Berbagi Cinta: Mistress (Wanita Simpanan)

Berbagi Cinta: Mistress (Wanita Simpanan)
M14 : CARA EV MEMBALAS


__ADS_3

M14 🥀 : CARA EV MEMBALAS


Setiap manusia terlahir ke dunia dengan kelebihan juga kekurangannya masing-masing. Lengkap pula dengan caranya bertahan hidup di dunia yang kejam ini. Bagaimana cara mereka membalas ketika mendapatkan ketidakadilan, sejatinya Tuhan telah membekali caranya . Hanya saja, ada segelintir orang yang bisa menggunakan pembekalan tersebut dengan baik, ada juga yang tidak.


Ev termasuk sosok lahir dengan sifat yang completed. Ev juga memiliki cara tersendiri untuk membalas ketidakadilan yang ia dapatkan. Tidak terkecuali jika ada seseorang yang telah mempermainkan perasaanya begitu dalam. Karena selama Ev hidup, bukan saja ketidakadilan yang pernah ia temukan.


“Ada Mama, kita tidak boleh menimbulkan kecurigaan.”


Satu kalimat yang berhasil membuat tubuh Ev disiram air es tak kasat mata seketika. Hati yang tadi sempat menghangat dibuatnya, kini kembali membeku. Membuat sudut bibir wanita cantik itu terangkat simetris. Menunjukan ekspresi yang membuat lawan bicaranya buntu untuk mencari tahu.


“Kalau begitu, kita harus melakukan lebih agar lebih meyakinkan,” ujar Ev sensual, tepat di bibir milik pria yang telah lancang membuat perasaannya jungkir balik dalam sepersekian detik.


Tak mau memberi pria itu jeda untuk angkat suara, Ev sudah terlebih dahulu menawan bibir kissable tersebut. Biar Ev tunjukkan bagaimana cara Ev membalas.


Darren tentu terkejut akan tindakan Ev. Sebagian hatinya tidak terima Ev melanggar batasan yang telah mereka buat. Namun, dia yang sudah terlebih dahulu melanggar batasan dengan cara mencium Ev. Sekarang, wanita cantik yang kerap kali dikaitkan mirip dengan salah satu Dewi dalam mitologi Yunani itu balas menciumnya. Ciuman yang tidak bisa dikatakan biasa saja, melainkan sama menggebunya dengan ciuman mereka tadi.


Bohong jika Darren tidak menikmati ciuman Ev. Ia juga terkejut Ev akan balas menciumnya seperti ini. Sekarang yang Darren bisa lakukan hanya menarik tengkuk wanita cantik itu mendekat, merapat. Agar ciuman mereka dapat diperdalam. Satu tangannya bertengger apik di pinggang ramping milik Ev. Untuk sejenak Darren melupakan fakta jika ciuman itu bagian dari sandiwara. Pria rupawan itu hanya ingin menikmatinya. Seumpama barang haram yang sangat sulit didapatkan apalagi dinikmati. Darren tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan bukan?


Mendapati Darren menerima ciumannya dengan lapang, Ev tersenyum miring di sela-sela kegiatan mereka. ******n-******n sensual ia berikan guna menjamu bibir kissable milik Darren. Jemari lentiknya sudah bermain di dada bidang Darren, membuat pria rupawan itu mengerang tertahan kala Ev mengelus sepanjang bagian yang jemarinya lewati. Beberapa detik berikutnya, permainan dipimpin oleh Darren. Pria itu kembali menunjukkan sifat dominan. Ia mencium Ev liar, menimbulkan gelegar aneh timbul di rongga dada.


Kendati demikian, kala Darren hendak mengeksplore mulut Ev lebih dalam, wanita cantik itu mendorong dada bidang Darren cukup kencang. Sehingga tautan bibir di antara mereka terlepas seketika. Membuat Darren mengernyitkan keningnya dalam, matanya memicing, tatapannya terkunci pada Ev seorang, seolah-olah menanti penjelasan.


