Berbagi Cinta: Mistress (Wanita Simpanan)

Berbagi Cinta: Mistress (Wanita Simpanan)
M48 : BUAH DARI MIMPI BURUK


__ADS_3

NOTE : HAI, MISTRESS UPDATE LAGI NIH👋


KEMARIN LIBUR KARENA AUTHOR KURANG FIT.


NAH, SEKARANG DILANJUT KE FLASHBACK PART 2. HAPPY READING ALL READERS. JANGAN LUPA KOMENTAR & VOTE 🥰


M48 🥀 : BUAH DARI MIMPI BURUK


Seorang aktris professional pasti memiliki caranya masing-masing untuk mendalami sebuah peran. Hal itu terkadang membuat satu karakter lain muncul, demi menyempurnakan peran yang tengah dilakoni. Ev tidak kembali ke kamarnya pasca mendapati mimpi paling buruk yang menimpa hidupnya. Namun, kala fajar kembali menyingsing di ufuk timur, perempuan cantik yang telah menjadi wanita seutuhnya itu tampak melakukan aktivitas seperti biasa. Dia tampak masih bisa berjalan dengan normal, sekalipun ada rasa sakit dalam setiap langkah yang dia ambil.


Sembari menunggu dalang dari mimpi buruknya terbangun dari pulau kapuk, Ev memilih mengisi perutnya dengan roti gula dan secangkir caffein. Roti gula sendiri adalah menu breakfast simple yang terbuat dari dua lembar roti tawar yang dioles margarin dan diberi taburan gula pasir, kemudian dibakar dengan api kecil hingga gula dalam roti meleleh. Namun, tidak sampai meleleh seluruhnya. Sehingga masih ada kemeletuk butiran gula yang manis saat digigit. Kala dibakar, tangkupan roti yang dibalik—agar kedua sisi matang sempurna—membuat beberapa butir gula akan jatuh dan meleleh, menimbulkan aroma harum yang khas.


“Ev.”


Si empunya nama tampak mendongkrak dengan perlahan. Tatapannya beralih pada pintu yang baru saja terbuka, menampilkan siluet seorang pria. “Iya?”


“Di mana wanita itu?!” ada nada geram dalam pertanyaan yang dilontarkan oleh pria tersebut. Dia pasti baru saja terbangun, dan terkejut kala mendapati tubuhnya tidak terlilit sehelai benang pun. Kecuali selimut tebal.


“Maksud kamu?”


Pria yang berdiri di ambang pintu itu tampak memperlihatkan wajah frustasi. “Semalam aku minum di bar. Aku ditemani seorang wanita. Setelah itu aku tidak ingat apa pun.”


“****. Dia pasti memanfaatkan kondisiku.” Pria itu mengumpat kesal. Langkahnya tampak lebar, mendekati Ev yang masih duduk di meja makan. “Jal*ng itu pasti akan meminta uang setelah ini.”


Diam-diam Ev menyembunyikan rasa sakit hatinya. Jal*ng? secara tidak langsung Ev dikatakan demikian.


Dia tahu jika Darren pasti akan bereaksi seperti ini. Darren adalah tipikal orang yang tidak suka diperdaya. Tidak sudah dimanfaatkan dan tidak suka jika tubuhnya dijamah tanpa persetujuan. Padahal faktanya, semalam dialah yang menjamah tubuh Ev. Namun, Ev memilih diam. Kenapa? Karena Ev tidak tahu jika pria itu memiliki ego yang besar. Dia tidak akan percaya pada fakta yang sebenarnya, karena ingatannya yang tertinggal cuma sebatas minum bersama gadis asing di bar.


Darren pernah punya pengalaman buruk saat baru mengenyam pendidikan di Harvard University. Dia pernah dibuat mabuk berat oleh teman-temannya dalam sebuah perayaan. Darren yang notebene memiliki wajah Adonis dengan tubuh yang sempurna, membuat banyak wanita tertarik untuk menjadi partner ranjangnya. Hanya saja, pada saat itu Darren tidak pernah berminat untuk merusak masa muda dengan melakukan one night stand sembarangan. Alhasil, saat dia tengah berada di ambang batas kesadaran, dia hampir digerayangi oleh beberapa wanita sekaligus. Kala berhasil mengumpulkan kesadaran, Darren membalas balik. Dia membuat para wanita itu ketakutan melihat kemarahannya yang meluap-luap. Darren bahkan membuat bisnis keluarga wanita-wanita itu hancur hingga ke akar-akarnya.


