi Cinta: Mistress (Wanita Simpanan)
M29 : SIAPA AKU UNTUK NYA?


__ADS_3

M29 🥀 : SIAPA AKU UNTUK NYA?


“Neng Ella belum makan?”


Bi Mimin yang baru saja datang seraya membawa piring kecil berisi buah-buahan segar yang telah dipotong dan dikupas, menatap nyonya muda-nya yang tengah melamun, menghadap ke arah taman bunga.


“Nanti, Bi. Ella belum lapar.”


“Eh, jangan gitu atuh. Tuan teh bilang neng Ella jangan sampai telat makan.”


“Mas Darren nyuruh bibi ngawasin Ella makan karena Ella lagi hamil anak nya?”


Bi Mimin yang mendengar itu tertergun untuk sejenak. “Bukan gitu atuh, neng. Tuan teh niat-nya baik, nyuruh neng Ella jaga kesehatan. Jangan telat makanan, karena sekarang neng Ella lagi hamil.”


Ella, wanita muda yang tengah hamil itu beralih, menatap bi Mimin dengan seberkas senyum tipis di bibir. “Letakkan saja di situ, bi. Nanti Ella makan.”


“Tapi, janji. Harus dihabisin, ya?”


Ella mengangguk pelan.


“Kalau gitu bibi simpan di meja ya, neng.”


“Iya.”


“Dihabisin, bibi pamit ke belakang dulu.”


Sekali lagi, Ella mengangguk. Membiarkan bi Mimin berlalu setelahnya. Sepeninggalan bi Mimin, hening dan sepi kembali menghampiri. Tidak ada nafsu pada tubuhnya untuk saat ini. Sekalipun untuk mengisi perut, padahal ada nyawa yang tengah bergantung hidup kepadanya. Pikirannya kembali berkelana jauh, meninggalkan raga. Mengingat apa yang dia temukan dalam benda pipih canggih milik suami temannya.


Ella kemudian beranjak, membuka sebuah laci di dekat ranjang. Wanita itu kemudian mengeluarkan sesuatu dari sana. Seraya mendudukkan diri di bibir ranjang, Ella mengingat-ingat cara mengoperasikan benda tersebut. Sesuai arahan yang dia pelajari dari Siti. Mulai dari memasukkan enam digit angka untuk membuka lockscreen atau kunci layar. Hingga melihat apa yang dia sempat lihat tadi. Dikarenakan rasa penasaran yang amat tinggi, Ella memberanikan diri meminjam handphone milik suami Siti. Siti berbaik hati meminjamkan, karena siapa juga yang tidak mau memenuhi permintaan istri dari pria yang sangat berjasa di tempatnya tinggal.


Ditatapnya lamat-lamat gambar seorang wanita cantik dalam balutan gaun pengantin yang tampak cantik dan mewah. Seumur-umur, Ella belum pernah melihat gaun pengantin secantik itu. Saat dia diperistri dulu, pakaian pengantinnya hanya terdiri dari kebaya tradisional model simpel yang dipadukan dengan bawahan kain jarik. Lengkap dengan siger dan roncean bunga melati di kepala. Hanya itu. Sesederhana itu.



Beda dengan gaun pengantin yang dikenakan wanita cantik dalam gambar yang tengah dia lihat. Model gaun pengantinnya tampak elegan, cantik, dengan motif rumit. Si pemakai juga tampak cantik dengan wajah full make up yang sangat cocok di wajahnya. Menonjolkan aura kecantikan yang kuat, juga memikat. Kendati gambar itu diambil lima tahun silam, Ella tetap dapat membayangkan betapa megah, meriah dan mewah-nya pernikahan di hari itu.


Dalam gambar yang lain, pengantin cantik itu berpose menatap ke arah lensa kamera. Memperlihatkan keseluruhan wajah cantiknya.


Seberkas senyum tipis, manis, nan cantik juga tersungging. Seolah-olah lewat pose itu si pengantin mengatakan jika dia tengah berbahagia hari itu. Di gambar berikutnya, wanita cantik itu masih menjadi objek utama. Namun, kali ini dia didampingi oleh seorang pria yang mengenakan setelan rapih yang tampak mahal. Keduanya berpose cukup mesra di depan lensa kamera.


Bukan baru sekali Ella melihat gambar tersebut. Namun, lagi-lagi air matanya turun tanpa diminta. Rongga dadanya terasa dihimpit beban berat, sehingga menimbulkan rasa sesak.


Dari gambar tersebut dia mengetahui kapan tanggal, bulan hingga tahun sebuah ikatan resmi di antara dua anak Adam itu terbentuk. Lima tahun silam. Ya, lima tahun silam, di saat dia bahkan belum sempat mengenal pria yang dalam gambar tersebut tampak menatap ke arah kamera dengan ekspresi datar. Namun, lima bulan yang lalu pria itu telah resmi menikahinya. Bahkan kini, sebagian dari pria itu ada di dalam tubuhnya. Tumbuh, berkembang dan bertahan hidup dalam rahimnya.