“Mama sudah pergi,” ujar Ev acuh seraya beranjak.


Wanita cantik itu tak lagi menatap Darren setelah berkata demikian. Langkahnya tampak mantap menjauhi area kolam. Meninggalkan Darren yang tampak masih mencoba mengumpulkan kesadaran. Ketika kesadarannya telah kembali, pria rupawan itu mengeram lirih. Dia baru sadar telah dipermainkan oleh drama queen seperti Ev. Sialnya lagi, Darren telah jatuh pada permainan wanita cantik tersebut. Hanya dengan sebuah ciuman, wanita cantik itu juga bahkan berhasil membangkitkan gelegar aneh di relung hatinya. Membuat sebagian hasrat terlarang dalam tubuhnya mencari cela untuk keluar.


Darren yang tidak lagi memiliki selera untuk berenang, memilih untuk beranjak, keluar dari air. Membiarkan tubuh atletisnya yang hanya terbalut celana renang pendek dan pas body, terekspos.


Darren masih tak habis pikir dengan apa yang baru saja dia lakukan bersama Ev. Ditambah lagi wanita itu balas menciumnya tak kalah liar. Ternyata Ev seorang good kisser.

__ADS_1


Terbesit sebuah pertanyaan di benak Darren, dari siapa Ev belajar cara berciuman se-liar itu? Selama ini Darren tahu betul jika Ev hanya dekat dengannya, bahkan sejak mereka kecil. Ev juga tidak pernah memiliki waktu untuk berpacaran, karena perjodohan mereka. Namun, satu nama tiba-tiba muncul di benak Darren.


Selain Darren, Ev juga dekat dengan Dean. Bahkan hingga detik ini, Darren tahu betul kedekatan keduanya. Apa Ev belajar cara berciuman dari Dean? Pikir Darren. Jika iya, entah mengapa Darren merasa tidak suka, kesal, atau mungkin marah. Darren juga tak ingin perasaan itu terdefinisi. Ia tidak mau menerima sugesti jika Ev belajar berciuman dari Dean. Membayangkannya saja, membuat darah Darren mendidih.


Apalagi jika benar musuh bebuyutannya itu yang telah terlebih dahulu mencicipi bibir manis milik Ev. Bibir tercantik yang pernah Darren lihat, secantik wajah si empunya. Darren memang tak memungkiri kecantikan Ev yang sekilas tampak unreal. Namun, kecantikan itu hingga detik ini belum mampu menggeser posisi ‘istri kecil’ di hatinya.


Omong-omong soal wanitanya, sudah beberapa minggu Darren mangkir. Pria itu berpikir untuk segera menemui wanitanya, karena sekarang kondisi Ev juga sudah pulih. Ev juga tidak lagi mengalami sleepwalking. Intinya, kondisi Ev sudah jauh lebih baik, sehingga Darren memiliki kesempatan guna mengunjungi wanitanya yang amat ia rindu. Si cantik nan lugu yang tak membuatnya jemu-jemu.


Kendati demikian, sekarang Darren tak dapat memungkiri jika perbuatan Ev telah membuat perasaannya porak poranda. Hingga ia kembali ke kamarnya sendiri, belok ke kiri, memasuki kamar mandi, Darren masih dapat merasakan bibir Ev pada miliknya. Bagaimana rasa bibir merah alami yang terawat dengan baik itu saat berada dalam ******n nya, hingga bagaimana respon yang diberikan saat ia menawan bibir itu secara liar.


“Arrg!”


Darren mengeram lirih seraya menatap pantulan dirinya di cermin. Ada sebagian hatinya yang merasa kesal karena Ev tiba-tiba pergi begitu saja setelah membalas ciumannya. Harga diri Darren terasa diinjak-injak oleh wanita cantik itu. Yang lebih gawatnya lagi, tanpa Ev ketahui, saat wanita cantik itu menerima ciumannya, ada sebagian dari diri Darren mengklaim jika wanita itu adalah hak milik.