Sebagai seorang pria normal yang sehat jasmani dan rohani, Darren juga memiliki nafsu dan kebutuhan biologis. Namun, Darren tipikal orang yang monogami atau setia pada satu pasangan. Kecuali jika dia tidak mendapatkan apa yang dia inginkan dari pasangannya. Darren akan melakukan hubungan s*xual jika dia mau dan butuh. Itupun dilakukan dengan seseorang yang dia anggap pantas. Oleh karena itu, ego nya merasa tersentil kala dia melakukan hubungan s*xual dalam keadaan tidak sadar. Dalam posisi tersebut, kesalahan akan sepenuhnya Darren limpahkan pada pihak wanita.


“Aku akan mencarinya.”


“Percuma. Dia sudah pergi.” Ev menjawab dengan santai seraya menyesap caffeine dalam cangkir miliknya.


“Apa maksudmu, Ev?” pria itu menatap sang istri lekat. “Dan di mana kamu semalam? Bukannya kamu berada di kamar? Kenapa kamu tidak mencegahku semalam?” tanyanya retoris.


“Aku mencari kamu semalam, saat aku terbangun dan tidak menemukan kamu. Kamu mabuk, dan kamu tahu sendiri bagaimana tempramen kamu saat mabuk. Diktator. Beringas. Susah diatur.” Ev memberikan jawaban yang paling logis. Darren dengan tempramen. Pria itu memang diktator, apalagi saat tak sadarkan diri.


Ev tidak mau memperpanjang masalah dan membuat hubungan with benefit mereka menjadi kacau. Usia pernikahan mereka juga baru seumur jagung. Oleh karena itu Ev yang mengalah. Memutar balik fakta agar tidak usah memperumit keadaan.

__ADS_1


Sebelum duduk di sini dengan tampilan yang lebih manusiawi, Ev sempat menghabiskan waktu setengah jam lebih di kamar mandi. Dia mengguyur seluruh tubuhnya dengan air dingin, berlama-lama di bawah pancuran air, berharap jika apa yang menimpanya semalam hanyalah mimpi. Selesai menyiksa dirinya sendiri dengan air dingin, Ev bergegas mengubrak-abrik isi pouch traveler yang khusus menyimpan obat-obatan yang biasa Ev konsumsi. Seingatnya, dia sempat meminta Dimi membeli after morning-pil untuk berjaga-jaga. Akan tetapi, Ev tidak menemukan apapun di dalam pouch tersebut.


Dia malam menemukan satu botol kecil obat dengan nama asing, lengkap dengan sebuah sticky note yang tertempel di badan botol. Ev malah dibuat tercengang kala mendapati keterangan jika obat tersebut adalah obat herbal untuk kesuburan. Tertera pula nama yang menjadi sember datangnya obat tersebut. Siapa lagi jika bukan Diana Xander.


Sembari duduk lemas di atas lantai yang dingin, Ev meratapi nasibnya. Setidaknya untuk jaga-jaga, dia harus meminum after morning-pil. Mengingat jika semalam suaminya yang masih terkapar di atas ranjang itu bukan sekali menggagahi, tetapi berulang kali. Pria itu bahkan tidak ingat yang namanya pengaman, karena alkohol dan hawa nafsu yang telah mengambil alih pikirannya. Ev juga jadi bertanya-tanya, memangnya berapa banyak alkohol yang pria itu tenggak, sehingga jatuh tak sadarkan diri.


Ev bukan wanita bodoh. Sekalipun Darren pantang menyentuh alkohol, dia tahu jika toleransi pria itu terhadap alkohol cukup tinggi. Tidak mungkin dia tidak sadarkan diri jika hanya menenggak beberapa sloki. Ev yakin jika ada yang dicampurkan dalam minuman pria tersebut. Bermodal rasa penasaran, Ev memilih keluar dari villa untuk mencari tahu. Menahan segala rasa sakit yang timbul, wanita cantik itu membawa langkahnya menuju mini bar yang semalam suaminya datangi.


Namun, belum sempat Ev sampai di mini bar tersebut, suara tangis seseorang dari arah berlawanan menarik perhatian. Siapa yang menangis di pagi-pagi buta seperti ini?


Saat semakin dekat dengan sember suara tersebut, Ev sayup-sayup mendengar percakapan seseorang disela-sela tangisan tersebut.


“Aku akan segara pulang dan membawa uang. Tenang saja, bu. Pastikan saja jika baby A bisa segera dioperasi.”


“….”