__ADS_1


Sekarang, pertanyaan terbesar di kepalanya adalah…. Kenapa dia bisa menjadi sebodoh ini? Bagaimana pria yang menikahi putri tunggal dari keluarga kaya raya di ibu kota sana, sekarang menjadi suaminya pula?


Ella terisak. Dadanya sesak. Perutnya terasa melilit. Gejolak mual, ingin muntah, datang bersamaan dengan rongga dada yang terasa kian menyempit. Di bibir ranjang tempatnya biasa memasrahkan diri, wanita muda yang terlalu ‘tidak tahu’ apa-apa itu menangis tersedu-sedu. Menumpahkan air mata yang begitu deras.


Padahal, setelah lima bulan dia arungi bersama pria itu, tidak pernah dia menangis seperti ini. Akan tetapi, hari ini sebuah kebenaran membuat mata dan hatinya terbuka. Bahwa selama ini, pria yang dia cintai sepenuh hati, dia puja-puja, dihormati, begitu ‘asing’ dan memiliki banyak sisi yang tak dapat dia sentuh. Sekalipun bagian dari pria itu saat ini tengah berkembang dalam rahimnya.


Pertanyaan lain yang menghantui kepalanya hingga akhir, mengingatkannya soal status.


“Siapa aku untuknya?” gumam lirih.


Lima tahun versus lima bulan, mana yang lebih memiliki persentase paling besar untuk dipertahankan? Pasalnya di sini posisi Ella ibarat duri di dalam daging.


Semua orang juga pasti akan memojokkan posisinya. Terlebih lagi, Ella akui jika dia terlalu payah. Selama ini dia selalu berpegang teguh pada apa yang orang tuanya ucapkan. Oleh karena itu, dia selalu mengikuti apa yang orang tuanya katakan. Termasuk menerima lamaran dari pembisnis muda yang datang untuk memajukan desa.


Mula-mula, semua berjalan baik-baik saja. Ella sempat mengenal calon suaminya, jauh sebelum pria itu menawarkan lamaran. Pria itu baik, ramah, dermawan, dan memiliki jiwa kepedulian yang tinggi. Selama kehadiran pria itu, Ella selalu berusaha curi-curi lihat. Dia yang pada dasarnya ibarat bunga yang baru mekar, cantik, menarik, dan memiliki daya pikat kuat. Ella yang masih polos jatuh hati pada pria yang berhasil menguasai hati untuk pertama kali. Siapa lagi kalau bukan Darren Arsyasatya Xander? Sosoknya yang dewasa, mampu menjadi imam yang baik, membuat Ella kian takjub. Oleh karena itu dia dengan senang hati menerima lamaran dari Darren.


Sayangnya, dia yang pada dasarnya ibarat bunga baru mekar, lupa akan banyaknya terpaan badai yang bisa saja datang menerjang. Begitu pula jika ada seekor serangga yang datang mendekat. Seharusnya dia memastikan terlebih dahulu, karena biasanya serangga mendekat karena mencium aroma nectar yang memikat. Ella juga seharusnya lebih teliti sebelum memantapkan hati.


Kendati demikian, yang namanya penyesalan selalu datang terlambat. Sekalipun terlihat baik-baik saja di awal, siapa sangka jika kejutan besar tengah menanti Estrella di depan. Wanita muda yang masih sangat polos, naif dan lugu. Cenderung mudah sekali dimanipulasi oleh sebentuk rasa bernama cinta.


🥀🥀


“Dean, stop it!” lerai suara selembut sutra tersebut. Membuat pria yang tengah berlutut di hadapannya mendongkrak.


“Pakaian kamu bisa kotor.”


Pria rupawan yang mengenakan setelan rapih bernuansa monokrom itu tersenyum tipis. “Tak apa, Ev. Lagi pula aku hanya ingin membantumu menggunakan ini,” ujarnya seraya menyentuh telapak kaki milik lawan bicaranya. Membawanya perlahan, supaya bertemu dengan alas kaki cantik yang telah pria itu siapakan juah-jauh hari.


“Ini terlalu berlebihan, Dean.”


“Kenapa, kamu tidak suka?”


Wanita cantik dalam balutan dress berwarna perak itu menggeleng. “Ini terlalu cantik.”


Dean tersenyum mendengarnya. “Sepatu ini dibuat khusus agar sesuai dengan seleramu, Ev.”


“Kamu berlebihan. Aku bisa saja mengenakan sepatu yang lain.”


“Tapi malam ini spesial, jadi aku menyiapkan semuanya sendiri.”