Diperkuat dengan timbulnya hasrat menggebu-gebu yang ingin selalu memiliki. Selintas terbayang bagaimana jika ciuman itu uterus berlanjut. Apakah mereka akan berakhir di ranjang? Menghabiskan sisa waktu yang ada dengan aktivitas yang bermandikan keringat?


Darren mengeram frustasi lagi, kemudian beranjak menuju bilik shower. Ia butuh air dingin untuk mendinginkan isi kepalanya. Mungkin juga dapat mendinginkan hasratnya yang tiba-tiba terpancing.


🥀🥀


“Good job, Ev.”


Wanita cantik yang tengah bercermin itu memuji dirinya sendiri. Aroma mint yang segar tercium pasca ia selesai menggunakan mouthwash untuk membersihkan seisi mulutnya. Seolah-olah ada jutaan bakteri yang menempel di sana, Ev bahkan berulang kali berkumur-kumur dan menggosok gigi. Namun, tetap saja hal itu tidak dapat menghilangkan rasa yang tertinggal.


Bagaimana cara bibir itu *******, menyesap dan… ah, Ev tidak mau memikirkannya lagi. Yang terpenting, dia telah membalas Darren. Setimpal bukan?


Hari ini Eva da jadwal meet up dengan Dimi di Grand Indonesia. Jadi, ia tidak boleh membuat mood-nya menjadi bad. Bisa kacau meet up perdananya pasca cuti cukup panjang yang ia ambil atas desakan orang tua.


Setelah memastikan penampilannya cantik dan memukau seperti biasa, Ev melangkahkan kakinya keluar dari kamar. Tepat saat ia melintasi area menuju ruang tengah, matanya menangkap sang suami yang telah siap dengan setelan kerjanya. Melihat siluet itu lagi, Ev jadi mengingat insiden yang terjadi di kolam renang.

__ADS_1


Akan tetapi, tak lama kemudian perhatian Ev teralihkan pada koper hitam berukuran medium yang ada di samping sofa, tempat suaminya duduk. Pria itu hendak pergi, lagi?


“Kamu mau pergi?” tanya Ev to the point seraya menyimpan tas kulit keluaran brand Hermes miliknya di atas meja.


“Hm.”


“Bagimana jika Mama atau Mommy datang berkunjung?”


“Kamu bisa meng-handle mereka, Ev. Aku tahu itu,” ujar pria rupawan tersebut datar.


Ev tersenyum miring seraya bersidakep dada. “Always me, Darren. Kamu pikir aku menikah dengan kamu hanya untuk jadi tameng?”


Pria rupawan yang sedari tadi fokus pada gawai itu mengalihkan pandangan. Membawanya pada sang istri yang tampak cantik dengan dress musim panas motif flora yang memiliki belahan dada cukup rendah. Cantik, memukai, dan bersinar seperti biasa. Ajaibnya, Darren malah tidak suka melihat Ev mengenakan baju tersebut. Catat, Darren baru kali ini peduli pada apa yang istrinya pakai.


“Jadi, apa yang sebenarnya ingin kamu utarakan, Ev?” tanya Darren to the point. Perhatian Darren kini berpusat sepenuhnya pada Ev. Detik selanjutnya, ucapan yang terlontar dari bibir wanita cantik itu berhasil membuat Darren tercekat.


“I want a baby (aku mau bayi).”


...🥀🥀...


...TBC...


...Gimana perasaan kalian setelah baca part ini? masih mau next?...


...Maaf lama update nya, soalnya Author sibuk di dunia nyata 🤗...


...Note : Tandai Typo, pasti bertebaran 🙏...


...Jangan lupa like 👍 vote 💯 komentarrrr yang banyak 💌 share 📲 dan follow Author ❤️...

__ADS_1


__ADS_2