“T-idak. A-ku semalam telah menjebak seorang pria kaya, seperti yang ibu katakan.”


“….”


“Iya. Aku telah mencampurkan afrodisiak dalam minumannya. Tapi, aku gagal memanfaatkan keadaan. Istrinya datang dan mengacaukan rencanaku.”


“….”


Tanpa sosok berkaos lusuh itu ketahui, Ev mendengarkan semua pembicaraannya dengan jelas. Ev ingat betul jika sosok tersebut adalah wanita yang semalam menemani Darren di mini bar. Jadi benar, ada zat lain yang dicampurkan dalam minuman Darren. Pantas saja pria itu sampai tak sadarkan diri. Entah berapa banyak afrodisiak yang dia gunakan. Ev tahu betul jika senyawa yang biasanya terdapat dalam extrak bunga melati dan ylang-ylang itu dapat meningkatkan gairah sexual. Kandungan senyawa tersebut sama dengan kandungan dalam bathbom s*x yang sempat Ev gunakan tanpa sengaja.


Ev tentu merasa marah, karena ulah orang lain yang ingin mendapatkan uang lewat jalur instan, membuatnya harus kehilangan mahkota yang telah dia jaga. Namun, saat mendengarkan keterangan lebih lanjut dari si pelaku, Ev balik menawarkan sebuah perjanjian. Perjanjian yang mengharuskan jika wanita yang ternyata seorang ibu muda itu mau tutup mulut. Sebagai gantinya, Ev memberikan salah satu koleksi cincin bertahtakan berlian Round Ruby yang harganya bisa mencapai jutaan dollar. Dengan uang hasil menjual cincin tersebut, ibu muda itu dapat membayar biaya operasi bayinya yang harus melakukan transplantasi jantung.


Ev membiarkan ibu muda itu pergi pasca mendapatkan cincin miliknya. Bersamaan dengan itu, dia mendapatkan telepon dari Dimi yang memberitahukan jika Ev mendapatkan undangan dari pagelaran busana terkemuka di Paris, dua minggu lagi. Tepat saat jadwal kepulangan Ev dan Darren. Setelah menyelesaikan urusannya dengan Dimi, Ev menggunakan kesempatan untuk menelpon salah seorang kenalannya yang tinggal di Malè.


Malè sendiri adalah ibu kota Maladewa yang terletak di pulau Malè. Dia meminta temannya untuk mengawasi ibu muda tersebut. Jika ibu muda itu berani berbohong, Ev dapat menyeretnya ke pihak yang berwajib atas tuduhan pencurian. Toh, cincin yang Ev berikan hanya ada satu di dunia. Cincin itu didesain sendiri oleh mommy Ev. Jika wanita itu berani macam-macam, Ev dapat membuat cincin tersebut menjadi senjatanya.


“Aku sudah memberinya uang untuk tutup mulut. Kamu tenang saja, Darren.” Ev beranjak dari posisinya. Netranya masih mengunci tatapan pada sang lawan bicara. “Kita anggap saja pembicaraan ini selesai sampai di sini. Peristiwa kemarin malam juga tidak akan sampai terdengar ke telinga mama dan papa, aku jamin.”


Darren menatap lawan bicaranya lurus dalam diam. Pria itu tampak mempertimbangkan setiap perkataan Ev. Sekalipun amarah masih menyelimuti. Dia juga harus mengapresiasi tindakan Ev yang begitu konstan. Ev memang wanita cerdas yang pandai mengolah emosi. Namun, ada pula yang terasa mengganjal di hati.


“Ev, ada yang ingin aku tanyakan.”


Ev mengangguk, mempersilahkan Darren untuk bertanya. “Apa yang ingin kamu tanyakan?”


“Aku melakukan pelanggaran dengan tidur bersama wanita lain saat masih menjadi partner mu dalam hubungan ini. Kamu tidak keberatan?”

__ADS_1


“Tidak,” jawab Ev mantap. ‘Karena setidaknya wanita yang kamu perlakukan dengan sangat buruk itu adalah aku. Bukan wanita lain. Jika saja kamu melakukan itu pada wanita lain, aku tidak dapat membayangkan betapa malangnya nasib mereka,’ lanjut Ev di dalam hati.


“Selama kamu tidak mengulangi perbuatan yang sama.” Ev kembali bersuara. “Jika kamu kembali melanggar peraturan dengan cara yang sama, aku tidak yakin akan memaafkan kamu lagi.”