Ev, lawan bicara pria itu tersenyum kecil. Entah harus dengan cara apa dia membalas kemurahan hati pria satu ini. Malam ini Ev tampil bak istri raja. Apa yang melekat pada dirinya dari ujung kepala hingga ujung kaki, semuanya ber-uang. Sekalipun model perhiasan sederhana seperti anting-anting yang dia gunakan, harganya kisaran USD 10.000 atau sekitar Rp 143,5 juta. Padahal Ev sudah sempat menolak, tetapi pria itu tetap mengirimkan barang-barang untuk Ev kenakan malam ini.


“Bagaimana?”

__ADS_1


Ev beranjak, setelah kakinya terbalut sepatu cantik yang melekat dengan indah.


“You look gorgeous (kamu terlihat menawan),” jawab Dean seraya menatap lawan bicaranya hangat. Mendapati senyum tersungging di bibir berlapis lipstick itu, membuat hatinya didera rasa bahagia luar biasa.


Setelah sekian lama menanti momen seperti ini, pada akhirnya tiba juga. Dean rena merogoh kocek dalam-dalam agar dapat melihat Ev tampil begitu menawan. Jangankan pakaian, tas, beserta satu set perhiasan dan sepatu mewah yang mampu Dean berikan. Jika mampu seluruh jagad raya juga akan dia berikan untuk membuat hati Ev senang.


Seperti janji yang wanita itu utarakan, Ev akan datang ke acara anniversary D’EV bersama Dean. Biar dunia sekalian tahu bahwa ini loh, pelopor berdirinya D’EV yang sekarang dikenal berbagai lapisan masyarakat. Acara anniversary D’EV sendiri diadakan di aula utama gedung bertingkat tersebut.



Kehadiran Dean dan Ev disambut oleh red carpet yang memanjang hingga ke dalam ruangan. Seluruh perhatian teralihkan kala mereka memasuki ruangan dengan posisi Ev yang menggandeng lengan Dean. Wanita cantik itu juga menebar senyum ke segala penjuru, membiarkan berbagai lensa menyoroti wajah cantiknya. Agar seseorang di luar sana juga tahu jika malam ini, ada pria hebat yang kelak mampu menjadi kandidat terkuat untuk menjadi pasangan Ev.


“Kamu gugup?” tanya Dean lirih.


“Tidak. Untuk apa aku gugup?”


“Kupikir kamu gugup, karena pada akhirnya kamu mau muncul bersamaku di anniversary D’EV. Sedangkan statusmu masih istri pria lain.” Dean tersenyum miris, sangat tipis.


“Siapa aku untuknya? Itu tidak penting lagi sekarang.” Ev menjawab seraya berbalik badan. Kini, Ev dan Dean telah berada di atas podium. “Karena aku sekarang di sini hadir sebagai wanita yang menjadi pelopor berdirinya D’EV. Pasangan Dean Wijaya yang terhormat. Jadi, tolong jangan ungkit-ungkit statusku yang lain.”


Dean tersenyum tipis, cukup puas akan jawaban yang Ev lontarkan. “Good. Jadi, malam ini kalau pasanganku, milikku.” Tekannya.


Ev hanya mengangguk tipis, kemudian beralih menatap para tamu undangan. Mereka pasti mulai bergosip setelah tahu istri CEO terkemuka, hadir di acara anniversary D’EV sebagai pasangan pria lain. Plus membenarkan rumor jika D’EV memang dibuat sebagai bentuk kebesaran cinta seorang pria yang untuk wanita yang dicintainya.


Sedangkan di tempat lain, seorang pria rupawan yang baru saja melemparkan jas berwarna dark blue, menarik dasi berwarna senada yang melingkar di lehernya dengan kasar. Serpihan kaca yang hancur berkeping-keping tercecer di atas lantai. Damian—sekretaris pria tersebut—yang baru saja muncul dari balik pintu hanya dapat menghela nafas berat. Padahal sejam yang lalu, CEO nya itu baik-baik saja. Masih bisa ‘hahahihi’ bersama rekan bisnis dan para jajaran direksi. Namun, mood pria itu berubah drastis kala mendengan informasi soal kehebohan yang tercipta di anniversary D’EV.


Pria itu padahal mendapatkan undangan resmi untuk menghadiri acara tersebut, namun enggan. Beralasan sibuk kerja. Padahal kenyataanya, enggan pergi ke acara yang dibuat rival-nya. kendati demikian, pria itu sekarang jadi begini kala tahu jika sumber kehebohan di pesta tersebut adalah kehadiran istrinya. Ya, istri seorang Darren Arsyastya Xander yang hadir sebagai pasangan pria lain. Terlebih, pria itu adalah rival sejatinya.


“Damian!”


“Ya, tuan.” Bulu kuduk Damian agak bergidik, mendengar panggilan yang sarat akan semosi tersebut.


“Siapkan mobil, aku akan menjemput istriku.”


...🥀🥀...


...TBC...


...Maaf telat update 🙏...


...Soalnya Aku sibuk di dunia nyata....


...Jangan lupa, like, vote, komentar, follow Author & share ❤️...

__ADS_1


...Tanggerang 31/01/22...


__ADS_2