Setelah berkata demikian, Ev memilih untuk meninggalkan area tersebut. Beberapa kali dia sempat mendengar namanya dipanggil, tetapi Ev memilih abai. Dia kemudian membawa langkahnya ke luar vila, mencari beberapa petugas untuk membereskan kekacauan yang terjadi di dalam vila.


Dua minggu yang tersisa terasa begitu menyiksa. Sekali pun Ev mencoba menjalani aktivitas seperti biasa. Tetap saja ada yang berbeda. Tidak ada lagi kegiatan yang dilakukan bersama, mulai dari makan, jalan-jalan hingga kegiatan deeptalk yang biasa dilakukan pada minggu pertama. Mereka masih tidur di atas ranjang yang sama. Ranjang yang menjadi saksi bisu mimpi buruk Ev. Namun, Ev tak pernah bisa terlelap di sana. Saat tengah malam datang, Ev akan menyusup ke ruang tengah untuk tidur di sofa. Saat Darren terbangun dan tidak menemukan Ev disisinya, Ev akan beralasan jika dia mengalami sleepwalking.


Ev juga tahu jika Darren tidak dapat langsung mempercayai ucapan Ev. Ev sempat mendengar jika Darren mengutus seseorang untuk mencari wanita yang dia sangka telah dia tiduri. Ev tentu tak tinggal diam. Dia tak mau wanita yang sebenarnya terpaksa melakukan kejahatan itu tertangkap oleh Darren. Ev kemudian memutuskan untuk membawa wanita itu ke luar negeri, bersama ibu dan bayinya. Ke tempat di mana akses dan jaringan Darren tidak dapat menjangkaunya.


Saat agenda honeymoon mereka selesai, Ev langsung terbang ke Paris untuk memenuhi undangan. Darren awalnya sempat menolak ide tersebut. Namun, Ev berhasil meyakinkannya. Selama berada di Paris, Ev mencoba menghubungi wanita yang bernama lengkap Emirah Milles tersebut. Memastikan jika wanita itu aman berada dalam perlindungannya. Ev juga lega karena tidak merasakan gejala-gejala aneh terjadi pada tubuhnya. Ev dapat menyimpulkan dirinya baik-baik saja.


Sampai ketika Deesa yang waktu itu kebetulan ikut ke Paris, memaki Ev habis-habisan karena sempat jatuh pingsan sepulang dari acara pagelaran busana. Ev awalnya tertegun karena Deesa memakinya habis-habisan, hanya karena Ev jatuh pingsan. Padahal hal itu lumrah terjadi pada seseorang yang kecapean. Seminggu berada di Paris, Ev memang menghabiskan waktunya untuk bekerja keras siang dan malam. Ev juga dibuat sibuk dengan proyek pembangunan sekolah fashion miliknya.


“Lo dari kemarin makan junk food sama cola. Lo juga ngonsumsi obat tidur berlebihan. Lo mau buat dia mati tanpa lo sadari?!” bentak Deesa kala itu. Wanita yang selalu membawa stetoskop kemana-mana itu tampak marah juga ….kecewa.


“Maksud kamu apa, Dees? Bukannya aku pingsan karena kekurangan cairan. Kenapa kamu bawa-bawa kematian?”


“Lo….” Deesa tampak frustasi menatap sahabatnya itu. “….hamil. Dan lo udah melakukan sesuatu yang dapat bunuh dia tanpa sadar.”


“Apa? enggak mungkin, Dees. Aku masih sempat mendapatkan tamu bulanan, walaupun….” Kalimat wanita cantik yang tengah berbaring itu menggantung. Lidahnya tiba-tiba kelu.


Deesa tersenyum kecut. “Sebentar dan cuma bercak? Itu bukan menstruasi, Ev. Melainkan pendarahan yang merupakan ciri fisik pembuahan berhasil. Kalau lo masih gak percaya, ambil mantel. Kita periksa ke rumah sakit sekarang juga. Lo mau bukti yang lebih valid, bukan?” tawar Deesa.


Ev menyanggupi. Dia juga ingin mencari tahu kebenarannya.


Dan....


Tuhan telah menjawab semua lewat kuasa-Nya. Buah dari mimpi buruk itu memang ada. Berwujud. Tumbuh dan berkembang dalam rahimnya.


🥀🥀


TBC


Gimana, pusing? atau semakin mengerti alurnya?


Coba komentar. Jangan lupa like, vote, komentar, follow Author & share ❤️


follow IG Karisma022 juga 👈


Sukabumi 21/03/22

__ADS_1


13.24


__ADS_2